Bab 18~Kecupan

Segera ia mengambil kunci rumah yang biasa ditinggalkan di bawah keset jika penghuni rumah sedang pergi.

Frans yang melihat itu pun terheran sebab Kayla dianggap ceroboh menurutnya. Mengapa benda penting seperti kunci rumah hanya dibiarkan tergeletak di bawah keset? Bagaimana jika ada orang yang tahu dan membobol rumahnya? Bagaimana kalau hilang dan ia tak bisa masuk ke rumah?

Banyak sekali pertanyaan yang terus mengusik pikiran Frans saat ini hingga pemuda itu segera bertanya. "Kenapa kamu simpen kunci di situ? Emangnya gak takut hilang?"

Kayla tersentak karena ketahuan oleh Frans saat mengambil kunci dari bawah keset. "A-aku suka lupa, Frans. Justru karena itu aku taroh di sini, kalo dibawa pasti hilang." sahutnya berbohong. Frans hanya membulatkan mulut sambil mengangguk. "Ya udah, tunggu sebentar! Aku buatkan minum dulu!" Kayla melangkah masuk ke dalam rumah sementara pemuda itu diam memperhatikan tampilan rumah sederhana dari teras.

Setelah Kayla masuk, Frans sengaja mengikutinya ke dalam. Diperhatikannya seluruh isi di dalam rumah sederhana tersebut namun bersih dan rapi.

Tak sengaja netra elang itu menangkap sebuah gambar berbingkai yang terpajang di ruang tamu. Dua orang paruh baya yang diyakini adalah orang tua Kayla, dan gadis kecil dengan rambut panjang dikucir dua serta memiliki gigi ompong di depan, sedang tersenyum bahagia bersama.

"Ini Kayla waktu kecil? Lucu juga," gumam Frans tersenyum jahil. Pemuda itu lantas mengeluarkan ponselnya, lalu mengambil gambar menggunakan benda pipih tersebut.

Cekrek

Bukan hanya foto semasa kecil Kayla, Frans juga mengambil gambar saat gadis itu mulai beranjak remaja sampai sekarang. Setelah puas mengambil foto, Frans segera memasangnya menjadi wallpaper layar ponselnya. Senyuman indah melengkung sempurna di bibir seksinya.

Kayla datang dengan segelas air untuk Frans. Gadis itu terkejut mendapati Frans sudah di dalam rumah sedang tersenyum melihat ponselnya sendiri. "Kamu lagi ngapain di sini, Frans?"

"Duduk. Kamu kira lagi joged," sahut Frans cuek.

"Ta-tapi, bukannya aku nyuruh kamu nunggu di luar?"

Frans menoleh ke arahnya, kemudian berdiri lalu mendekat. "Kenapa? Apa aku gak boleh masuk ke sini?" Kayla diam sembari menunduk. Melihat hal itu, Frans segera berbalik dan melangkah ke luar. "Ya sudah, aku pergi.

Dengan cepat Kayla menarik tangan Frans sembari menggenggamnya erat. "Bukan gitu! Aku ..." genggaman tangan segera dilepas begitu saja saat melihat Frans menatap ke arah tangannya. "Oh, maaf!" ucapnya sungkan.

Frans kembali duduk dan meneguk air minum yang dibawakan Kayla hingga tandas sembari melirik ke arah gadis itu untuk melihat ekspresi yang ditunjukan Kayla. Wajah cantik yang memiliki mata belo itu terlihat gelisah membuat Frans penasaran.

"Kenapa? Kamu kek gak tenang gitu," selidik Frans.

Kayla mendongakkan wajah menatap pemuda di hadapannya dengan perasaan yang sulit diartikan. "Ng-enggak apa-apa kok, Frans!" sahutnya gugup.

Melihat dari ekspresi yang ditunjukan gadis itu, Frans yakin jika ada yang disembunyikan oleh Kayla. Tapi, apa?

Frans terus memperhatikan raut wajah gelisah Kayla yang nampak di depan matanya. Sementara Kayla terus bergumam dalam hati dengan rasa takutnya_takut jika sampai Rania atau pamannya pulang dan mendapati Frans sedang berada di rumah ini.

