Edwald yang misterius

Shireen terduduk diam di balkon kamarnya. Sedari tadi ia menangis sampai air matanya tak lagi mau keluar hingga tubuhnya pasrah tertimpa cahaya mentari yang lagi-lagi menyadarkannya jika waktu semakin berputar.

Sudah jadi kebiasaanya untuk menyendiri jika ada masalah yang memenuhi pikirannya. Shireen lebih banyak diam mempertimbangkan semua keputusan yang bahkan membuat kepalanya pusing.

"Ayo makan!" Seru Edwald yang datang membawa nampan makanan. Shireen hanya melirik dari ekor matanya tanpa ada suara yang keluar.

Melihat hal itu, Edwald segera mengambil tempat di dekat Shireen yang duduk di sofa Balkon.

"Makanlah. Nanti kita cari jalan keluarnya. Hm?" Seraya meletakan nampan di paha Shireen yang hanya diam.

Matanya sudah sembab dan hidung mungilnya merah. Ia lagi-lagi menghindari kontak mata dengan Edwald yang mendengar perdebatan Shireen dan Tuan Walter tadi.

"Turuti saja kemauan kedua orang tuamu!"

Shireen tak menyahut. Ia lebih banyak diam pertanda kebimbangan itu masih membelit benaknya.

"Kau tak bisa melawan mereka yang sudah membesarkan-mu dari kecil. Aku akan menerima setiap keputusan yang kau ambil. Shi!" Imbuh Edwald mengusap kepala Shireen yang langsung membekap wajahnya.

Terdengar hembusan nafas sendat yang lagi-lagi memenuhi dada Shireen yang sungguh sudah putus asa.

"A..aku tak ingin kita bercerai!" Lirihnya menurunkan kedua tangan yang tadi menutupi wajah sembabnya.

"Shi! Aku lebih tak ingin itu terjadi tapi aku tak sanggup melihatmu menangis setiap hari. Aku merasa tak berguna menjadi suamimu," Sesal Edwald membuat Shireen terhanyut. Shireen menundukan pandangannya beralih menggenggam tangan kekar Edwald yang membuatnya tenang.

"Jangan bicara begitu. Semua ini bukan salahmu!"

"Sayang! Aku akan bereskan barang-barangku. Biarkan aku pergi dan kau tetap disini!"

Shireen menggeleng. Ia sudah memutuskan untuk keluar dari kediaman ini dan meninggalkan semua pekerjaannya.

"Kita mulai semuanya dari nol. Aku ingin bekerja bersamamu dan membangun rumah tangga kita sendiri."

Jawaban Shireen sungguh diluar dugaan. Edwald diam menatap manik hitam indah ini intens dan keseriusan Shireen untuk memulai hidup dengannya sangat besar dan yakin.

"Kau yakin?"

"Yah. Lagi pula aku juga bisa melamar di perusahaan lain dan kau tekuni saja pekerjaanmu sendiri. Kita akan memulai semuanya dari awal. Ed!" Jawab Shireen sangat tulus dan polos. Tak pernah Edwald melihat wanita seperti Shireen yang sulit di jabarkan.

"Kau percaya padaku?" Tanya Edwald dan Shireen mengangguk. Pada siapa lagi ia akan percaya selain suaminya sendiri? Pikir Shireen begitu.

"Aku sangat percaya padamu. Aku yakin kita bisa buktikan kepada mommy dan daddy jika kita bisa kembali ke posisi seperti dulu. Hm?"

Mendengar itu sudut bibir Edwald tertarik. Senyuman yang menyimpan banyak makna tapi bagi Shireen itu adalah senyuman hangat yang tak pernah ia dapatkan dari siapapun.

"Kau harus percaya padaku. Aku tak akan meninggalkanmu."

"Aku percaya!" Lugas Shireen beralih menyandarkan kepalanya ke bahu kokoh Edwald yang mengusap kepalanya lembut.

Wajah tampan datar itu menatap lurus kedepan dengan sorot mata yang sulit di jabarkan. Hanya ialah yang tahu isi kepalanya sendiri.

"Shi!"

"Yah?" Sahut Shireen memainkan tali celana Edwald dibagian pinggang kekar ini.

"Aku bisa menyelesaikan masalah perusahaan mu!"

Shireen diam lalu mengadah. Ia menatap wajah tampan Edwald yang tersenyum lembut membelai pipi mulusnya.

