Memajukan rencana

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Seharusnya perusahaan akan di tutup tapi masih ada karyawan yang lembur terutama sepasang pasutri yang tadi menghabiskan waktu untuk bercinta di ruangan Shireen.

Keduanya masih terbaring dengan wajah sama-sama lelap di atas sofa panjang tanpa busana bahkan bagian inti mereka masih menyatu intens. Baik Shireen maupun Edwald keduanya tak lagi sadar akan dunia.

Serakan pakaian di lantai dan wajah lelah keduanya membuktikan betapa dahsyatnya pertempuran kali ini.

Dreet..

Ponsel Edwald berbunyi. Panggilan pertama tak bisa membangunkan Edwald yang sudah terlalu nyaman memeluk tubuh molek Shireen dari belakang.

Saat panggilan kedua berbunyi, sontak dahinya langsung berkerut mulai terganggu dengan suara benda pintar itu.

"Emm.. Eed!" Lirih Shireen menggeliat karna mulai tak nyaman. Edwald yang tadi baru setengah sadar segera membuka matanya.

Ia meraih ponsel di atas lengan sofa dengan santai membukanya tanpa melihat nama si penelpon.

"Hm."

"Sayang! Kau dimana?"

Suara Kimmy sedikit meninggi hingga Edwald tersentak menjatuhkan ponselnya ke area dada sekang Shireen yang ikut terbangun.

"Ehmm.. Ed!"

"Shi!" Gumam Edwald tenang walau jantungnya sedikit berpacu. Shireen terkesiap kala melihat ada ponsel Edwald yang jatuh ke tubuhnya hingga ia menghela nafas.

"Lain kali hati-hati," Gumam Shireen mengambil ponsel itu. Edwald masih tenang membelit perut datar Shireen dan menghujami bahu polos mulus ini dengan kecupan bertubi darinya.

Sialan! Aku harap Kimmy tak berbicara.

Umpatan batin Edwald membiarkan Shireen melihat ponselnya. Dahi wanita itu menyeringit melihat sambungan nomor seseorang yang tak di beri nama.

"Kenapa tak ada nama? Sayang!"

"Ntahlah. Mungkin orang-orang di tempat kerjaku tadi," Gumam Edwald bersuara serak berat mengendus leher jenjang Shireen yang sudah banyak lebel darinya.

"Emm... Jangan mulai lagi," Resah Shireen menggerutu tapi suaranya yang lembut dan sangat halus lebih menyerupai ******* yang syahdu.

Bukannya berhenti Edwald justru mendorong senjatanya semakin masuk lebih dalam di bawah sana hingga Shireen melenguh kecil mere**mas lengan kekar Edwald di perutnya.

"Sss...E..Eed!"

Edwald-pun sama. Jepitan ketat liang kesat Shireen membuatnya hampir hilang akal ingin melakukannya terus menerus. Di sela kesempatan ini Edwald meraih ponsel di tangan Shireen yang tak lagi ingat soal si penelpon tadi.

"Aku ingin lagi. Shi!"

"A.. Apa?" Gumam Shireen mengigit bibir bawahnya. Edwald tak tahan melihat wajah lemah pasrah Shireen yang langsung ia angkat ringan berubah posisi menjadi duduk.

"P..Ponselmu.. E..Ed!" Lirih Shireen melihat ponsel Edwald masih menyala. Edwald segera mematikan sambungan itu karna akan bahaya jika Shireen sampai mendengar suara wanita di sana.

"Shi! Kenapa tubuhmu sangat nikmat, hm?" Bisik Edwald mengigit daun telinga Shireen yang semakin hari begitu memberi kejutan. Awalnya ia kira kenikmatan di malam pertama untuk Shireen itu hanya sampai di waktu yang sama tapi tak di sangka.

Semakin ia mencoba setiap saat maka ia begitu merasakan kuasa bahkan pesona tubuh Shireen yang tak pernah ia dapatkan dari wanita manapun.

Terkadang Edwald berniat untuk menjadikan Shireen budak nafsunya. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, pepatah yang benar bukan?!

Setelah beberapa lama bermain keduanya segera mencapai puncak yang ntah sudah beberapa kali mereka daki.

"Shitt!" Umpat Edwald tersigap kala ia mengeluarkan di dalam.Ia segera melepas penyatuan ini dengan wajah bermandikan keringat. Edwald baru sadar jika mereka tak memakai pengaman dan ia sering kebobolan.

