Hasil perselingkuhan

Tangis nyonya Colins pecah mendengar kabar kecelakaan Freya yang sekarang sudah kritis di rumah sakit. Walau ia sering di buat kesal oleh kebodohan Freya tapi anak tetaplah seorang anak dan tak bisa di pungkiri kekhawatiran itu langsung membongkem dadanya.

"Freyaa!!" Isak nyonya Colins terduduk di depan ruang IGD yang masih mengurung para team medis untuk menangani gadis malang itu.

Tuan Walter yang juga duduk mendampingi nyonya Colin juga merasakan hal yang sama. Ia tak menyangka jika Freya akan mengalami kecelakaan yang begitu besar sampai darah segar itu masih lumer di permukaan aspal tadi.

"Dia pasti akan baik-baik saja."

"B..baik kau bilang. Ha? Mereka mengatakan jika Freya tak sadarkan diri dan ada retakan di tulang kepalanya. Dia kritis Walter!! Dia mengalami benturan yang keras!!" Frustasi nyonya Colins tak bisa menahan diri.

Tuan Walter hanya bisa diam karna ia juga tahu presentase keselamatan Freya hanya 5% menurut keterangan pihak kepolisian yang tadi mengabari mereka.

Setelah beberapa lama terdengar suara Shireen dari lorong rumah sakit. Wanita cantik dengan tubuh semampai itu berlari menapaki lantai ruang IGD dimana sudah terlihat kedinginan disini.

"M-momyy!!" Panggil Shireen dengan mata berkaca-kaca pucat pasih. Ia tadi baru tahu kabar kecelakaan Freya dari pelayan di kediaman tepat jam 3 dinihari.

Melihat kedatangan Shireen yang tampak syok, nyonya Colins bangkit dari duduknya. Ia mendekati Shireen dengan wajah marah dan kelap.

"Kau senang-kan??"

"M..mom!" Lirih Shireen dengan air mata yang turun di pipi mulusnya. Nyonya Colins tampak murka dengan sorot mata benci menyalahkannya.

"Kau senang karna Freya kecelakaan dan kritis!! Ini yang kau mau-kan?"

"M..mom! Aku.. Aku tak seperti itu. Aku.."

"Kenapa bukan kau saja yang mengalami ini? Shireen!! Kenapa??"

Degg..

Jantung Shireen seakan terhenti di tempat. Dadanya terasa nyeri bahkan sangat sakit mendengar kalimat menohok yang di keluarkan oleh nyonya Colins padanya.

Melihat ucapan nyonya Colins sudah terlalu jauh, tuan Walter berdiri menatap tegas wanita di sampingnya ini.

"Jaga bicaramu. Colins!"

"Kenapa?? Kenapa aku harus menjaga ucapanku. Ha? JIKA SAJA DIA TAK MEMUSUHI FREYA MAKA FREYA AKAN HIDUP TENANG! DIA YANG SELALU KAU BANGGAKAN TAPI BAGAIMANA DENGAN PUTRIKU FREYA!!"

"COLIIINS!!" Bentak tuan Walter menggema membuat nyonya Colin terdiam begitu juga Shireen yang juga membisu.

Manik hitam bening berair itu menatap kosong wajah keras nyonya Colins padanya bahkan itu terasa seperti tatapan permusuhan dan penuh kebencian.

"Hentikan ocehanmu dan tutup mulutmu!"

"Cih, sejak kapan kau bisa memerintahku. Ha? Semua ini terjadi karna kau lebih memperdulikan Shireen dari pada Freya."

Ketus nyonya Colins belum juga mau menyudahi makiannya. Tuan Walter tampak marah tapi ia segera beralih pada Shireen yang hanya diam tanpa suara.

Tapi percayalah. Hatinya sakit bahkan air mata itu terus mengalir menggambarkan luka batinnya.

"Shireen! Tenangkan dirimu dulu. Pergilah!"

Shireen tetap diam. Ia masih memandang wajah nyonya Colins yang terpaku pada pintu ruang IGD tanpa mau memandangnya.

"Shireen!" Tegas tuan Walter dan barulah Shireen memaksakan kakinya berbalik pergi menjahui ruangan itu.

Pijakan heels terasa berat seakan tubuhnya tak punya tenaga lagi. Ia hanya berjalan dengan pandangan yang kosong tak tentu arah.

Belum sempat ia melangkah jauh dari pusat keributan tadi. Shireen kembali mendengar perdebatan nyonya Colins dan tuan Walter secara jelas dan lantang.

"Kenapa kau harus pilih kasih? Walter!! Kau mendidik Shireen hingga menjadi wanita yang cerdas dan bisa dalam segala hal. Dia juga bisa memimpin perusahaan mu tapi tidak dengan Freya!"

