Memisahkan mereka

Sudah hampir malam menunggu Shireen menyelesaikan pekerjaan, akhirnya tepat jam 8 malam ini barulah mereka bisa kembali ke kediaman. Edwald dengan sangat sabar menemani sang istri pergi kemanapun termasuk jalan-jalan di mall kota Milan yang nyatanya juga tak ada barang yang di beli.

Tapi, disela kesendiriannya Edwald selalu diam dengan pikiran melayang. Ada rasa sesal yang tampak di wajahnya setiap kali melihat Shireen sedang mengunjungi tempat mewah.

Seandainya perusahaan ku tak bangkrut mungkin aku bisa membawa apapun ke pangkuan mu. Begitulah raut yang terpancar di wajah tampan Edwald dan sangat mengganggu Shireen yang kadang kala juga merasakan ketidaknyamanan Edwald.

"Emm... Ed!" gumam Shireen menatap wajah tampan Edwald yang tengah fokus menyetir ke arah jalan pulang tapi ia tahu pikiran pria ini tengah melayang buana.

Satu panggilan tak ada jawaban dari Edwald yang masih melamun. Saat ia mengulangi lagi barulah Edwald tersentak menatap hangat ke arahnya.

"Iya, Sayang?"

"Kenapa melamun?" tanya Shireen menggandeng lengan kekar Edwald yang tengah menyetir stabil. Edwald menjawab pertanyaan Shireen dengan senyuman ringan yang tipis.

"Tidak ada."

"Kau memikirkan sesuatu?"

Edwald menggeleng. Walau tak bicara Shireen bisa tahu dari raut wajah Edwald yang terkadang pasti tak fokus.

"Jangan terlalu dipikirkan. Bangkrut itu hanya bahasa kasarnya. Perusahaan mu hanya tidur sejenak untuk mengguncang dunia bisnis. Hm?"

"Kau bisa saja, Shi!" gumam Edwald mengelus kepala Shireen yang mulai membawa ke topik lain. Ia ingin menanyakan sesuatu yang cukup intim tapi agak canggung.

Pandangannya berubah nanar dan sungguh Shireen sangat tak tega melihat tekanan di mata pria ini.

"Aku akan berusaha mencari pekerjaan yang layak untukmu. Tapi.."

Kalimatnya di jeda. Keadaan sekarang benar-benar sulit untuk bangkit dari masa sulitnya.

"Ed!"

"Tapi, hanya satu lamaran yang menerimaku. Itupun hanya menjadi ... Supir!" ucapnya penuh pertimbangan dan sesal.

Shireen diam. Ia tahu betapa banyak orang yang ingin Edwald terpuruk karna kebangkitan pria ini akan membuat bencana bagi para penguasa lainnya.

"Namaku sudah di black-list dan mungkin kau akan malu jika berjalan bersama seorang supir nantinya."

"Supir?" tanya Shireen lembut. Edwald mengangguk lemah menurunkan pandangannya ke gelang berlian yang ada di pergelangan tangan Shireen.

Aku belum bisa memberimu perhiasan yang lebih mahal dari itu. Pantas jika mereka ingin memisahkan kita, Shi!

"Apa kau tak suka aku menjadi seorang supir?"

"Kau nyaman dengan pekerjaan itu?" tanya Shireen mendalami perannya sebagai seorang istri. Edwald kira Shireen akan menanyakan gajinya tapi tak di sangka ia lebih mengejutkan.

"Gajinya kecil. Sayang!" gumam Edwald jujur.

Helaan nafas Shireen muncul menepuk bahu kokoh Edwald yang sangat tak cocok jadi supir tapi ia mendukung semua keputusan pria ini.

"Tak masalah. Yang penting kau nyaman dan aman. Aku akan selalu mendukungmu. Hm?"

"Benarkah?" tanya Edwald mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

"Yah. Kapan kau akan mulai bekerja? Aku akan memasak untukmu," semangat Shireen mengalahkan akal sehatnya.

"Besok pagi."

"Em..baiklah. Kau harus bekerja yang rajin dan ingat kau punya istri secantik aku untuk di manjakan," kelakar Shireen mengedipkan matanya yang seketika melebar saat Edwald mengecup kilas bibirnya.

