Saat hari sudah malam dan Reno sudah terlelap. Mba Kunti keluar dari rumahnya dengan terbang menembus atap rumahnya.
Par petugas ronda yang kebetulan sedang berjalan didepan rumah Reno, mereka melihat sosok tersebut keluar dari rumahnya.
"Ju-Jurig....!" Bokir berteriak dengan tergagap.
Kedua temannya reflek menoleh ke arah rumah Reno, mereka tidak melihat apa pun di sana, selain rumah pemuda tersebut yang tampak sangat sepi.
"Gak mempan kibulanmu, Kir!" ucap Samin.
"Kamu pasti halusinasi, efek membicarakan jurig terus!" timpal teman lainnya.
"Serius, aku melihat sosok putih melayang keluar dari rumah Koplak!" ujar Bokir yakin.
"Heleh...." Samin tidak percaya dengan perkataan Bokir. Mereka kembali berjalan menyusuri jalanan kampung Seronok.
Bokir yang jelas-jelas melihat sosok Mba Kunti, pria tersebut memegang erat baju belakang Samin sambil melihat ke arah rumah Reno.
Mba Kunti tidak menyadari, kalau ia keluar dimalam hari dengan sembarangan maka sosoknya akan dilihat oleh orang-orang yang percaya akan adanya mahluk astral, karena itulah ia dengan asal keluar dari rumah Reno.
...***...
Sementara itu Mba Kunti sudah sampai di perempatan jalan, tempat ia mengingat dirinya kecelakaan di sana.
Ingatan tersebut kembali muncul, tapi kalo ini lebih kompleks, terlihat ia yang dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulan dengan kepalanya yang berlumuran darah.
"Sedang apa kamu di sini?" tiba-tiba sosok berjubah hitam yang ditemui Mba Kunti ketika memberikan pelajaran kepada para pencuri ketela Reno muncul.
Mba Kunti yang sedang memastikan kematiannya terkejut. "Astaga, kamu bikin kaget saja," jawabnya sambil mengusap dada.
Sosok tersebut hanya terdiam, ia menghampiri seorang pria paruh baya yang sedang mabuk kemudian terjatuh di trotoar. Sosok tersebut langsung menarik keluar roh pria paruh baya tersebut didalam tubuhnya secara paksa.
Mba Kunti terkejut. "Ka-Kamu malaikat?" tanyanya langsung.
Sosok itu menoleh, ia mengikat roh pria paruh baya itu yang tampak kesakitan setelah dipisahkan dari tubuhnya menggunakan rantai yang dikeluarkan dari tubuhnya.
"Kenapa memangnya kalau aku malaikat?" tanya sosok tersebut dingin.
Mba Kunti menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku tidak dibawa sepertinya?" tanyanya memastikan.
"Belum waktunya aku membawa kamu," jawab malaikat itu datar yang kemudian menghilang dari hadapan Mba Kunti bersama dengan roh pria tersebut.
Mba Kunti tentu saja bingung dengan perkataan sosok tersebut, karena ia juga roh tapi kenapa dirinya tidak di bawa olehnya.
Hantu wanita itu menghela napas tidak berdaya, ia kemudian mencari tempat duduk dan duduk sendirian di sana sambil mencaritahu potongan-potongan ingatannya.
"Sebenarnya aku ini siapa dan kenapa malaikat tersebut tidak membawaku seperti yang lainnya? Apa karena aku tidak layak di bawa?" tanyanya kepada diri sendiri sambil menatap langit malam yang dihiasi bulan bintang.
"Boleh aku duduk?" tiba-tiba seorang pria sepuh duduk di samping Mba Kunti.
Mba Kunti reflek menoleh, ia mengernyitkan dahi ketika melihat pria sepuh tersebut duduk dengan santai didekatnya sambil menatap tempat Mba Kunti kecelakaan.
"Anda bisa melihatku?" tanya Mba Kunti memastikan sambil menunjuk dirinya sendiri.
Pria sepuh tersebut tersenyum. "Sudah banyak hal yang aku lalui, sosok seperti kalian sudah sering aku lihat."
"Maksud anda?" tanya Mba Kunti bingung.
"Aku memiliki indra ke enam, bisa melihat mahluk astral yang sedang berlalu lalang di segala tempat," ujarnya yakin.
"Oh... apa anda tahu kecelakaan yang menimpaku?" tanya Mba Kunti asal.
Pria sepuh tersebut mengangguk. "Empat bulan yang lalu, kamu hampir saja mati tertabrak Kontainer."