Bagaimana jadinya nanti?

Kayla meremat jari-jemari dengan perasaan gelisah dan tak karuan. Sesekali, matanya pun melirik keluar pagar takut Rania atau pamannya tiba-tiba datang.

Melihat hal itu lantas membuat Frans semakin tak enak hati. Ia berpikir jika sikap yang Kayla tunjukan semata karena takut tetangga memergoki mereka di dalam rumah berduaan. Secara, Kayla 'kan tinggal seorang diri, batin Frans. Ia tak tahu jika Kayla tinggal bersama paman dan saudara sepupunya di rumah sederhana itu, begitupun teman-teman yang lain.

Frans berpamitan kepada Kayla untuk pulang setelah terdiam beberapa saat. Keduanya tak terlibat obrolan apapun sebab Kayla banyak diam karena terus memperhatikan ke luar rumah.

"Ya udah Kay, aku balik deh. Keknya kamu emang gak mau kita berduaan kek gini," pemuda itu bersikap seolah sedang marah hingga Kayla pun menjadi tak enak hati.

"Umm, maafin aku, Frans! A-aku gak bermaksud ..."

"Udah, gak apa-apa!" pungkas Frans cepat. "Oh iya, besok masuk sekolah 'kan?" bertanya seraya melangkah.

Kayla mengekor ke luar sembari mengangguk. "Pasti dong! Gak ada alesan aku buat gak masuk sekolah," sahutnya lalu melanjutkan ucapan lagi. "Oh iya, Frans!" si pemilik nama pun menoleh. "Makasih udah nganterin aku pulang!"

Frans tersenyum sembari mengangguk. "Gak masalah! Oke deh, aku balik dulu. Besok kita ketemu di sekolah," ucapnya. Pemuda itu segera menaiki motornya setelah mengenakan helm.

"Heemh," Gadis itu mengangguk sembari melambaikan tangan.

Frans menyalakan mesin motornya, tapi kendaraan tersebut belum juga keluar dari halaman rumah Kayla hingga mengundang rasa penasaran dari si pemilik rumah.

"Ada apa, Frans? Apa ada yang ketinggalan atau jatoh gitu?" tanya Kayla sembari celingukan mengamati ke bawah, barang kali ada sesuatu milik Frans yang terjatuh.

Frans menghela nafas panjang, lalu turun lagi dari motornya. Pemuda itu mendorong tubuh Kayla sampai membentur dinding hingga membuat Kayla terkejut. "A-ada apa?"

Tak memperdulikan pertanyaan Kayla, Frans terus memajukan wajahnya lebih dekat dan mengurung tubuh gadis itu dengan kedua tangan bertumpu di dinding. "F-F-Frans," lirihnya gugup.

Sontak Kayla mendorong dada bidang Frans agar menjauh, namun dengan cepat pemuda itu menangkap kedua tangan Kayla dan menariknya ke belakang tubuh, serta mendekapnya lebih erat.

"Lepasin aku, Frans!" Kayla terus meronta meminta lepas dari pelukan Frans, namun pemuda itu tak mau melepasnya sama sekali.

"Apa kamu hanya bisa menerima Kenzo jadi pacarmu? Dia gak baik buatmu, Kay!" ujarnya lirih. Kayla mengerutkan kening sebab tak mengerti apa yang diucapkan Frans hingga ia menoleh ke arah pemuda itu. "Bisakah kamu putusin dia dan terima cintaku?"

"Apa?"

Frans tersenyum sebelum melanjutkan ucapannya lagi. "Aku gak tahu alasan kamu terima Kenzo jadi pacar, tapi aku tahu kalo kamu sebenarnya menyukai aku 'kan?!" tuturnya percaya diri.

Kayla berdecih sembari memalingkan wajah. Gadis itu tak menyangka jika Frans akan mengatakan hal tersebut secara blak-blakan. Memang benar jika selama ini Kayla menyukai dan mengagumi sosok Frans. Tapi untuk cinta, ia pun tak yakin akan hal itu sebab rasa cinta hanya akan membuatnya lemah dan menangis.

