Hanya demi rencana

Edwald tengah sibuk bicara dengan Cooper yang ia suruh mengirim rekaman cctv yang ada di lantai ruangan IGD tadi. Suaranya seperti biasa sangat datar tapi memerintah.

Ia agak menjauh dari ranjang rawat Shireen yang tadi masih belum sadar dari pingsannya.

"3 menit kau berikan padaku!"

"Steen! Aku kau suruh memalsukan kematian kekasih adik iparmu itu dan sekarang kau beri tugas baru. Apa aku tak bisa bernafas se.."

"Kau tak akan bernafas setelah ini!" Tegas Edwald dan sontak Cooper langsung setuju. Edwald mematikan sambungannya dengan helaan nafas yang ringan.

Sudah 1 jam Shireen belum bangun sampai banyak yang menelpon ke ponselnya tapi mau tak mau Edwald harus menjawab walau hanya satu kata datar dan tak berminat banyak.

Seharusnya aku senang melihat keluarga ini hancur. Tapi, kenapa rasanya tak nyaman sama sekali?!

Pikir Edwald terganggu dengan perasaan asing ini. Ia berbalik kembali mendekati ranjang rawat Shireen yang tadi sudah di periksa dan tak ada gejala berbahaya.

Ia hanya lelah dan mengalami tekanan darah rendah.

Ada rasa gelisah yang tak bisa Edwald mengerti. Saat mendengar tangisan dan mata penuh luka Shireen ia seakan-akan ikut bergabung di dalamnya.

Apa aku terbawa suasana? Cih, aku tak mungkin membawa perasaan dalam rencanaku.

Bantah batin Edwald berkecamuk sendiri. Ia duduk di pinggir ranjang lalu memandangi wajah cantik sedikit pucat Shireen.

Raut wajah yang lelah tapi tampak ingin melawan kerasnya dunia.

Drett..

Suara pesan dari ponselnya menyita perhatian Edwald yang segera melihat kiriman dari Cooper. Manik hijau elang itu menatap tajam dan intens pada rekaman cctv yang memperlihatkan percekcokan antara Shireen dan nyonya Colins.

Terlihat jelas wanita paruh baya ini memakai Shireen sampai istrinya serapuh itu. Edwald sampai mengepal kala nyonya Colins terang-terangan seperti membentak di lantai itu.

"Sialan!!" Geram Edwald bertambah murka dengan wanita itu. Ia sudah lama ingin segera menghabisinya tapi keberadaan Shireen membuatnya berpikir dua kali.

PERDEBATAN ITU DI DENGAR OLEH DOKTER YANG ADA DI DALAM RUANGAN. MEREKA MENGATAKAN JIKA SHIREEN ADALAH BUAH PERSELINGKUHAN WALTER.

Pesan Copper tertera di bawah rekaman itu. Edwald mematung diam beralih menatap wajah cantik Shireen yang wajar sampai terpuruk seperti ini. Ia paham bagaimana Shireen di posisi itu.

"Aku ingin membunuhnya!" Gumam Edwald meremas ponselnya sendiri. Sorot mata berubah membunuh dengan rahang mengetat hebat.

Namun, ia segera merubah raut wajahnya saat kelopak mata Shireen berkerut tampak sudah mau sadar.

"Ehmm!!" Gumam Shireen perlahan membuka matanya. Sayu-sayu ia melihat samar wajah tampan Edwald yang setia mendampinginya disini.

"E..ed?"

"Hm? Aku disini," Jawab Edwald menggenggam tangan halus Shireen yang menormalkan kesadarannya. Ia diam sejenak mencoba tenang dan rileks seraya mengerijabkan matanya agar tak terlalu pusing.

"Apa yang terjadi?"

"Tadi kau menangis lalu pingsan. Aku membawamu kesini karna cemas jika terjadi sesuatu yang buruk," Jawab Edwald mulai bermain peran. Padahal, jika Shireen tahu sifat aslinya yang bertolak belakang pasti ia akan merasa sangat di permainkan. Tapi, itulah keahlian Edwald.

