BAB 18 - Semakin Memburuk

Terpaksa, mau tidak mau Zora harus mengambil keputusan itu. Dia tidak lagi bisa mempercayai Lucas bisa melindunginya. Saat ini, hanya dia yang bisa melindungi diri sendiri dan calon buah hatinya. Demi keselamatan sang buah hati dia rela menjalani kehidupan semacam ini.

Lagi pula memang semua salahnya, pantas saja menerima hukuman sekeras ini. Bahkan seharusnya lebih keras lagi, beruntung saja Julian masih baik dan bersedia menerima bayi itu. Tidak mengapa meski mimpi indah itu pupus, salah dia yang terlampau percaya pada Lucas mampu menyelesaikan semuanya.

Sejak Zora menerima tawaran Julian, sejak itu pula dia tidak pernah keluar kamar utama. Julian benar-benar mengurungnya sebagimana seorang istri yang membuat kesalahan pada suaminya. Tidak selesai di sana, Julian kembali meminta Asisten Mike untuk memperkerjakan pelayan untuk menggantikan tugas Zora.

Beberapa hari berlalu, dia tidak berjumpa bersama Lucas. Entah bagaimana kabarnya sang kekasih saat ini, yang jelas Zora tidak diberikan izin untuk bertemu dengannya sama sekali. Julian memberikan kebebasan untuknya merawat bayi dalam kandungannya, bahkan semua kebutuhan Zora terpenuhi sebelum dia minta.

Ya, secepat itu keadaan berubah. Pasca pengakuan Julian terkait alasan kenapa dia tidak menyentuh dan selalu melampiaskan amarahnya pada Zora, pria itu memang sedikit melunak. Entah karena kasihan melihat lebam dan memarnya yang tak kunjung hilang, atau karena tidak tega lantaran bayi dalam kandungan Zora.

Jika dinilai dari hal itu, keputusan yang Zora ambil sudah sangat benar. Hubungan Julian dan Zora seakan membaik, tapi tidak dengan Lucas. Beberapa kali Zora kerap mendengar teriakan Lucas di luar kamar. Agaknya Lucas tidak terima dengan keputusan yang Zora ambil untuk tetap menjadi istri Julian.

Beberapa pelayan yang masuk juga kerap menyampaikan jika majikanya bertengkar hebat di luar sana. Zora tidak dapat membayangkan sepanas apa hubungan mereka saat ini.

Hingga, dikala Julian memintanya ke luar kamar barulah Zora melihat dengan jelas jika hubungan mereka benar-benar kacau. Tidak berbeda seperti Julian, Lucas juga kerap melampiaskan amarahnya pada benda mati.

Suasana ruang tamu terlihat benar-benar kacau, Lucas mencoret semua foto keluarga mereka. Seingat Zora, Lucas benar-benar membenci ayahnya. Bisa dipastikan setelah kejadian ini jelas dia semakin membenci ayahnya.

"Duduklah ... bukankah kau merindukan udara di luar?" tanya Julian meminta Zora untuk duduk di halaman depan, tempat yang dahulu selalu menjadi pelarian Zora di saat sendiri.

Julian mungkin memenuhi tugasnya sebagai suami. Ya, walau Zora merasa seakan tengah diperlakuan baik oleh seorang ayah. Dia berusaha untuk setenang mungkin meski pikirannya seakan pecah, membayangkan andai Lucas tiba-tiba datang dan membuat masalah selalu saja terbayang.

Sesuai janji, dia akan menurut dan tidak banyak tingkah jika ingin bayi dalam kandungannya selamat. Percayalah, dia yang menerima kala Julian menggenggam tangannya adalah bentuk pertahanan diri agar masalah tidak kian menjadi, dia tidak ingin apa yang dia miliki terancam.

Sayangnya, baru saja dipikirkan ketakutan Zora benar-benar terjadi. Lucas yang baru saja kembali dengan motornya segera menghampiri Julian dan menarik paksa Zora agar kembali padanya.

.

.

