KEBERSAMAAN KITA

* Flashback On

Hari ini adalah hari pernikahan adik perempuan Aiden, Adeline Zinnia Graham. Adik perempuannya itu baru berusia 22 tahun, tapi sudah menikah. Berbeda dengan dirinya yang berusia 27 tahun tapi masih betah menjomblo.

Aiden sangat bahagia melihat senyum di wajah Adeline, juga di wajah kedua orang tuanya. Kisah cinta Adeline tak terlalu mulus. Adeline menikah dengan Reynzo Elden Frederick, putra sahabat Dad Anthony yang tinggal di Munich.

Keduanya bertemu saat Reyn yang berprofesi sebagai dosen, bertemu dengan Adeline yang merupakan salah satu mahasiswinya. (Novel : My Adeline)

Usia Reyn sama dengan Aiden dan saat ini hubungan mereka sangatlah baik. Reyn adalah pria yang baik dan lembut, namun ia juga bisa bertindak tegas dan disiplin. Oleh karena itulah Aiden yakin bisa mempercayakan adiknya itu pada Reyn.

Pesta resepsi pernikahan diadakan dua kali. Pertama di Kota Munich, tempat asal Reyn, dan yang kedua di New York. Resepsi kedua ini hanya berjarak satu minggu dari resepsi sebelumnya.

Saat ini, Aiden keluar dari acara resepsi pernikahan. Ia berjalan menuju sebuah balkon besar yang langsung berhadapan dengan sebuah taman yang luas dengan sebuah danau di bagian tengahnya. Mata Aiden menangkap sosok seorang wanita berambut merah yang kini tengah menangis sambil berpegangan pada sebuah railing batu. Meskipun pelan, Aiden masih bisa mendengarnya.

"Kamu tidak apa apa?" tanya Aiden saat ia sudah berdiri di dekat wanita itu.

Wanita itu menoleh, bulir air terlihat sudah membasahi wajahnya. Bahkan penampilannya saat ini sangat kacau, tapi ntah mengapa terlihat begitu seksi di mata Aiden.

"A-aku tidak apa apa," jawab wanita itu.

Wanita itu memutar tubuhnya dan ingin pergi dari sana, tapi tiba tiba tubuhnya tak seimbang dan ia hampir terjatuh.

Happp ...

Tubuhnya langsung ditangkap oleh Aiden. Saat itu mata keduanya bersirobok dan terasa getaran serta gelenyar di dalam tubuh keduanya. Ntah siapa yang memulai, akhirnya keduanya menempelkan bibir mereka.

Ciuman yang awalnya biasa saja, kini semakin lama semakin dalam. Aiden menggendong tubuh wanita itu dan wanita itu juga mengalungkan tangannya di leher Aiden, tanpa melepaskan ciuman mereka.

Aiden membawa wanita itu ke dalam kamar hotel yang sudah dipesan untuk menjadi tempat mereka bermalam. Ia membaringkan wanita itu di atas tempat tidur dan kembali menciumnya. Kedua bibir saling melummat dan menyesap hingga tak ada suara lain selain cecapan bibir keduanya.

Sebelumnya, tak pernah Aiden merasa seperti ini saat berdekatan dengan wanita. Pada pandangan pertama, wanita ini seakan telah menghipnotisnya dan membuatnya tak ragu untuk memiliki.

Jari jemari Aiden mulai bergerak menyusuri leher wanita itu, bahkan ciuman Aiden sudah mulai turun, hingga membuat wanita itu menggeliatt. Tubuh Aiden mulai panas dan ingin merasakan yang lebih. Ia membuka gaun wanita itu dan kini di hadapannya sudah terpampang dua aset kembar yang terlihat begitu menggoda.

Aiden tanpa ragu membuka jas serta kemeja miliknya. Ia kini mulai bermain main dengan apa yang terlihat begitu indah di matanya. Beberapa saat kemudian, tubuh keduanya telah polos. Mata keduanya telah diselimuti oleh gairrah yang tak terbendung. Keduanya tak saling mengenal, tapi merasa ingin saling memiliki.

Penyatuan pun terjadi dan Aiden merasa bahagia karena ia mendapatkan wanita yang masih menjaga segelnya dengan baik. Kamar hotel tersebut menjadi saksi percinttaan mereka malam itu.

Keesokan paginya, Aiden terbangun dengan senyum di wajahnya. Ia merasa hari ini begitu indah karena ia seperti mendapatkan vitamin semalam. Ia memegang tempat tidur di sampingnya dan seketika raut wajahnya berubah.