"Maksudmu?"

"Aku bisa membantumu bekerja di sana dan mengembalikan para klien yang ingin mengambil sahamnya," Jawab Edwald dan sontak Shireen langsung menegakkan duduknya. Nampan di pahanya tadi ia letakan di meja sofa lalu segera memeggang paha Edwald dengan tatapan serius.

"Kau punya solusinya?"

"Hm. Aku yakin daddy-mu akan setuju jika kau yang mengambil alih perusahaan. Aku akan membantumu dari belakang tanpa memperlihatkan identitas ku. Bagaimana?"

Shireen seketika langsung sadar. Ia menepuk jidatnya karna baru ngeh jika Edwald adalah seorang pebisnis handal sebelumnya. Perusahaan Edwald dulu juga begitu besar dan jaya, ia lupa jika suaminya adalah raja bisnis yang sempurna.

"Sayang! Kenapa kau tak bilang dari tadi?! Aku menghabiskan air mataku disini," Decah Shireen merenggut dengan bibir manyun terlihat menggemaskan.

Edwald melayangkan kecupan singkat di sana hingga pipi Shireen memerah seperti biasanya.

"Kau..."

"Jangan menangis lagi. Habiskan makananmu!"

"Aku akan bicara pada daddy!" Sambar Shireen bersemangat ingin berdiri tapi seketika ia terpekik kala bagian intinya terasa begitu nyeri dan sakit.

"Aass ...Eeed!!"

"Kau sudah banyak bergerak. Duduklah dulu!" Decah Edwald mendudukan Shireen kembali. Ia menyibak bathrobe kecoklatan halus ini melihat Shireen masih belum memakai ****** *****.

"J..jangan di lihat!" Malu Shireen menutupi bagian intinya yang bengkak. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus tapi Edwald lebih santai seperti biasanya.

"Biarkan aku memeriksanya. Nanti bisa infeksi!"

"T..tapi.."

"Kenapa malu? Aku sudah menikmati semuanya," Sela Edwald semakin membuat Shireen ingin menghilang.

Edwald mengangkat kedua kaki Shireen keatas sofa lalu ia turun duduk di lantai balkon melihat ke area inti Shireen yang begitu seksi dan segar dengan rona merah muda yang mulus bak bayi.

Helaan nafas Edwald turun karna harus menahan hasratnya. Ia akui Shireen memang sangat candu tapi ia masih ada akal sehat.

"Aku akan keluar membeli salepnya. Kau istirahatlah dan jangan pakai daleman dulu. Hm?"

Shireen mengangguk malu-malu. Edwald beralih menggendong ringan Shireen yang dengan manis mengalungkan kedua lengannya ke tengkuk kokoh Edwald seraya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria ini.

"Jangan lama-lama keluarnya!"

"Aku belum pergi. Sayang!" Jawab Edwald mengecup kening Shireen yang ia baringkan diatas ranjang. Tempat ini sudah ia bersihkan sebelumnya bahkan Edwald mengganti sprei yang ada darah kesucian sang istri dan ia simpan di lemari.

Setelah memposisikan Shireen dengan nyaman barulah Edwald pergi ke walk in closet mengganti pakaiannya.

Saat ia sudah keluar Shireen menatap kagum pada pesona Edwald yang sangat tampan dan penuh kharisma. Balutan jaket dan celana jeans itu membuatnya tampil sangat muda.

"Kenapa dia sangat tampan?!" Gerutu Shireen merasa cemas jika Edwald keluar sendirian. Akan banyak wanita yang terpikat oleh pesona sang suami tapi ia juga tak bisa egois.

"Aku pergi! Jaga dirimu sampai aku pulang!"

"Kiss!" Manja Shireen dan Edwald tak segan mendekat melayangkan kecupan hangatnya ke bibir pink segar ini.

Jika di lihat keduanya benar-benar seperti mahluk yang saling mencintai.

"Aku pergi dulu!"

"Cepat pulang," Gumam Shireen memandangi kepergian Edwald yang sempat mengangguki ucapannya.

Saat pria itu pergi seketika Shireen merasa kosong. Ia kembali pada hari-harinya dulu dimana hanya ada pekerjaan di benaknya.

"Terimakasih sudah mempertemukan aku dengan Edwald!" Gumam Shireen bersyukur pada sang maha kuasa.