Timbul semangat ingin bangkit di diri Edwald yang merasa lebih tenang setelah membicarakan hal ini dengan Shireen.

"Ed!"

"Hm?"

"Kalau aku boleh tahu. Kenapa bisa perusahaanmu mengalami hal itu?" tanya Shireen hati-hati takut menyinggung Edwald yang tampak santai.

"Aku memiliki banyak musuh. Hanya saja saat pernikahan kita itu ada konflik internal perusahaan. Aku tak sempat menyelesaikannya karna fokus pada hari pernikahan kita."

"lalu bagaimana dengan keluargamu?" tanya Shireen. Edwald diam sejenak membingkai wajah cantik yang selalu menenagkannya ini.

"Kedua orang tuaku kembali ke kota mereka. Daddy sangat marah dengan kinerjaku yang tersebar buruk sampai sekarang dia belum mengabariku," Jawab Edwald dengan suara rendah pertanda ini masa-masa paling berat.

Apalagi akibat kebangrutan perusahaan Edwald terjadi perubahan sangat drastis dari pihaknya. Nyonya Colins yang semula mendewakan Edwald sekarang berubah menjadi musuh yang nyata.

"Apa perlu kita pergi menemui orang tuamu?"

"Sekarang bukan waktu yang tepat. Apalagi, mereka pasti masih marah padaku," jawab Edwald tak mau memperburuk. Alhasil Shireen mengangguk mendukung keputusan Edwald yang tak punya rekan untuk masih bertahan di posisi ini.

Karna merasa suasana begitu suram, Shireen mengambil inisiatif mencium Edwald sebagai bentuk dukungan dan rasa sayang yang tak akan pernah meninggalkan pria ini.

Mau bagaimanapun keadaanmu, aku akan tetap bertahan selagi kau masih membutuhkanku. Ed!

Berbeda dengan Shireen yang berpikiran lurus, benak Edwald justru berkata sebaliknya. Hanya ia dan tuhan yang tahu apa yang tengah di rancang dalam kepalanya.

Dreet..

Ponsel Shireen berbunyi tapi keduanya acuh. Mereka sama-sama menginginkan satu sama lain tak perduli lagi tempat atau suasana malam yang begitu dingin.

...........

Di tempat yang berbeda. Nyonya Colins benar-benar murka mengetahui bagaimana gemparnya media menyiarkan tentang Edwald yang di gadang-gadang akan menjadi supir profesional.

Bahkan, perusahaan yang menerima lamaran pria malang itu membeberkan langsung surat lamaran Edwald yang tampak menjadi bahan olok-olokan di kalangan pengusaha.

"Apa-apaan ini. Haa?? Sampai kapan dia akan mempermalukan keluarga ini??" geram Nyonya Colins hampir ingin memecahkan televisi di hadapannya.

Ia sudah menelpon Shireen tapi wanita keras kepala itu sama sekali tak mengangkat panggilannya.

"Benar-benar pria pembawa siaal!! Kenapa aku bisa menerimanya di keluarga ini!!"

"Ada apa? Mom!" tanya seorang gadis berumur 19 tahun yang memiliki wajah bulat dan rambut sebahu.

Ia datang dari arah tangga karna tergganggu akan suara berisik Nyonya Colins.

"Lihat suami tak berguna kakakmu ini!! Dia hanya selalu mempermainkan keluarga kita," umpat Nyonya Colins terduduk dk sofa depan televisi hingga para pelayan langsung mengipasinya.

Freya menatap layar LED itu. Ia sempat terkejut tapi senyum remehnya mekar merasa beruntung dan puas melihat nasib kakaknya yang sangat malang.

"Untung saja dulu dia tak menikah denganku. Shireen terlalu nai'f."

"Itu masalahnya. Dia seperti buta dan hilang akal. Ingin rasanya aku menceraikan mereka berdua," umpat Nyonya Colins dan Freya si adik kandung tak tahu diri itu mulai tercetus niat buruknya.

"Mom! Kenapa kau tak menikahkan Shireen dengan lelaki lain yang lebih kaya saja?! Edwald sudah tak berguna dan hanya menumpang hidup disini."