"Dasar picik!! Daddy menyembunyikan kekasihku di dalam kamarmu berhari-hari karena takut padaku? Jangan mimpi, Dad ... Zora tetap milikku," tegas Lucas berdiri tepat di hadapan Julian yang kini tengah berkacak pinggang dengan kehadirannya.

"Harus berapa kali Daddy jelaskan ... Zora adalah istri Daddy dan dia sendiri yang memilih Daddy, jika tidak pecaya tanyakan saja padanya."

Julian berbicara sesuai fakta, dan fakta itu sama sekali tidak bisa dia terima. Lucas mengeraskan rahang dan mengepalkan tangan hingga buku-buku jemarinya memutih. Dia sangat amat marah bahkan membenci Julian hingga ke urat nadinya.

"Daddy menekannya hingga dia terpaksa menerima tawaran itu ... sekarang aku yang akan bicara."

"Zora tatap mataku, apa benar kau memilih bedebah ini dari pada aku? Hm?" tanya Lucas dengan manik penuh permohonan jika Zora akan kembali padanya, demi Tuhan dia benar-benar membutuhkan Zora.

Bukan memilih, tapi terpaksa memilih karena memang hanya itu yang bisa membuatnya baik-baik saja. Dia tidak punya pilihan kala itu, sebesar apapun cintanya pada Lucas tetap saja percuma.

"Kita bisa membesarkan anak itu dengan baik tanpa dirinya, aku bisa, Zora!!! Kenapa kau justru mengiyakan permintaannya?"

"Maaf, Lucas."

Hanya kata maaf, tapi menjelaskan semuanya dan berhasil membuat Lucas hancur. Lucas perlahan mundur dan tertawa sumbang mendengar jawaban Zora, mata pria itu mulai membasah dan terlihat jelas dia terluka.

"Sudahlah, Lucas ... terima saja, Daddy sudah berbaik hati dengan bersedia menerima anakmu dalam kandungan Zora, kurang baik apa?" tanya Julian yang kembali membuat Lucas memanas.

Dia seakan diejek, dianggap lemah dan diperlakukan layaknya bayi. Julian terkekeh melihat Lucas yang menatapnya putus asa, hingga beberapa saat kemudian Lucas kembali menyerang Julian tanpa ampun.

"Ada baiknya Daddy mati saja ... bukankah dulu Mommy habis dengan cara ini?" tanya Lucas tersenyum tipis kemudian kembali menhantam wajah Julian dengan bogem mentah.

Seakan tengah meluapkan seluruh kemarahan pada Julian, Lucas membabi-buta dan Zora panik tentu saja. Dia tidak berhenti, sebelum kemudian bodyguard Julian datang dan membalas serangan Lucas.

Zora yang tadinya khawatir Julian celaka, kini berganti turun mengkhawatirkan Lucas. Dia memohon pada Julian agar melepaskan Lucas, tapi anehnya pria itu justru seakan memberikan pelajaran pada Lucas lebih dulu tidak peduli meski Lucas telah terluka.

"Lucas!! Tolong hentikan!!" teriak Zora panik dan hendak menghambur ke arah Lucas, tapi baru saja melangkah ancaman dari Julian menghunus di telinganya.

"Berani kau membelanya, bukan hanya Lucas yang berakhir, tapi bayi dan ayahmu juga," tegas Julian yang kembali membuat Zora putus asa, dia benar-benar bingung begitu melihat kenyataan imbas dari perbuatannya ternyata separah ini.

"Tapi dia terluka!!"

"Biarkan, itu adalah hukuman karena lancang padaku yang sudah membesarkannya hingga jadi sedewasa itu," tegas Julian kemudian menarik tangan Zora, mata wanita itu masih tertuju pada Lucas yang sempat menatap ke arahnya di tengah usahanya membela diri.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Nci

Nci

Simalakama untuk Zora tapi untuk amannya lbh baik mengikuti alur Julian untuk keselamatan Zora dan kehamilannya. Semoga Lucas ada cara agar Julian mau melepaskan Zora

2023-06-07

5

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

duh ngilu

2023-06-07

1

🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸

🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸

penasaran adakah Lucas anak kandungnya Julian atau bukan 🤔🤔🤔

2023-05-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!