"E..Ed!"

"B..bukan apa-apa," Gumam Edwald yang membuat Shireen bingung saat Edwald tiba-tiba menarik diri darinya.

Edwald mengambil nafas dalam memejamkan matanya dengan deru nafas yang agak memburu. Shireen mulai tahu kebiasaan Edwald setiap selesai bercinta maka ia akan diam dengan mata terpejam meresapi sensasinya.

Wajah cantik Shireen seketika memerah melihat senjata andalan Edwald sudah mulai menyusut kembali normal karna tadi sempat menyengkang dan seksi.

"A..aku mau ke kamar mandi!"

"Hm," Gumam Edwald tak membuka matanya. Shireen berdiri dengan kaki mengigil dan berjalan sedikit hengkang ke kamar mandi ruangan ini.

Ia sangat malu tapi juga senang karna bisa memuaskan suaminya. Shireen memang wanita yang tak begitu paham soal ranjang tapi ia selalu ingin belajar.

Sementara di luar sana Edwald kembali mendapat pesan. Manik hijau elang itu mengeras membaca isi pesan dari Kimmy.

AKU MENUNGGUMU DI TEMPAT BIASA.

Nuansa pesan ini seperti menyimpan kemarahan dan emosi. Tapi, Edwald sangat malas bepergian karna ia mulai mengantuk sekarang. Alhasil Edwald mengabaikan pesan itu dan beralih menatap pintu kamar mandi.

Nyatanya aku tak terlalu rugi menikahimu.

Batin Edwald menghela nafas tenang. Ia meraih pakaiannya yang berserakan di atas lantai bersamaan dengan pakaian Shireen yang ia letakan di atas sofa.

"Eed!! Aku sudah memesan pakaian. Kau coba buka pintu di depan. Sayang!!"

Suara Shireen dari dalam sana. Edwald memakai boxernya lalu berjalan ke arah pintu ruangan. Ia membuka benda itu hingga terlihat dua paper-bag di depan pintu dan ada nota yang bertuliskan nama Shireen sebagai pemesan.

"Dia cukup berpengaruh," Gumam Edwald mengambil dua paper-bag itu seraya membaca nota yang diantarkan oleh penjaga di luar.

Belum sempat Edwald menjauh dari pintu, tiba-tiba saja mata tajam dan telitinya melihat ada satu orang yang bersembunyi di dekat lift yang berpakaian serba hitam.

"Tuan!"

Sosok itu mendekati Edwald di balik pintu yang tadi masih tertutup renggang bahkan separuh bahu kekar Edwald terlihat dari luar.

"Hm."

"Tuan besar ingin kau segera menghabisi keluarga Harmon."

Edwald diam. Wajah tampan tanpa exspresi itu tak menunjukan emosi apapun kecuali ketenangan.

"Dia mengubah rencana?"

"Tuan besar ingin segera memberi tugas baru. Selesaikan segera masalah keluarga ini karna ada masalah di pabrik senjata kita. Tuan!"

"Berikan tugas itu pada Cooper!" Tegas Edwald karna tak mungkin baginya pergi ke luar dari kota ini sementara Shireen masih belum mau mengambil alih perusahaan.

"Tuan Cooper tak bisa menanganinya. Tuan Suma memberi waktu 2 minggu untukmu!"

"Aku mengerti," Tegas Edwald hingga sosok itu langsung pergi.

Tatapan tajam Edwald beralih pada meja kerja Shireen. Sepertinya ia harus memajukan rencana ini karna ia tak bisa berlama-lama bersandiwara.

Ntah manusia atau bukan Edwald berniat untuk menghancurkan kerja keras Shireen. Ia pergi melihat laptop wanita itu lalu melihat rancangan pemasaran di file yang sudah seharian Shireen buat.

"Maaf untuk ini," Gumam Edwald menghapus semua proposal dan rancangan yang Shireen buat untuk meeting dengan klien lainnya.

Ia membuat semua pekerjaan Shireen tadi menjadi kacau bahkan tak ada lagi rincian prodak yang besok akan ia bicarakan dengan klien besarnya.

Jika perusahaan ini bangkrut maka itu akan menjadi berita bahagia bagi Suma. Bukan itu saja, keluarga Harmon akan menderita dan mati secara mengenaskan.

"Sayang!" Seru Shireen dari arah kamar mandi.