Cukup sudah Kayla meneteskan air mata setelah kehilangan kedua orang tua dan merasakan penyiksaan dari pamannya yang begitu kejam. Dirinya tak ingin menangisi apapun apalagi, terlebih itu masalah laki-laki.

Biarlah Frans beranggapan jika dirinya dan Kenzo pacaran, toh mereka sebentar lagi akan berpisah setelah kelulusan.

Gadis itu tersenyum mencibir. "Pede amat sih kamu, Frans. Kamu pikir aku suka sama kamu ataupun Kenzo? Cih,"

Mendengar ucapan sarkas Kayla membuat Frans mengerang kesal. Ditariknya tengkuk Kayla, lalu mendaratkan kecupan di bibir manis itu secara paksa. "Hmmmppphhh,"

...Bersambung ......

Terpopuler

Comments

Rita Riau

Rita Riau

kasihan kayla,,,, Ken dan Frans main sosor aja,,😢

2023-11-06

0

Selena Agustin

Selena Agustin

waduh bingung ini mau kenzo atau frans

2023-06-03

1

Laskar Pelangi

Laskar Pelangi

apaan sih ini. masa kay dikecup ken ma frans

2023-06-03

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1~Terlambat
2 Bab 2~Tiba-tiba datang
3 Bab 3~Ancaman
4 Bab 4~Pulang bersama
5 Bab 5~Penasaran
6 Bab 6~Pacar Baru
7 Bab 7~Ulang tahun Kenzo
8 Bab 8~Calon Mantu Idaman
9 Bab 9~Lapar
10 Bab 10~Perhatian
11 Bab 11~Bimbang
12 Bab 12~Luka
13 Bab 13~Menginap
14 Bab 14~Sarapan bersama
15 Bab 15~Menikah
16 Bab 16~Malu
17 Bab 17~Diantar pulang
18 Bab 18~Kecupan
19 Bab19~Amarah
20 Bab 20~Mendadak baik
21 Bab 21~Rugi
22 Bab 22~Pertengkaran
23 Bab 23~Pergi dari rumah
24 Bab 24~Play boy cap palu
25 Bab 25~Suka kamu
26 Bab 26~Pacar
27 Bab 27~Tempat baru
28 Bab 28~Kepergian Kenzo
29 Bab 29~Pindah
30 Bab 30~Berita terkini
31 Bab 31~Pasangan dadakan
32 Bab 32~Jalan-jalan
33 Bab 33~Mencari
34 Bab 34~Alasan pindah
35 Bab 35~Mencari informasi
36 Bab 36~Siapa sih?
37 Bab 37~Si tampan
38 Bab 38~Pingsan
39 Bab 39~Kembali
40 Bab 40~Markonah
41 Bab 41~Markoho
42 Bab 42~Hai, tampan!
43 Bab 43~Cemburu
44 Bab 44~Drama
45 Bab 45~Mimpi
46 Bab 46~Mengingat
47 Bab 47~Rencana jahat
48 Bab 48~Tampan juga cerdas
49 Bab 49~Suasana Kantin
50 Bab 50~Dilabrak
51 Bab 51~Khanza Alberto
52 Bab 52~Pertemuan
53 Bab 53~Toko pakaian
54 Bab 54~Ajakan
55 Bab 55~Awal pertemuan
56 Bab 56~Perintah
57 Bab 57~Bekerja keras
58 Bab 58~Siapa cepat dia dapat
59 Bab 59~Menjalankan tugas
60 Bab 60~Tawaran
61 Bab 61~Asisten pribadi
62 Bab 62~Mulai bekerja
63 Bab 63~Terkejut
64 Bab 64~Kakak
65 Bab 65~Pagi, sayang!
66 Bab 66~Mau dibawa ke mana
67 Bab 67~Pernyataan Cinta