Setidaknya ia punya semangat hidup dan sandaran yang tak pernah ia temukan sebelumnya.

Sementara di luar sana. Edwald tak menemukan keberadaan para penjilat itu di kediaman ini. Ia dengan bebas keluar berjalan lebar dan tegas melewati para pelayan dan penjaga kediaman.

Wajahnya begitu dingin bahkan para pelayan yang melihat dari kejahuan merasa sering merinding jika Edwald melewati mereka tanpa keberadaan Shireen di sampingnya.

Hawa dan pembawaannya bisa berubah-ubah. Ntah itu hanya perasaan mereka atau memang pria ini hanya bisa damai jika bersama nonanya saja.

Tepat di halaman kediaman menuju gerbang, Edwald mendapat pesan dari ponselnya. Ia menatap datar layar benda pipih itu lalu melihat jam yang melingkar di pergelangan kokohnya.

"Aku sudah menunggumu sedari tadi, Sayang!"

Isi pesan bermakna manja dan intim. Edwald tak membalasnya. Pria misterius itu keluar dari gerbang dan masuk kedalam taksi yang kebetulan lewat atau memang sudah menunggu sedari tadi.

....

Vote and Like Sayang

Terpopuler

Comments

YuliaMile

YuliaMile

banyak misteri di dalam rahasia ... menarik

2023-09-28

2

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

knp aq mrsa gaya tulisan dan kata2 nya bkn othor wilia biasanya

2023-09-10

0

Ima Ko

Ima Ko

hadewww ternyata Edward misterius,kasian shiren

2023-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 Menantu yang malang
2 Menjadi Supir?
3 Memisahkan mereka
4 Milikmu juga milikku
5 Dia melecehkan aku
6 Memutus hubungan
7 Edwald yang misterius
8 Sandiwara
9 Wanita yang lugu
10 Tak ingin mengambil alih
11 Memajukan rencana
12 Kecurigaan Freya
13 Edwald bermain gila
14 Akan habis jika kau buka suara
15 Mulai candu
16 Kecurigaan Edwald
17 Kau sangat kejam, Steen!
18 Hasil perselingkuhan
19 Hanya demi rencana
20 Cooper yang malang
21 Mulai jarang menemuiku
22 Mustahil bangkrut
23 Kenapa kau berbohong?
24 Sudah tak masuk akal
25 Wanita sialan
26 Kenapa kau melakukan ini?
27 Aku tak akan melepaskan mu!
28 Penculikan
29 Kembali ke markas
30 Dijual atau jadi penghibur
31 Kau mengenalnya?
32 Ternyata adik kakak
33 Tragedi penembakkan
34 Besok Kita Mulai
35 Tak mau kalah
36 Cintaku sudah lama hangus
37 Apa karna wanita itu?
38 Suma yang mesum
39 Foto misterius
40 Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41 Pertahankan karet di dada mu!
42 Tak akan pernah bersama
43 Membunuhnya!
44 Dimana Shireen?
45 Pendarahan?
46 Jangan beritahu dia apapun!
47 Pak suami! momen langka
48 Peran baru?
49 Kembali ke masa awal!
50 Suami istri?
51 Sudah tahu segalanya
52 Ledakan kematian
53 Tunggu saja bagianmu
54 Kemarahan Edwald
55 Dihantui masa lalu
56 Melaporkannya ke polisi
57 Kurang obat
58 Ada apa dengan nyonya Colins?
59 Tak pernah mengerti
60 Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61 Wanita simpanan para pria
62 Berita buruk
63 Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64 Pergilah!
65 Tak akan bisa bersama
66 Sudah ku katakan, bukan?
67 Hanya demi cincin?
68 Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69 Dia tak bisa hidup
70 Kembali sadar
71 Lagi-lagi gagal
72 Melepas rindu sesaat
73 Mulai tak percaya
74 Aku akan meninggalkan GYUF
75 Salah sasaran
76 Sangat pandai bersandiwara
77 Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Hancur dalam rencana sendiri
79 Merasa familiar?
80 Memanggang Fanze
81 Tak pantas
82 Malu-malu tapi mau
83 Aku harap ini tak akan berakhir
84 Kekecewaan Shireen
85 Aku akan menyingkirkannya
86 Longsor yang ekstrem
87 Apa yang terjadi?