Nyonya Colins diam sejenak. Ide Freya itu brilian dan cukup membuatnya lega.

"Kita hanya cukup terus menekan Edwald agar meninggalkan Shireen. Lagi pula dia juga tak punya apapun lagi."

"Kau benar. Nyatanya otakmu lebih berguna dari pada sebelumnya," jawab Nyonya Colins akan menyusun rencana perjodohan Shireen. Ia tak bisa terus menampung menantu tak berguna dan parasit itu lebih lama.

...

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

bru kli ini nemu peran utama bkn kaum kulkas 😬

2023-09-09

5

Ibelmizzel

Ibelmizzel

kayakny Ed pura2 bangkrutau liat siapa2 penjilat yg sesungguhnya,tapi karya author ini susah ditebak💪💪💪💪💪💪💪💪💪🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍔🍔🍔🍔🍔

2023-05-26

1

Nazwaputri Salmani

Nazwaputri Salmani

Semoga edwald nggak mau ninggalin sheeren

2023-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 Menantu yang malang
2 Menjadi Supir?
3 Memisahkan mereka
4 Milikmu juga milikku
5 Dia melecehkan aku
6 Memutus hubungan
7 Edwald yang misterius
8 Sandiwara
9 Wanita yang lugu
10 Tak ingin mengambil alih
11 Memajukan rencana
12 Kecurigaan Freya
13 Edwald bermain gila
14 Akan habis jika kau buka suara
15 Mulai candu
16 Kecurigaan Edwald
17 Kau sangat kejam, Steen!
18 Hasil perselingkuhan
19 Hanya demi rencana
20 Cooper yang malang
21 Mulai jarang menemuiku
22 Mustahil bangkrut
23 Kenapa kau berbohong?
24 Sudah tak masuk akal
25 Wanita sialan
26 Kenapa kau melakukan ini?
27 Aku tak akan melepaskan mu!
28 Penculikan
29 Kembali ke markas
30 Dijual atau jadi penghibur
31 Kau mengenalnya?
32 Ternyata adik kakak
33 Tragedi penembakkan
34 Besok Kita Mulai
35 Tak mau kalah
36 Cintaku sudah lama hangus
37 Apa karna wanita itu?
38 Suma yang mesum
39 Foto misterius
40 Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41 Pertahankan karet di dada mu!
42 Tak akan pernah bersama
43 Membunuhnya!
44 Dimana Shireen?
45 Pendarahan?
46 Jangan beritahu dia apapun!
47 Pak suami! momen langka
48 Peran baru?
49 Kembali ke masa awal!
50 Suami istri?
51 Sudah tahu segalanya
52 Ledakan kematian
53 Tunggu saja bagianmu
54 Kemarahan Edwald
55 Dihantui masa lalu
56 Melaporkannya ke polisi
57 Kurang obat
58 Ada apa dengan nyonya Colins?
59 Tak pernah mengerti
60 Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61 Wanita simpanan para pria
62 Berita buruk
63 Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64 Pergilah!
65 Tak akan bisa bersama
66 Sudah ku katakan, bukan?
67 Hanya demi cincin?
68 Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69 Dia tak bisa hidup
70 Kembali sadar
71 Lagi-lagi gagal
72 Melepas rindu sesaat
73 Mulai tak percaya
74 Aku akan meninggalkan GYUF
75 Salah sasaran
76 Sangat pandai bersandiwara
77 Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Hancur dalam rencana sendiri
79 Merasa familiar?
80 Memanggang Fanze
81 Tak pantas
82 Malu-malu tapi mau
83 Aku harap ini tak akan berakhir
84 Kekecewaan Shireen
85 Aku akan menyingkirkannya
86 Longsor yang ekstrem
87 Apa yang terjadi?
88 Hangat di bawah selimut
89 META tertangkap GYUF dalam masalah
90 Sudah mengambil keputusan
91 Jangan lepas tangan
92 Sampai kapan harus seperti ini?
93 Keputusan Cooper
94 Memancingnya keluar
95 Menyerahkan diri?