Mba Kunti jelas saja terkejut, ternyata pria sepuh tersebut tahu kalau dirinya kecelakaan di sana, sehingga membuat sosok hantu wanita itu sangat bersemangat.
"Apa anda tahu keluargaku? Aku ingin melihat mereka untuk terakhir kalinya," tanyanya penasaran.
Pria sepuh itu mengangguk kembali. "Siapa yang tidak tahu keluarga Sanjaya di kota Senja? Keluargamu merupakan orang nomor satu di kota ini," jawabnya yakin.
"Eh... a-anda serius?" cecar Mba Kunti.
Pria sepuh mengangguk. "Pergilah ke jalan Seblak Raya, di sana kamu akan menemukan rumah mewah dan kebenaran yang sedang kamu cari semuanya ada di sana," ucap Pria sepuh tersebut yang kemudian beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.
Mba Kunti yang mendapatkan petunjuk, ia sangat senang, akhirnya bisa tahu siapa jati dirinya. Namun, ketika ia akan berterima kasih ke pria sepuh, sosok tersebut sudah menghilang dari sana tanpa jejak, membaut Mba Kunti mengernyitkan dahi.
"Siapa sebenarnya pria sepuh itu? Ah sudahlah... yang penting aku sudah tahu alamat rumahku!" ungkapnya senang dan langsung pergi ke tempat yang ditunjukan pria sepuh barusan.
Setelah Mba Kunti pergi, sosok berjubah hitam menemui pria sepuh yang memberitahu Mba Kunti.
Pria sepuh itu berubah menjadi sosok dengan jubah putih, berlawanan dengan sosok berjubah hitam.
"Kenapa kamu memberitahunya? Bukankah kamu bilang akan memberikannya sedikit pelajaran agar tidak menjadi manusia yang sombong lagi?" tanya sosok berjubah hitam.
Sosok berjubah putih tersenyum. "Hukumannya sudah cukup, selama empat bulan ini dia sudah merasakan kesepian, dan aku juga ingin melihat apakah dia layak dimaafkan atau tidak jika berhasil kembali ke tubuhnya."
Sosok berjubah hitam hanya menatapnya sosok berjubah putih dengan heran, pasalnya malaikat tertinggi itu malah memaafkan manusia begitu saja, padahal biasanya ia sangat cuek dengan manusia.
"Terserah kamu saja, aku akan membawa mereka dulu," ucap sosok berjubah hitam membawa puluhan roh yang cabut dari tubuhnya malam ini.
Sosok berjubah putih hanya mengangguk, mereka berdua menghilang dari tempat tersebut bersamaan kembali ke alam mereka.
Sementara itu sesuai dengan informasi yang diberikan pria sepuh, malam itu juga Mba Kunti pergi ke jalan Seblak Raya yang ternyata lokasinya tidak jauh dari pasar Senja.
Mba Kunti tertegun melihat rumah mewah yang tidak lain rumahnya, ia melihat dari luar gerbang dengan mata yang berbinar-binar karena sudah tidak sabar bertemu keluarganya.
Dengan semangat Mba Kunti langsung masuk kedalam gerbang. Namun, ketika ia mau menerobos masuk, ternyata sekeliling rumah sudah dipasang pagar gaib, sehingga membuat sosok tersebut terpental ke belakang.
"Aduh!" pekiknya kesakitan.
Guk... Guk... Guk....!
Bersamaan dengan itu dua ekor anjing penjaga rumah menggonggong ke arahnya, mereka menatapnya dengan tajam.
Sontak saja Security penjaga rumah yang mendengar gonggongan anjing-anjing penjaga terkejut, mereka bergegas ke gerbang, tapi Security tidak melihat apa pun di sana.
"Kenapa dengan anjing-anjing ini? Tidak biasanya mereka bertingkah aneh?" ucap salah satu Security.
"Entahlah, padahal tidak apa-apa di sini," timpal Security lainnya.
"Apa mungkin ada hantu?" tukas Security pertama.
"Huus... mana ada, rumah ini tidak mungkin bisa dimasuki hantu," jawab Security satunya.
Mereka berdua masih penasaran, kenapa anjing-anjing tersebut masih terus menggonggong ke depan gerbang.
Mba Kunti yang menyadari mustahil untuk masuk ke sana, ia lebih memilih pergi dari sana dan kembali ke rumah Reno.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Kardi Kardi
ohhhh mbanya tadinya begitu tohhh. but somebody can change better or bad
2023-05-23
3
Red Ant
👍👍👍😁👍👍👍
2023-05-16
2