My Relationshit 8

Hehehe..

Aku terus tersenyum sepanjang jalan menuju kelas. Nggak nyangka banget, kak Juna mulai terang-terangan kaya gitu. Dia bilang aku imut dan cakep. Walau aku tau mungkin itu cuma gombalan, tapi dengernya dari kak Juna buat aku gak bisa berenti senyum, serasa melayang.

"Kiri, Jek. Lo ngapain kesana!"

Eh. Itu kan, suara Arsya.

"Aduuhhh. Lo bisa maen nggak, sih?"

Aku mencari suara Arsya. Sepertinya ada dibawah tangga.

"Lo juga, ngapain pake yang culun gitu. Kalah, kan!"

"Marah-marah mulu, lo!" Arsya spontan menoleh padaku yang sudah berdiri di depannya.

"Eh, Ari. Tumben nyapa. Hehe." Danu, salah satu temen Arsya saat di SMP, pernah nembak aku tapi dengan sangat menyesal aku menolaknya karena nggak tertarik padanya sedikitpun.

"Tau, nih. Katanya kita harus pura-pura ga kenal." Sambung Zaki, satu sirkel dengan Arsya dan Danu. Dua orang yang ga terkenal tapi mengekor dibelakang Arsya karena sesama gamers. Tapi, rank mereka masih kalah dari Arsya.

"Kan, lagi ga ada orang." Mataku beralih pada Arsya. "Lo nggak sama cewe lo. Di kantin, tuh."

Arsya melirikku sekilas, lalu fokus memainkan game-nya lagi.

Lho, ada yang aneh. "Kenapa dia?"

"Ohh. Tadi dimarahin pak Hendri. Nggak ngerjain PR." Jawab Danu.

"Hah? Serius lo gak ngerjain PR, Sya? Bukannya lo rajanya fisika?"

"Katanya banyak pikiran, Ri." Ujar Zaki padaku.

"Pikiran? Hahaha." Aku tertawa lebar. "Sejak kapan lo mikir, Sya?"

"Diem lu!" Ketusnya padaku yang tertawa tanpa henti.

"Eh, Ri. Siang nanti kita mau nongkrong di kafe kopi tempat biasa. Mau ikutan, gak?"

"Ngapain lo ajakin dia." Arsya mengomel pada Danu yang mengajakku bergabung.

Melihat Arsya yang marah, aku jadi tertarik mau ikut.

"Oke. Siang nanti gue langsung kesana."

"Sssipp!!" Danu mengangkat jempolnya tinggi-tinggi.

Aku langsung pergi karena tak ingin ada yang tahu aku bergabung dengan mereka. Kalau kafe kopi, kan agak jauh dari sekolah. Aku nggak perlu khawatir, dong.

...🍭...

Aku sampai duluan di kafe kopi. Sebelumnya, Zaki dan Danu udah chat aku mau pesan apa. Jadi saat mereka datang, pesenan mereka sudah ada.

"Ini aja, manis?" Tanya bartender itu padaku. Bartender yang sama saat aku dan kak Juna kesini.

"Emm.." Arsya nggak bilang sih, dia pesen apa. Tapi dia pesen yang sama, kan.

"Vanila latte yang less sugar."

"Oke. Ice cream minty?" Tawar bartender itu padaku. Aku tersenyum lalu mengangguk. Dia sudah hapal keinginanku.

"Ditunggu ya, manis."

Aku memilih meja yang ada di dalam, duduk di dekat tembok kaca. Karena nampaknya akan hujan dan awan terlihat sedikit lebih gelap.

Aku membuka novel sembari menunggu. Novel terbaru yang dibelikan Arsya minggu lalu. Kisah tentang perjuangan seseorang menemukan cintanya. Agak lucu rasanya saat Arsya memberikan ini padaku. Padahal biasanya dia nggak pernah peduli. Katanya, ini novel best seller yang dia lihat saat nggak sengaja lewat di toko buku.

"Ari, udah lama?" Zaki, Danu, dan Arsya baru datang. Aku menutup novelku.

"Baru. Pesenan kalian bentar lagi datang." Jawabku. Zaki dan Danu duduk didepanku, sementara Arsya duduk disebelahku.

