Hoax Atau Fakta

Reno sedang diam di kamarnya sambil mendengarkan radio usang peninggalan neneknya, hanya itu hiburan yang ia punya sekarang.

"Ren, aku boleh masuk?" tanya Mba Kunti yang ada diluar kamar Reno.

"Jangan Mba! Biar, Reno yang keluar!" sahut pemuda tersebut yang bergegas keluar dari kamarnya.

Mba Kunti menunggu di depan pintu kamar Reno dengan sabar, pasalnya ia tahu kalau pria yang sekarang dijaganya itu tidak suka dirinya masuk kedalam kamar miliknya.

"Mba Kunti sudah pulang dari kantor?" tanyanya pongah.

"Baru saja pulang, oh iya... mba punya sesuatu buat kamu," jawabnya lembut.

"Sesuatu? Apa itu Mba?" tanyanya penasaran.

Kunti tersenyum. "Kamu ikut denganku," ucapnya lembut seraya mengajak Reno ke belakang rumah.

Pemuda keterbelakangan mental itu dengan bersemangat mengikuti Mba Kunti. Ia yang belum pernah diberikan sesuatu oleh seseorang tentu saja sangat berharap bisa mendapatkan hadiah dari wanita hantu itu.

"Coba kamu angkat batu itu Ren!" perintah Kunti lembut sambil menunjuk batu yang ada dibelakang rumah Reno.

Reno menggembungkan pipinya. "Kirain mau memberi apa, taunya cuma batu saja," gerutunya kesal.

Kunti tersenyum. "Angkat dulu baru nanti bicara," ucapnya lembut.

"Iya, iya...." Reno dengan malas mengangkat batu tersebut, betapa terkejutnya Reno ketika melihat banyak uang dibawah batu itu. "Uang, kenapa banyak uang di sini?" tanya Reno bingung.

"Itu uang buat kamu, ambil lah!" perintah Kunti.

"Seriusan Mba? Tapi ini banyak banget, aku tidak tahu uang ini buat apa?" tanyanya bingung sambil mengambil uang-uang tersebut.

"Besok, kita akan pergi ke pasar, untuk membeli beras dan keperluan lainnya," ucapnya lembut.

"Beli baju juga yah Mba, Reno pengen baju baru," rengeknya manja.

"Iya, nanti beli baju juga," jawabnya sambil tersenyum.

"Asyik...."Reno reflek memeluk hantu wanita itu.

Mba Kunti terkejut dengan perlakuan Reno, walaupun ia hantu tapi ia merasa malu dipeluk oleh pria yang sebenarnya seumuran dengannya itu.

Mungkin ia tidak tahu kalau dirinya masih hidup, tapi perasaannya sangat peka terhadap pria, apalagi sosok yang memeluknya mulai membuatnya sedikit menumbuhkan rasa tanpa sadar.

"Sudah Ren, aku mau istirahat dulu," elak Mba Kunti yang langsung masuk kedalam rumah dan kamarnya.

Reno yang pelukannya dilepaskan Mba Kunti begitu saja, membuatnya bingung. Pemuda tersebut menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak tahu sama sekali kalau hantu yang dipeluknya itu sedang salah tingkah.

Reno mengabaikan itu, ia sambil tersenyum-senyum sendiri masuk kedalam rumah dan kembali ke kamarnya sambil mendengarkan radio usang nya.

Sementara itu Mba Kunti sedang memegang dadanya yang berdebar-debar karena dipeluk Reno.

"Kenapa jadi begini? Bukankah aku hantu? Perasaan aneh apa ini, masa iya aku jatuh cinta?"

Hantu tersebut bertanya-tanya sendiri, ia sangat yakin perasaan yang sedang di alaminya itu seperti orang yang sedang jatuh cinta. Namun, ia juga mengingat kalau dirinya merupakan roh penasaran, aneh rasanya jika sampai jatuh cinta pada orang yang masih hidup.

Reno dan Mba Kunti memiliki pemikiran masing-masing, mereka berdua sama-sama sedang senang, hanya saja bedanya yang satu senang karena akan pergi ke pasar, yang satu karena perasaan cinta.

Apakah benar cinta itu tidak mengenal perbedaan? Seperti yang terjadi dengan Mba Kunti kepada Reno?

Kemungkinan tersebut mungkin benar adanya, mengingat sang malaikat saja bilang kalau sosok Mba Kunti masih hidup sebenarnya.

...***...

