Talak

"Hah? Dia istri Robby? Katanya tadi single?" beberapa omongan terdengar juga sampai telinga Luna.

Robby pun beranjak dan seperti akan menjelaskan sesuatu. Penjelasan untuk menyangkal perkataan Luna pastinya.

Sebelum Robby mengatakan sesuatu, Luna melempar beberapa lembar foto dirinya saat menikah dengan Robby di meja penghulu.

"Memang pernikahan ini belum sah di mata negara, seperti yang dikatakan oleh mama mertua. Tapi secara agama aku adalah istri kamu. Jadi biar kak Robby bisa menikahi itu, talak aku kak" ulang Luna penuh keyakinan.

"Kalau aku tak mau?" Robby menatap dengan senyum licik.

Luna pun tersenyum, "Maka wanita yang di sana harus siap dipoligami. Dan ingat aku juga punya hak yang sama sebagai istri. Semua yang hadir adalah saksinya" seru Luna.

"Makin dibiarkan makin banyak omong kamu ya" bu Marini ikutan berdiri.

Luna mendekati Ranti yang duduk di depan penghulu.

"Apa kamu siap menikah dengan laki-laki yang sudah beristri?" provokasi Luna.

"Aku sudah tahu itu dan Robby pun sudah cerita sebelumnya. Jadi tak akan kubiarkan seorang pembantu gratisan begitu saja pergi" kata Ranti pelan. Dan Luna lumayan terkejut akan hal itu. Ternyata orang yang akan merundungnya bertambah satu.

"Dan perlu kamu ingat, disinilah aku yang menjadi istri sah. Dan di mata hukum akulah yang lebih berhak atas diri Robby. Camkan itu!!!" ucap Ranti pelan.

"Pak penghulu, apa istri berhak minta cerai jika merasa tak ridho dengan pernikahan kedua suaminya?" kata Luna dengan lantang.

Pak penghulu menjelaskan jika perceraian bukanlah hal yang disukai oleh Sang Pencipta tapi diperbolehkan.

"Itu hak anda untuk meminta pisah. Segala keputusan ada di anda nyonya" seru pak penghulu.

"Oke kak Robby, karena saya tak ingin dipoligami maka talak aku sekarang" lanjut Luna mengarahkan pandangan ke Robby.

Cukup sudah dia bertahan dalam kungkungan keluarga yang hanya memanfaatkan tenaganya itu dengan dalih utang piutang.

"Luna sini!" panggil Robby.

"Jika kamu tetap melawan apa yang aku katakan, maka semua harta orang tua kamu akan aku sita!" ancam Robby dengan berbisik.

"Ha...ha...silahkan saja. Toh aku bisa lapor ke pihak berwajib atas penipuan yang telah keluarga kamu lakukan" balas Luna.

"Sudah berani kamu Luna!" hardik Robby.

"Mas, kita jadi nikah nggak sih? Kok malah ngeladenin dia?" sela Ranti dengan tangan menggandeng mesra Robby.

"Oke...oke..." Robby kembali bersiap dan tak memperdulikan Luna.

"Talak aku duluan" ujar Luna.

Robby menatap bu Marini, tak ada jawaban di sana.

"Perjanjian utang piutang keluarga kamu dengan keluargaku akan kujadikan bukti utama bahwa keluargamu adalah penipu" bisik Luna.

Robby menatap tajam ke arah Luna, "Awas saja kalau lo berani!!!"

.

Dua hari lalu, tanpa sengaja Luna menemukan sebuah map berisi dokumen di almari kamar bu Marini.

Map yang jatuh saat dirinya hendak menaruh baju yang sudah rapi karena habis disetrika olehnya.

"Apa ini?" gumam Luna saat map terbuka dan tercantum nama kedua orang tuanya.

Meski hanya lulusan sekolah menengah atas, Luna juga paham kalau itu adalah surat perjanjian. Surat perjanjian piutang yang sepertinya dibuat satu setengah tahun lalu saat ibu Luna dirawat di rumah sakit.

