Restoran Bullgart. Tujuan yang paling tepat bagi kalangan orang dewasa maupun remaja yang berpacaran. Resto ini sangat kental dengan gaya Italia karna memang negara pizza ini selalu bercita-rasa klasik yang hangat.
Jika di luarnya tampak seperti resto biasa dengan banyak pengunjung yang makan, maka mata kalian akan tertipu besar. Di dalam tempat yang mengusung 3 lantai ini ada bar bahkan club dimasing-masing tempat yang sudah di rancang.
"Sayaang!!" Seru seorang wanita berambut pirang dan bermata coklat tajam melambaikan tangannya pada sosok pria tampan yang baru memasuki bar.
Ia yang tadi duduk di meja seraya bicara dengan bartender disini segera bangkit menyusul sosok itu dengan membawa satu gelas wine.
"Aku sudah menunggumu sedari tadi. Apa ada masalah?" Tanyanya tapi pria ini tak langsung menjawab.
Ia membiarkan Kimmy menggandeng lengannya seraya berjalan kembali ke meja bar dimana tempat ini ramai seperti biasa.
Yah, Kimmy wanita cantik berkulit eksotis tapi seksi yang suka memamerkan bentuk tubuhnya. Ia sering memakai pakaian ketat bahkan seperti biasa gaun maron ketat diatas paha tanpa lengan itu menjadi pilihannya.
"Minumlah!" Kimmy menyodorkan gelas wine bekasnya pada pria yang justru mengambil gelas lain.
"Ada perintah baru?" Suara datarnya sangat khas dan begitu seksi di telinga para wanita liar disini.
Tapi, mereka tak ingin mengganggu sosok itu karna termasuk berbahaya untuk di dekati.
"Untuk sekarang belum. Mereka menunggu berita darimu maka baru bisa bergerak," Jawab Kimmy menegguk wine di gelasnya.
Ia menatap penuh puja wajah tampan pria bermanik kehijauan ini sampai tenggelam di dalamnya.
"Sudah lama tak bertemu ketampanan-mu masih saja tak berkurang. Edwald!"
Yah, dia adalah Edwald Fedrick Aldebaron. Suami dari Shireen si wanita malang yang sialnya adalah putri dari Walter yang menjadi buronan dari Suma ayah angkatnya.
Kekayaan yang sekarang mengelilingi Walter adalah hasil pengkhianatan-nya pada Suma yang menjadi pemimpin organisasi GYUF. Walter melarikan diri ke Milan setelah memberitahu tempat persembunyian GYUF pada pemerintahan negara lain hingga mereka jadi guyonan para militer di beberapa negara yang dulu sempat menjadi markas untuk melakukan bisnis ilegal.
Sementara Walter, pria sialan itu dengan leluasa menikmati hasil pengkhianatan-nya sampai membina rumah tangga di Milan.
Tentu Edwald di perintahkan oleh Suma untuk menjatuhkan Walter sampai tak bisa hidup lagi. Rencana Edwald tertuju pada Shireen yang merupakan pusat kekayaan dari keluarga Harmon.
Wanita cantik bak porselen mahal itulah yang harus dimanfaatkan untuk membenamkan semua orang di keluarganya ke dalam lumpur pengkhianatan.
"Bagaimana dengan pernikahanmu? Apa wanita itu lebih hebat dariku?" Tanya Kimmy menyimpan makna merendahkan Shireen.
Edwald hanya diam. Ia fokus menegguk gelasnya tampak sangat tenang seperti gayanya biasa.
"Atau kau sama sekali belum menyentuhnya?"
"Itu tak penting!" Jawab Edwald memainkan gelas di atas meja bar. Kimmy menghela nafas dalam. Ia segera menegguk tandas minumannya lalu mengisyaratkan bartender di hadapannya untuk mengisi minuman baru.
"Aku dengar wanita itu sangat cantik. Tapi, aku yakin dia bukan seleramu. Bukan?"
"Kurangi bicaramu," Gumam Edwald menatap datar Kimmy yang seketika tersenyum. Ia langsung naik ke paha kokoh Edwald yang hanya membuka diri bahkan tak menolak keliaran Kimmy padanya.
"Aku tak akan bicara lagi karna kau tak suka menunggu. Hm?" Bisik Kimmy mengecup rahang tegas Edwald yang tampak juga tak tahan lagi.
Ia berdiri dari duduknya membuat Kimmy hampir mau jatuh tapi seperti biasa Edwald menyukai permainan yang kasar.
"Aku sudah menyiapkan kamar untuk kita. Sayang!"