Edwald tersentak segera menutup laptop Shireen yang tadi tak memandangnya sekarang mulai berjalan mendekat dengan balutan bathrobe abu yang elegan dan cantik.

"Sudah selesai?"

"Sudah. Pergilah bersihkan dirimu. Mana pakaiannya?" Tanya Shireen tak menaruh curiga pada Edwald yang begitu tenang mendekat. Dua paper-bag itu ia sodorkan pada Shireen yang mengambilnya ringan.

"Aku sudah siapkan air hangat. Handuk mu juga ada di dalam."

"Hm. Aku mandi dulu!" Jawab Edwald mengecup kening Shireen yang mengeluarkan pakaian mereka dari dalam paper-bag.

Ia begitu telaten menata pakaian itu di atas sofa lalu mengambil pakaian kotor mereka untuk di bawa pulang.

"Kebiasaan pintunya tak di tutup," Decah Shireen mendekati pintu ruangan itu. Tapi, saat tiba di depan sana ia mencium aroma lain.

Ntahlah. Penciuman Shireen memang sangat tajam dan itu salah satu kelebihannya.

"Ini seperti aroma wood. Haiss.. Kenapa aku jadi mencium parfum setiap orang?! Pasti penjaga di depan yang mengantarkan paper-bag tadi," Gumam Shireen terlalu positif. Ia menutup pintu dan berganti pakaian.

....

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

MUNAFIK LO ED, KATA LO SHIREEN BKN WANITA IDAMAN LO, TPI LO HAJAR TRUS.

