Reno menghampiri Pak Sulaiman yang sedang menunggunya di warung kopi pinggir jalan dekat Universitas bersama dengan kedua dosen yang mengajak mereka.
"Maaf lama Pak," ucap Reno sambil duduk.
"Tidak apa, kamu kenal dengan murid Sunardi?" tanya Pak Sulaiman memastikan.
Reno mengangguk dan menjawab. "Dulu pernah bertemu."
"Mas hebat loh bisa mengenal Nona Elisa," ujar salah satu Dosen.
"Maksudnya?" tanya Reno bingung.
"Hais Mas ini... Nona Elisa itu anak Herman Sanjaya, orang paling kaya di kota ini, masa Mas tidak mengenalnya?" ungkap Dosen tersebut.
Reno mengernyitkan dahi, mana mungkin dia mengenal keluarga Elisa. Sementara pertemuannya saja ketika gadis itu menjadi hantu dan dirinya masih seperti anak kecil, untung saja ingatannya tidak menghilang, sehingga ia masih mengenali Elisa.
Pak Sulaiman sedikit terkejut, ia sempat mendengar dari Sunardi kalau anak Herman sempat koma, tapi tiba-tiba menjadi muridnya.
Reno tidak perduli sama sekali kalau Elisa anak orang kaya sekalipun, lagi pula ia juga tidak pernah memandang orang dari hartanya, asalkan mau menjadi teman, baginya itu sudah lebih dari cukup.
Setelah berbincang-bincang sebentar menghabiskan kopi mereka. Pak Sulaiman dan Reno di antar pulang ke gubuk mereka.
"Terimakasih Pak Sulaiman dan Mas Reno, kami harap kalian tidak bosan jika di panggil lagi nantinya," ucap salah satu Dosen ketika Reno dan Pak Sulaiman akan turun dari mobil.
Kedua orang tersebut hanya menganggukkan kepalanya, mereka berdua turun dari mobil tersebut dan kembali ke gubuk Pak Sulaiman.
"Pak, apa di kota sering ada serangan seperti ini?" tanya Reno ketika berjalan ke gubuk.
"Kalau dikatakan sering ya sering, tapi kami tidak bisa memastikan kapan serangan tersebut datang, karena ketika serangan itu datang para roh penasaran tidak menunjukkan tanda-tanda sama sekali," jawab Pak Sulaiman tidak berdaya.
"kalau Buta Ijo yang kuat itu, apa selalu ada sosok sepertinya ketika ada serangan tersebut?" lanjutnya bertanya.
Pak Sulaiman menganggukkan kepalanya. "Ya, masih untung tadi yang kuat cuma itu, kalau ada yang lain bisa-bisanya masalahnya tidak bisa diselesaikannya cepat."
Reno mengangguk-anggukkan kepalanya, walaupun ia baru kali ini mendapatkan lawan yang tangguh, tapi ia tahu maksud Pak Sulaiman, pasalnya satu sosok kuat saja sudah bikin repot, apa lagi jika ada lebih dari satu.
Mereka berdua sampai di gubuk Pak Sulaiman, keduanya menaruh barang-barang bawaan mereka ke tempatnya masing-masing.
Reno pergi kebelakang untuk membersihkan diri di sumur tua milik Pak Sulaiman. Ketika ia sedang menimba air dari sumur, sesosok bayangan putih mendekat ke arahnya.
Hawa dingin mulai menelusuk, angin yang tadinya tidak kentara sekarang berhembus semakin kencang.
Bayangan tersebut terus mendekat ke arah Reno, tapi pria itu tetap santai menimba air didalam sumur.
Bayangan putih mengangkat tangannya, ketika akan menyentuh Reno, tiba-tiba air dari ember sengaja Reno siramkan ke belakang.
Byurrr
"Aduh!" pekik bayangan putih itu ketika di siram Reno.
"Hahahaha... kamu pikir bisa menakuti aku, Gombel!" tegur Reno sembari tertawa terbahak-bahak.
"Sialan kau Reno! Aku jadi basah kuyup begini," keluhnya kesal.
"Lah, suruh siapa mengendap-endap seperti itu, lagipula kamu itu hantu, basah seperti itu memangnya ngaruh? Dasar aneh," ucap Reno kembali menimba air.
"Eh... iya yah," ucap Gombel baru sadar.
Sosok wanita dengan ukuran gunung kembar di luar nalar itu mengeringkan tubuhnya yang terkena siraman air sumur. Wanita itu kemudian duduk ditepian sumur menemani Reno yang sedang mengisi bak mandi.
"Hari ini sepertinya kamu sedang senang, Ren?" tanya hantu tersebut.
"Perasaan kamu saja, biasanya juga aku seperti ini," jawabnya enteng.
"Tidak, kamu berbeda dari biasanya," cecar Gombel.
"Dia sedang jatuh cinta," tiba-tiba Wowo muncul di sana.
Reno menghela napas, jika Wowo muncul seluruh hantu penghuni hutan sebentar lagi pasti akan muncul, sehingga membuat Reno tidak nyaman.
Wowo juga duduk ditepi sumur menatap Reno yang tampak tidak tertarik dengan obrolan mereka.
"Ren, ceritakan tentang gadis itu," tegur Wowo sambil menyeringai.
"Jadi beneran Reno bisa jatuh cinta?" timpal Gombel penasaran.
Reno menghela napas. "Aku mau mandi, bisa tidak kalian semua pergi dari sini? Atau mau aku segel kalian kedalam botol?!" hardiknya dengan serius.
"Galak amat kau hari ini Ren," keluh Gombel tidak senang.
"Masalahnya aku mau mandi dan kalian malah berkumpul di sini? Walaupun kalian hantu tapi aku bisa melihatnya," jawab Reno kesal.
"Iya, iya kami akan pergi dari sini, tapi setelah itu cerita yah?" Gombel menaik turunkan alisnya.
Reno hanya bisa mengangguk pasrah, kalau tidak di iyakan para hantu yang sudah berkumpul di sana tidak akan pergi. Benar saja mereka mau pergi dari sana ketika Reno mengatakan akan menceritakan semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk🤣🤣🤣 hantu kok kepo dgn urusan manusia 🤦♀️
2023-09-27
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
berteman ya dengan siapa saja tK harus melihat status, harta atau rupa
2023-09-27
0
Red Ant
👍👍👍
2023-05-21
2