68 Bab 68~Menghilang
69 Bab 69~Alasan hilang
70 Bab 70~Mencari
71 Bab 71~Ikut mencari
72 Bab 72~Diantar preman
73 Coretan Othor
74 Bab 74~Sakit
75 Bab 75~Ungkapan
76 Bab 76~Tamu
77 Bab 77~Ternyata dia
78 Bab 78~Jatuh cinta
79 Bab 79~Paksaan sang ayah
80 Bab 80~Pacarnya Frans
81 Bab 81~Salah paham
82 Bab 82~Resmi pacaran
83 Bab 83~Berpisah
84 Bab 84~Pergi
85 Bab 85~Bertemu kembali
86 Bab 86~Kasih sayang Ibu
87 Bab 87~Restu Kenji
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Bab 1~Terlambat
2
Bab 2~Tiba-tiba datang
3
Bab 3~Ancaman
4
Bab 4~Pulang bersama
5
Bab 5~Penasaran
6
Bab 6~Pacar Baru
7
Bab 7~Ulang tahun Kenzo
8
Bab 8~Calon Mantu Idaman
9
Bab 9~Lapar
10
Bab 10~Perhatian
11
Bab 11~Bimbang
12
Bab 12~Luka
13
Bab 13~Menginap
14
Bab 14~Sarapan bersama
15
Bab 15~Menikah
16
Bab 16~Malu
17
Bab 17~Diantar pulang
18
Bab 18~Kecupan
19
Bab19~Amarah
20
Bab 20~Mendadak baik
21
Bab 21~Rugi
22
Bab 22~Pertengkaran
23
Bab 23~Pergi dari rumah
24
Bab 24~Play boy cap palu
25
Bab 25~Suka kamu
26
Bab 26~Pacar
27
Bab 27~Tempat baru
28
Bab 28~Kepergian Kenzo
29
Bab 29~Pindah
30
Bab 30~Berita terkini
31
Bab 31~Pasangan dadakan
32
Bab 32~Jalan-jalan
33
Bab 33~Mencari
34
Bab 34~Alasan pindah
35
Bab 35~Mencari informasi
36
Bab 36~Siapa sih?
37
Bab 37~Si tampan
38
Bab 38~Pingsan
39
Bab 39~Kembali
40
Bab 40~Markonah
41
Bab 41~Markoho
42
Bab 42~Hai, tampan!
43
Bab 43~Cemburu
44
Bab 44~Drama
45
Bab 45~Mimpi
46
Bab 46~Mengingat
47
Bab 47~Rencana jahat
48
Bab 48~Tampan juga cerdas
49
Bab 49~Suasana Kantin
50
Bab 50~Dilabrak
51
Bab 51~Khanza Alberto
52
Bab 52~Pertemuan
53
Bab 53~Toko pakaian
54
Bab 54~Ajakan
55
Bab 55~Awal pertemuan
56
Bab 56~Perintah
57
Bab 57~Bekerja keras
58
Bab 58~Siapa cepat dia dapat
59
Bab 59~Menjalankan tugas
60
Bab 60~Tawaran
61
Bab 61~Asisten pribadi
62
Bab 62~Mulai bekerja
63
Bab 63~Terkejut
64
Bab 64~Kakak
65
Bab 65~Pagi, sayang!
66
Bab 66~Mau dibawa ke mana
67
Bab 67~Pernyataan Cinta
68
Bab 68~Menghilang
69
Bab 69~Alasan hilang
70
Bab 70~Mencari
71
Bab 71~Ikut mencari
72
Bab 72~Diantar preman
73
Coretan Othor
74
Bab 74~Sakit
75
Bab 75~Ungkapan
76
Bab 76~Tamu
77
Bab 77~Ternyata dia
78
Bab 78~Jatuh cinta
79
Bab 79~Paksaan sang ayah
80
Bab 80~Pacarnya Frans
81
Bab 81~Salah paham
82
Bab 82~Resmi pacaran
83
Bab 83~Berpisah
84
Bab 84~Pergi
85
Bab 85~Bertemu kembali
86
Bab 86~Kasih sayang Ibu
87
Bab 87~Restu Kenji

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!