Rasa Kehilangan Elisa

Elisa mengutuk kekejaman warga kampung Seronok, mereka seolah tidak memiliki hati sama sekali menindas pemuda yang tidak bersalah.

Gadis itu masih menangis histeris di pelukan ibunya, karena pria yang merawatnya ketika sedang menjadi hantu itu mendapatkan masalah serius.

Herman mengepalkan tangannya. "Hendri, kamu interogasi salah satu warga, paksa mereka untuk bicara dengan cara apa pun, agar mau buka mulut!" perintahnya tegas.

"Baik Bos!" jawabnya lugas yang langsung menjalankan perintah bosnya.

Hendri bergegas menjalankan perintah bosnya, ia pergi ke kampus Seronok lagi untuk menemukan informasi tentang Reno.

"Ayah, apa kita tidak menertibkan kampung tersebut?" tanya Aris yang juga ikut geram.

Herman menggelengkan kepalanya. "Banyak hal yang membuat kampung tersebut selama ini tidak tersentuh oleh pihak berwajib, kelak kamu akan mengetahuinya, kita cukup mencaritahu dimana pemuda itu berada, kalau masih hidup syukur, kalau sudah tidak ada, setidaknya kita harus menemukan jasadnya," jawabnya tidak berdaya.

Elisa semakin menangis histeris ketika mendengar pernyataan Ayahnya. "Reno pasti masih hidup Ayah, cari dia sampai ketemu!" raung Elisa.

Sulastri memeluk erat anaknya. "Iya sayang, Hendri pasti akan menemukan Reno."

Hati orang tua mana yang tidak tersayat ketika melihat anaknya menangis seperti itu, apalagi ia baru bangun dari komanya.

Herman hanya bisa mengepalkan tangannya, kenapa nasib putrinya bisa begitu pahit. Pria paruh baya itu sangat yakin kalau anaknya jatuh hati dengan pemuda yang katanya keterbelakangan mental tersebut dari cara dia mengekspresikan kesedihannya.

Walaupun Herman tidak tahu pasti kenapa anaknya bisa jatuh hati dengan pemuda seperti itu, tapi ia yakin kalau sosok pemuda tersebut sangat berarti untuk anaknya.

Hendri pun sampai di kampung Seronok, ia menyuruh anak buahnya untuk menculik salah satu warga kampung Seronok dan menginterogasi nya.

Benar saja ketika ia mengintrogasi nya, Hendri sangat terkejut dengan sifat binatang warga kampung tersebut, pasalnya orang yang mereka pukuli keterbelakangan mental.

Hendri membawa orang itu, ketempat dimana para warga membuang Reno. Mereka pun menuju hutan belantara kota Senja.

Mereka menemukan bekas karung yang dipakai untuk membawa Reno sudah tercabik-cabik oleh cakaran hewan buas, sehingga Hendri menyimpulkan kalau Reno sudah tewas, ia membawa karung yang berlumuran darah tersebut sebagai bukti ke tuannya dan meninggalkan warga kampung yang mereka culik begitu saja dihutan agar dimakan binatang buas.

...***...

Tindakan Hendri begitu cepat, ia langsung bergegas pulang ke rumah bosnya dengan membawa karung tersebut. Ia sampai dikediaman bosnya ketika sudah malam hari.

"Bos, kita terlambat," ucapnya yang langsung mengeluarkan karung yang tercabik-cabik oleh binatang buas.

"Apa maksudmu?" tanya Herman penasaran.

"Karung ini, tempat dimana Reno di buang ke pinggir hutan, ketika kami sampai di sana tubuhnya sudah tidak ada dan hanya ada ini saja bos, kemungkinan...." Hendri tidak berani lanjut berbicara.

"Tidak, tidak, tidak! Reno masih hidup! Bu, Reno masih hidupkan?" Elisa bertanya dengan air mata yang bercucuran.

"Sayang tenanglah, kamu harus bersabar menerima kenyataan ini," ucap Sulastri lembut.

"Reno Bu... Reno...." Elisa tidak bisa menerima kenyataan kalau Reno telah tewas.

Herman juga tidak bisa berkata-kata, ia hanya bisa menatap putrinya dengan lidah yang kelu, suaranya seolah tercekat melihat sang putri terus menangis semenjak mendengar berita Reno.

Gadis tersebut tidak henti-hentinya menangisi kepergian Reno. Kini dirinya sudah hidup kembali, tapi pemuda yang mulai memiliki hatinya malah meninggalkan dirinya. Ia menyalahkan dirinya karena begitu bodoh tidak langsung membawa Reno ke rumahnya.

Keluarga Sanjaya lagi-lagi mendapatkan sebuah cobaan berat, setelah putrinya yang koma terbangun, sekarang malah gadis tersebut mengalami tekanan mental, sehingga membuat seluruh keluarga tersebut benar-benar sangat sedih.

...***...

Sementara itu ditempat Reno berada, pemuda tersebut sedang duduk di ranjangnya, karena rasa sakitnya sudah sedikit berkurang.

"Kakek darimana?" tanya Reno ketika melihat Pak Sulaiman baru pulang.

Pak Sulaiman tersenyum. "Kerja ka...."

"Kek, itu di belakangmu ada Jurig!" seru Reno sebelum pria sepuh tersebut selesai bicara, sambil menunjuk sosok Genderuwo mengikuti dibelakang Pak Sulaiman.

Pak Sulaiman tersenyum. "Tenang saja dia tidak jahat, dia sering membantu pekerjaan ku," jawabnya santai.

