Elisa yang mendapatkan pelukan Reno tiba-tiba, membuatnya ikut sedih dan balas memeluk pemuda yang memang sudah mengisi hari-harinya ketika menjadi hantu.
Semenjak menduga Reno meninggal oleh warga kampung Seronok. Gadis itu ikut dengan Pak Sunardi untuk menjadi ahli pengusir roh penasaran.
Mengandalkan kemampuan bawaannya ketika menjadi hantu penasaran yang bisa melihat mahluk astral. Elisa memutuskan untuk menghabiskan waktunya membasmi para roh penasaran daripada harus menjalani kehidupan normalnya sebagai seorang gadis cantik anak dari Taipan Kota Senja.
Awalnya kedua orang tua Elisa melarang. Namun, gadis itu kekeh untuk melakukan hal tersebut, jika tidak di turuti maka ia mengancam akan bunuh diri. Karena itulah kedua orang tuanya mengijinkan hal tersebut walau terpaksa.
...***...
Reno dan Elisa masih berpelukan di taman Universitas kota Senja, mereka berdua saling melepas rindu satu sama lain karena memang keduanya sudah saling mencintai satu sama lain.
"Ren, maafkan aku karena waktu itu meninggalkanmu begitu saja," ucap Elisa masih memeluk erat pemuda tersebut.
"Kamu tidak salah, berkat itu juga sekarang aku bisa seperti ini," jawabnya lembut.
Reno melepaskan pelukan Elisa, ia menghapus air mata gadis tersebut yang membasahi pipinya, begitu juga Elisa melakukan hal yang sama.
Mereka berdua tersenyum satu sama lain, menandakan betapa bahagianya kedua insan yang sempat terpisahkan itu.
"Pak Sulaiman sudah menungguku, nanti kita ketemuan lagi, aku tidak enak membuatnya menunggu," ucapnya lembut.
"Aku ikut denganmu, boleh?" tanyanya penuh harap.
Reno menghela napas. "Mba Kunti, lebih baik jangan, kamu perlu istirahat, nanti kalau sudah sembuh kamu boleh datang ke gubug kami," ucapnya lembut.
"Iya deh, tapi jangan panggil Mba Kunti dong, namaku Elisa," keluhnya sambil menggembungkan pipi.
"Aku suka panggilan itu, karena hanya panggilan itu yang aku tahu, ya sudah aku pergi dulu," ucapnya sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan Elisa.
Gadis itu tidak rela pertemuannya dengan Reno sangat singkat, tapi karena mereka juga memiliki kesibukan masing-masing didunia Spiritual. Elisa mengerti dengan keputusan Reno.
Elisa menatap kepergian Reno sambil tersenyum-senyum sendiri, membuatnya sangat kentara kalau sedang jatuh cinta.
"Kakak gila yah?" tiba-tiba terdengar suara anak kecil menegur Elisa yang sedang menatap kepergian Reno.
Elisa reflek menoleh. Ia terkejut ketika melihat anak kecil plontos hanya mengenakan dalaman putih saja.
"Astaga tuyul!" teriaknya terkejut sambil mengeluarkan botol penyegelan.
"Kakak jahat ih... aku kan tidak usil!" ucapnya sambil menangis terisak.
"Eh... setan cilik! Kamu pikir bisa membohongiku?!" hardik Elisa.
Swuzzz
Slap
Tiba-tiba Tuyul dihadapan Elisa menjadi asap dan terserap masuk kedalam botol segel milik Pak Sunardi.
"Elisa, jangan sering-sering berinteraksi dengan mereka, bukankah aku sudah memperingatkan kamu terus," ucap Pak Sunardi tidak berdaya sambil mendekati muridnya itu.
"Maaf Pak, tiba-tiba tadi dia muncul dan mengajak bicara. Tapi Reno memiliki dua sahabat mahluk astral dan mereka tampaknya baik?" tanya Elisa penasaran.
Pak Sunardi menghela napas. "Orang-orang seperti Reno dan Sulaiman itu memiliki kemampuan Spesial, berbeda dengan kita," jawabnya sambil duduk di kursi taman tersebut.
Elisa juga ikut duduk, kemudian bertanya. "Maksud Pak Sunardi bagaimana? Bukankah kita sama-sama memiliki kemampuan melihat mahluk astral dan menggunakan energi spiritual?"
"Indra ke enam, Mata batin dan energi Spiritual yang sudah bisa mereka gunakan semenjak lahir di dunia ini, kekuatan mereka bawaan lahir, tidak seperti kita yang mendapatkannya dengan latihan," jawabnya yakin.
Elisa mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, dengan kata lain Reno sebenarnya berbakat masalah mahluk astral.
Jika di ingat-ingat lagi ketika ia bertemu dengan Reno menjadi hantu. Pria itu juga bisa memegang tubuhnya.
"Elisa, apa kamu mengenal anak muda murid Sulaiman?" tanya Pak Sunardi memastikan.
"Pak, dialah orang yang aku cari dan ceritakan selama ini," jawabnya bersemangat.
Pak Sunardi mengerutkan keningnya. "Loh, bukannya kata kamu dia sudah meninggal dan juga dia juga idiot?" tanyanya bingung.
Elisa tersenyum. "Aku juga awalnya tidak percaya Pak, karena dia tidak seperti itu lagi, tapi setelah aku tadi berbicara dengannya, itu benar-benar dia!"
"Jadi maksudmu dia sudah sembuh menjadi idiot?" tanya Pak Sunardi bingung.
Elisa menggendikkan bahunya, karena ia juga tidak menanyakan hal tersebut kepada Reno, kenapa pria itu bisa sembuh dari keterbelakangan mentalnya yang seharusnya sulit untuk di sembuhkan.
Pak Sunardi tidak banyak bertanya lagi, ia hanya mengajak Elisa pulang, mengingat hari sudah mulai sore dan lukanya juga harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pertemuan kembali antara Reno dan Elisa membuat kisah baru di antara keduanya. Kisah cinta yang awalnya berbeda dunia, kini menjadi kisah cinta dunia nyata.
Walaupun keduanya kini sudah terikat dengan kontrak sebagai pengusir roh penasaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
arya saputra
baguss..lnjut truss tak kasihh vote..
2023-05-20
2
Red Ant
👍👍👍top lah pokoknya👍👍👍
2023-05-20
2