Hari Kedua

Jiel langsung melajukan mobil saat Luna telah diturunkan di ujung gang seperti saat menjemput tadi.

Luna pun balik ke kos dengan jalan kaki.

Hampir jam sepuluh malam dia baru masuk kamar.

"Diajak lembur ke mana Non?" tanya Bunga tiba-tiba.

"Idih, buat kaget aja" seru Luna tersenyum ke sahabat barunya itu.

"Yuk ah tidur. Sudah malam. Besok pagi-pagi sudah kerja lagi" tukas Luna.

Karena tak ada yang istimewa untuk diceritakan ke Bunga.

Bunga yang penasaran tentu saja mengikuti Luna.

"Apaan Bung?" Luna membalikkan badan.

"He...he... Aku penasaran" Bunga memperlihatkan gigi putihnya yang berderet.

Luna membuka pintu kamar dan Bunga pun mengikuti masuk ke kamar Luna, yang meski kecil tapi nampak rapi itu.

"Nggak ada yang perlu diceritain. Aku tadi cuman diajak makan malam di rumah tuan bos" bilang Luna.

"What? Kamu ini bego apa gimana sih? Kalau seorang laki-laki ngajakin makan malam sama keluarganya, pasti itu ada yang istimewa" seru Bunga.

"Jangan-jangan bos lo menyimpan perasaan ke kamu Lun?" lanjut Bunga.

"Issshhh kamu itu ngomong apaan sih Bung, nggak mungkin ah. Kelas kita itu kalah jauuuuuhhhhh sama tuan bos" Luna tak mau berangan-angan terlalu jauh, ntar kalau jatuh akan sakit.

"Aku tuh tadi cuman dijadiin tameng, agar tuan bos tak lagi dijodohkan sama cewek pilihan orang tuanya. Itu sih" terang Luna.

"Hari gini, dijodohkan? Seperti jaman Siti Nurbaya aja" tukas Bunga.

"Biasalah Bunga, keluarga kaya pasti ingin dapat menantu dari keluarga kaya juga. Jadi yang kaya akan tambah kaya" Luna tersenyum kecut.

"Ha...ha... Kita tuh juga kaya Luna. Kaya hati" hibur Bunga.

"Betul... Betul... Betul..." Luna menirukan kata-kata yang jadi jargon film kartun di tivi yang saben hari tayang itu.

Bunga menguap.

"Tuh kan ngantuk. Tidur sana gih!" suruh Luna.

.

Aris sengaja menunggu kedatangan Luna.

"Lun, lo ditungguin bu Mirna di ruangannya" bilang Aris.

"Aku?" Luna menunjuk dirinya. Aris pun mengangguk.

"Kira-kira ada apa ya kak? Apa aku berbuat kesalahan?" Aris hanya mengedikkan bahu, itu artinya dia juga tak tahu.

"Mendingan kamu ke sana aja dulu" suruh Aris.

Luna melangkah dengan tergesa ke ruangan bu Mirna yang berada di dekat gudang itu.

"Selamat pagi bu" sapa Luna.

"Pagi. Duduk!" tegas bu Mirna.

"Luna, tadi ada pesan dari bagian HRD. Mereka ingin memperbaiki kontrak kerja yang kemarin kamu tanda tangani" seru bu Mirna.

"Apa ada yang salah?" telisik Luna.

"Nggak ada, tapi ada beberapa pasal yang terlewat" lanjut atasan Luna itu.

Luna membaca pasal-pasal yang ditambahkan. Tapi semakin dibaca, Luna merasa seolah dipaksa untuk menyetujuinya.

"Kalau saya tidak setuju bagaimana bu?" tanya Luna.

"Maka kamu harus bayar pinalti dengan mengganti sejumlah uang. Karena kamu menyalahi kontrak yang kamu tanda tangani sebelumnya" jelas bu Mirna.

"Hah? Apa itu artinya jika saya mengundurkan sewaktu-waktu maka akan kedenda?" bu Mirna langsung mengangguk.

"Denda tak akan berlaku, jika kamu akan diangkat sebagai pegawai tetap nantinya" kembali bu Mirna menjelaskan.

"Cepatlah Luna! Aku masih ada kerjaan lain di lantai tiga" ujar bu Mirna.

"Kalau boleh tahu, denda yang harus dibayar jika menyalahi kontrak?" Luna minta penjelasan.

"Itu bagian HRD yang tahu. Biasanya sih tergantung jabatan. Kalau sekelas kita sih, bisa sampai puluhan juta" kata bu Mirna tegas.

"Owh, begitu ya bu. Banyak juga ternyata" kerja aja belum dapat gaji, ngeri juga kalau dapat pinalti sebanyak itu. Maka Luna pun buru-buru menandatangani berkas itu.