Ternyata di sana hanya tertulis pinjaman sebesar lima juta, tidak seperti yang digemborkan oleh mereka selama ini.

Uang lima juta dengan bunga sebesar lima ratus ribu sebulan. Dan jika sampai setahun tak bisa melunasi maka aset kepunyaan orang tua Luna akan diambil alih.

"Hhmmm, tidak ada meterai?" Luna menautkan alis.

"Sebaiknya kubawa saja, pasti suatu saat akan berguna" kata Luna dalam hati.

Bahkan Luna juga menemukan beberapa foto saat Robby sedang mengucapkan ijab kabul saat itu.

Hingga akhirnya beberapa bukti yang ditemukan Luna memang diperlukan untuk saat ini.

Luna membungkuk ke arah Robby, "Aku tak akan macam-macam, asal kamu talak aku sekarang juga" ujar Luna.

Meski Luna tahu, perceraian adalah hal yang sangat dibenci oleh sang pencipta.

Robby masih diam.

"Tunggu apa lagi?" tandas Luna.

Dia yang biasanya menjadi cewek penurut, sekarang tak mau ditindas begitu saja.

"Jangan jadi cowok yang sembunyi di bawah ketiak mama" olok Luna memprovokasi.

"Sialan lo" umpat Robby.

"Jangan hanya bisa mengumpat" kembali Luna memanasi Robby.

"Oke aku talak kamu sekarang juga" Robby berdiri dengan wajah emosi.

Bu Marini dan dayang-dayangnya Naya, Tari dan Ranti sampai heran dengan intimidasi Luna.

Luna tersenyum puas kali ini.

Rencananya sukses dan lancar, seperti yang dia bayangkan.

"Pak penghulu, silahkan dilanjut acaranya. Maaf sudah menjeda" Luna basa basi dengan petugas pencatat nikah itu.

Dengan senyum puas Luna meninggalkan tempat acara pernikahan suami yang sekarang telah menjadi mantannya.

"Aku pulang saja. Sudah enam bulan lebih aku tak ketemu sama ayah dan ibu" maka Luna pun mencegat angkot yang akan ke rumah.

Sampai di rumah, Luna dikagetkan dengan beberapa mobil mewah yang terparkir di depan rumah.

Luna berjalan memutar dan hendak masuk lewat pintu belakang rumah sederhana yang selama ini ditempati olehnya.

"Dimana kamu sembunyikan bayi itu? Sudah lama aku mencari keberadaannya" seru seseorang dengan suara marah.

"Saya tak tahu tuan" jawab ibu Luna.

"Jangan bohong kamu. Anak buahku tak mungkin salah. Kamulah yang saat itu membawa bayi merah anak kakakku" lanjutnya dengan suara menggelegar.

"Mana mungkin saya berani membawa bayi tuan besar tuan" ayah Luna pun ikutan menjawab.

"Nggak usah banyak omong. Kutunggu seminggu ini. Jika minggu depan kalian tak bawa anak itu ke hadapanku. Maka aku tak menjamin hidup kalian selamat" ancam nya.

Luna melihat semua dari celah dinding yang menghubungkan ruang tengah dengan dapur tempat dirinya sekarang.

"Siapa mereka?" batin Luna.

"Kenapa mereka mengancam ayah sama ibu?"

Luna muncul saat mereka semua telah pergi. Rombongan orang berdasi dengan mobil mewah.

Tentu saja kedatangan Luna membuat kaget kedua orang tuanya. Pak Hakam dan bu Tutik.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading

Terpopuler

Comments

Nani Mardiani

Nani Mardiani

Aku vote wat author, salut sama Luna yg bangkit dan melawan orang yg mendzoliminya.

2023-06-02

4

Tania

Tania

siapa Luna?

2023-05-21

2

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!