BAB 16 - Tidak Seindah Bayangan

"Iya, Zora hamil anakku dan kami saling mencintai. Untuk itu, aku meminta agar Daddy melepasnya secara baik-baik karena aku harus bertanggung jawab atas anakku."

Lucas berpikir, dengan memberitahukan kehamilan Zora maka masalah akan selesai di sana. Nyatanya, dugaan Lucas salah besar. Usai Lucas mengutarakan niatnya, Julian justru terbahak dan menganggap hal itu sebagai lelucon.

Bagaimana tidak, dia merasa tertipu dengan sikap baik hangat Lucas. Cukup lama Julian terbahak, bahkan Lucas mulai muak mendengarnya. Setelah melihat reaksi Julian, besar kemungkinan janjinya pada Zora tidak akan terpenuhi sama sekali.

"Dad ... apa selucu it_"

Plak!!

Sebuah tamparan mendarat di wajah tampan Lucas. Rasa panas dan pedas menyatu di sana, setelah sekian lama hanya menjadi saksi bagaimana tangan sang ayah menyakiti seseorang, kini dia turut merasakannya.

"Kau sadar apa yang kau lakukan, Lucas? Di antara banyaknya wanita ... kau memilih menghamili ibu tirimu sendiri? Dimana akal sehatmu?!!"

Tidak ada, Lucas tidak lagi menggunakan akal sehat kala memulai hubungan itu. Yang dia inginkan hanya Zora dan tidak peduli caranya salah atau benar. Lucas memberanikan diri menatap mata sang ayah, sesuai dugaan sorot tajam penuh kemarahan itu benar-benar menakutkan.

"Jadi ini alasanmu begitu baik pada Daddy? Hanya demi menutupi semua sandiwaramu? Apa kau lupa siapa dirimu, Lucas? Kau putraku!! Jika bukan karenaku, maka kau tidak akan hadir di dunia ini, paham?!!" Suara Julian meninggi, dia tengah menunjukkan betapa besar kemarahannya pada Lucas malam ini.

"Maafkan aku, Dad ... aku benar-benar mencintainya dan semua itu berawal karena Daddy yang memberikanku celah aku selalu bersamanya." Lucas mana mungkin diam saja, meski tahu salah dia tetap akan membela diri sesuai fakta yang ada.

"Bedebah!! Selama ini kau mengkhianati Daddy? Dan kau juga menyalahkan Daddy?" tanya Julian tak percaya usai mendengar pernyataan Lucas.

"Anggap saja begitu," jawab Lucas santai, dia tidak peduli andai Julian akan benar-benar murka setelah ini, sungguh.

"Dasar anak tidak tahu diri!! Kau memang gila, Lucas!!"

Julian benar-benar tertipu, dia pikir Lucas yang menghangat memang telah melupakan semua kemarahan dan dendam padanya. Namun, tanpa dia ketahui jika Lucas terlalu jauh dalam bertindak.

Sandiwara mereka terlalu sempurna, Julian memang menginginkan putranya betah dengan cara memilih sosok ibu untuk Lucas. Dua bulan terakhir dia menyaksikan keberhasilannya, Lucas betah dan menurut padanya. Sama sekali tidak dia duga, jika perubahan sikap Lucas hanya sebuah kamuflase belaka.

"Kenapa? Daddy marah? Tidak suka? Bukankah Daddy juga tidak menghargainya? Lantas kenapa tidak dilepaskan saja? Aku bisa menjaganya andai Daddy tidak bersedia."

Lucas tersenyum tipis, hingga detik ini dia masih berpegang pada keyakinan awal jika kesalahan tidak terletak pada dirinya dan Zora saja, melainkan Julian sendiri.

"Cih, lihat dirimu ... angkuh sekali padaku," gumam Julian mengepalkan tangan dengan tatapan tajam ke arah Zora.

"Aku hanya meminta izin untuk menikahinya, bukankah masih sopan, Dad? Jika aku angkuh seperti kata Daddy maka aku akan merebut Zora dengan cara yang lain." Lucas menekan setiap kata-katanya.

"Kau pikir semudah itu? Aku mendapatkannya susah payah bukan untuk menjadi istrimu," tegas Julian yang menolak mentah-mentah keinginan Lucas untuk menikahinya. Sama sekali dia tidak memberikan izin pada putranya untuk menikahi Zora, tidak peduli apapun alasannya.