Malam harinya ditempat orang-orang yang di ganggu Mba Kunti, mereka semua benar-benar takut keluar dari rumah, bahkan pencuri ketela Reno yang lukanya paling parah, tidak berani keluar kamar sama sekali, karena takut didatangi hantu itu lagi.

"Pak, apa bener Sobrud tewas karena melihat hantu?" tanya istri Warno kepada suaminya.

"Bener Bu, kami semua melihatnya sendiri, dan anehnya Bu, Bapak yakin kalau hantu itu yang menakuti Bapak saat di rumah Koplak!" jawabnya dengan yakin.

"Loh, masa sih pak? Jangan bikin takut Ibu kamu Pak!" bentak istrinya yang mulai ketakutan.

"Serius Bu, Bapak saja takut mau ke rumah Reno lagi, jangan-jangan tuh bocah sudah temenan sama jurig! Hiiihh...." Warno menggigil ketakutan membayangkan Reno berteman dengan Kunti.

Istrinya langsung merinding dan memeluknya, mereka berdua benar-benar ketakutan karena kejadian tadi siang.

Bukan hanya Warno saja yang ketakutan, seluruh warga kampung Seronok juga semuanya ketakutan, mereka semua tidak berani keluar malam itu. Hanya mereka yang jadwal ronda saja yang berani keluar malam.

"Itu cerita para tukang judi bener gak sih?" tanya Bokir penasaran.

"Halah, jangan didengarkan, paling itu hanya akal-akalan saja agar tidak di duga temannya mati karena kalah judi," jawab Samin yakin.

"Bener itu, mana ada Jurig siang bolong," timpal Wardi percaya diri.

"Iya juga yah," Bokir manggut-manggut mengerti.

Ketiga orang tersebut mengira kalau cerita yang dikatakan Warno dan antek-anteknya hanyalah omong kosong, pasalnya mereka tidak percaya sama sekali ada hantu yang mengobrak-abrik tempat judi. Tapi berita itu seduh tersebar luas, sehingga para warga ketakutan dengan cerita tersebut.

...***...

Sementara itu disebuah rumah yang letaknya tidak jauh dari pasar kota Senja yang berdekatan dengan kampung Seronok.

Terlihat seorang gadis yang terbaring lemah di ranjang dengan berbagai alat bantu penopang kehidupan yang menempel ditubuhnya.

Wajah gadis itu sangat mirip sekali dengan Mba Kunti, sama persis tidak ada yang berbeda sedikitpun.

"Elisa, sudah empat bulan kamu koma, apa kamu tidak kangen dengan Ibu?" seorang wanita paruh baya mengusap puncak kepala anaknya itu dengan raut wajah sedih.

"Bu, lebih baik Ibu beristirahat dulu, biarkan Aris yang gantian menjaga Elisa," ucap pria dewasa yang merupakan Kakak gadis tersebut.

"Sebentar lagi Nak," jawab sang Ibu lemah.

Aris hanya bisa menghela napas berat sambil mengusap-usap bahu Ibunya. Ia melihat sang adik yang sedang terbaring lemah ditempat tidurnya.

Pria itu masih mengingat jelas bagaimana adiknya sampai seperti itu. Ia yang waktu itu sedang bekerja di kantor, tiba-tiba dapat telepon dari rumah kalau Elisa tertabrak sebuah kontainer saat sedang naik motor.

Awalnya semua orang ragu kalau Elisa akan selamat, mengingat tabrakan tersebut sangatlah keras. Namun, takdir berkata lain Elisa berhasil selamat, walaupun ia harus koma seperti sekarang.

Elisa mendapatkan perawatan di rumah sakit selama satu bulan penuh, hingga luka-lukanya membaik, setelah semua lukanya membaik, keluarganya memutuskan untuk merawatnya di rumah, mereka pikir jika Elisa di rumah akan cepat sadar, tapi sampai sekarang gadis itu masih tetap koma.

Kedua orang tua dan Kakaknya sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan apapun untuk menyembuhkannya, tapi upaya mereka selalu gagal, karena penyakit Elisa sebenarnya tidak bisa di jelaskan dengan medis.

Hingga akhirnya keluarga Elisa hanya bisa pasrah, mereka berharap ada keajaiban sehingga anaknya bisa bangun dari komanya.

