"Kamu harus belajar kembali, ilmu Ujang harus persegi, kamu harus mengisi tubuh untuk menjaga diri, soalnya dari pengalaman yang sudah terlewat, sama ujang sudah terasa bahwa hidup itu selalu banyak cobaan dan ujian," aki Kebon menjawab pertanyaan Eman.
"Bener banget Itu Aki, saya merasakannya."
"Jadi, kita itu tidak boleh menggunakan satu jalan, hidup kita tidak boleh kosong melompong, kita harus memiliki andalan walaupun sedikit."
"Terima kasih, terima kasih banyak aki! tapi bagaimana caranya?" Tanya Eman yang susah paham cepat lupa.
"Ujang harus punya pilihan, tidak boleh menerima semua yang akan terjadi, jangan sampai ada peribahasa bagaimana nanti saja, tapi Hidup itu harus nanti bagaimana. coba Aki mau bertanya Ujang, sekarang sedang mencari apa, Sampai tersesat masuk ke dalam hutan, apa Ujang memiliki tujuan atau tidak?"
"Nggak tahu aki, pemikiran saya tidak bisa digunakan. Saya bingung apa sebenarnya Tujuan hidup saya, karena yang sedang saya kejar hanya satu. Sebelum meninggal Saya ingin membalas kebaikan Neng Ranti, yang sudah mengangkat nyawa Saya. hanya itu tujuan hidup saya aki."
"Bagus Segitu juga, namun itu tidak lengkap Ujang. Tolong dengarkan hidup manusia itu tidak boleh tidak memiliki keinginan, hidup itu harus memiliki tujuan. yang tentu tujuan yang jelas, sebab hidup itu bukan hanya sekedar makan dan berpakaian, atau mewujudkan keinginan."
"Tapi Aki?"
"Tapi, harus ada yang menjadi patokan agar kehidupan yang sedang kita jalani membuahkan hasil."
"Kenapa aki berbicara seperti itu?"
"Kenapa sebabnya aki berbicara seperti itu?" ulang aki kebun sambil menatap lekat ke arah Eman.
"Iya benar aki?"
"Begini Ujang, hidup di alam dunia kalau diibaratkan seperti sedang bercocok tanam, nanti suatu saat kita akan memanennya, memetik hasil pekerjaan Selama kita hidup di dunia. karena ada peribahasa menanam cabe tidak akan menjadi timun. artinya menanam kebaikan tidak akan berbuah kejelekan dan sebaliknya."
"Benar aki!" ujar Eman sambil manggut manggut.
"Selain dari itu, yang dibilang hidup baik itu harus menurut siapa dan baik seperti apa, yang akan membuahkan hasil?"
"Kurang tahu aki?"
"Nah kalau Ujang ingin tahu masalah itu, Ujang harus mengetahui tujuh mutiara kehidupan, yang sudah sering diajarkan oleh orang-orang yang sangat mengerti, orang-orang yang memiliki ilmu tinggi."
"Haduh, apa yang tujuh Itu Aki. soalnya Saya mengakui Saya adalah orang yang bodoh, bahkan dari kebodohan saya sampai harus mengalami kehidupan seperti sekarang."
"Ujang....! yang tujuh itu yang pertama keyakinan hidup."
"Keyakinan hidup.....?" ulang Eman yang baru pertama kali mendengar.
"Iya benar, keyakinan hidup, yang keduanya tujuan hidup, yang ketiga pedoman hidup, yang keempat tugas hidup, yang kelima Teman Hidup, yang keenam amal sholeh selama hidup, yang ketujuh kepribadian hidup. Nah kalau sudah mengerti tujuh mutiara kehidupan, Insya Allah hidup kita akan terang benderang, tidak akan ada kegelapan yang menghampiri, dan ini akan sangat berguna dan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita."
"Oh begitu, tadi aki menanyakan saya tentang tujuan hidup saya, sedangkan saya tidak mengerti apa sebenarnya Tujuan hidup, kira-kira saya harus bagaimana, Terus apa tujuan hidup itu?"
"Tujuan hidup itu hanya satu, yaitu selamat di dunia dan selamat di akhirat."
"Oh begitu, kalau begitu saya juga ingin aki?"
"Benar hidup itu harus memiliki keinginan, namun itu tidak akan mudah, harus ada usaha untuk mewujudkannya, harus ada bekal untuk mengejarnya, karena kebahagiaan itu tidak akan datang dengan sendiri, harus diusahakan?"