Reno menelan ludah, ini pertama kalinya ia melihat sosok hantu dengan pemikiran normalnya, karena itulah ia sangat ketakutan, berbeda ketika dulu ia mengalami keterbelakangan mental.

Genderuwo tersebut berubah menjadi anjing hitam dan duduk didekat Pak Sulaiman, sontak saja Reno terkejut.

"Ternyata kamu memiliki mata batin juga, pantas saja tuanku mau memungut mu," ucap sosok tersebut.

Reno membelalakkan matanya lebar, ia terkejut karena melihat hantu yang bisa bicara dengannya seperti itu. Kalau saja ia tidak terluka mungkin sudah lari tunggang langgang.

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

melarikan diri dari hantu pun membutuhkan tenaga ya Reno🤔🤭

2023-09-26

0

Edi Porwanto

Edi Porwanto

jam berapa biasa up nya thor

2023-05-18

1

Miptah Grab

Miptah Grab

gaaaaaaaaaaaskeun thor

2023-05-18

1

lihat semua
Episodes
1 Reno Mubarok
2 Amanah
3 Nasib Buruk Terus Berdatangan
4 Mba Kunti Ngamuk
5 Bertemu Malaikat?
6 Hoax Atau Fakta
7 Sepotong Ingatan Mba Kunti
8 Si Polos
9 Petunjuk
10 Kepentok Ranjang Samai Melepuh?
11 Antara Senang dan Sedih
12 Kejam
13 Kampung Gila
14 Rasa Kehilangan Elisa
15 Pengusir Hantu
16 Kerasukan Masal
17 Lawan Yang Tangguh
18 Pertemuan Kembali
19 Saling Melepaskan Rindu
20 Pembicaraan Absurd dengan Hantu
21 Motivasi
22 Kebenaran
23 Hutan Kaliwungu
24 Ujian
25 Pertarungan Pewaris
26 Kehilangan
27 Salah Terka
28 Kontrakan Angker?
29 Tempat Tinggal Angker
30 Tuyul Gaje
31 Bertemu Kenalan
32 Kecupan Maaf
33 Wanita Pilihan
34 Salah Paham?
35 Kebenaran Ibu Meysia?
36 Kebenaran Setelah Dua Puluh Tahun
37 Kisah Tragis
38 Kebersamaan Yang Indah
39 Sosok Kuat
40 Ifrit Menang Mudah
41 Siapa Dia?
42 Pertanyaan Mendadak
43 Reno yang Dewasa
44 Pengalihan
45 Sosok Yang tidak di Ketahui
46 Bucin
47 Serangan
48 Tubuh Dua Alam
49 Tekad
50 Rencana yang Salah
51 Elisa Sakit?
52 Hari Pernikahan
53 SAH!
54 Perang Jin
55 Serangan Langsung
56 Munculnya Masa Lalu Elisa
57 Jin Pemakan Jiwa
58 Kesedihan dan Keberanian
59 Parade Hantu?
60 Terbukanya Portal Gaib
61 Herman dan Dua Satpamnya
62 Soleh
63 Penyegelan Portal Gaib
64 Ibu Reno?
65 Penyesalan
66 Kemesraan
67 Elisa Hamil?
68 Suram
69 Kebetulan
70 Kenyataan yang tidak di Inginkan
71 Kabar Gembira
72 Tidak Terduga
73 TAMAT
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Reno Mubarok
2
Amanah
3
Nasib Buruk Terus Berdatangan
4
Mba Kunti Ngamuk
5
Bertemu Malaikat?
6
Hoax Atau Fakta
7
Sepotong Ingatan Mba Kunti
8
Si Polos
9
Petunjuk
10
Kepentok Ranjang Samai Melepuh?
11
Antara Senang dan Sedih
12
Kejam
13
Kampung Gila
14
Rasa Kehilangan Elisa
15
Pengusir Hantu
16
Kerasukan Masal
17
Lawan Yang Tangguh
18
Pertemuan Kembali
19
Saling Melepaskan Rindu
20
Pembicaraan Absurd dengan Hantu
21
Motivasi
22
Kebenaran
23
Hutan Kaliwungu
24
Ujian
25
Pertarungan Pewaris
26
Kehilangan
27
Salah Terka
28
Kontrakan Angker?
29
Tempat Tinggal Angker
30
Tuyul Gaje
31
Bertemu Kenalan
32
Kecupan Maaf
33
Wanita Pilihan
34
Salah Paham?
35
Kebenaran Ibu Meysia?
36
Kebenaran Setelah Dua Puluh Tahun
37
Kisah Tragis
38
Kebersamaan Yang Indah
39
Sosok Kuat
40
Ifrit Menang Mudah
41
Siapa Dia?
42
Pertanyaan Mendadak
43
Reno yang Dewasa
44
Pengalihan
45
Sosok Yang tidak di Ketahui
46
Bucin
47
Serangan
48
Tubuh Dua Alam
49
Tekad
50
Rencana yang Salah
51
Elisa Sakit?
52
Hari Pernikahan
53
SAH!
54
Perang Jin
55
Serangan Langsung
56
Munculnya Masa Lalu Elisa
57
Jin Pemakan Jiwa
58
Kesedihan dan Keberanian
59
Parade Hantu?
60
Terbukanya Portal Gaib
61
Herman dan Dua Satpamnya
62
Soleh
63
Penyegelan Portal Gaib
64
Ibu Reno?
65
Penyesalan
66
Kemesraan
67
Elisa Hamil?
68
Suram
69
Kebetulan
70
Kenyataan yang tidak di Inginkan
71
Kabar Gembira
72
Tidak Terduga
73
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!