88 Hangat di bawah selimut
89 META tertangkap GYUF dalam masalah
90 Sudah mengambil keputusan
91 Jangan lepas tangan
92 Sampai kapan harus seperti ini?
93 Keputusan Cooper
94 Memancingnya keluar
95 Menyerahkan diri?
96 J..jangan pergi!
97 lahir Prematur
98 Salam perpisahan
99 Tak bisa terus begini
100 Masa yang berbeda
101 Mencari daddy
102 Apa kabarmu?
103 Selamat datang kembali
104 Tak lolos uji
105 Hilang Lagi?
106 Dia Putraku
107 Jauhi Putraku!!
108 Masih terasa sakit
109 Aku kembali!
110 Hanya akan koma
111 Duel maut?
112 Erangan di bawah shower
113 Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114 Info Karya Baru
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Menantu yang malang
2
Menjadi Supir?
3
Memisahkan mereka
4
Milikmu juga milikku
5
Dia melecehkan aku
6
Memutus hubungan
7
Edwald yang misterius
8
Sandiwara
9
Wanita yang lugu
10
Tak ingin mengambil alih
11
Memajukan rencana
12
Kecurigaan Freya
13
Edwald bermain gila
14
Akan habis jika kau buka suara
15
Mulai candu
16
Kecurigaan Edwald
17
Kau sangat kejam, Steen!
18
Hasil perselingkuhan
19
Hanya demi rencana
20
Cooper yang malang
21
Mulai jarang menemuiku
22
Mustahil bangkrut
23
Kenapa kau berbohong?
24
Sudah tak masuk akal
25
Wanita sialan
26
Kenapa kau melakukan ini?
27
Aku tak akan melepaskan mu!
28
Penculikan
29
Kembali ke markas
30
Dijual atau jadi penghibur
31
Kau mengenalnya?
32
Ternyata adik kakak
33
Tragedi penembakkan
34
Besok Kita Mulai
35
Tak mau kalah
36
Cintaku sudah lama hangus
37
Apa karna wanita itu?
38
Suma yang mesum
39
Foto misterius
40
Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41
Pertahankan karet di dada mu!
42
Tak akan pernah bersama
43
Membunuhnya!
44
Dimana Shireen?
45
Pendarahan?
46
Jangan beritahu dia apapun!
47
Pak suami! momen langka
48
Peran baru?
49
Kembali ke masa awal!
50
Suami istri?
51
Sudah tahu segalanya
52
Ledakan kematian
53
Tunggu saja bagianmu
54
Kemarahan Edwald
55
Dihantui masa lalu
56
Melaporkannya ke polisi
57
Kurang obat
58
Ada apa dengan nyonya Colins?
59
Tak pernah mengerti
60
Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61
Wanita simpanan para pria
62
Berita buruk
63
Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64
Pergilah!
65
Tak akan bisa bersama
66
Sudah ku katakan, bukan?
67
Hanya demi cincin?
68
Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69
Dia tak bisa hidup
70
Kembali sadar
71
Lagi-lagi gagal
72
Melepas rindu sesaat
73
Mulai tak percaya
74
Aku akan meninggalkan GYUF
75
Salah sasaran
76
Sangat pandai bersandiwara
77
Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Hancur dalam rencana sendiri
79
Merasa familiar?
80
Memanggang Fanze
81
Tak pantas
82
Malu-malu tapi mau
83
Aku harap ini tak akan berakhir
84
Kekecewaan Shireen
85
Aku akan menyingkirkannya
86
Longsor yang ekstrem
87
Apa yang terjadi?
88
Hangat di bawah selimut
89
META tertangkap GYUF dalam masalah
90
Sudah mengambil keputusan
91
Jangan lepas tangan
92
Sampai kapan harus seperti ini?
93
Keputusan Cooper
94
Memancingnya keluar
95
Menyerahkan diri?
96
J..jangan pergi!
97
lahir Prematur
98
Salam perpisahan
99
Tak bisa terus begini
100
Masa yang berbeda
101
Mencari daddy
102
Apa kabarmu?
103
Selamat datang kembali
104
Tak lolos uji
105
Hilang Lagi?
106
Dia Putraku
107
Jauhi Putraku!!
108
Masih terasa sakit
109
Aku kembali!
110
Hanya akan koma
111
Duel maut?
112
Erangan di bawah shower
113
Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114
Info Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!