Sosok yang merasuki tubuh pria yang sedang di duduki Reno tenaganya sangat kuat, walaupun sudah di bantu Wowo dan Giojo, tap sosok tersebut masih meronta.
Gadis yang di tolong Reno dengan luka akibat terkena pecahan kaca juga bergegas membantu. Ia mengeluarkan sebuah benang yang sudah dilumuri darah binatang, kemudian membacakan mantra dan mengikat kedua kaki pria tersebut.
"Cepat! tancapkan pasaknya lebih dalam!" perintah gadis itu tegas.
Reno mengangguk, ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menancapkan pasak tersebut lebih dalam.
Sosok yang merasuki pria itu meraung keras, Wowo dan Giojo dengan sekuat tenaga mengeluarkan sosok tersebut dari pria yang dirasukinya.
Swuzz
Bruak
Bruak
Wowo, Giojo, Reno dan gadis yang bersama mereka terhempas puluhan meter kebelakang.
Sosok tersebut memang berhasil dikeluarkan. Namun, Reno dan yang lainnya terkejut ketika melihat sosok tinggi besar dengan tubuh berwarna hijau, mata yang melotot, taring panjang atas bawah keluar dari mulutnya.
"Hahahaha... kalian akan menjadi budak-budak ku!" geramnya dengan suara lantang.
Reno berdiri kembali, ia membantu gadis yang di tolongnya untuk berdiri. Wowo dan Giojo juga mendekat kearahnya.
"Ren, lawan kita sangat kuat!" seru Wowo yang nampak kesakitan.
Sosok tersebut menatap tajam ke arah Reno dan yang lainnya. Ia menyeringai menakutkan membuat pria itu begidik ngeri.
Gadis di samping Reno tidak takut sama sekali dengan sosok tersebut, fokusnya sekarang hanya memerhatikan Reno dari dekat. Ia yakin kalau pemuda di sampingnya merupakan orang yang selama ini di carinya.
"Wo, apa kamu tahu kelemahan dia?" tanya Reno yang sedikit cemas, pasalnya ia belum pernah melawan sosok roh penasaran yang kuat sepertinya.
"Incar perutnya, gunakan pasak penghancur, segel tidak akan bisa mengalahkannya," ujar gadis di samping Reno.
Reno menoleh melihat gadis itu, ia bertanya-tanya dalam hati apakah gadis itu sama dengannya yang memiliki indra ke enam.
Gadis tersebut juga melihat Reno, tatapan mereka bertemu. Si gadis tersenyum simpul membuat Reno sedikit salah tingkah, apa lagi gadis tersebut sangatlah cantik.
"Awas!" Wowo langsung mendorong Reno, sementara Giojo mendorong si gadis, ketika sosok tersebut meluncurkan sebuah serangan.
Duaarr
Terdengar suara ledakan besar ketika tangan sosok tersebut yang di ayunkan ke Reno dan yang lainnya menyentuh tanah.
"Jangan melamun, bodoh!" tegur Wowo kesal.
"Maaf-maaf, aku tidak fokus tadi," balas Reno sambil tersenyum.
Wowo mendengus kesal. "Aku akan mengalihkan perhatiannya dengan Giojo, kaum fokus mengincar perutnya!" perintahnya sembari menyerang sosok kuat itu.
Giojo juga melakukan hal yang sama dengan Wowo, mereka berdua mengalihkan perhatiannya agar Reno bisa menyerang sosok tersebut.
Benar saja perhatian sosok Buta ijo itu teralihkan oleh Wowo dan Giojo yang terus menerus menyerang dan berkelit.
Reno menghirup napas dalam-dalam, ia memegang pasak penghancur Iblis dengan erat kemudian berlari ke arah sosok tersebut.
Melihat keberanian di Reno, gadis itu merasa heran, karena jika pemuda tersebut memang orang yang dikenalnya, seharusnya dia sudah ketakutan, di tambah ia juga tidak seperti orang keterbelakangan mental, sehingga membuatnya bingung.
"Apa benar dia Reno yang aku kenal? Tapi kenapa dia berbeda, tidak seperti Reno yang dulu?" gumam gadis itu.
"Elisa, kamu tidak apa-apa?" tegur Pak Sunardi.
Elisa menoleh, ia melihat Pak Sunardi bersama dengan Pak Sulaiman. "Saya tidak apa-apa Pak, bagaimana kondisi yang lainnya?"
"Mereka semua sudah berhasil di sadarkan berkat bantuan Pak Sulaiman, sekarang tinggal dia saja," ungkap Pak Sunardi yang melihat Reno dan partnernya sedang melawan buta ijo.
"Sulaiman, apa dia murid yang kamu katakan itu?" tanya Sunardi yang kagum melihat Reno.
Pak Sulaiman tersenyum. "Seperti itulah, bagaimana apa kamu juga tertarik dengannya?"
"Energi Spiritualnya cukup banyak, dia juga tampaknya sudah mahir menggunakannya, kamu memiliki penerus yang dapat di andalkan," puji Pak Sunardi.
"Lebih baik memujinya nanti saja, kita singkirkan mahluk bodoh itu terlebih dahulu!" seru Pak Sulaiman yang langsung mengeluarkan puluhan jarum pengikat.
Energi spiritual Pak Sulaiman berubah menjadi benang-benang yang terhubung dengan jarum-jarum yang di keluarkan nya.
Pak Sunardi juga mengeluarkan sebuah selendang merah, mereka berdua mengangguk dan melesat ke arah Buta Ijo.
"Reno menyingkir!" teriak Pak Sulaiman.
Reno menoleh ke belakang, ia melihat gurunya yang bersiap melepaskan jarum-jarum pengikat, ia langsung mengangguk mengerti dan menghindar dari sana.
Jarum-jarum tersebut dilemparkan seketika melilit tubuh buta Ijo dengan benang energi spiritual.
Tidak sampai di situ saja, pak Sunardi m lemparkan selendang merahnya yang berubah memanjang dan melilit sosok tersebut juga.
Brug
Buta Ijo langsung ambruk ke tanah, ketika seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan karena terlilit dua senjata pengikat.
"Reno sekarang!" teriak Pak Sulaiman
Reno mengangguk, ia melompat ke arah perut Buta Ijo sambil menancapkan pasak penghancur dengan sekuat tenaga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Sang
cowok kok pakai selendang, jangan-jangan kalo malem Sunarti nih
2023-11-19
1
Kardi Kardi
bruk cepppp. nancep lo ijoooo
2023-05-23
3
Red Ant
👍👍👍mantap thor👍👍👍
2023-05-20
2