"Bagaimana caranya aki?"
"Iya apa?"
"Bagaimana caranya?"
"Ada dua jalan yang harus dipilih oleh Ujang, yang pertama ilmu, yang kedua harta."
"Kenapa harus memilih antara ilmu dan harta?" tanya Eman yang semakin penasaran.
"Soalnya tujuan hidup akan bisa tercapai, kalau kita memiliki ilmu dan?"
"Dan harta Aki."
Lanjut Eman namun, setelah itu dia tidak berbicara lagi dia hanya menggeleng-gelengkan kepala, karena dia sadar diri tidak bisa berpikir, otaknya sangat kental tidak mampu memikirkan hal seperti itu. sedangkan aki kebun hanya mengulum senyum, kemudian dia pun berbicara kembali.
"Begini Ujang, harta dan ilmu kedua-duanya sangat penting, sangat berguna sangat dibutuhkan dalam kehidupan. namun harus seimbang, tidak boleh berat sebelah, tapi kalau harus memilih dari kedua benda itu. yang harus kita pilih adalah ilmu, soalnya buat orang yang memiliki ilmu yang tinggi akan sangat mudah untuk mencari harta, sedangkan orang yang memiliki harta belum tentu bisa mencari ilmu."
"Sebentar, sebentar dulu aki. saya mau bertanya?" ujar Eman sambil menatap ke arah si aki.
"Silahkan! Kalau mau bertanya, mau bertanya tentang apa?"
"Apa bedanya ilmu dengan harta?"
"Sangat banyak, Coba kita akan rinci satu persatu."
"Baik Bagaimana aki?"
"Begini Ujang, diantaranya. ilmu tidak berat ketika dibawa, berbeda dengan harta yang sangat berat ketika dibawa, bahkan sangat menyusahkan. ilmu kalau dikasih ke orang lain akan semakin bertambah banyak, sedangkan harta akan berkurang. ilmu suka menjaga sama pemiliknya, sedangkan harta harus dijaga oleh pemiliknya. ilmu tidak akan bisa dicuri atau di maling, tapi harta kadang suka ada yang mencuri. ilmu itu menerangi pemiliknya sedangkan harta menggelapi pemiliknya. ilmu bisa memperbanyak saudara, sedangkan harta memperbanyak musuh. ilmu mau tinggal di siapapun, tidak pandang bulu, sedangkan harta sangat pemilih, harta hanya Mau tinggal di orang-orang kaya. nah begitulah perbedaannya Ujang, coba Ujang pikirkan sekarang Ujang Mau milih yang mana?"
"Kalau begitu, saya akan memilih ilmu aki!" jawab Eman tanpa ragu-ragu.
"Syukur kalau begitu, ternyata sekarang Ujang sudah bisa memilih. kalau Ujang memilih ilmu itu sangat baik, soalnya ilmu akan membawa manfaat buat diri Ujang sendiri. sedangkan harta akan membawa kecelakaan terhadap diri kita, terutama kalau kita tidak ingat sama gusti Allah yang memberikan harta itu. Nah dari dasar itu Ujang, kalau Ujang ada niat untuk menolong Neng Ranti, Awas jangan memilih harta, Pilih Saja ilmu yang akan menerangi hati dan jiwa Ujang. Awas kalau nanti dikasih hadiah berupa harta benda, jangan sampai mau menerima. karena benda seperti itu akan terkena oleh kerusakan, akan terkena oleh habis. apalagi kalau tidak bisa membawanya, akan membebani terhadap diri Ujang. nah hanya itu amanat dari aki!" ujar aki kebun dengan sangat tegas memberikan peringatan sama Eman.
"Baik aki, semua nasehat aki akan saya jadikan pedoman. namun bagaimana kalau saya mau memilih ilmu, Apakah Neng Ranti akan memberikannya aki?" jawab Eman diakhiri dengan pertanyaan.
"Mungkin saja!"
"Mungkin Aki!" ulang Eman.
"Iya mungkin, tidak mustahil Neng Ranti akan memberikan ilmu kepada Ujang, dengan cara bagaimana saja, yang terpenting Ujang bisa mempunyai ilmu yang bermanfaat."
"Aki?"
"Kenapa Ujang?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments