Kau sangat kejam, Steen!

Taksi yang tadi melaju stabil ke arah taman yang tak jauh dari lingkungan kediaman Harmon itu seketika terhenti di tepi jalan yang bersebelahan dengan taman kota di sampingnya.

Seorang gadis muda yang memakai kardigan rajut maron dengan celana jeans panjang itu keluar dari taksi. Ia heran karna jalanan ini sepi dan taman yang tadi menjadi tujuan mereka-pun lengang.

Hanya lampu jalan dan penerangan dari dalam taman bunga yang tampak menyeramkan dari sini.

"Nona! Apa saya harus menunggumu?"

"Tidak usah. Aku dengan temanku," Jawab Freya pada supir taksi yang mengangguk segera pergi membawa bayaran yang sudah dari pertama Freya berikan.

Sekarang tinggallah ia seorang diri bagai tunggak di tengah hutan meresapi alam yang semakin misterius.

Freya melihat kiri kanan. Sepi, sunyi tanpa deru kendaraan. Ia menelpon pacarnya dengan perasaan mulai tak enak.

"Kenapa dia tak menjawab panggilanku?!" Gumam Freya meredam rasa paniknya dengan terus memulai panggilan.

Setelah 5 kali ini mencoba, suara operator sangat rajin membalasnya. Alhasil Freya kesal segera memberanikan diri masuk ke area taman.

"Dia bilang menungguku disini. Tapi, tak ada tanda-tanda keberadaan orang lain," Gumam Freya semakin masuk kedalam.

Kiri kanannya ada lampu membuat penerangan. Ia terus melewati banyak rumpun bunga dan beberapa tempat yang dingin sampai akhirnya Freya berdiri di dekat kursi yang ada di samping kolam air pancur mini di dekat kakinya.

"Sayaang!! Kau tadi bilang menungguku. Kau dimana??" Tanya Freya menatap kiri kanan tapi tak jua ada jawaban.

Freya duduk di kursi taman ini seraya mengirim pesan ke kontak kekasihnya. Hawa disini begitu merayap dan berangin. Tak khayal Freya sering terperanjat karna ada beberapa pohon yang berguncang ntah kerena angin atau hal lain Freya tak ingin tahu.

Jam terus bergulir. Freya gelisah dan tak bisa diam. Kadang ia berdiri lalu duduk dan mencoba berkeliling lagi tapi kembali ke tempat yang sama.

Karna merasa di bohongi, Freya segera bangkit dari duduknya mengeratkan kardigan yang melindunginya dari hawa menusuk ini.

"Sialan!! Dia membohongiku," Umpat Freya bangkit dari duduknya. Saat ia sudah berdiri ingin berbalik pergi, tiba-tiba saja lampu di taman ini mati total.

"I..ini.."

Freya terkejut. Antara takut dan gugup bercampur aduk memenuhi batin dan fisiknya. Freya tergesa-gesa segera menyalakan senter ponsel sampai cahaya itu muncul membuatnya lega.

"Tempat ini terasa sangat menakutkan," Gumam Freya mengusap lengan pakaiannya lalu berjalan kembali ke tempat tadi.

Belum sempat ia menjahui kursi taman, Freya di kejutkan dengan tetesan darah yang memenuhi jalan yang tadi ia lalui.

"Astaga!! D..darah.."

Panik Freya mundur. Tubuhnya gemetar begitu juga ponsel yang ia pegang sudah tak stabil. Wajahnya sampai pucat bahkan sudah seperti mayat hidup.

Semakin ia lihat darah ini semakin banyak dan menyebar. Padahal tadi ia tak melihatnya.

"D..darah.." Gugup Freya ketakutan setengah mati. Ia berlari menerobos jalan ini dengan sisa keberanian yang ia punya.

Namun, seakan tak mau melepaskannya dari sini tiba-tiba saja Freya berteriak kencang.

"Aaaaaa!!!" Jeritnya hebat dengan ponsel jatuh ke tanah kala melihat ada mayat seorang pria yang digantung di atas pohon di samping jalan kecil ini.

Nafas Freya memburu dengan bibir pucat pasih terduduk di rerumputan lembab taman. Matanya masih lebar terbuka begitu syok melihat dari remangan cahaya sosok yang di gantung di sana.

"I..itu..."

Freya mengigil hebat meraih ponsel yang tadi ia jatuhkan tak jauh darinya. Perlahan Freya menggenggam benda itu lalu dengan takut-takut mengarahkan senter ponselnya kearah gantungan mayat ini dan...

Duaar..

"Deeeoon!!!!" Jerit Freya keras kala melihat wajah berlumuran darah Deon. Air mata Freya tumpah dengan tangan gemetar masih bertahan menyinari sosok tak bernyawa ini sampai Freya tak bisa berkata-kata atau bergerak dari duduknya.

"T..tidak.. Deon!! Deooon!!" Teriak Freya antara ketakutan tapi juga sangat syok. Jelas wajah dan tubuh pria ini sama walau setengah wajahnya hancur seperti di hantam benda tumpul, Freya masih bisa mengenaili dari bentuk wajahnya.

Ini gila!! Siapa yang melakukan ini?!!

Batin Freya menjerit ketakutan. Ia bergegas bangkit dengan kedua tungkai gemetar berlari sekencang-kencangnya keluar dari area taman.

Karna ia tak punya keberanian lagi Freya sampai terjatuh ke tengah jalan aspal ini. Tampilannya sudah berantakan dengan wajah pucat bahkan keringat dingin itu membanjiri keningnya.

"Tolooong!!! Tolooong!!" Histeris Freya melihat kiri kanan tapi tak ada siapapun. Ia menangis tapi air matanya tak akan berguna.

Jangan berharap kendaraan akan lewat, satu manusia saja tak ada yang melintas menambah dosis rasa takut dan kepanikan yang menyelubungi tubuhnya.

"T..tidak. Aku.. Aku harus pergi dari sini. Aku tak mau mati!" Gumam Freya kembali berdiri lalu berjalan sempoyongan tak tentu arah menyusuri aspal ini.

Ia berteriak terus minta tolong tapi yang ia dapatkan hanya rasa takut karna bayang-bayang mayat kekasihnya tadi masih membekas di kepala Freya.

"T..toloong hiks!!! Tolong akuu!!" Jeritnya tak bisa mengontrol kesadarannya. Ia berlari tak tentu arah memasuki area yang mulai ramai pengendara.

Saat Freya sudah menapaki aspal yang berbeda dengan beberapa mobil melewati dirinya, ia mendapat panggilan.

Tapi, yang membuat Freya semakin mengigil adalah nama si penelpon. Sudah jelas Deon sudah tewas tapi siapa yang memanggilnya.

Dengan takut-takut Freya mengangkat panggilan itu. Awalnya tak ada suara apapun dan hanya terdengar riuh kendaraan yang tak asing.

"Diseberangmu!"

Degg..

Mata Freya hampir saja mau keluar mendengar suara ini. Jantungnya seakan terhenti mendadak seakan ingin lari dari kejaran ibslis yang terus menghantuinya.

Dan benar saja. Saat Freya melihat ke-sebarang jalan disela lalu-lalang kendaraan. Ia bisa menangkap sesosok pria berpakaian serba hitam memakai topi, kacamata dan masker tengah berdiri dengan ponsel di tangannya.

"K..kau.."

"Jangan bermain denganku, ADIK IPAR!"

Suara berat khas pria yang sontak membuat ponsel di tangan Freya terjatuh beriringan dengan datangnya sebuah mobil yang melaju kencang dari arah samping Freya yang baru sadar jika ia ada di tengah jalan.

"Aaaa!!!!"

Teriaknya sampai mobil itu menabraknya keras. Tubuh Freya terpental jauh ke pinggir jalan sampai menabrak beton pembatas yang mendapat cipratan darah segar malam ini.

Bukannya menolong, sosok yang berdiri tak jauh dari tempat itu hanya diam. Ia memandangi orang-orang di sekitar jalanan yang berhenti sekaligus terkejut melihat kecelakaan maut yang tak bisa di duga siapapun.

"Kau sangat kejam. Steen!"