Tak langsung menanggapi ucapan Edwald, Shireen justru memilih diam. Ada kabut di matanya yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau tadi menangis?" Tanya Edwald pura-pura tak tahu.

Shireen membisu lalu memandangnya sendu. Sedetik kemudian ia tersenyum sangat manis tapi ada pedih dan sakit yang ia tutupi.

"Aku hanya ingin."

"Kau bisa katakan apapun yang menyakitimu. Shi! Aku akan bantu menyelesaikannya," Tegas Edwald tapi caranya menyelesaikan sangat berbeda. Ia lebih suka langsung menghabisi tanpa basa-basi.

"Akau baik-baik saja. Bagaimana dengan pekerjaanmu, Hm?" Tanya Shireen seperti tak terjadi apapun.

Edwald diam merasa heran tapi ia pendam agar membuat Shireen lebih nyaman.

"Tak ada yang spesial. Bertemu banyak orang yang melelahkan."

"Apa urusanmu semalam sudah selesai?" Tanya Shireen dan sontak Edwald membisu. Ia tak bisa salah-salah jawab karna sekarang polisi masih menyelidiki kasus kematian misterius kekasih Freya dan kecelakaan maut malam tadi.

"Maaf aku tak sempat menyiapkan bekal untukmu dan kau harus menemaniku disini," Sesal Shireen tampak tulus.

Edwald mengangguk ringan. Ia mengusap punggung tangan Shireen di genggamannya mencari jawaban aman.

"Perusahaan tak bisa beroperasi lagi. Jadi, aku mengurus beberapa surat dan masalah karyawan. Tapi, semuanya sudah selesai."

Shireen akhirnya ikut lega. Walau ia punya masalah yang berat tapi Edwald tak harus mengemban semua itu. Sudah cukup masalah kebangkrutannya dan jangan di tambah lagi.

Setelah beberapa diam dengan pikirannya masing-masing. Shireen segera mengambil nafas dalam tampak sekuat mungkin untuk tetap tak ingin mengenang kejadian beberapa jam lalu.

"Ada apa?"

"Bisa kita keluar dari rumah sakit?" Tanya Shireen tampak lelah dan cukup depresi. Edwald diam sejenak lalu mengangguki hal itu.

"Kau ingin pulang?"

"Tidak untuk sekarang."

"Maksudmu?" Tanya Edwald kala Shireen menolak. Wanita bermata hitam bening dan kulit seputih porselen ini memejamkan matanya sejenak lalu kembali menatapnya.

"Aku ingin kemana saja asal jangan pulang. Boleh?"

"Tentu," Jawab cepat Edwald yang tiba-tiba saja tak menolaknya. Ia membantu Shireen duduk lalu merapikan pakaian wanita ini.

Shireen yang masih merasakan lemas di sekujur tubuhnya berusaha berdiri dan berpeggangan ke lengan kekar Edwald.

"Jika masih pusing aku bisa menggendong-mu."

"Aku baik-baik saja," Gumam Shireen tersenyum lembut. Ia melihat heels dan tasnya ada di nakas. Saat Shireen ingin mengambilnya, barang-barang itu sudah lebih dulu berpindah ke tangan Edwald yang siaga.

"Aku yang akan membawanya!"

"Kau yakin?" Ragu Shireen karna lagi-lagi membuat pria ini kesusahan.

Edwald tak menjawab. Ia mengiring Shireen keluar tanpa menggunakan sepatu hak tingginya karna akan sangat berbahaya nanti. Lantai rumah sakit ini terasa dingin tapi tak akan menyakiti kaki Shireen yang sudah memakai kaos kaki.

Ntah dari mana Edwald mendapatkannya Shireen juga tak tahu.