96 J..jangan pergi!
97 lahir Prematur
98 Salam perpisahan
99 Tak bisa terus begini
100 Masa yang berbeda
101 Mencari daddy
102 Apa kabarmu?
103 Selamat datang kembali
104 Tak lolos uji
105 Hilang Lagi?
106 Dia Putraku
107 Jauhi Putraku!!
108 Masih terasa sakit
109 Aku kembali!
110 Hanya akan koma
111 Duel maut?
112 Erangan di bawah shower
113 Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114 Info Karya Baru
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Menantu yang malang
2
Menjadi Supir?
3
Memisahkan mereka
4
Milikmu juga milikku
5
Dia melecehkan aku
6
Memutus hubungan
7
Edwald yang misterius
8
Sandiwara
9
Wanita yang lugu
10
Tak ingin mengambil alih
11
Memajukan rencana
12
Kecurigaan Freya
13
Edwald bermain gila
14
Akan habis jika kau buka suara
15
Mulai candu
16
Kecurigaan Edwald
17
Kau sangat kejam, Steen!
18
Hasil perselingkuhan
19
Hanya demi rencana
20
Cooper yang malang
21
Mulai jarang menemuiku
22
Mustahil bangkrut
23
Kenapa kau berbohong?
24
Sudah tak masuk akal
25
Wanita sialan
26
Kenapa kau melakukan ini?
27
Aku tak akan melepaskan mu!
28
Penculikan
29
Kembali ke markas
30
Dijual atau jadi penghibur
31
Kau mengenalnya?
32
Ternyata adik kakak
33
Tragedi penembakkan
34
Besok Kita Mulai
35
Tak mau kalah
36
Cintaku sudah lama hangus
37
Apa karna wanita itu?
38
Suma yang mesum
39
Foto misterius
40
Suka atau tidak, bukan urusanmu!
41
Pertahankan karet di dada mu!
42
Tak akan pernah bersama
43
Membunuhnya!
44
Dimana Shireen?
45
Pendarahan?
46
Jangan beritahu dia apapun!
47
Pak suami! momen langka
48
Peran baru?
49
Kembali ke masa awal!
50
Suami istri?
51
Sudah tahu segalanya
52
Ledakan kematian
53
Tunggu saja bagianmu
54
Kemarahan Edwald
55
Dihantui masa lalu
56
Melaporkannya ke polisi
57
Kurang obat
58
Ada apa dengan nyonya Colins?
59
Tak pernah mengerti
60
Dia tak akan pergi, tanpa IZIN dariku
61
Wanita simpanan para pria
62
Berita buruk
63
Berani mengganggu milikku, kalian tak akan ku lepaskan!
64
Pergilah!
65
Tak akan bisa bersama
66
Sudah ku katakan, bukan?
67
Hanya demi cincin?
68
Edwald tenggelam, Shireen masuk rumah sakit
69
Dia tak bisa hidup
70
Kembali sadar
71
Lagi-lagi gagal
72
Melepas rindu sesaat
73
Mulai tak percaya
74
Aku akan meninggalkan GYUF
75
Salah sasaran
76
Sangat pandai bersandiwara
77
Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Hancur dalam rencana sendiri
79
Merasa familiar?
80
Memanggang Fanze
81
Tak pantas
82
Malu-malu tapi mau
83
Aku harap ini tak akan berakhir
84
Kekecewaan Shireen
85
Aku akan menyingkirkannya
86
Longsor yang ekstrem
87
Apa yang terjadi?
88
Hangat di bawah selimut
89
META tertangkap GYUF dalam masalah
90
Sudah mengambil keputusan
91
Jangan lepas tangan
92
Sampai kapan harus seperti ini?
93
Keputusan Cooper
94
Memancingnya keluar
95
Menyerahkan diri?
96
J..jangan pergi!
97
lahir Prematur
98
Salam perpisahan
99
Tak bisa terus begini
100
Masa yang berbeda
101
Mencari daddy
102
Apa kabarmu?
103
Selamat datang kembali
104
Tak lolos uji
105
Hilang Lagi?
106
Dia Putraku
107
Jauhi Putraku!!
108
Masih terasa sakit
109
Aku kembali!
110
Hanya akan koma
111
Duel maut?
112
Erangan di bawah shower
113
Perjalanan cinta Edwald dan Shireen(Ending)
114
Info Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!