"Masih bete aja mukenyee.." aku menarik telinga Arsya sampai kepalanya mengikut miring. Tapi dia tak protes sedikitpun.

"Kalah war, dia." Sahut Zaki.

"Gara-gara lo!" Sungut Arsya, membuat Zaki menyengir.

"Yauda sih, game doang. Ntar main sama gue di rumah." kataku pada Arsya.

"Yang ada makin kalah gue." Ucapnya dingin. Membuatku tergelak sambil mengacak rambutnya.

"Jek, lo kok betah temenan sama Arsya." Tanyaku iseng pada Zaki.

"Lah, gue yang mau nanya itu sama lo. Kan, elo yang lebih lama temenan sama Arsya." Tukasnya dan berhasil membuatku terkekeh.

Aku menggantungkan siku kananku di bahu Arsya. "Gue tuh, nganggep Arsya kayak adek gue. Jadi, gue pasti sabar."

"Gue lebih tua enam bulan dari lo." Sungutnya dengan menepuk tanganku yang bertengger di bahunya. Aku terkekeh lalu menurunkan tangan.

"Cuma enam bulan doang. Kalo dari sikap dan sifat, gue lebih cocok jadi kakak lo."

"Ga ada kakak yang penakut dan dikit-dikit minta temenin gue." Gerutunya dengan mata yang fokus pada game di ponsel.

"Wajar kali, namanya juga nggak terbiasa sendiri. Ya nggak, Jek, Dan?" Tanyaku meminta persetujuan dua orang di depan kami.

"Ini nih, yang buat gue khawatir lo bedua jatuh cinta." Kata Zaki, membuat aku dan Arsya saling tatap.

"Bener, haha. Nggak ada sahabat cewe cowo, bro." Sambung Danu.

"Hah? Gue.. cinta sama lo?" Kataku menyentuh dahi Arsya dengan telunjuk. "Ppfftttt.." aku menutup mulut menahan tawa. Ini sih, geli.

"Awas kemakan omongan sendiri, ya." Kata Arsya tajam menatapku.

"Uluuhh huluhhh.. adek guee." Aku mencubit kedua pipi Arsya gemas. "Lo mah, udah gue anggep adek sendiri. Lo pipis aja gue pernah liat."

Mendengar itu, Zaki dan Danu cekikikan.

"Lepasin." Ucap Arsya dengan pipi mengembang. Dia gak memberontak walau dia bisa menepis dengan tangannya.

"Mau gue lepasin? Bilang dulu, 'kak, lepasin pipi gue dong, please'." Ucapku sembari tertawa tanpa mau melepaskan pipi chubby Arsya.

"Uluuuhhhh.." aku terus meledek Arsya yang hanya kesal melihatku.

"Oh, Vita, tuh."

Aku menoleh kearah pintu dibelakangku tanpa melepas tangan yang masih asyik mencubit pipi Arsya. Kulihat Vita dan dua orang temannya baru keluar dari mobil.

Arsya ikut menoleh sampai tanganku terlepas dari pipinya. Sialan, dia malah mengajak Vita? Padahal dia tau aku mau ikut kesini karena cuma ada kita berempat.

Buru-buru aku meraih tas dan berdiri. Aku akan keluar dari pintu belakang.

"Loh, Ri, mau kemana?" Tanya Danu, tapi aku tak menjawab dan langsung beranjak dari kursi.

"Manis, ini pesanannya baru datang." Bartender itu membawa pesanan kami.

"Numpang keluar dari belakang, kak." Kataku pada Bartender yang hanya melongo menatapku buru-buru masuk kedalam dapur kafe.

Haihh. Gimana sih, Arsya. Kesal banget dia tiba-tiba bawa pacarnya kesana. Padahal tadi aku sampe nolak Salma dan Hani yang ngajak aku hang out bareng diluar demi kumpul sama mereka yang udah lama banget nggak nongki. Ehh.. tau-tau dikasih kejutan kaya gini. Ngeselin banget, Arsya.

Mana mau ujan, lagi.