Di sela langkah mereka ingin turun. Ada salah satu dokter yang tadi menangani Freya melihat Shireen dipapah Edwald dengan mesra.

Ia berhenti untuk menyapa Shireen tapi agak ragu kala melihat wajah dingin Edwald.

"Nona! Kau baik-baik saja?"

"Yah. Bagaimana dengan adikku? Dia selamat dan baik-baik saja-kan?" Cecer Shireen masih saja peduli. Dokter itu diam tapi dari raut wajahnya mereka sudah tahu jika ada hal buruk yang terjadi.

"A..apa yang terjadi?"

"Nona Freya memang selamat. Tapi.."

Jantung Shireen serasa di remas-remas di dalam sana. Genggaman tangan Edwald yang ada di pinggangnya juga mengerat karna mulai merasakan kekhawatiran Shireen.

"T..tapi apa?"

"Dia mengalami kelumpuhan total dan komplikasi saraf!"

Degg..

Shireen langsung tersandar ke tubuh Edwald yang siaga memeluknya. Tatapan mata itu penuh dengan ketidakpercayaan karna Freya pasti tak akan menerima hal itu.

"Dia masih belum sadar. Tapi, kita harus bersyukur karna nona Freya bisa di selamatkan dari masa kritisnya."

Shireen tak bisa berkata apapun. Dokter itu pamit pergi karna juga ada urusan yang penting.

"Sudahlah. Ini bukan salahmu. Tak semua kejadian di dunia ini adalah tanggung jawabmu. Shireen!" Tegas Edwald bermakna cukup tajam bagi Shireen yang menurutnya terlalu naif.

"Aku hanya merasa jika dunia ini tak akan senang jika tak menyalahkan-ku, Ed!" Lirih Shireen sudah tahu jika nanti Freya akan membencinya.

Apalagi yang bisa terjadi selain perdebatan, makian sekaligus sumpah serapah yang belum tentu itu salahnya.

Mendengar itu Edwald tak punya sanggahan. Jika di pikir-pikir memang benar. Dunia ini terlalu kejam atau mungkin Shireen yang jadi sasaran paling empuk untuk menyiksa manusia.

"Aku ingin ke toilet sebentar. Tunggu aku disini!"

"Hati-hati!"

Shireen mengangguk. Ia pergi ke arah toilet wanita di lantai ini dengan langkah masih terlihat memilah. Edwald diam memandangi Shireen tapi terlintas sebuah pikiran asing.

"Aku harus melakukan apa?!" Gumam Edwald membeku. Ia selama ini selalu sempurna dalam memerankan karakter yang ia perankan tapi, kenapa sekarang ia jadi bingung harus melakukan apa?!

"Aku akan mengurus wanita ular itu nanti. Sial!! Jika melihat wajahnya terus murung seperti itu, Otakku sama sekali tak berjalan," Umpat Edwald mengusap wajahnya kasar.

Sedetik kemudian ia sadar menatap tak percaya pada heels abu yang ada di jarinya dan tas yang ia bawa. Seharusnya ini tak berlebihan bukan? Aku hanya membawakan barang-barangnya dan bukan berarti dia menguasaiku.

Pikir Edwald menyeringai. Sayangnya seringaian itu hanya bertahan dua detik. Ia kembali seperti semula beralih menghubungi Cooper.

"Ada apa? Jangan bilang kau merindukan aku, Steen!"

Suara Cooper seperti menahan jengkel tapi ia tak berani memarahi Edwald yang terlalu mengerikan di ajak bermusuhan.

"Tempat yang damai dan tenang!"

"Kuburan?"

"Kauuu.." Geram Edwald dan barulah Cooper menyahut dengan gelagapan. Hanya ia yang berani seperti itu karna termasuk dekat dan biasa dengan Edwald yang emosian..

"Baiklah. Akan ku siapkan."

"Hm."

Edwald mematikan sambungan. Ia harap Shireen akan lebih baik jika di ajak ke tempat yang menenangkan.