Seru seroang pria berpakaian hampir sama dengannya tapi lebih santai dan bersahabat. Ia berdiri di belakang mahluk tak punya hati ini dengan tatapan jenuh sekaligus iba pada Freya yang sudah dikerumuni banyak orang.

"Kau urus sisanya! Aku tak menerima masalah baru," Tegas pria itu lalu pergi begitu saja. Cooper hanya mengangguk patuh tapi tak heran lagi dengan cara kerja bengis pria yang ia panggil Steen itu.

"Kau bahkan lebih berbahaya dari Suma," Gumam Cooper sangat ngeri jika berhadapan dengan mahluk biadap ini. Rencananya terlalu brutal dan tak manusiawi.

....

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Sky Blue

Sky Blue

Kasian jdinya kn klw pda akhirnya mreka akan mnyatu pdahl suaminy kek dajjal gitu klakuannya

2023-05-24

4

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

omegat kejam juga Edwald

2023-05-24

0

penggila cowo hot

penggila cowo hot

aku baru komen kak wilm,,dari sini aku gak setujubklo ntra ending nya si edward bersatu sam istrinya,,jahat bgt,, soalnya,,aku harap di saat edward jatuh cinta istrinya malah menjauh karna jijik dan dendam balik klo perlu

2023-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Menantu yang malang
2 Menjadi Supir?
3 Memisahkan mereka
4 Milikmu juga milikku
5 Dia melecehkan aku
6 Memutus hubungan
7 Edwald yang misterius
8 Sandiwara
9 Wanita yang lugu
10 Tak ingin mengambil alih
11 Memajukan rencana
12 Kecurigaan Freya
13 Edwald bermain gila
14 Akan habis jika kau buka suara
15 Mulai candu
16 Kecurigaan Edwald
17 Kau sangat kejam, Steen!
18 Hasil perselingkuhan
19 Hanya demi rencana
20 Cooper yang malang
21 Mulai jarang menemuiku
22 Mustahil bangkrut
23 Kenapa kau berbohong?
24 Sudah tak masuk akal
25 Wanita sialan
26 Kenapa kau melakukan ini?
27 Aku tak akan melepaskan mu!
28 Penculikan
29 Kembali ke markas
30 Dijual atau jadi penghibur
31 Kau mengenalnya?
32 Ternyata adik kakak
33 Tragedi penembakkan
34 Besok Kita Mulai
35 Tak mau kalah
36 Cintaku sudah lama hangus
37 Apa karna wanita itu?
38 Suma yang mesum
39 Foto misterius
40 Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41 Pertahankan karet di dada mu!
42 Tak akan pernah bersama
43 Membunuhnya!
44 Dimana Shireen?
45 Pendarahan?
46 Jangan beritahu dia apapun!
47 Pak suami! momen langka
48 Peran baru?
49 Kembali ke masa awal!
50 Suami istri?
51 Sudah tahu segalanya
52 Ledakan kematian
53 Tunggu saja bagianmu
54 Kemarahan Edwald
55 Dihantui masa lalu
56 Melaporkannya ke polisi
57 Kurang obat
58 Ada apa dengan nyonya Colins?
59 Tak pernah mengerti
60 Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61 Wanita simpanan para pria
62 Berita buruk
63 Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64 Pergilah!
65 Tak akan bisa bersama
66 Sudah ku katakan, bukan?
67 Hanya demi cincin?
68 Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69 Dia tak bisa hidup
70 Kembali sadar
71 Lagi-lagi gagal
72 Melepas rindu sesaat
73 Mulai tak percaya
74 Aku akan meninggalkan GYUF
75 Salah sasaran
76 Sangat pandai bersandiwara
77 Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Hancur dalam rencana sendiri
79 Merasa familiar?
80 Memanggang Fanze
81 Tak pantas
82 Malu-malu tapi mau
83 Aku harap ini tak akan berakhir
84 Kekecewaan Shireen
85 Aku akan menyingkirkannya
86 Longsor yang ekstrem
87 Apa yang terjadi?
88 Hangat di bawah selimut
89 META tertangkap GYUF dalam masalah
90 Sudah mengambil keputusan