"Hm."
Kimmy menggandeng Edwald menuju tangga menuju kamar atas. Disini memang tempat bebas melakukan perbuatan apapun bahkan sudah sering didatangi oleh banyak milyuner kaya.
Saat tiba di dalam kamar yang tak begitu luas tapi selayaknya hotel bintang 5 itu Kimmy mulai melucuti setiap pakaian di tubuhnya. Ia tanpa malu menunjukan setiap lekuk tubuhnya yang memang memenuhi standar kecantikan.
Dadanya yang besar bukanlah hal alami. Itu ia dapatkan dari operasi sekaligus bokongnya. Edwald tak masalah karna ia tak pernah melayani Kimmy dalam artian wanita inilah yang menawarkan diri menjadi pemuas sekaligus anak buah Suma.
"Edwald! Sesekali kau harus memuaskan ku. Sayang!"
"Kerjakan saja tugasmu," Serak berat Edwald menarik rambut Kimmy kasar dan mendorongnya untuk duduk.
Edwald berdiri di hadapan Kimmy yang tersenyum nakal kala Edwald sudah memposisikan pusaka perkasa itu tepat di hadapan mulutnya.
Dan tentu Kimmy sudah tahu apa yang Edwald inginkan. Ia segera membuka resleting celana pria ini dan mulai melakukan hal yang menjadi keahliannya.
"Kau sangat seksi. Sayang!" Gumaman Kimmy melihat Edwald terpejam menikmati hisapan lembut mulutnya yang penuh.
Tangan Edwald hanya diam. Ia sama sekali tak menyentuh Kimmy yang hanya bisa bermain solo dengan dirinya sendiri.
"S..Sayaang!" Erang Kimmy membelai dirinya sendiri. Ia sangat ingin dilayani oleh Edwald yang sayangnya tak pernah sama sekali membiarkannya berbuat lebih.
Jika hanya bermain mulut maka itu yang harus dilakukan.
"S..Shiit!!" Umpat Edwald kesal karna wajah Shireen-lah yang terlintas di kepalanya. Walau yang memanjakan pusakanya adalah Kimmy tapi yang membekas di tubuhnya adalah sensasi bercinta dengan Shireen yang menggebu-gebu.
Saat permainan Kimmy semakin intens bahkan hampir mendorong Edwald ke puncak birahinya tiba-tiba ponselnya berdering. Sontak Edwald mendorong kepala Kimmy kasar hingga wanita itu tersungkur ke lantai.
"E..Edwald!" Lirih Kimmy sudah kepalang basah. Ia melihat pusaka seksi kekar sempurna itu sudah hampir menyembur di mulutnya seperti biasa tapi Edwald memilih melanjutkan solo.
"EHMM!!" Geraman Edwald mencapai puncak hasratnya hingga menjatuhkan diri di sofa tepat di sampingnya.
"Edwald! Apa tak bisa kau memuaskanku dengan cara yang sama?" Serak Kimmy terdengar memohon karna ia dalam keadaan sudah dikuasi oleh birahi yang tinggi.
Edwald hanya diam. Ia dengan nafas tak stabil itu melihat layar ponselnya dan ada panggilan dari Shireen yang juga memberi pesan padanya.
"Siapa? Tiba-tiba sekali kau memotong durasi permainan kita."
Tak ada jawaban dari Edwald. Ia melihat jam di pergelangan tangannya dan sudah 1 jam ia keluar. Tentu Shireen akan mencarinya.
"Jangan sampai ada yang tahu identitas ku dan Kau urus orang di sekitar sini!" Tegas Edwald meraih tisu di atas sofa lalu membersihkan pusaka-nya.
Ia merapikan pakaian dan segera pergi meninggalkan Kimmy yang seketika membuang nafas kasar.
"Kapan Edwald akan menyentuhku? Dia hanya ingin dipuaskan tapi tak ingin memuaskan orang lain. Cih."
Kimmy langsung menelpon seseorang untuk datang ke kamarnya. Ia tak ingin mati sia-sia menahan hasrat yang sedang tinggi bahkan tak bisa di abaikan begitu saja.
...
Vote and like sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Chandra Dollores
yeahhh ternyata penjahat kelamin...
rugi byk dong Shireen jaga perawan..
ok lanjut bab berikutnya...
penasaran...
2023-11-21
5
Denzo_sian_alfoenzo
mungkin edwalt blm tau sktnya d tinggal pas bucin2nya jd gni songgong 😅
2023-09-10
2
Patrick Khan
.ed km gitu ya..nakal bgt😒😒
2023-07-19
1