Sayangnya walaupun Reno sudah sekuat tenaga menancapkan pasak tersebut, tapi pasaknya tidak mau menembus perut sosok tersebut yang sangat kuat.
Elisa yang melihat itu langsung berlari kearah Reno, ia melompat ke perut Buta ijo kemudian memegang pasak tersebut bersama Reno. Elisa menganggukkan kepalanya.
Reno tahu apa maksudnya, ia juga mengangguk mengalirkan energi spiritualnya bersamaan dengan Elisa.
"Haaa!" teriak keduanya yang terus mendorong pasak penghancur dengan kuat menggunakan energi Spiritual mereka berdua.
"Bedebah kalian! Arghh ...." Buta ijo meraung kesakitan saat pasak penghancur mulai menelusuk menembus kulit perutnya.
Duar
Ledakan besar terjadi, perut Buta ijo meledak bersamaan menghilangnya sosok tersebut. Pak Sulaiman dan Sunardi menarik senjata mereka, sementara itu terlihat Reno dan Elisa terbaring di tanah bersamaan.
Hos... Hos....
Terdengar napas keduanya terengah-engah, karena mengeluarkan banyak energi spiritual sambil menatap langit yang tadinya gelap mulai terang kembali.
Pak Sulaiman dan Sunardi tersenyum simpul melihat murid-muridnya mereka berhasil mengalahkan buta Ijo yang merupakan roh penasaran jahat tingkat tinggi.
Wowo dan Giojo kembali ke tempat persemayaman mereka yang ada di tas Reno untuk memulihkan energi spiritual masing-masing.
...***...
Pak Sulaiman, Sunardi, Reno dan Elisa berada di ruang guru, mereka berempat dipanggil ke sana untuk membahas kelanjutan masalah kesurupan masal tersebut.
"Pak Sunardi, apa anda yakin tidak akan ada kejadian seperti ini lagi?" tanya Rektor cemas, pasalnya nama Universitas yang menjadi taruhan jika ada masalah seperti itu lagi.
"Aku tidak bisa menjaminnya, tapi nanti aku akan memasang pagar gaib, untuk meminimalisir kejadian seperti ini terulang kembali," jawabnya bijaksana.
Rektor mengangguk mengerti, ia menyodorkan amplop coklat ke Pak Sunardi. "Terimakasih banyak atas bantuan kalian, hanya ini yang bisa saya berikan," ucapnya sopan.
Reno tanpa permisi mengambil amplop tersebut. "Terimakasih," jawabnya santai.
Pak Sunardi dan Elisa mengerutkan keningnya, sementara Pak Sulaiman hanya bisa menghela napas tidak berdaya.
Reno melihat isi uang tersebut yang kira-kira mencapai sepuluh juta perak, pria itu mengambil dua juta perak dan mengembalikan sisanya untuk Pak Sunardi.
"Aku ambil jatah kami saja, sisanya buat kalian," ucap Reno santai sambil mengembalikan amplop tersebut kepada Pak Sunardi. "Pak, kita pulang sekarang," lanjutnya yang langsung beranjak dari duduknya.
Pak Sulaiman menghela napas melihat kelakuan Reno."Maafkan murid saya, tapi dia tidak mengambil lebih, dia hanya mengambil jatahnya saja, kami permisi Sunardi," ucapnya tidak berdaya mengejar Reno yang sudah keluar terlebih dahulu.
Elisa bergegas mengejar Reno, ia yang dari tadi penasaran tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Elisa sangat yakin kalau Reno yang di kenalnya sama dengan pemuda tersebut, karena memiliki sifat yang sama dengan Reno.
"Tunggu dulu!" teriak Elisa.
Reno dan Pak Sulaiman seketika menoleh kebelakang, mereka berdua menoleh sambil mengernyitkan dahi, melihat gadis itu begitu tergesa-gesa.
Pak Sulaiman menatap Reno menyelidik, tapi muridnya itu cuma menggendikkan bahu, karena ia tidak tahu kenapa Elisa mengejarnya.
"Ada apa?" tanya Reno ketika gadis yang tangannya dan kepalanya dibalut perban itu ada dihadapannya.
"Ren, kamu masih mengenal aku, kan?" tanyanya langsung.
Reno mengernyitkan dahinya, ia menatap gadis itu lekat-lekat dan tidak mengenalnya sama sekali. "Memangnya kamu siapa?" tanyanya pongah.
Pak Sulaiman yang tidak ingin mengganggu masalah anak muda menegur. "Ren, aku tunggu kamu di warung kopi yang ada didepan."
"Baik Pak!" jawabnya sambil mengangguk.
Elisa menarik Reno ke taman Universitas, ia ingin memastikan kalau pemuda tersebut memang orang yang dicarinya selama ini dan diduga sudah meninggal.
"Ren ini aku, Mba Kunti! Apa kamu masih mengingatnya?" tanya Elisa memastikan.
"Mba Kunti?" Reno terdiam sebentar, kemudian dia tertawa. "Hahahaha... Mba, mana ada hantu yang bisa menjadi manusia, jelas-jelas Mba nya manusia," ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ren, aku serius! Jadi kamu benar Reno yang aku carikan? Kamu belum mati ketika warga kampung Seronok memukuli kamu, kan?!" tanyanya memperjelas.
Reno tersentak kaget. "Kenapa kamu bisa tahu tentang aku, dan Kenapa kamu juga tahu tentang Mba Kunti?"
Pria itu baru menyadari kalau Elisa tahu semua tentang dirinya. Ia langsung waspada terhadap gadis itu.
"Ren, aku Mba Kunti! Aku sebenarnya masih hidup, hanya saja rohku terlepas dari tubuhku! Apa aku perlu ceritakan semua yang telah kita lalui bersama waktu itu?" tanyanya memastikan.
Reno tidak menjawab, pemuda tersebut hanya terdiam sambil menatap sosok gadis cantik didepannya itu.
Elisa tahu kalau Reno tidak percaya dengannya, ia kemudian menceritakan semuanya ketika menjadi hantu dan menjalani hari-hari bersama dengan Reno.
Perlahan Reno mulai percaya, wajah pemuda tersebut langsung sedih, tanpa terasa air matanya mengalir mendengar semua cerita Elisa. Tiba-tiba Reno memeluk gadis tersebut dengan erat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Siti Orange
Asyik D Peluk Reno Elisa
2023-09-23
0
Aulia Riski Ramadani Ramadani
udah ketemu nih ren sma mba kunti ☺️
2023-06-18
1
Kardi Kardi
ketemu jugaaa. finalyyy
2023-05-23
2