SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA BUDIDAYA LIKE YAA YA GUYS..........
CEKIDOT......
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Kami memesan makanan sesuai kesukaan masing-masing. Divta masih sama menyukai makanan manis yang di campur dengan beberapa aroma buah-buahan.
"Oh ya Ra, suami kamu kerja apa?" tanya nya sambil menunggu makanan yang kami pesan.
"Kerja di perusahaan Ta, staff manager," jawabku setengah malas. Kalau membahas suamiku, aku pasti mengingat foto bayi didalam ponselnya. Aku semakin tak sabar menunggu suamiku pulang.
"Mantap," puji Divta sambil mengacungkan jempolnya.
"Biasa saja," jawabku terkekeh.
Aku masih tak percaya jika orang seperti Divta menyandang status duda. Pria sempurna dengan sejuta pesona. Tak ada satu pun yang kurang dari dirinya. Tapi kenapa istrinya masih berani berkhianat? Apa sebenarnya yang terlihat sempurna ternyata hanya menutupi kedok nya sendiri.
"Mari makan,"
Kami bertiga makan sambil sesekali diselingi dengan obrolan hangat. Tentunya banyak cerita yang ingin kami ulang di masa-masa sekolah dulu. Cerita yang sudah lama tak kami bahas.
"Iya serius, waktu itu aku tidak sempat mau ambil, ya jadi ketinggalan," jelas Divta sambil tertawa pelan mengingat kejadian lampau. Di mana kami sedang mengikuti pelatihan osis.
"Atau memang sengaja?" goda ku.
Henny ikut nimbrung dan masuk kedalam obrolan kami. Henny memang tipe orang yang mudah bergaul dengan orang baru. Berbeda dengan aku yang memang sedikit dingin dan cuek. Aku tidak memiliki banyak teman. Hanya sekelintiran dari teman-teman sekolah dan keluarga. Apalagi aku tak seperti wanita lain yang sudah berkumpul lalu bergosip hal-hal yang tidak penting. Kadang setelah kesibukan rumah, aku mencoret-coret kertas untuk menggambar desain baju yang ada di kepalaku.
Dulu, aku bercita-cita ingin menjadi seorang desainer ternama. Namun, sayang masa muda ku harus kandas ketika aku salah mengambil jalan. Setelah lulus sekolah, aku hamil diluar nikah. Akibat pergaulan bebas yang tidak bisa mengontrol diri, akhirnya aku menggandung benih dari suamiku, Mas Galvin. Aku masih ingat sekali, bagaimana kecewa wajah ayah saat mengetahui aku hamil. Ayah sudah menyiapkan masa depan untukku. Menyekolahkan di universitas ternama dan mengambil jurusan yang aku mau.
Keluarga kami tidak kaya tapi ayah seorang pekerja keras yang mengutamakan pendidikan. Kedua kakak ku berhasil menjajaki gelar sarjana dengan hasil keringat ayahku. Hanya akulah yang gagal, akibat kebodohanku sendiri. Namu, aku bersyukur lelaki yang menghamili adalah pria yang mencintaiku. Kami menikah karena cinta serta benih yang tumbuh di rahimku.
"Begitu ceritanya?" ucap Divta setelah mendengar ceritaku.
Aku mengangguk, "Akhirnya aku tidak lanjut kuliah dan fokus menjadi Ibu rumah tangga," jelasku.
"Tidak. Apa menjadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang mulai," sahutnya. "Ra, seperti nya aku tidak bisa lama. Anak-anak dirumah menunggu." Dia berdiri dari duduknya.
"Iya Ta, terima kasih." Aku dan Henny juga ikut berdiri.
"Kapan ada waktu kita nongkrong lagi," sambungnya.
"Boleh," jawabku tersenyum.
"Kak Henny, saya duluan," pamitnya pada Henny juga.
"Iya Kapten," jawab Henny sedikit segan.
"Ra, duluan," dia melambaikan tangan beriringan melangkah jauh.
"Ya ampun, dia keren banget," seru Henny. "Andai aku masih jomblo, pasti aku pepet dia," ujar Henny dengan wajah yang dia buat so imut.
Aku memutar bola matanya malas. Kesabaran Mas Reza seperti nya benar-benar di uji memiliki istri seperti Henny.
"Ya sudah ayo," ajakku meneteng paper bag ditanganku.
"Ehhh Ra, tunggu," Henny menahan tangan ku.
"Kenapa Hen?" keningku berkerut heran.
"Ra," Henny menutup mulutnya melihat ke belakang ku.
"Ada sih Hen?" tanya ku bingung melihat Henny.
Aku ikut menoleh kearah tatapan mata Henny.