"Apa kau pikir karakter Shireen dan Freya sama? Shireen rela mengorbankan dunianya hanya untuk keluarga ini tapi Freya menuruni sikapmu!!"

"Ouh. Jadi kau mengatakan jika anak dari SELINGKUHANMU itu lebih baik dari putrimu sendiri!!"

Duaarr...

Bagai tersambar petir di dini hari ini Shireen terkejut setengah mati.

S..selingkuhan? A..aku..

"Dia juga putriku Colins! Selama ini aku bersikap tak adil padanya itu karna dirimu!! Kau hanya ingin menerima Shireen jika dia berguna dan lihat!! Dia lebih berharga dari apa yang kau bayangkan."

"Tapi dia bukan anakku."

Lagi-lagi Shireen merasa dilempar dengan batu besar. Ia tak punya tenaga untuk berdiri sampai tersandar di dinding tak jauh dari tuan Walter dan nyonya Colins yang masih bersitegang.

Shireen membekap mulutnya sendiri dengan air mata terus keluar membuktikan betapa sakit dan sesak dadanya sekarang.

J..jadi selama ini aku hanya hasil dari perselingkuhan. A..aku sama sekali tak di harapkan olehnya.

Batin Shireen meremas dadanya yang terasa sangat sakit. Bahkan, bernafas saja Shireen tersendat tak lagi punya tenaga.

Setelah beberapa lama bertengkar di depan sana, barulah tuan Walter menyadari keberadaan Shireen yang tersandar lelah dengan mata sembab tanpa energi.

"S..Shireen!" Lirihnya nanar meraup sosok rapuh itu dengan keterkejutan.

Sementara nyonya Colins hanya acuh. Ia tak perduli Shireen tahu atau tidak masalah keluarga mereka yang diredam selama bertahun-tahun.

"Bagus kalau dia sudah tahu."

"Kau memang sialan," Umpat tuan Walter berjalan mendekati Shireen di ujung sana.

Wanita malang itu hanya diam menatap lurus kedepan. Jelas Shireen terpukul hebat sampai tak perduli jika ia terduduk di lantai sekarang.

"Shireen!"

Sosok itu hanya diam. Tak ada suara yang keluar selain air mata dari manik hitam yang biasa menguarkan keceriaan sekarang sudah terpaku kosong.

"Shireen! Ini tak seperti yang kau bayangkan," Gumam tuan Walter berjongkok di dekat tubuh lemah putrinya.

Sudut bibir Shireen tertarik miris. Ia ingin menjerit sekuat tenaga tapi pikirannya tak memperbolehkan hal itu.

"Shireen!"

"A..apa karna itu aku di b..bedakan?" Lirih Shireen tersenyum nanar tapi air matanya terus turun. Bibir tuan Walter terkunci tak sanggup menjawab pertanyaan yang ia takutkan selama ini.

Ia bersikap keras dan tak adil pada Shireen karna tak ingin berdebat dengan nyonya Colins yang tak ingin Shireen dimanjakan.

Kebisuan tuan Walter sudah memberi jawaban yang sangat pasti. Shireen terkekeh pelan tapi itu tawa kecil yang sangat menyedihkan.

"Ini sangat lucu, Dad! Sungguh!" Gumam Shireen seperti kehilangan akal sehatnya. Ia berusaha berdiri walau berpeggangan ke dinding di sampingnya.

"Shireen!!"

Lirih tuan Walter menatap sendu Shireen yang berjalan tak tentu arah. Sesekali ia ingin terjatuh tapi segera berdiri lagi tanpa menghentikan langkahnya.

Padahal, tuan Walter tak melihat wajah Shireen yang berusaha menahan isakan. Ia tak mau menangis tapi air matanya terlalu mendesak sampai dadanya mau terkoyak di dalam sana.

"L..lucu. I..ini sangat lucu," Gumam Shireen dengan bibir bergetar mencoba tertawa tapi tangisnya yang sendat mencuat tertahan.

Shireen membekap mulutnya lalu bergegas pergi menuruni tangga yang ada di sampingnya. Karna tak punya tenaga dan kekuatan lagi kaki Shireen mulai oleng tak mampu menahan bobot tubuhnya.

Ia terhuyung ke depan nyaris menghantam anak tangga tapi sekilas bayangan tubuh kekar seseorang langsung menyambut ringan pinggangnya.

"Shireen!"

Suara itu sangat familiar. Manik hitam berair Shireen menatap nanar wajah tampan pria yang mengemban jiwanya.

"E..ed!"

"Kau bisa menggunakan lift, bukan?? Kenapa kau.."