Lucas meneguk salivanya susah payah, agaknya akan sulit karena kini sang ayah tampak frustrasi dengan langkah yang Julian ambil. Susah payah menahan diri agar tidak menyakiti Lucas, pria itu menarik rambutnya kuat-kuat.

.

.

"Mike!! Bawa wanita padaku!!"

Mata Lucas membola kala sang ayah justru beralih mencari keberadaan Zora. Dia berlalu melewati Lucas yang kini panik dan berusaha menghalangi langkahnya.

"Dad kita selesaikan saja berdua ... bukan salah Zora, aku yang memulai. Kumohon jangan sakiti dia," pinta Lucas menahan pergelangan tangan Julian, tapi secepat itu kemudian ditepis begitu saja.

"Wanita itu harus diberi pelajaran sama sepertimu!!" tegas Julian sembari melangkah begitu cepat, kemarahan dalam benaknya benar-benar meledak setelah satu minggu kedekatannya bersama Lucas, kini hubunhan mereka kembali memanas.

"Dad, dia hamil!! Cukup aku saja, jangan Zora." Sekali lagi Lucas meminta.

Hanya dengan helaan napas dan gerakan mata, tangan Lucas kini diringkus dua pria bertubuh besar di sana. Lucas tidak diam saja, dia berontak, tapi tetap saja tenaganya kalah dengan dua pengawal yang selalu menjaga Julian setiap dia pergi.

"Jangan halangi Daddy," titah Julian kala Lucas berdiri di depan pintu dan menghalangi asisten Mike yang hendak mengetuk pintu kamar Zora.

Lucas yang meminta Zora untuk tetap di kamar, menunggu kabar baik yang nantinya akan dia bawa. Jika tahu reaksi Julian akan semengerikan ini, mungkin dia akan menyembunyikan Lucas di tempat yang lebih aman.

"Jangan mempersulit keadaan, Tuan muda," ucap Asisten Mike yang terlihat sama-sama tidak bersahabat kali ini.

"Mau kalian apakan dia? Dia tidak salah, aku yang salah!!" pekik Lucas masih berusaha menghalangi Asisten Mike, tapi kala salah satu bodyguard sang ayah ikut campur Lucas terhempas cukup jauh.

"Nona buka pintunya."

"Zora jangan keluar!! Kunci pintunya," teriak Lucas mengalahkan suara asisten Mike di sana.

Entah Zora akan mendengar atau tidak, dia sempat berpesan jangan pernah membuka pintu jika bukan dirinya yang masuk. Beberapa kali Asisten Mike mencoba, dan Zora benar-benar tidak keluar sebagaimana perintah Lucas.

"Bagaimana, Tuan?" tanya asisten Mike pada Julian yang sejak tadi diam dengan raut wajah tak terbaca.

"Hancurkan ... dia harus berhadapan padaku."

Tanpa pikir panjang, pintu kamar itu hancur di hadapan Lucas. Saat itu pula, asisten Mike masuk dan menarik paksa Zora untuk keluar. Melihat wanitanya diperlakukan layaknya pencuri, hati Lucas jelas tak terima.

"Bawa wanita murahan itu ke kamarku," titah Julian tak terbantahkan, dia melewati Lucas yang kini susah payah melepaskan diri dari kekuasaan dua bodyguard Julian.

"Mike jangan kasar padanya!!"

Sekali lagi, Julian kembali menyakiti hati Lucas dengan perlakuan buruk yang dia berikan pada wanita berharga milik Lucas. Dia yang tidak berdaya hanya bisa memandangi Zora, perlahan wanita itu benar-benar menghilang dari pandangannya.

Langkahnya yang menyelesaikan masalah dengan masalah ternyata salah besar. Benar kata Zora, Lucas terlalu percaya diri bahwa kasih sayang Lucas akan menyelesaikan masalahnya. Namun, yang terjadi justru salah besar karena kini atas dasar kasih sayang itulah, Julian merasa dikhianati oleh keduanya.

Hubungan yang sempat menghangat, kini kembali memburuk dengan Julian yang memendam kekecewaan pada putranya. Dia merasa dibohongi dan menganggap sandiwara Lucas tidak mengenakan sama sekali.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

salah perhitungan Lucas,,,,duuh kasian zora

2024-06-17

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

WAHHH SI LUCAS GK BSA TARUNG APA, KLO GK BSA TARUNG GMN MAU LINDUNGI ZOYA..
HRSNYA LUCAS SIAPKN SENJATA UNTUK JAGA2..

2024-01-09

0

komalia komalia

komalia komalia

waah kasihan zora

2023-10-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!