Lanjut Telusur

Luna diajak ke apartemen Jiel untuk menginap di sana.

"Kamu akan aman di sini. Aku masih ada perlu" seru Jiel yang telah berganti dengan pakaian casual.

"Tuan bos mau ke mana?" tanya Luna yang memang agak ngeri-ngeri sedap jika di rumah sendirian. Apalagi di apartemen. Apa yang terjadi tidak ada tetangga yang tahu.

"Jangan parno ah, di sini aman. Aku jamin itu" ucap Jiel.

Jiel melangkah keluar meninggalkan Luna yang masih terpaku diam.

Luna mencari remot tivi yang ada di ruang tengah.

Luna memutuskan menyalakan tivi agar tak hening suasana.

Ponsel Luna berdering keras.

"Bunga? Aduh, kenapa aku sampai lupa nggak ngabarin dia kalau aku nggak pulang" Luna menepuk jidat karena lupa.

"Iya Bung" sapa Luna.

"Panggil Bunga gitu napa sih? Aneh aja gitu rasanya dipanggil Bung" balas Bunga.

"Kan sama aja" Luna terkekeh.

"Kamu kemana aja? Jangan buat aku kuatir dong. Mana ada kerja sampai hampir tengah malam gini? Kerja rodi? Tuan bos kamu kebangeten dech" Bunga berceloteh panjang kali lebar kali tinggi. Sudah bagai rumus volume bangun ruang aja dia.

"Sori, aku lupa ngabarin. Aku diajak keluar kota. Ada rapat" ucap Luna.

"Heleh, itu cuman modus bos kamu aja. Mana ada rapat ngajakin cleaning service. Harusnya ngajakin asisten dia kali, atau minimal sekretarisnya" ujar Bunga.

"Benar juga apa kata kamu Bung" Luna menimpali.

"Kamu itu polos atau memang sok polos sih? Jangan bilang kalau kamu sekarang berada di hotel dan tinggal sekamar sama bos kamu?" cerocos Bunga.

"Idih, pikiran kamu kotor dech alias piktor. Aku nggak di hotel kali" seru Luna.

"Terus di mana kamu sekarang?" kejar tanya Bunga.

"Di apartemen" jawab jujur Luna.

"Lunaaaaaaa, kok kamu mau aja diajakin nginap? Kunci kamar sekarang, jangan bukain pintu saat tuan bos kamu ketuk-ketuk" suruh Bunga.

"Kamu itu ngomong apaan sih? Aku malah sendiri sekarang. Nggak tahu tuan bos kemana" bilang Luna.

"Kunci pintu, bisa jadi bos kamu pulang pas sedang mabuk" kata Bunga kekeuh.

"Issshhh, jangan overthinking dech" tukas Luna.

Luna tak jadi mengantuk karena terus saja ngobrol dengan Bunga.

.

Sementara Jiel mengemudikan mobil ke suatu tempat.

"Selamat datang tuan muda" sapa seseorang menyambut kedatangan Jiel.

Jiel mengangguk.

"Laporannya," suruh Jiel.

"Aluna Mahira, anak angkat keluarga pak Hakam dan ibu Tutik" seru orang itu.

"Anak angkat?" Jiel menautkan alis.

"Benar tuan. Tapi keluarga kandung sepertinya tertutup rapat aksesnya" bilang orang itu.

"Sejak kapan dia bersama keluarga angkatnya?" tanya Jiel.

"Usia lima tahun" jelas sekali orang kepercayaan Jiel itu.

Jiel sangat percaya dan salut akan gerak cepat anak buahnya.

"Lima tahun?" Jiel termangu.

Persis sama saat gadis kecilnya menghilang begitu saja saat itu.

"Benar tuan. Tapi maaf aku belum bisa menemukan keluarga aslinya" lanjutnya.

"Apa dia tahu kalaulah dia hanya anak angkat?" tanya Jiel. Dan orang itu pun mengangguk.

"Hhhmmmm" Jiel menanggapi dengan gumaman.

"Boleh aku teruskan ceritanya?"

"Oke. Sekarang teruskan laporan kamu" ujar Jiel.

"Begini tuan. Kedua orang tuanya punya hutang. Sebenarnya sih nggak begitu banyak, karena lama nggak terbayar maka jumlah hutang semakin membengkak"

"Lantas?" Jiel penasaran.

"Non Luna dijadikan jaminan pelunas hutang dengan jalan dia harus menikah dengan anak laki-laki keluarga itu" seru orang kepercayaan Jiel.

"Jadi dia sudah menikah?" ada raut kecewa tersirat di muka Jiel.

"Tapi dari kabar yang beredar, di keluarga barunya non Luna hanya dijadikan pembantu"

"Pembantu?" ucap Jiel tak percaya.

"Iya, itu memang menjadi tujuan keluarga itu. Mencari orang yang bisa diperas tenaganya tanpa upah"

"Makanya mereka hanya menikah secara siri" lanjutnya.

"Oh ya tuan, boleh aku bertanya?" Jiel pun mengangguk.

"Kenapa anda penasaran sekali dengan Nona ini?" tanya orang suruhan Jiel.

"Hhmmmm ada alasan yang tak bisa aku ungkap bro" seru Jiel.

"Oke bos" balasnya seraya tersenyum.

"Apa suaminya itu bernama Robby?" telisik Jiel.

"Anda kenal?"

"Memastikan saja" bilang Jiel.

"Iya, suami yang sekarang menjadi mantan suami. Dan dia bernama Robby"

"Mantan suami?" sambung Jiel.

"Iya, mantan suaminya telah menikah dengan seorang janda yang ditengarai pacar masa lalunya. Dan Non Luna langsung minta talak cerai saat suami menikah lagi" lanjut cerita Bobby, orang suruhan Jiel itu.

"Hutangnya belum dilunasin?" tanya Jiel.

"Tentu saja belum tuan. Selama enam bulan berada di keluarga itu, Non Luna tak pernah pegang uang. Bagaimana bisa bayar hutang" seru Bobby.

Jiel manggut-manggut. Sekarang sudah bisa mengurai hubungan Luna dan Robby.

"Oke, makasih atas bantuan kamu" ucap Jiel sembari menyodorkan sebuah amplop coklat kepada Bobby.

"Sama-sama tuan muda. Jika butuh sesuatu calling aja" ucap Bobby.

"Oke. Habis ini kirimin alamat orang tua Luna" pinta Jiel.

"Siap tuan" tukas Bobby.

.

Jiel masuk apartemen hampir tengah malam. Apartemen yang dia tinggali saat dia sekolah menengah atas.

Jiel lebih memilih tinggal di kota ini karena suasana damai dan tak terlalu ramai daripada ibukota. Sementara kedua orang tuanya tetap tinggal di ibukota. Kakeknya lah yang sering mengunjungi Jiel saat itu.

"Kok tivinya masih nyala?" gumam Jiel saat nutupin pintu depan lantas melangkah ke ruang tengah.

Dilihatnya Luna tengah tertidur dengan posisi duduk menyandar ke kursi belakang dan mulut terbuka.

"Issshhh joroknya kalau sedang tidur. Pasti dia capek sekali sampai ketiduran di sini" Jiel amati wajah Luna yang nampak adem meski dengan bibir terbuka.

"Apa dia nggak capek dengan posisi tidur seperti itu?" gumam Jiel.

"Tapi sudahlah, kalau aku betulin terus dia tiba-tiba bangun. Bisa salah sangka dia" Jiel beranjak ke kamar. Tapi sebelum itu Jiel mematikan tivi yang masih menyala.

Saat di kamar Jiel belum bisa memejamkan mata meski waktu sudah dini hari.

Bayangan gadis kecil menari di ingatan Jiel. Gadis yang sangat ceria.

Usia yang terpaut lumayan jauh, membuat Jiel bisa mengingat semua.

Gadis kecil yang sangat manja di saat mereka bersama.

"Kakak, kalau besar nanti kita menikah yuk" ajaknya saat itu. Padahal saat itu dia belum mengerti benar definisi menikah itu seperti apa.

"Aku sayang kakak Jiel, aku nggak mau pisah sama kakak" seru gadis kecil itu polos sembari memeluk erat Jiel.

Setelah kejadian itu, Jiel tak pernah bertemu dengan gadis kecilnya.

Bahkan rumah yang selama ini ditinggali telah kosong, dan Jiel kehilangan jejak keluarga itu.

Hingga sosok gadis kecilnya kembali hadir, saat Jiel bertemu secara tak sengaja dengan Luna saat dirinya ikut reuni di rumah Robby. Sosok Luna yang membuat Jiel penasaran.

"Siapa orang tua kandung Luna? Apa yang terjadi sebenarnya? Apa Luna memang gadis kecilku?" banyak pertanyaan di benak Jiel.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading

Vote, like, komen tetep ditunggu loh 🥰

Terpopuler

Comments

Tania

Tania

lanjutin plissss

2023-05-31

2

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!