Mobil yang dikendarai Freya tadi diburu oleh anggota Edwald yang dengan mudah memotong jalannya. Freya membanting stir ke pinggir hampir menabrak pembatas jalan.
Beberapa mobil di sekelilingnya sampai terkejut dan nyaris berteriak melihat bagian belakang mobil Freya berasap dengan dua mobil full hitam di belakangnya berhenti.
Gelagat mereka seperti ingin menolong agar tak ada yang curiga disini. Edwald keluar dari mobilnya berjalan sedikit terburu-buru belagak cemas memastikan mobil yang berhenti di pinggir ini baik-baik saja.
"Apa kau terluka?" Tanya Edwald mengetuk kaca jendela mobil. Dua anggotanya keluar berdiri di kedua sisi baja mewah ini membuat Freya yang tadi nyaris mati di dalam sana pucat pasih.
Tangannya dingin bahkan mengigil karna tahu Edwald bukanlah pria yang baik. Dia jelmaan iblis yang tak segan merenggut nyawanya.
"Nona!! Kau dengar aku?"
"Mungkin dia terluka. Aku akan memecahkan kaca ini!" Timpal salah satu anggotanya meninju kaca jendela dekat kemudi hingga Freya berteriak kencang.
Pintu itu di buka dengan mudah oleh Edwald yang masuk ke dalam mobil duduk bersampingan dengan Freya yang sudah berkeringat dingin.
"K..kau.."
"Ranah bermain mu terlalu jauh adik ipar," Datar Edwald membuka maskernya hingga wajah tampan santai tak terduga itu membuat Freya membeku.
Jantungnya berpacu kencang, kakinya mengigil kala melihat Edwald mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Apa dia akan membunuhku? Apa aku akan berakhir disini?!
"Ceritakan padaku apa saja yang kau lakukan hari ini? Ayo!"
"A..Aku.. Aku tak mendengar apapun aku.."
Nafas Freya tercekat kala ujung pistol di tangan Edwald sudah membidik ke arah keningnya. Freya benar-benar mati di tempat bahkan bernafas saja ia tak leluasa.
"Kau ingin mengakhiri masa muda mu. Hm?" Desis Edwald memberi sorot membunuh pada Freya yang sudah berkaca-kaca.
"A..Aku mohon maafkan aku. Aku tak tahu apapun. Aku tak tahu!!"
"Benarkah? Lalu kenapa kau lari?"
Degg..
Jantung Freya semakin tak aman. Ia meremas pinggiran roknya dengan kacamata sudah jatuh sedari tadi ke bawah kursi mobil.
"Kau melihat sesuatu?"
"T..Tidak."
"Kau mendengarkan?"
"T..Tidak. Hiks! Aku mohon jangan bunuh aku," Isak Freya menggeleng dan sudut bibir Edwald tertarik. Lengkungan itu lebih pada seringaian psychopat yang sangat mengerikan.
"Kau begitu takut mati. Tapi, sangat berani MEMBUNTUTIKU" Geramnya menekan kuat ujung pistol itu sampai membekas ke kening Freya yang mati kutu.
"A..Ampun.. Ampuni aku!"
"Apa saja yang kau lihat dan dengar?" Tanya Edwald ingin tahu dan dari gelagat Freya yang benar-benar ketakutan ia mengerti jika gadis ini melihat segalanya.
"Tak ingin menjawab-ku. Hm?"
"K..Kau berciuman dengan seorang wanita dan.."
"Dan kau ingin memberi tahu istri CANTIKKU?" Sela Edwald dengan suara semakin menakutkan. Freya sudah menangis tapi Edwald tak menunjukan raut kasihan sama sekali.
"T..tidak, aku tak akan melakukannya aku.."
"Siapapun yang tahu salah satu wajahku dia tak layak hidup," Tekan Edwald ingin menarik pelatuk pistolnya tapi tiba-tiba saja ponsel Freya berbunyi.
Edwald mengurungkan niatnya dengan tatapan tajam mengisyaratkan Freya untuk mengangkat panggilan itu.
Dengan penuh rasa takut Freya mengeluarkan ponsel dari saku roknya. Jari lentik itu mengigil tak stabil memeggang ponsel dimana ada nama Shireen di sana.
"Angkat!" Titah Edwald dan Freya menurut. Saat panggilan tersambung suara lembut khas Shireen terdengar cemas menanyai Freya yang masih gemetar.
"Kau dimana? Gurumu menelpon-ku, katanya kau tak masuk sekolah hari ini. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Cecer Shireen tapi Freya menatap takut Edwald yang hanya diam pertanda ia bisa menjawab.
"A..Aku.."
"Kenapa dengan nafas mu? Apa yang terjadi?" Intonasi suaranya semakin cemas dan gelisah.
Edwald mengisyaratkan agar jangan bicara jujur hingga Freya mulai membuka suara dengan nafas yang tak stabil karna pistol yang ditekan Edwald di keningnya semakin terasa mendesak.
"Aku ada urusan. Kau tak perlu mencemaskan ku!"
"Lain kali kau pamit dulu. Jika begini aku tak bisa tenang, Freya!"
