Keadaan di gudang tersebut yang tadinya penuh dengan canda tawa dan saling ejek, kini berubah menjadi tempat yang horor.
Mereka semua berkumpul dipojokan gudang sambil menyapu pandangannya ke segala arah, karena takut akan ada kursi atau benda lainnya yang akan terbang ke arah mereka.
"Hihihi... kalian para sampah harus diberikan pelajaran!"
Suara Mba Kunti langsung membuat mereka semua menggigil ketakutan, reflek mereka saling memeluk satu sama lain.
"Mbah, ampuni kami Mbah," ucap salah satu dari mereka mencoba bernegosiasi, disela ketakutan nya.
"Mbah, Mbah matamu, aku masih muda! Hihihi...." ucap Mba Kunti sambil terkikik lagi.
Pria yang tadi berbicara seketika terdiam, ternyata ada setan muda juga didalam pikiran orang tersebut bertanya-tanya.
Brak
Brak
Semua benda yang ada di dalam gudang berhamburan kesana kemari, benda-benda tersebut bahkan mengenai mereka semua yang sedang bergerombol dipojokan.
"Aduh, mataku!" teriak pria gempal pencuri ketela.
"Kenapa dengan matamu, Din?" tanya pria cungkring yang wajahnya separuh berlumuran darah.
"Puntung rokok Pak Warno kena mataku," jawabnya sambil menangis, karena matanya terasa sangat sakit. Kalau saja puntung rokoknya sudah mati mungkin tidak apa-apa, sayangnya puntung rokok tersebut masih menyala, sehingga bisa dipastikan pria tersebut akan mengalami kebutaan.
"Sabar Din, aku juga terluka," ucap cungkring mencoba menenangkan rekannya itu.
Ketika semuanya panik, salah satu dari mereka yang berambut gondrong dengan berbagai cincin batu akik di tangannya maju kedepan.
Pria tersebut membaca mantra, mulutnya komat-kamit seperti Mbah dukun. "Hong wilaheng-wilaheng, setan alas setan gembleng lunga aja ganggu!" teriak pria tersebut.
Brak
Brak
Seketika semua benda-benda yang berterbangan berjatuhan, membuat semua orang yang disana terkejut. Karena mereka pikir orang tersebut berhasil mengusir sosok hantu yang sedang mengganggu mereka.
"Bagaimana hebat bukan? Jurig seperti itu masalah sepele," ucapnya percaya diri sambil menatap semua orang.
Tapi orang-orang yang ditatapnya terlihat gemetaran, karena mereka melihat sosok Mba Kunti yang menampakkan diri dibelakang pria berambut gondrong tersebut.
"Kalian kenapa? Sudah selesai, tidak ada setan yang berani dengan ku, hahahaha...." tawanya meledak pecah, karena saking percaya dirinya.
"Sobrud, be-belakangmu," tunjuk Warno yang semakin merangsek masuk ke kerumunan orang-orang tersebut.
Sobrud dengan percaya diri menoleh ke belakang. "Eh buju!"
Tubuh Sobrud bergetar hebat, rasa percaya dirinya langsung menghilang seketika saat melihat Mba Kunti yang benar-benar memerlihatkan bentuknya dihadapan mereka.
"M-M-mbah, A... tut!" Sobrud lari tunggang langgang, sampai ia lupa kalau pintu masih tertutup dan ditabraknya dengan sangat keras.
Bruak
Brug
Sobrud langsung tidak sadarkan diri, jatuh terlentang di depan pintu dengan wajah ketakutannya.
Yang lainnya menelan ludah, salah satu dari mereka berlari kearah pintu dan kabur, yang lainnya juga mengikuti, dengan terjatuh-jatuh mereka semua berhasil keluar dari gudang itu.
"Hihihi... dasar penakut! Masa sama wanita secantik ini kalian takut!" seru Mba Kunti sambil terkikik geli.
Mba Kunti melihat banyak uang yang berceceran dilantai, ia mencoba mengambilnya, tapi tubuhnya yang transparan tidak bisa meraih uang tersebut.
"Sial, bagaimana caranya mengambil uang ini? Padahal aku mau membantu Reno, dengan uang ini dia bisa makan dan jajan enak," gumamnya tidak berdaya.
"Rasuki saja orang pingsan itu," tiba-tiba terdengar sebuah suara menegur Mba Kunti.
Sosok Hantu tersebut reflek menoleh, ia mengerutkan kening ketika melihat sosok berjubah hitam sambil membawa sebuah tongkat dan wajahnya tidak terlihat sama sekali.
