Lima

Pria itu bersandar di ambang pintu ruang makan dan memperhatikan wanita itu sejenak. Mengenakan gaun putih selutut dengan rambut sebahu yang dibiarkan digerai, wanita itu mirip dengan malaikat.

Wanita itu tengah sibuk mengitari meja untuk menata makan untuk sarapan mereka, hingga kemudian mata mereka bertemu dan wanita itu berhenti melangkah,.

Darel bergerak maju mendekati sang istri. Tatapan mata cokelat bulat kecil itu masih menyihirnya seperti biasa. Erika langsung memutus kontak mereka dan beralih pada pekerjaannya.

Darel akhirnya berdiri di belakang Erika dan aroma khas wanita itu menubruk hidungnya. Tangan pri akut bergerak ke sisi-sisi tubuh Erika, mencengkeram garis pinggangnya yang entah mengapa ia rasa mulai melebar dan melekatkan tubuh depannya ke punggung wanita itu.

“Good morning.”

“Morning.”

“Kamu sedang memasak apa?” Tanya Darel lalu mengecup pelan pipi Erika.

“Tentu saja masakan kesukaanmu,” ucap Erika sambil mengecup pipi Dare.

Darel semakin mengeratkan pelukannya. Kepalanya bahkan ia taruh pada pundak Erika. Helaan napas pria itu begitu menggelitik.

“Sepertinya aku tidak ingin pergi ke kantor. Aku ingin bersamamu.”

Darel bisa melihat rona merah di wajah wanita itu.

“Lebih baik, cepat duduk dan sarapan. Bukankah kamu punya rapat pagi ini?”

Darel mendengus, “Setiap pagi juga rapat. Akhir-akhir ini kantor ada masalah kecil.”

Darel tidak pernah fokus pada makanan, ia lebih fokus pada Erika yang terlihat lahap sarapan. Bahkan Erika terlihat menambah porsi makanannya. Darel tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut Erika.

“Makan yang banyak.”

“Kamu tidak akan membuangku ketika aku bertambah gendut kan?”

“Bagaimana bisa otak cantikmu berpikir seperti itu?”

...…...

Di siang hari, tanpa sepengetahuan Darel. Erika pergi ke rumah sakit untuk mempriksakan kondisinya. Ia tidak terlalu yakin namun ia memberanikan diri untuk memeriksakan kecurigaannya.

Erika pergi ke ginekologi.

Setelah mendaftar, Erika menunggu namanya di panggil. Ia terlihat melihat beberapa ibu yang sedang hamil. Senyumnya langsung mengembang dan tanpa sadar ia menyentuh perutnya yang masih datar.

Erika langsung kembali pada kesadarannya saat gendang telinganya mendengar namanya di panggil.

Erika langsung masuk ke dalam ruangan untuk bertemu dengan sang dokter. Begitu dokter menanyakan keluhan. Erika langsung menjelaskan apa yang menjadi permasalahan kondisinya. Lalu dokter menyarankan untuk mengambil tes kehamilan.

Erika menatap testpek yanga di tangannya. Ia menghirup napas panjang sebelum pergi ke kamar mandi. Ia melihat test tersebut berwarna merah dengan garis dua. wanita itu bisa menyimpulkan sendiri namun ia lebih tenang jika dokter yang menyimpulkannya.

“Selamat, Nyonya Erika. Sebentar lagi anda akan menjadi calon ibu.”

Tangis haru langsung membanjiri wajah Erika. Ia tidak menyangka akan secepat ini akan diberi malaikat kecil dalam rumah tangganya.

“Saya akan meresepkan vitamin. Saya sarankan untuk menjaga asupan makan. Ingat sekarang anda tidak hanya makan untuk diri anda saja namun di dalam sana ada makhluk kecil.”

“Iya dokter.”

Begitu keluar dari poli kandungan. Senyum tak pernah lepas dari wajah mungil Erika. Bahagia yang menerjangnya kali ini benar-benar membuatnya terbang sampai ke awan.

Senyum yang tadi tersungging langsung lenyap begitu matanya bersitatap dengan orang yang ingin ia hindari, Arvaz Bennedict.

“Aku ingin bicara denganmu.”

“Aku tidak mau.”

Arvaz menunduk dan menatap Erika di antara perasaan kesal dan nafsu liar untuk menerkam wanita itu. Tapi kekesalannya mengambil porsi banyak.

Erika berjalan melewati Arvaz begitu saja. Seperti tidak memberi wanita itu kesempatan untuk menghindarinya. Ia tidak akan membiarkan Erika pergi begitu saja. Pria itu langsung mencekal dan langsung beralih merangkum wajah wanita itu dan menekannya bibirnya dalam, tidak peduli dengan orang sekitarnya. Arvaz terus mencicipinya,

Erika berusaha untuk mendorong pria itu. “Apakah kamu sudah gila?”

“Aku akan semakin bertindak gila jika kamu tidak ikut denganku.”