"Demi rencanaku berjalan lancar. Hanya itu!" Gumam Edwald merasa lebih lega. Ia menyusul Shireen yang belum juga terlihat padahal sudah lama.

.....

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Ririn enduuut

Ririn enduuut

masok akal

2023-11-04

1

🦋🦋Lore Cia🦋🦋

🦋🦋Lore Cia🦋🦋

benar😂🤣🤣

2023-05-29

0

Wiwin Al Razhaf

Wiwin Al Razhaf

kamu itu sudah mulai oleng ed pikiran mu sudah mulai suka dengan shyren... lihat aja kamu nanti bakalan bucin sama shi...

2023-05-25

0

lihat semua
Episodes
1 Menantu yang malang
2 Menjadi Supir?
3 Memisahkan mereka
4 Milikmu juga milikku
5 Dia melecehkan aku
6 Memutus hubungan
7 Edwald yang misterius
8 Sandiwara
9 Wanita yang lugu
10 Tak ingin mengambil alih
11 Memajukan rencana
12 Kecurigaan Freya
13 Edwald bermain gila
14 Akan habis jika kau buka suara
15 Mulai candu
16 Kecurigaan Edwald
17 Kau sangat kejam, Steen!
18 Hasil perselingkuhan
19 Hanya demi rencana
20 Cooper yang malang
21 Mulai jarang menemuiku
22 Mustahil bangkrut
23 Kenapa kau berbohong?
24 Sudah tak masuk akal
25 Wanita sialan
26 Kenapa kau melakukan ini?
27 Aku tak akan melepaskan mu!
28 Penculikan
29 Kembali ke markas
30 Dijual atau jadi penghibur
31 Kau mengenalnya?
32 Ternyata adik kakak
33 Tragedi penembakkan
34 Besok Kita Mulai
35 Tak mau kalah
36 Cintaku sudah lama hangus
37 Apa karna wanita itu?
38 Suma yang mesum
39 Foto misterius
40 Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41 Pertahankan karet di dada mu!
42 Tak akan pernah bersama
43 Membunuhnya!
44 Dimana Shireen?
45 Pendarahan?
46 Jangan beritahu dia apapun!
47 Pak suami! momen langka
48 Peran baru?
49 Kembali ke masa awal!
50 Suami istri?
51 Sudah tahu segalanya
52 Ledakan kematian
53 Tunggu saja bagianmu
54 Kemarahan Edwald
55 Dihantui masa lalu
56 Melaporkannya ke polisi
57 Kurang obat
58 Ada apa dengan nyonya Colins?
59 Tak pernah mengerti
60 Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61 Wanita simpanan para pria
62 Berita buruk
63 Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64 Pergilah!
65 Tak akan bisa bersama
66 Sudah ku katakan, bukan?
67 Hanya demi cincin?
68 Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69 Dia tak bisa hidup
70 Kembali sadar
71 Lagi-lagi gagal
72 Melepas rindu sesaat
73 Mulai tak percaya
74 Aku akan meninggalkan GYUF
75 Salah sasaran
76 Sangat pandai bersandiwara
77 Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Hancur dalam rencana sendiri
79 Merasa familiar?
80 Memanggang Fanze
81 Tak pantas
82 Malu-malu tapi mau
83 Aku harap ini tak akan berakhir
84 Kekecewaan Shireen
85 Aku akan menyingkirkannya
86 Longsor yang ekstrem
87 Apa yang terjadi?
88 Hangat di bawah selimut
89 META tertangkap GYUF dalam masalah
90 Sudah mengambil keputusan
91 Jangan lepas tangan
92 Sampai kapan harus seperti ini?
93 Keputusan Cooper
94 Memancingnya keluar
95 Menyerahkan diri?
96 J..jangan pergi!
97 lahir Prematur
98 Salam perpisahan
99 Tak bisa terus begini
100 Masa yang berbeda
101 Mencari daddy
102 Apa kabarmu?
103 Selamat datang kembali
104 Tak lolos uji
105 Hilang Lagi?
106 Dia Putraku