"Siapa kamu?" tanya Mba Kunti waspada.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, aku pinjamkan raga orang itu sebentar, aku tunggu di sini sampai sore," ucap sosok tersebut ambigu.
Mba Kunti mengerutkan keningnya, tapi ia mencoba untuk merasuki tubuh Sobrud, benar saja ia bisa masuk kedalam tubuh pria tersebut.
Mba Kunti langsung terbangun dan menatap sosok berjubah hitam tersebut. "Siapa pun kamu, terimakasih banyak karena sudah membantuku, nanti sore aku akan bawa tubuh orang ini lagi kemari," ucapnya sambil memunguti uang yang berserakan dilantai gudang tersebut.
Sosok berjubah tidak mengatakan apa-apa lagi, ia hanya terus menatap Mba Kunti yang sedang merasuki tubuh Sobrud sambil memunguti uang.
Mba Kunti bergegas membawa uang tersebut ke rumah Reno, ia tidak akan memberikannya langsung ke Reno, karena yakin kalau pemuda tersebut akan menolaknya, jadi ia berniat menyembunyikannya di halaman belakang kemudian baru memberitahu Reno, kalau uang tersebut gajinya dari bekerja kantoran, agar Reno mau menerimanya.
Mba Kunti melakukan itu dengan cepat, karena ia tidak ingin mengingkari janji dengan sosok berjubah yang sedang menunggunya di gudang.
"Tuan, tolong aku masih ingin hidup," rengek arwah Sobrud yang ternyata sudah dikeluarkan dari tubuhnya oleh sosok berjubah hitam itu yang ternyata malaikat pencabut nyawa.
"Tidak, kamu sudah waktunya dicabut, sudah terlambat untuk meminta maaf atau memohon ampunan!" ucap sosok tersebut tegas.
"Tapi tuan, kenapa dia bisa keluar masuk ke tubuh orang lain dan bebas berkeliaran," tanya Sobrud penasaran.
"Dia belum waktunya dipanggil, tapi rohnya terlepas dari tubuhnya, karena itulah ia bebas berkeliaran. Aku tidak memiliki hak untuk menghakimi nya," jawabnya enteng.
Sobrud bingung dengan pernyataan Sosok berjubah hitam tersebut, yang ia tahu kini dirinya telah dicabut nyawanya. Sungguh mengenaskan kematiannya karena melihat hantu menabrak pintu terus tewas begitu saja.
Sementara itu Mba Kunti yang sudah menjalankan rencananya, ia kembali membawa tubuh Sobrud ketika sudah sore hari.
"Terimakasih banyak, aku sudah selesai, bagaimana caraku keluar dari tubuh ini?" tanya Mba Kunti bingung, pasalnya ini pertama kalinya ia merasuki tubuh seseorang.
"Tabrakan ke dinding lagi seperti dia jatuh," jawab sosok tersebut santai.
Mba Kunti mengernyitkan dahi, tapi ia langsung menggunakan cara tersebut, benar saja ketika tubuh tersebut di tabrakan kembali ke dinding, rohnya langsung keluar kembali dari tubuh orang tersebut.
"Akan ku beritahu sesuatu buat kamu, mengingat kamu memiliki keinginan untuk membantu seseorang, kamu bisa merasuki orang sadar selama sepuluh menit, sementara jika kamu merasuki orang yang sudah mati kamu bisa menggunakan tubuhnya sesuka kamu, tapi tubuh itu lambat laun akan membusuk, karena itu bukan tubuh aslimu, dan kamu bisa merasuki orang tidak sadarkan diri selama dia pingsan, hanya itu yang akan kuberitahu kan ke kamu," ucapnya datar.
Sosok jubah hitam tersebut kemudian menghilang dari hadapan Mba Kunti begitu saja dengan membawa roh Sobrud.
Mba Kunti mencoba mencerna ucapan sosok tersebut, ia membelalakan mata lebar ketika menebak sosok tersebut. "Astaga, apakah dia malaikat?" ucapnya terkejut sambil menatap tubuh Sobrud yang sudah terbujur kaku.
Mba Kunti begidik ngeri, untung saja ia tidak dibawa bersama Sobrud. Roh Penasaran tersebut bergegas pergi dari sana dan kembali ke rumah Reno.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk🤣🤣🤣🤣🤣
2023-09-03
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jangan aku, kunti pun gk mau di tua kan😂
2023-09-03
0
nath_e
eeeh anu bgt dah caranya😂😂
2023-05-27
1