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

Elisa to nama nya, berarti bukan kunti, tapi arwah yg lieur yg cari jasad nya🤭

2023-09-03

0

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

yaelah mbak kunti sedang jatuh cinta

2023-09-03

0

Santiago Munezz

Santiago Munezz

iy ya

2023-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Reno Mubarok
2 Amanah
3 Nasib Buruk Terus Berdatangan
4 Mba Kunti Ngamuk
5 Bertemu Malaikat?
6 Hoax Atau Fakta
7 Sepotong Ingatan Mba Kunti
8 Si Polos
9 Petunjuk
10 Kepentok Ranjang Samai Melepuh?
11 Antara Senang dan Sedih
12 Kejam
13 Kampung Gila
14 Rasa Kehilangan Elisa
15 Pengusir Hantu
16 Kerasukan Masal
17 Lawan Yang Tangguh
18 Pertemuan Kembali
19 Saling Melepaskan Rindu
20 Pembicaraan Absurd dengan Hantu
21 Motivasi
22 Kebenaran
23 Hutan Kaliwungu
24 Ujian
25 Pertarungan Pewaris
26 Kehilangan
27 Salah Terka
28 Kontrakan Angker?
29 Tempat Tinggal Angker
30 Tuyul Gaje
31 Bertemu Kenalan
32 Kecupan Maaf
33 Wanita Pilihan
34 Salah Paham?
35 Kebenaran Ibu Meysia?
36 Kebenaran Setelah Dua Puluh Tahun
37 Kisah Tragis
38 Kebersamaan Yang Indah
39 Sosok Kuat
40 Ifrit Menang Mudah
41 Siapa Dia?
42 Pertanyaan Mendadak
43 Reno yang Dewasa
44 Pengalihan
45 Sosok Yang tidak di Ketahui
46 Bucin
47 Serangan
48 Tubuh Dua Alam
49 Tekad
50 Rencana yang Salah
51 Elisa Sakit?
52 Hari Pernikahan
53 SAH!
54 Perang Jin
55 Serangan Langsung
56 Munculnya Masa Lalu Elisa
57 Jin Pemakan Jiwa
58 Kesedihan dan Keberanian
59 Parade Hantu?
60 Terbukanya Portal Gaib
61 Herman dan Dua Satpamnya
62 Soleh
63 Penyegelan Portal Gaib
64 Ibu Reno?
65 Penyesalan
66 Kemesraan
67 Elisa Hamil?
68 Suram
69 Kebetulan
70 Kenyataan yang tidak di Inginkan
71 Kabar Gembira
72 Tidak Terduga
73 TAMAT
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Reno Mubarok
2
Amanah
3
Nasib Buruk Terus Berdatangan
4
Mba Kunti Ngamuk
5
Bertemu Malaikat?
6
Hoax Atau Fakta
7
Sepotong Ingatan Mba Kunti
8
Si Polos
9
Petunjuk
10
Kepentok Ranjang Samai Melepuh?
11
Antara Senang dan Sedih
12
Kejam
13
Kampung Gila
14
Rasa Kehilangan Elisa
15
Pengusir Hantu
16
Kerasukan Masal
17
Lawan Yang Tangguh
18
Pertemuan Kembali
19
Saling Melepaskan Rindu
20
Pembicaraan Absurd dengan Hantu
21
Motivasi
22
Kebenaran
23
Hutan Kaliwungu
24
Ujian
25
Pertarungan Pewaris
26
Kehilangan
27
Salah Terka
28
Kontrakan Angker?
29
Tempat Tinggal Angker
30
Tuyul Gaje
31
Bertemu Kenalan
32
Kecupan Maaf
33
Wanita Pilihan
34
Salah Paham?
35
Kebenaran Ibu Meysia?
36
Kebenaran Setelah Dua Puluh Tahun
37
Kisah Tragis
38
Kebersamaan Yang Indah
39
Sosok Kuat
40
Ifrit Menang Mudah
41
Siapa Dia?
42
Pertanyaan Mendadak
43
Reno yang Dewasa
44
Pengalihan
45
Sosok Yang tidak di Ketahui
46
Bucin
47
Serangan
48
Tubuh Dua Alam
49
Tekad
50
Rencana yang Salah
51
Elisa Sakit?
52
Hari Pernikahan
53
SAH!
54
Perang Jin
55
Serangan Langsung
56
Munculnya Masa Lalu Elisa
57
Jin Pemakan Jiwa
58
Kesedihan dan Keberanian
59
Parade Hantu?
60
Terbukanya Portal Gaib
61
Herman dan Dua Satpamnya
62
Soleh
63
Penyegelan Portal Gaib
64
Ibu Reno?
65
Penyesalan
66
Kemesraan
67
Elisa Hamil?
68
Suram
69
Kebetulan
70
Kenyataan yang tidak di Inginkan
71
Kabar Gembira
72
Tidak Terduga
73
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!