Ucapan Edwald terhenti saat melihat kehancuran di mata Shireen. Keduanya bersitatap sangat dalam bahkan Edwald mulai merasakan apa yang tengah menggerogoti hati wanita ini.

"Shi!"

"Eeed!! Hiks!" Isak Shireen berhambur memeluk Edwald yang juga langsung mendekapnya erat. Tangis wanita ini pecah menusuk dadanya yang mulai terasa sesak dan perih.

"S..sakiit hiks! Ini sangat sakit!" Gumam Shireen mencengkram erat punggung kekar Edwald yang tanpa sadar mengusap kepala Shireen yang terbenam di dadanya.

"S..sakiit hiks!"

"Susst!! Aku disini. Kau akan baik-baik saja," Bisik Edwald menenagkan Shireen yang masih membutuhkan sandaran tubuhnya.

Bahu wanita ini bergetar pertanda ia benar-benar terluka. Seharusnya jika hanya masalah Freya respon Shireen tak akan serapuh ini. Pasti sesuatu telah terjadi sebelum ia datang kesini.

Setelah menangis cukup lama dan beberapa Suster yang lewat hanya bisa diam saja melihat mereka, tiba-tiba saja Shireen tak sadarkan diri.

"Shireen!" Panggil Edwald menepuk pipi sembab Shireen yang tak menjawab. Kedua matanya tertutup dan tubuhnya dingin tak bergerak.

Ada rasa cemas di lubuk hati Edwald yang segera menggendong ringan Shireen dan membawanya turun dari tangga ini. Beberapa orang yang melihatnya terpaku kosong tapi wajah Edwald seperti tak menunjukan emosi apapun.

....

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

sskaaa

sskaaa

semogaa saat kedok Ed terbongkar Shi hati nya udah bener² kuat,
jadi gak harus ngerasain sakit teramat sangat untuk yang ke sekian kalinya.
Uuuu, peluk jauh buat neng Shireen 🤗🤗🤗

2023-05-25

3

mommy keiisa

mommy keiisa

apalagi nanti tau kalo edwald cuma pura2 doang😭makin ancur dong shiren

2023-05-24

0

Nazwaputri Salmani

Nazwaputri Salmani

Aduuuhhh kasihan sekali kamu shi,,, gimana nanti kalau tau kamu ditipu dan di khianati sama suami kamu sendiri...