Bu Mirna sedikit menaikkan sudut bibirnya saat Luna menandatangani berkas-berkas di depannya.

"Oke, habis ini akan aku serahin ke HRD. Sebaiknya kamu segera naik, jangan sampai keduluan tuan muda" Luna pun bergegas pergi dari ruangan bu Mirna.

Luna datang terburu dan hendak ke pantry. Karena di sana tempat loker berada.

"Hei udik" panggil Laura yang ternyata datang lebih pagi dari biasanya.

'Sabar Lun, pasti dia hanya ingin menyapa kamu yang cantik ini' hibur Luna untuk dirinya sendiri.

"Lo nggak dengar ya?" nada bicara Laura naik satu oktaf.

"Siapa yang anda panggil miss?" barulah Luna menoleh.

"Kamu... Siapa lagi emangnya" tersirat nada jengkel di suara Laura.

"Nama saya Luna dan bukan udik" tukas Luna.

"Gue nggak perduli. Pagi ini lo pindahin berkas-berkas yang ada di samping meja itu ke gudang" Luna melihat gunungan berkas di sana.

"Baik miss" Luna beranjak dan hendak menaruh tas nya terlebih dahulu.

"Lo disuruh apa sama nek lampir di sana?" sambut Aris.

"Husssstt jangan keras-keras" larang Luna dengan menaruh telunjuknya depan mulut.

Luna mengatakan apa yang diperintahkan miss Laura ke Aris.

"Lo kerjain aja dulu. Ntar selesai bersih-bersih aku bantuin" ujar Aris.

Luna pun mengangguk. Senang juga punya teman kerja yang baik seperti Aris.

Saat Luna hendak mengangkat kardus berkas, bertepatan dengan itu datang wanita cantik yang semalam ditemui oleh Luna.

"Laura, ada yang ingin aku tanyakan sama kamu" serunya saat di dekat meja sekretaris tuan bos.

"Loh, nyonya besar. Pagi-pagi kok sudah ke sini? Tuan muda saja belum datang" Laura heran.

"Apa kamu tahu siapa wanita yang sedang dekat dengan Jiel?" tanyanya.

Luna masih bisa mendengarkan semua.

"Nggak ada nyonya. Setahu saya tuan muda tak pernah kencan dengan gadis manapun" terang Laura.

"Jujurlah Laura" suruh sang nyonya.

"Kalau memang ada, pasti saya akan langsung lapor nyonya" lanjut Laura.

Luna melangkah menjauhi kedua wanita itu sambil menenteng berkas yang hampir separuh menutupi wajahnya menuju tangga.

"Oh ya Laura, sejak kapan ada petugas bersih-bersih cewek di lantai ini?" ternyata keberadaan Luna pun tak luput dari pandangan nyonya besar.

"Sejak kemarin, emang kenapa nyonya?" telisik Laura.

"Apa dia baru?" arah mata nyonya besar mengarah tepat ke punggung Luna yang berjalan menjauhi mereka.

Tepat saat Luna turun tangga, Jiel keluar dari pintu lift.

"Wah, petugas intelijen sudah nyampai aja di sini?" sindir Jiel ke sang mama.

"Apaan sih?" kata mama sewot.

Sementara Laura dengan sejuta tanyanya.

"Mama nggak ada kerjaan? Sudah sampai sini saja? Atau mama mau gantiin posisi aku, biar saben hari bisa nggosip sama Laura?" olok Jiel ke sang mama, membuat mama semakin sewot dibuatnya.

Tak lama, Valen ternyata juga datang ke kantor Jiel membuat mood Jiel langsung turun drastis. Wajah Laura pun juga berubah jutek.

"Ngapain lo ke sini?" kata Jiel dengan nada ketus.

"Bolehlah aku mampir, kebetulan aku lewat dekat sini" bilang Valen.

"Sekali-kali melihat perusahaan calon suami" ucap Valen tersenyum penuh makna.

"Calon suami?" Laura menunjukkan rasa tak senang.

Di tengah obrolan tak kondusif itu, Luna melewati mereka berempat dengan membawa secangkir kopi untuk sang tuan bos.

Melihat Luna, ekspresi Jiel langsung saja berubah. Dan itu tak lepas dari pengamatan ketiga wanita di depannya.

Nyonya besar dan Valen sepertinya tak mengenali Luna saat pakai pakaian kerja.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued, happy reading

Like, komen, vote dan jangan lupa kasih bintang lima.

Makasih buat yang masih stay tune in my novel. 🥰

Terpopuler

Comments

Atik Marwati

Atik Marwati

aman lun .. mereka ga ngenalin kamu...

2024-01-13

1

Tania

Tania

lanjut

2023-05-28

3

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!