91 Jangan lepas tangan
92 Sampai kapan harus seperti ini?
93 Keputusan Cooper
94 Memancingnya keluar
95 Menyerahkan diri?
96 J..jangan pergi!
97 lahir Prematur
98 Salam perpisahan
99 Tak bisa terus begini
100 Masa yang berbeda
101 Mencari daddy
102 Apa kabarmu?
103 Selamat datang kembali
104 Tak lolos uji
105 Hilang Lagi?
106 Dia Putraku
107 Jauhi Putraku!!
108 Masih terasa sakit
109 Aku kembali!
110 Hanya akan koma
111 Duel maut?
112 Erangan di bawah shower
113 Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114 Info Karya Baru
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Menantu yang malang
2
Menjadi Supir?
3
Memisahkan mereka
4
Milikmu juga milikku
5
Dia melecehkan aku
6
Memutus hubungan
7
Edwald yang misterius
8
Sandiwara
9
Wanita yang lugu
10
Tak ingin mengambil alih
11
Memajukan rencana
12
Kecurigaan Freya
13
Edwald bermain gila
14
Akan habis jika kau buka suara
15
Mulai candu
16
Kecurigaan Edwald
17
Kau sangat kejam, Steen!
18
Hasil perselingkuhan
19
Hanya demi rencana
20
Cooper yang malang
21
Mulai jarang menemuiku
22
Mustahil bangkrut
23
Kenapa kau berbohong?
24
Sudah tak masuk akal
25
Wanita sialan
26
Kenapa kau melakukan ini?
27
Aku tak akan melepaskan mu!
28
Penculikan
29
Kembali ke markas
30
Dijual atau jadi penghibur
31
Kau mengenalnya?
32
Ternyata adik kakak
33
Tragedi penembakkan
34
Besok Kita Mulai
35
Tak mau kalah
36
Cintaku sudah lama hangus
37
Apa karna wanita itu?
38
Suma yang mesum
39
Foto misterius
40
Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41
Pertahankan karet di dada mu!
42
Tak akan pernah bersama
43
Membunuhnya!
44
Dimana Shireen?
45
Pendarahan?
46
Jangan beritahu dia apapun!
47
Pak suami! momen langka
48
Peran baru?
49
Kembali ke masa awal!
50
Suami istri?
51
Sudah tahu segalanya
52
Ledakan kematian
53
Tunggu saja bagianmu
54
Kemarahan Edwald
55
Dihantui masa lalu
56
Melaporkannya ke polisi
57
Kurang obat
58
Ada apa dengan nyonya Colins?
59
Tak pernah mengerti
60
Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61
Wanita simpanan para pria
62
Berita buruk
63
Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64
Pergilah!
65
Tak akan bisa bersama
66
Sudah ku katakan, bukan?
67
Hanya demi cincin?
68
Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69
Dia tak bisa hidup
70
Kembali sadar
71
Lagi-lagi gagal
72
Melepas rindu sesaat
73
Mulai tak percaya
74
Aku akan meninggalkan GYUF
75
Salah sasaran
76
Sangat pandai bersandiwara
77
Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Hancur dalam rencana sendiri
79
Merasa familiar?
80
Memanggang Fanze
81
Tak pantas
82
Malu-malu tapi mau
83
Aku harap ini tak akan berakhir
84
Kekecewaan Shireen
85
Aku akan menyingkirkannya
86
Longsor yang ekstrem
87
Apa yang terjadi?
88
Hangat di bawah selimut
89
META tertangkap GYUF dalam masalah
90
Sudah mengambil keputusan
91
Jangan lepas tangan
92
Sampai kapan harus seperti ini?
93
Keputusan Cooper
94
Memancingnya keluar
95
Menyerahkan diri?
96
J..jangan pergi!
97
lahir Prematur
98
Salam perpisahan
99
Tak bisa terus begini
100
Masa yang berbeda
101
Mencari daddy
102
Apa kabarmu?
103
Selamat datang kembali
104
Tak lolos uji
105
Hilang Lagi?
106
Dia Putraku
107
Jauhi Putraku!!
108
Masih terasa sakit
109
Aku kembali!
110
Hanya akan koma
111
Duel maut?
112
Erangan di bawah shower
113
Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114
Info Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!