2023-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Menantu yang malang
2 Menjadi Supir?
3 Memisahkan mereka
4 Milikmu juga milikku
5 Dia melecehkan aku
6 Memutus hubungan
7 Edwald yang misterius
8 Sandiwara
9 Wanita yang lugu
10 Tak ingin mengambil alih
11 Memajukan rencana
12 Kecurigaan Freya
13 Edwald bermain gila
14 Akan habis jika kau buka suara
15 Mulai candu
16 Kecurigaan Edwald
17 Kau sangat kejam, Steen!
18 Hasil perselingkuhan
19 Hanya demi rencana
20 Cooper yang malang
21 Mulai jarang menemuiku
22 Mustahil bangkrut
23 Kenapa kau berbohong?
24 Sudah tak masuk akal
25 Wanita sialan
26 Kenapa kau melakukan ini?
27 Aku tak akan melepaskan mu!
28 Penculikan
29 Kembali ke markas
30 Dijual atau jadi penghibur
31 Kau mengenalnya?
32 Ternyata adik kakak
33 Tragedi penembakkan
34 Besok Kita Mulai
35 Tak mau kalah
36 Cintaku sudah lama hangus
37 Apa karna wanita itu?
38 Suma yang mesum
39 Foto misterius
40 Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41 Pertahankan karet di dada mu!
42 Tak akan pernah bersama
43 Membunuhnya!
44 Dimana Shireen?
45 Pendarahan?
46 Jangan beritahu dia apapun!
47 Pak suami! momen langka
48 Peran baru?
49 Kembali ke masa awal!
50 Suami istri?
51 Sudah tahu segalanya
52 Ledakan kematian
53 Tunggu saja bagianmu
54 Kemarahan Edwald
55 Dihantui masa lalu
56 Melaporkannya ke polisi
57 Kurang obat
58 Ada apa dengan nyonya Colins?
59 Tak pernah mengerti
60 Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61 Wanita simpanan para pria
62 Berita buruk
63 Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64 Pergilah!
65 Tak akan bisa bersama
66 Sudah ku katakan, bukan?
67 Hanya demi cincin?
68 Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69 Dia tak bisa hidup
70 Kembali sadar
71 Lagi-lagi gagal
72 Melepas rindu sesaat
73 Mulai tak percaya
74 Aku akan meninggalkan GYUF
75 Salah sasaran
76 Sangat pandai bersandiwara
77 Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Hancur dalam rencana sendiri
79 Merasa familiar?
80 Memanggang Fanze
81 Tak pantas
82 Malu-malu tapi mau
83 Aku harap ini tak akan berakhir
84 Kekecewaan Shireen
85 Aku akan menyingkirkannya
86 Longsor yang ekstrem
87 Apa yang terjadi?
88 Hangat di bawah selimut
89 META tertangkap GYUF dalam masalah
90 Sudah mengambil keputusan
91 Jangan lepas tangan
92 Sampai kapan harus seperti ini?
93 Keputusan Cooper
94 Memancingnya keluar
95 Menyerahkan diri?
96 J..jangan pergi!
97 lahir Prematur
98 Salam perpisahan
99 Tak bisa terus begini
100 Masa yang berbeda
101 Mencari daddy
102 Apa kabarmu?
103 Selamat datang kembali
104 Tak lolos uji
105 Hilang Lagi?
106 Dia Putraku
107 Jauhi Putraku!!
108 Masih terasa sakit
109 Aku kembali!
110 Hanya akan koma
111 Duel maut?
112 Erangan di bawah shower
113 Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114 Info Karya Baru
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Menantu yang malang
2
Menjadi Supir?
3
Memisahkan mereka
4
Milikmu juga milikku
5
Dia melecehkan aku
6
Memutus hubungan
7
Edwald yang misterius
8
Sandiwara
9
Wanita yang lugu
10
Tak ingin mengambil alih
11
Memajukan rencana
12
Kecurigaan Freya
13
Edwald bermain gila
14
Akan habis jika kau buka suara
15
Mulai candu
16
Kecurigaan Edwald
17
Kau sangat kejam, Steen!
18
Hasil perselingkuhan
19
Hanya demi rencana
20
Cooper yang malang
21
Mulai jarang menemuiku
22
Mustahil bangkrut
23
Kenapa kau berbohong?
24
Sudah tak masuk akal
25
Wanita sialan
26
Kenapa kau melakukan ini?
27
Aku tak akan melepaskan mu!
28
Penculikan
29
Kembali ke markas
30
Dijual atau jadi penghibur
31
Kau mengenalnya?
32
Ternyata adik kakak
33
Tragedi penembakkan
34
Besok Kita Mulai
35
Tak mau kalah
36
Cintaku sudah lama hangus
37
Apa karna wanita itu?
38
Suma yang mesum
39
Foto misterius
40
Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41
Pertahankan karet di dada mu!
42
Tak akan pernah bersama
43
Membunuhnya!
44
Dimana Shireen?
45
Pendarahan?
46
Jangan beritahu dia apapun!
47
Pak suami! momen langka
48
Peran baru?
49
Kembali ke masa awal!
50
Suami istri?
51
Sudah tahu segalanya
52
Ledakan kematian
53
Tunggu saja bagianmu
54
Kemarahan Edwald
55
Dihantui masa lalu
56
Melaporkannya ke polisi
57
Kurang obat
58
Ada apa dengan nyonya Colins?
59
Tak pernah mengerti
60
Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61
Wanita simpanan para pria
62
Berita buruk
63
Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64
Pergilah!
65
Tak akan bisa bersama
66
Sudah ku katakan, bukan?
67
Hanya demi cincin?
68
Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69
Dia tak bisa hidup
70
Kembali sadar
71
Lagi-lagi gagal
72
Melepas rindu sesaat
73
Mulai tak percaya
74
Aku akan meninggalkan GYUF
75
Salah sasaran
76
Sangat pandai bersandiwara
77
Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Hancur dalam rencana sendiri
79
Merasa familiar?
80
Memanggang Fanze
81
Tak pantas
82
Malu-malu tapi mau
83
Aku harap ini tak akan berakhir
84
Kekecewaan Shireen
85
Aku akan menyingkirkannya
86
Longsor yang ekstrem
87
Apa yang terjadi?
88
Hangat di bawah selimut
89
META tertangkap GYUF dalam masalah
90
Sudah mengambil keputusan
91
Jangan lepas tangan
92
Sampai kapan harus seperti ini?
93
Keputusan Cooper
94
Memancingnya keluar
95
Menyerahkan diri?
96
J..jangan pergi!
97
lahir Prematur
98
Salam perpisahan
99
Tak bisa terus begini
100
Masa yang berbeda
101
Mencari daddy
102
Apa kabarmu?
103
Selamat datang kembali
104
Tak lolos uji
105
Hilang Lagi?
106
Dia Putraku
107
Jauhi Putraku!!
108
Masih terasa sakit
109
Aku kembali!
110
Hanya akan koma
111
Duel maut?
112
Erangan di bawah shower
113
Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114
Info Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!