"Kerjakan saja urusanmu," Ketus Freya mengakhiri panggilan. Nafasnya tercekat kala Edwald menyeringai dan ini mimpi buruk baginya.
"Kau dan dia berbeda jauh. Sangat di sayangkan."
"A..Aku ..."
Belum sempat Freya bicara ponsel itu sudah ada di tangan Edwald. Benda itu digenggam kuat sampai retak dan remuk membuat wajah Freya pucat.
"Tutup mulutmu atau kau akan bernasib sama seperti benda ini," Desis Edwald meremas ponsel itu di tangan kekarnya. Ada darah yang keluar membuat Freya membeku dengan mata tak berkedip.
"Kau ingin seperti ini. Hm?" Santai dan mengancam.
"T..Tidak."
"Bagus. Tutup mulutmu dan bersikaplah seakan tak tahu apapun atau aku tak bisa menjamin, berapa lama tarikan nafas-mu setelahnya," Tekan Edwald melepaskan tembakan ke arah topi yang di pakai Freya.
Wanita itu terpekik mengira kepalanya akan lepas tapi untung saja Edwald hanya mempermainkannya. Pria tampan bermanik hijau gila itu turun dari mobil kembali memakai maskernya.
Freya menghela nafas lega bahkan ia sampai benar-benar bisa mengedipkan matanya kala Edwald dan para anggotanya sudah pergi. Mereka bergerak sangat mulus bahkan tak seperti penjahat kelas kakap.
"Siaall!! Dari mana Shireen mendapatkan iblis seperti itu?! Dia sangat mengerikan," Umpat Freya mengelus dadanya dengan tatapan takut yang teramat pada topi yang sudah bolong karna timah tadi. Bahkan, bagian atas mobilnya juga membekas tembakan tadi.
Tapi tunggu. Freya mulai kembali panik saat ia ingat jika saat dalam pengejaran tadi Freya mengirim rekaman itu pada Shireen.
Bagaimana ini? Apa dia akan membunuhku setelah perbuatannya di ketahui Shireen?
Di dalam perusahaan tepatnya di ruangan meeting yang baru saja di mulai terjadi masalah besar bagi Shireen. Ia ingin melakukan presentasi kerja tapi power poin dan semua file yang sudah ia rancang kemaren tiba-tiba hilang.
"Ada apa? Nona!" Bisik sekertaris Amber melihat Shireen mengotak-atik Laptop dengan tatapan heran.
"Semua filenya hilang. Aku tak tahu kenapa bisa begini?"
"A..Apa??" Gumam sekertaris Amber terkejut. Shireen seperti biasa tenang dan sangat elegan membuat Tuan Charlos ikut tenang dan tak tahu jika Shireen mengalami masalah yang besar.
"Nona! Bagaimana ini?" Lirih sekertaris Amber tapi tersenyum pada beberapa klien mereka yang saling menatap karna sudah cukup lama.
"Nona Shireen! Apa ada masalah?"
"Tentu tidak. Tuan! Aku hanya merasa sangat senang jadi agak gugup," Elak Shireen memberi senyum indah nan membuat siapa saja jatuh hati.
Mereka ikut nyaman disini merasa tersanjung dengan apa yang Shireen katakan.
"Anda terlalu merendah. Nona! Kami justru sangat merasa terhormat bisa bertemu dengan wanita muda, cantik dan elegan seperti anda. Sayang sekali kau sudah menikah," Kelakar Tuan Carlos dan di jawab anggukan oleh klien lain yang mengakui pesona seorang Shireen.
"Anda bisa saja. Tuan!"
"Tidak. Saya serius dan sangat mengagumi nona. Dulu saya pikir bisa mempertemukan anda dengan putra saya tapi nyatanya kami terlambat."
Shireen hanya tersenyum malu dengan sekertaris Amber yang sudah berkeringat dingin. Bagaimana mereka bisa melakukan presentasi ini sedangkan bahan yang menjadi acuan sudah hilang.
Namun, seperti biasa Shireen selalu bisa menangani masalah. File itu hilang tapi tidak dengan materi yang ada di otaknya. Ia yang membuat rancangan itu maka ia juga pasti bisa menunjukan tanpa perlu membuat power poin ulang.
"Nona!" Lega sekertaris Amber melihat Shireen fasih mengayomi semua klien dengan gaya bicaranya yang lembut tapi tegas.
Ia memilih metodenya sendiri dan tak ada yang tahu masalah yang terjadi bahkan Shireen membuka forum untuk menunjukan pesona dan jiwa multitalenta yang ia punya.
Sementara ponsel miliknya habis daya setelah menelpon Freya tadi. Alhasil Shireen tinggalkan di ruangannya.
...
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Triiyyaazz Ajuach
untung Shireen cerdas jadi ttp lancar presentasinya, moga segera dilihat videonya
2023-05-22
3
Aisilia Putri
👍👍👍 sshireen emang pintar rugi kalau edwald membuang shireen
2023-05-22
1
Aisilia Putri
shireen emang pintar rugi edwald klo membuang shireen
2023-05-22
0