Deg
Jantungku berdebar kuat saat melihat siapa yang bergandengan tangan dan saling merangkul di belakangku. Lelaki itu, suamiku bersama wanita lain.
"Ra, bukan nya itu Mas Galvin?" bisik Henny.
Aku memalingkan wajahku kesembarangan arah. Sejenak nafasku naik turun menahan emosi yang membuncah. Tidak, aku harus tenang. Namun, tidak dengan tanganku yang terkepal kuat mengenggam tali paper bag ditanganku.
"Ayo Hen, kita pulang," ajakku menarik tangan Henny.
Aku menahan lelehan bening yang hendak lolos di pelupuk mataku. Panas, pipiku sudah panas. Mataku mulai kabur dan berkaca-kaca. Siapa wanita itu? Kenapa sangat dengan Mas Galvin? Kenapa mereka bergandengan tangan dan saling merangkul seperti pasangan pada umumnya?
Aku masuk kedalam mobil dan menenangkan perasaan ku. Aku akan selidiki ada hubungan apa Mas Galvin dan wanita tadi. Aku mengenal siapa wanita itu, dia adalah rekan kerja Mas Galvin yang sering datang kerumah mengantar berkas laporan.
"Ra, kamu baik-baik saja?" tanya Henny mengusap bahuku.
Jika boleh aku jujur, aku tak baik-baik saja. Istri mana yang akan kuat melihat suaminya mengandeng tangan wanita lain? Istri mana yang tak curiga ketika melihat ada foto bayi diponselnya? Aku sudah berusaha menepis segala perasaan tak mungkin tentang Mas Galvin, tapi hari ini semua kecurigaan itu mengarah pada perasaan yang tak ingin aku pikirkan.
"Aku tidak apa-apa Hen," jawabku.
Hebat nya aku saat ada masalah dan air mata hendak menetes, aku selalu bisa menyangkal bahwa aku baik-baik. Tidak, aku tidak baik-baik saja. Aku hanya tak ingin Henny tahu masalah rumah tanggaku.
"Ra, tadi siapa yang sama Mas Galvin? Kok mereka mesra banget Ra?" tanya Henny heran. Henny ini jiwa ingin tahu nya sangat dingin. Dia akan terus merongrong bila rasa penasaran nya itu belum ia temukan.
"Rekan kerja mungkin," jawabku asal.
"Masa iya rekan kerja harus bermesraan," ucap Henny tak habis pikir.
Aku tak menanggapi lagi. Perasaan ku mulai ketar-ketir dan gelisah tak menentu. Apa mungkin Mas Galvin mendua? Tapi rasanya aku tidak percaya. Mas Galvin adalah lelaki yang benar-benar mencintaiku, dia tidak mungkin mengkhianati kesetiaan kami. Aku mengenalnya sudah belasan tahun. Dia pria setia.
Tapi apa hubungan Mas Galvin dengan perempuan tadi?
"Kamu harus tanya nanti sama Mas Galvin, Ra. Hati-hati lho zaman sekarang sedang marak nya pelakor yang suka merusak rumah tangga orang lain," jelas Henny. "Kamu tahu 'kan? Mas Reza juga dulu gitu, dia menikah secara diam-diam di belakang Senja ehh ujung-ujungnya ketahuan dan dia dikeluarkan dari kesatuan dan yaa akhirnya akulah jodoh terakhir nya," tutur Henny lalu dia menertawakan dirinya sendiri.
Henny adalah istri ketiga Mas Reza. Selama menikah dengan Henny, Mas Reza terlihat berubah. Ya aku juga tahu cerita tentang keretakkan hubungan rumah tangga Mas Reza dan Senja, karena Senja adalah adik tingkat ku dulu. Salah satu siswi pendiam yang keberadaannya kadang seperti cenayang, tapi mampu menduduki juara umum. Semoga nasibku tidak seperti Senja, aku hanya berharap seperti itu.
"Tapi kamu cinta 'kan?" ucapku menanggapi dan mengalihkan pikiran ku yang tak tenang.
"Hehe iya iyalah aku cinta. Kalau tidak cinta sudah pasti cerai," jawab Henny lalu tertawa lebar.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 328 Episodes
Comments
S
Aku gregeten pingin nabok Diandra aja banyak bukti masih bilang gak percaya aja.Emang ya orang bucin itu bodoh.Sudah tahu suami sama wanita lain malah ngajak pulag harusnya kuntit tu laki sampe k kediamanya pelakor.hehe.esmosi aku
2023-07-02
1
Hanipah Fitri
kan mulai terbongkar selingkuhan suaminya
2023-05-20
0