107 Jauhi Putraku!!
108 Masih terasa sakit
109 Aku kembali!
110 Hanya akan koma
111 Duel maut?
112 Erangan di bawah shower
113 Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114 Info Karya Baru
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Menantu yang malang
2
Menjadi Supir?
3
Memisahkan mereka
4
Milikmu juga milikku
5
Dia melecehkan aku
6
Memutus hubungan
7
Edwald yang misterius
8
Sandiwara
9
Wanita yang lugu
10
Tak ingin mengambil alih
11
Memajukan rencana
12
Kecurigaan Freya
13
Edwald bermain gila
14
Akan habis jika kau buka suara
15
Mulai candu
16
Kecurigaan Edwald
17
Kau sangat kejam, Steen!
18
Hasil perselingkuhan
19
Hanya demi rencana
20
Cooper yang malang
21
Mulai jarang menemuiku
22
Mustahil bangkrut
23
Kenapa kau berbohong?
24
Sudah tak masuk akal
25
Wanita sialan
26
Kenapa kau melakukan ini?
27
Aku tak akan melepaskan mu!
28
Penculikan
29
Kembali ke markas
30
Dijual atau jadi penghibur
31
Kau mengenalnya?
32
Ternyata adik kakak
33
Tragedi penembakkan
34
Besok Kita Mulai
35
Tak mau kalah
36
Cintaku sudah lama hangus
37
Apa karna wanita itu?
38
Suma yang mesum
39
Foto misterius
40
Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41
Pertahankan karet di dada mu!
42
Tak akan pernah bersama
43
Membunuhnya!
44
Dimana Shireen?
45
Pendarahan?
46
Jangan beritahu dia apapun!
47
Pak suami! momen langka
48
Peran baru?
49
Kembali ke masa awal!
50
Suami istri?
51
Sudah tahu segalanya
52
Ledakan kematian
53
Tunggu saja bagianmu
54
Kemarahan Edwald
55
Dihantui masa lalu
56
Melaporkannya ke polisi
57
Kurang obat
58
Ada apa dengan nyonya Colins?
59
Tak pernah mengerti
60
Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61
Wanita simpanan para pria
62
Berita buruk
63
Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64
Pergilah!
65
Tak akan bisa bersama
66
Sudah ku katakan, bukan?
67
Hanya demi cincin?
68
Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69
Dia tak bisa hidup
70
Kembali sadar
71
Lagi-lagi gagal
72
Melepas rindu sesaat
73
Mulai tak percaya
74
Aku akan meninggalkan GYUF
75
Salah sasaran
76
Sangat pandai bersandiwara
77
Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Hancur dalam rencana sendiri
79
Merasa familiar?
80
Memanggang Fanze
81
Tak pantas
82
Malu-malu tapi mau
83
Aku harap ini tak akan berakhir
84
Kekecewaan Shireen
85
Aku akan menyingkirkannya
86
Longsor yang ekstrem
87
Apa yang terjadi?
88
Hangat di bawah selimut
89
META tertangkap GYUF dalam masalah
90
Sudah mengambil keputusan
91
Jangan lepas tangan
92
Sampai kapan harus seperti ini?
93
Keputusan Cooper
94
Memancingnya keluar
95
Menyerahkan diri?
96
J..jangan pergi!
97
lahir Prematur
98
Salam perpisahan
99
Tak bisa terus begini
100
Masa yang berbeda
101
Mencari daddy
102
Apa kabarmu?
103
Selamat datang kembali
104
Tak lolos uji
105
Hilang Lagi?
106
Dia Putraku
107
Jauhi Putraku!!
108
Masih terasa sakit
109
Aku kembali!
110
Hanya akan koma
111
Duel maut?
112
Erangan di bawah shower
113
Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114
Info Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!