2024-03-27

1

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

pasti junior ed sdh berkembang

2023-09-10

1

Dea Fitri Yana

Dea Fitri Yana

terimakasih Thor telah membuat novel" yg keren " thor

2023-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 Menantu yang malang
2 Menjadi Supir?
3 Memisahkan mereka
4 Milikmu juga milikku
5 Dia melecehkan aku
6 Memutus hubungan
7 Edwald yang misterius
8 Sandiwara
9 Wanita yang lugu
10 Tak ingin mengambil alih
11 Memajukan rencana
12 Kecurigaan Freya
13 Edwald bermain gila
14 Akan habis jika kau buka suara
15 Mulai candu
16 Kecurigaan Edwald
17 Kau sangat kejam, Steen!
18 Hasil perselingkuhan
19 Hanya demi rencana
20 Cooper yang malang
21 Mulai jarang menemuiku
22 Mustahil bangkrut
23 Kenapa kau berbohong?
24 Sudah tak masuk akal
25 Wanita sialan
26 Kenapa kau melakukan ini?
27 Aku tak akan melepaskan mu!
28 Penculikan
29 Kembali ke markas
30 Dijual atau jadi penghibur
31 Kau mengenalnya?
32 Ternyata adik kakak
33 Tragedi penembakkan
34 Besok Kita Mulai
35 Tak mau kalah
36 Cintaku sudah lama hangus
37 Apa karna wanita itu?
38 Suma yang mesum
39 Foto misterius
40 Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41 Pertahankan karet di dada mu!
42 Tak akan pernah bersama
43 Membunuhnya!
44 Dimana Shireen?
45 Pendarahan?
46 Jangan beritahu dia apapun!
47 Pak suami! momen langka
48 Peran baru?
49 Kembali ke masa awal!
50 Suami istri?
51 Sudah tahu segalanya
52 Ledakan kematian
53 Tunggu saja bagianmu
54 Kemarahan Edwald
55 Dihantui masa lalu
56 Melaporkannya ke polisi
57 Kurang obat
58 Ada apa dengan nyonya Colins?
59 Tak pernah mengerti
60 Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61 Wanita simpanan para pria
62 Berita buruk
63 Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64 Pergilah!
65 Tak akan bisa bersama
66 Sudah ku katakan, bukan?
67 Hanya demi cincin?
68 Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69 Dia tak bisa hidup
70 Kembali sadar
71 Lagi-lagi gagal
72 Melepas rindu sesaat
73 Mulai tak percaya
74 Aku akan meninggalkan GYUF
75 Salah sasaran
76 Sangat pandai bersandiwara
77 Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Hancur dalam rencana sendiri
79 Merasa familiar?
80 Memanggang Fanze
81 Tak pantas
82 Malu-malu tapi mau
83 Aku harap ini tak akan berakhir
84 Kekecewaan Shireen
85 Aku akan menyingkirkannya
86 Longsor yang ekstrem
87 Apa yang terjadi?
88 Hangat di bawah selimut
89 META tertangkap GYUF dalam masalah
90 Sudah mengambil keputusan
91 Jangan lepas tangan
92 Sampai kapan harus seperti ini?
93 Keputusan Cooper
94 Memancingnya keluar
95 Menyerahkan diri?
96 J..jangan pergi!
97 lahir Prematur
98 Salam perpisahan
99 Tak bisa terus begini
100 Masa yang berbeda
101 Mencari daddy
102 Apa kabarmu?
103 Selamat datang kembali
104 Tak lolos uji
105 Hilang Lagi?
106 Dia Putraku
107 Jauhi Putraku!!
108 Masih terasa sakit
109 Aku kembali!
110 Hanya akan koma
111 Duel maut?
112 Erangan di bawah shower
113 Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114 Info Karya Baru
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Menantu yang malang
2
Menjadi Supir?
3
Memisahkan mereka
4
Milikmu juga milikku
5
Dia melecehkan aku
6
Memutus hubungan
7
Edwald yang misterius
8
Sandiwara
9
Wanita yang lugu
10
Tak ingin mengambil alih
11
Memajukan rencana
12
Kecurigaan Freya
13
Edwald bermain gila
14
Akan habis jika kau buka suara
15
Mulai candu
16
Kecurigaan Edwald
17
Kau sangat kejam, Steen!
18
Hasil perselingkuhan
19
Hanya demi rencana
20
Cooper yang malang
21
Mulai jarang menemuiku
22
Mustahil bangkrut
23
Kenapa kau berbohong?
24
Sudah tak masuk akal
25
Wanita sialan
26
Kenapa kau melakukan ini?
27
Aku tak akan melepaskan mu!
28
Penculikan
29
Kembali ke markas
30
Dijual atau jadi penghibur
31
Kau mengenalnya?
32
Ternyata adik kakak
33
Tragedi penembakkan
34
Besok Kita Mulai
35
Tak mau kalah
36
Cintaku sudah lama hangus
37
Apa karna wanita itu?
38
Suma yang mesum
39
Foto misterius
40
Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41
Pertahankan karet di dada mu!
42
Tak akan pernah bersama
43
Membunuhnya!
44
Dimana Shireen?
45
Pendarahan?
46
Jangan beritahu dia apapun!
47
Pak suami! momen langka
48
Peran baru?
49
Kembali ke masa awal!
50
Suami istri?
51
Sudah tahu segalanya
52
Ledakan kematian
53
Tunggu saja bagianmu
54
Kemarahan Edwald
55
Dihantui masa lalu
56
Melaporkannya ke polisi
57
Kurang obat
58
Ada apa dengan nyonya Colins?
59
Tak pernah mengerti
60
Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61
Wanita simpanan para pria
62
Berita buruk
63
Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64
Pergilah!
65
Tak akan bisa bersama
66
Sudah ku katakan, bukan?
67
Hanya demi cincin?
68
Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69
Dia tak bisa hidup
70
Kembali sadar
71
Lagi-lagi gagal
72
Melepas rindu sesaat
73
Mulai tak percaya
74
Aku akan meninggalkan GYUF
75
Salah sasaran
76
Sangat pandai bersandiwara
77
Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Hancur dalam rencana sendiri
79
Merasa familiar?
80
Memanggang Fanze
81
Tak pantas
82
Malu-malu tapi mau
83
Aku harap ini tak akan berakhir
84
Kekecewaan Shireen
85
Aku akan menyingkirkannya
86
Longsor yang ekstrem
87
Apa yang terjadi?
88
Hangat di bawah selimut
89
META tertangkap GYUF dalam masalah
90
Sudah mengambil keputusan
91
Jangan lepas tangan
92
Sampai kapan harus seperti ini?
93
Keputusan Cooper
94
Memancingnya keluar
95
Menyerahkan diri?
96
J..jangan pergi!
97
lahir Prematur
98
Salam perpisahan
99
Tak bisa terus begini
100
Masa yang berbeda
101
Mencari daddy
102
Apa kabarmu?
103
Selamat datang kembali
104
Tak lolos uji
105
Hilang Lagi?
106
Dia Putraku
107
Jauhi Putraku!!
108
Masih terasa sakit
109
Aku kembali!
110
Hanya akan koma
111
Duel maut?
112
Erangan di bawah shower
113
Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114
Info Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!