Aku berhenti di trotoar jalan yang sepi menatap langit gelap. Hari ini.. banyak hal yang terjadi. Aku yang nggak pernah sangka bisa dikenal kak Juna hingga akhirnya deket sama dia. Bahkan Kai dan Hajoon, bintang di sekolah juga sekarang mengenalku. Yah, walaupun dalam hal yang menjengkelkan mereka.

TIN!

Aku tersentak saat sebuah motor sport hitam mendekat dan berhenti tepat di depanku. Aku tahu, ini kak Juna.

Kak Juna membuka kaca helmnya. "Suka banget berdiri di pinggir jalan."

Senyumku mengembang. Akupun naik ke motornya saat dia menepuk jok belakang.

"Pegangan. Ntar jatoh."

Aku dengan ragu ingin melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. Lalu kak Juna yang langsung melekatkan kedua tanganku di pinggangnya. Dia menancap gas, membuatku tersenyum dibalik punggungnya.

Ditengah jalan, kami kehujanan. Kak Juna menghentikan motornya tepat di sebuah halte kosong. Kami buru-buru turun dan berteduh disana. Hujannya sangat deras.

Aku menepuk-nepuk bahu yang setengah basah. Berbeda dengan kak Juna yang memakai jeket kulit dan helm, dia lebih aman walau celananya sedikit basah.

"Maaf, ya. Gara-gara aku bawa motor, kamu jadi ikut basah."

Aku duduk di bangku panjang yang ada disana. "Eh, nggak papa, lagi. Namanya juga cuaca, sulit ditebak." Jawabku sok bijak.

Dia ikut duduk disampingku. Dan kami diam beberapa saat menatap hujan yang jatuh dan mengalir menuju tempat yang lebih rendah.

"Besok.. kamu ada acara?" Tanya kak Juna.

Aku menyembunyikan senyuman yang sudah kusadari bahwa dia akan mengajakku pergi.

"Eng.. kayaknya.. ga ada."

"Kalau gitu, nonton yuk."

Suara gemuruh bersambut seolah menjadi sorakan gembira dari langit. Aku senang sekali.

"Nonton, ya? Hmm.." gumamku sok jual mahal. "Mau nonton apa?"

"Nggak tau juga. Hehehe. Soalnya, aku belum liat film apa yang bagus." Dia menggaruk belakang kepala yang kuyakin nggak gatal. Wajahnya bersemu merah. Ternyata, kak Juna bisa juga malu-malu.

"Oke."

"Hm? Kamu mau?"

"Maulah. Sama kak Juna.. berdua, kan?" Tanyaku memastikan. Tanpa malu aku mengatakan itu.

"Iya. Cuma berdua. Namanya juga nge-date." Ucap kak Juna disertai suara gemuruh langit.

"Apa?" Tanyaku ulang. Dia bilang, nge-date? Serius, nih...

"Apa?" Tanyanya balik sembari tersenyum-senyum.

"Tadi bilang apa?"

"Bilang apa? Aku nggak bilang apa-apa." Elaknya lalu menoleh kearah lain. Dia pasti lagi ketawain aku.

Ishh. Dia kira aku nggak denger, apa. Aku kan, cuma mau denger sekali lagi kata manis yang keluar dari mulutnya itu.

"Eh." Aku terperangah saat kak Juna membentangkan jeketnya di pundakku.

"Dingin. Nanti kamu masuk angin."

Aku buru-buru membuang wajah kearah lain. Ini gilaaa. Boleh teriak nggak, sihh. Aku mau teriaaak aku mau teriaakk. Dia manis bangeeetttt astaga!

Nggak bisa. Aku gak bisa diginiin. Hatiku meleleh. Aku dari dulu naksir berat sama kak Juna. Dan sekarang, aku malah semakin tergila-gila sama sikap dan perilakunya padaku. Aku.. apa boleh berharap lebih dari ini?

(Arjuna Kartawijaya)

Terpopuler

Comments

Yoan

Yoan

uppp penn

2023-06-04

1

Elia

Elia

bisa up lebih banyak g thor hhhh

2023-06-03

1

ega

ega

lama bnget up nya,,,
yang syahdu juga,,,, tp q sllu menanti, 😘😘

2023-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!