"Di mana dia?" gumam Aiden.

Aiden langsung bangkit dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Kosong! Ia tak mendapati wanita itu di mana pun.

"Apa dia meninggalkanku begitu saja? Bahkan aku tidak tahu siapa namanya," ucap Aiden gusar.

Perasaan Aiden sangat kacau saat ini. Kebahagiaan dirasakan oleh Adeline, tapi tidak dengan dirinya. Hal itu membuatnya kehilangan fokus dan sulit untuk berpikir. Setelah hari itu, Aiden lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja, untuk menghilangkan pikirannya tentang wanita yang telah menghabiskan satu malam bersamanya.

9 bulan kemudian,

Adeline melahirkan seorang putri cantik. Bayi itu dibawa ke ruang khusus bayi untuk dibersihkan. Aiden berniat mengunjungi adiknya sepulang dari perusahaan. Bersama dengan Ivander, Aiden pun berangkat ke sana.

Saat ia hendak memasuki ruang rawat Adeline, ia melihat seorang perawat tengah membawa dua buah kotak kaca. Ia pun menautkan kedua alisnya dan mengikuti langkah perawat itu.

"Bayi siapa ini?" tanya Aiden. Pasalnya yang ia tahu, Adeline hanya melahirkan seorang putri. Mengapa kotak kaca yang dibawa ada dua bayi.

"Ah, ini ada seorang wanita yang menitipkan bayinya. Katanya diletakkan di ruangan Nyonya Adeline karena ia berkata ini adalah keponakan Nyonya Adeline," jawab perawat itu.

"Van ...," Aiden menangkap kejanggalan dari apa yang dikatakan oleh perawat itu.

"Bawa masuk bayi adikku saja. Untuk bayi ini biarkan dulu di sini," perintah Aiden.

Keponakan? Rasanya tak mungkin jika itu adalah anak dari saudara kandung Reyn, pasalnya di keluarga Frederick baru Reyn saja yang menikah. Ketika perawat itu keluar, Aiden memintanya untuk membawa bayi yang satunya ke ruang bayi saja. Ia tak ingin ada permasalahan antara Reyn dengan Adeline karena bayi lain.

"Periksa dengan teliti, Van," perintah Aiden. Aiden memerintahkan Ivander untuk melakukan test DNA pada bayi tadi, apa benar ada hubungannya dengan keluarga Frederick?

Tiga hari kemudian, hasil test DNA itu keluar dan mata Aiden membulat saat mengetahui bahwa hasil test DNA itu cocok dengan dirinya, bukan dengan Reyn.

"Apa ini?" Aiden kembali pada ingatannya tentang wanita yang menghabiskan satu malam panas dengannya.

Tanpa banyak bicara, ia memerintahkan Grey untuk membawa bayi itu ke Washington DC. Aiden memiliki sebuah mansion di sana yang tidak diketahui oleh kedua orang tuanya. Ia menyewa seorang pengasuh untuk menjaga bayi yang berjenis kelaminn laki laki itu.

Sementara itu, Ivander segera mencari tahu tentang keberadaan wanita yang meninggalkan bayi itu pada Aiden. Dua bulan setelahnya, Ivander memberikan kabar bahwa wanita itu mengalami kecelakaan saat pergi bersama kedua orang tuanya. Wanita itu mengalami luka yang cukup parah, terutama di bagian wajah, hingga rumah sakit pun berinisiatif mengobati dan melakukan rekonstruksi wajah.

Oleh karena tak memiliki keluarga lagi, proses pengobatan wanita itu dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi dokter dokter muda, terutama yang mengambil spesialis bedah estetik atau kecantikan. Hanya itu informasi yang diketahui oleh Aiden, bahkan ada beberapa yang mengatakan bahwa wanita itu pergi karena wajahnya yang tak bisa kembali normal.

* Flashback Off

"Di mana kamu berada saat ini? Mengapa kamu pergi begitu saja? Mengapa kamu dengan mudahnya meninggalkan putra kita? Meskipun kita belum saling mengenal apalagi mencintai, tapi semua itu bisa dibangun dengan kebersamaan kita setiap hari. Aku akan tetap mencarimu dan memberikan keluarga yang utuh untuk Tristan," gumam Aiden.

🧡 🧡 🧡

Terpopuler

Comments

Patrish

Patrish

hmmmm... ternyata dititip bersama anak Adeline.... seumuran dong

2025-01-13

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Ooohh gitu yaaa terjadinya shg Tristan bisa lahir ke dunia

2024-08-15

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

bgtu ternyta

2024-05-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!