Dan di sinilah Erika dengan banyaknya ancaman dari Arvaz, wanita itu kini berada di dalam mobil bersama Arvaz.

“Jadi bagaimana hasilnya?” Tanya Arvaz. “Apakah kamu hamil?” Tambahnya.

“Bukan urusanmu,” ucap Erika ketus.

“Baiklah, aku tidak perlu jawabanmu.”

Lalu sepersekian detik, ponsel Arvaz berbunyi. Pria itu langsung mengangkatnya.

“Bagaimana hasilnya?” Tanyanya di seberang.

Pria itu langsung menatap wajah Erika begitu orang yang di seberang melaporkan hasil dari tes yang dilakukan Erika di poli kandungan tadi. Tentu saja Arvaz langsung tersenyum. Pria itu langsung mematikan ponselnya dan tanpa sadar ia langsung memeluk Erika.

“Yakkk. Lepaskan aku!” Ucap Erika sambil mendorong tubuh Arvaz.

“Ada apa denganmu? Tentu saja aku senang saat ini. Aku akan menjadi calon ayah.”

Erika menyipitkan matanya saat perhatian Arvaz jatuh pada perutnya.

“Kamu sekarang terikat padaku lebih dari apa yang kamu bayangkan. Kamu hamil, bukan? Anak itu milikku.”

Tidak ada keraguan dari Arvaz setelah mengatakan hal yang menurut Erika konyol.

“Apakah kamu tidak waras, tentu saja ini bayiku dan suamiku.”

Arvaz terlihat marah saat bayinya diakui sebagai bayi dari orang lain. Pria itu langsung membuka kontak dan memulai panggilan. Beberapa detik kemudian, ponsel Erika berbunyi.

Wanita itu langsung membuka tasnya dan mengambil ponselnya. Saat ia menatap layar, ia bersyukur bahwa Darel meneleponnya di waktu yang tepat.

“Halo.”

“Itu dariku,” ucap Arvaz yang membuat Erika terkejut.

Jelas-jelas itu tertulis Darel yang menelepon namun panggilan itu rupanya dari Arvaz.

“Kamu…”

“Aku adalah Arvaz Bennedict yang bisa melakukan apa saja. Pesan yang kamu terima beberapa pesan dariku dan orang yang bersamamu sepanjang malam, melewati malam yang penuh dengan panas dan gairah adalah aku.”

“Kamu pasti berbohong.”

“Aku berbohong? Haruskah aku memperlihatkan foto kita saat bergumul bersama atau kamu ingin mendengar suara indahmu saat berada di bawahku?”

Bisa dibayangkan betapa marahnya Erika karena Arvaz memperlakukannya seperti itu.

“Aku tidak mempercayaimu. Semua yang kamu katakan adalah omong kosong. Aku berharap kita tidak pernah bertemu.”

Erika langsung berbalik dan ingin membuka pintu mobil namun Arvaz meraih tangannya dengan begitu cepat, membuatnya menelan kepanikannya ketika mata mereka beradu pandang. Mata pria itu terlihat buas dan untuk sesaat, Erika membeku.

Tapi ketika kesadarannya kembali, sudah terlambat baginya untuk menghindar. Mulut sinis Arvaz sudah menempel di bibirnya. Pria itu mendekapnya begitu erat sehingga napasnya sesak tertahan di dada.

Erika berusaha menggeleng dan mengerang marah, wanita itu berusaha sedaya upaya membebebaskan jalinan bibir mereka tapi tenaganya kalah jauh. Arvaz tidak lembut. Bibirnya mencium Erika keras dan brutal, memeluknya begitu ketat sehingga ia praktis menempel di tubuh yang penuh otot.

Tubuhnya mengenali pria itu dan entah kenapa otaknya memutar memori saat dirinya memadu persis seperti yang dikatakan oleh pria itu.

Apakah malam itu, pria itu benar-benar Arvaz? Kenapa aku tidak menaruh kecurigaan saat pria itu tidak mengucapkan sepatah kata pun saat kami bergumul bersama.

Kenangan malam itu berputar di dalam dirinya. Ia melebur dalam ciuman pria itu dan menikmati gairah terlarang mereka. Erika ingin membuktikan kebenarannya.

“Hen…ti..kan….”

Tangan-tangan Erika berusaha mendorong dada Arvaz, akhirnya berakhir di dalam genggaman erat Arvaz. Pergelangan tangannya dicekal sementara pria itu meneruskan kegiatannya. Dia mencium sisi lehernya dengan keras, mengigitya dengan gemas.

Terpopuler

Comments

Nenie desu

Nenie desu

2 iklan dulu kak, sudah aq favoritkan juga, jangan lupa mampir di novel aq kak"Rasa Yang terpendam "

2024-05-29

0

TK

TK

bunga untuk Thor 🌹
maaf, jarang muncul 🙏

2023-08-01

0

Catastrovhy

Catastrovhy

arvaz serem bangettt. takuttt😭

2023-06-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!