Lantai Teratas

Dan kini Luna berada. Di sebuah perusahaan besar depan ruangan HRD bersama puluhan pelamar lain.

"Ternyata peminatnya banyak juga?" gumam Luna.

Di sana ada yang berpenampilan biasa, ada juga yang bermake up tebal.

Luna merasa kecil berada di antara pelamar yang lain.

"Aluna Mahira" panggil seseorang dari dalam ruangan.

Tiba giliran Luna menghadap bagian kepegawaian perusahaan itu.

Luna bangkit dari duduknya, "Bismillah". Sembari menghela nafas panjang, Luna melangkah ke dalam.

"Selamat siang" sapa Luna.

"Silahkan duduk" ujar salah satu pewawancara.

Tiba-tiba ada seseorang menerobos masuk, tepat Luna akan duduk.

Karyawan bagian HRD itu berdiri menyambut dan membungkuk hormat.

"Selamat siang tuan muda" sapanya.

"Siang. Sibuk apa kalian?" tanyanya tegas dan duduk begitu saja di samping karyawan itu.

"Wawancara karyawan baru dengan penempatan divisi kebersihan tuan" beritahu sang karyawan.

"Mana berkas dia? Aku ambil alih wawancara kamu" seru orang yang dipanggil tuan muda itu.

Luna tak berani menatap langsung. Matanya masih tertuju ke lantai.

"Aluna Mahira, jika kamu akan diwawancara tatap orang yang menjadi lawan bicara kamu. Kalau kamu memandang ke bawah, itu sama artinya kamu tak menghargai orang yang mengajakmu bicara" tegas orang itu.

Luna pun perlahan mendongak.

Kaget juga melihat siapa orang yang kini berhadapan dengannya.

'Semoga saja dia tak ingat denganku' harap Luna dalam benak.

Orang yang disapa tuan muda itu adalah Azriel. Teman seangkatan Robby yang waktu itu datang di acara reuni di rumah Robby.

Pandangan mata Azriel menatap Luna dengan tajam, tentu saja membuat salah tingkah Luna.

"Sepertinya aku pernah melihatmu?" seru Azriel.

"Tak mungkin tuan" elak Luna. Luna takut jika tuan muda itu ingat saat dirinya menjadi pembantu atau istri bayangan Robby.

"Hhhhmmm benar juga. Mana mungkin kita pernah bertemu" ucap Azriel pada akhirnya.

Kembali Luna menarik nafas panjang. Lega tentu saja.

"Sebutkan nama kamu, alamat, ijazah terakhir dan apa yang kamu bisa" perintah Azriel.

Luna menceritakan daftar riwayat hidup seperti yang ditulis di lamarannya.

"Besok suruh dia masuk. Khusus untuk membersihkan ruangan aku dan lantai teratas di gedung ini" Azriel beranjak meninggalkan ruangan HRD.

Karyawan yang seharusnya mewawancarai Luna terlihat menghela nafas lega.

"Huh, kalau tuan muda datang rasanya bikin bengek aku kumat" gumamnya.

"Luna, beruntung sekali nasib kamu bisa langsung naik tahta ke lantai tuan muda" seru karyawan itu.

"Mulai besok kamu bisa langsung bekerja. Carilah kepala bagian kebersihan" suruh karyawan bagian HRD itu.

"Baik tuan" Luna beranjak meninggalkan ruangan.

"Luna" Luna pun membalikkan badannya lagi, urung memegang handel pintu.

"Iya tuan" jawab Luna.

"Nih seragam kamu buat besok" Luna menerima seragamnya.

"Tuan, mohon ijin untuk tetap memakai hijab" bilang Luna.

"Terserah kamu saja dech" imbuhnya.

"Makasih tuan" Luna pun keluar.

Semua pelamar memandang ke arah Luna yang keluar dengan membawa seragam.

"Alhamdulillah, pertama kalinya melamar kerja dan langsung dapat" gumam Luna sambil mencegat bis atau angkot yang lewat.

Sesuai arahan Bunga, Luna menghentikan angkot letter C yang rutenya melewati tempat kos nya.

Bunga kebetulan sedang beristirahat di kamar saat Luna datang.

"Bung, coba tebak aku keterima nggak hari ini?" Luna menghampiri Bunga yang sedang rebahan.

"Kalau melihat muka kamu sih sepertinya ketrima" tebak Bunga ngasal.

Meski terkadang ketus, tapi hati Bunga sangatlah baik.

"Kapan mulai kerja?" tanya Bunga.

Bukannya menjawab, Luna mengeluarkan dua nasi bungkus yang dibelinya di ujung gang depan.

"Makan dulu yuk. Laper aku habis wawancara" kata Luna tergelak.

"Lagak lo Luna" tukas Bunga ikutan tertawa.

.

Pagi-pagi Luna sudah bersiap berangkat.

Seperti yang dibilang kemarin saat wawancara, Luna mencari kepala divisi kebersihan perusahaan.

Setelah tanya sana sini, itupun dijawab sinis oleh semuanya. Barulah Luna menemukan letak kantor yang berada dekat gudang itu.

"Selamat pagi" sapa Luna ke segelintir karyawan yang baru datang. Yang memakai seragam yang sama yang dikenakan oleh Luna.

Luna hendak memperkenalkan diri, tapi mereka meninggalkan Luna begitu saja.

"Sejak tadi datang, kok nggak ada wajah ramah sama sekali ya?" Luna menggaruk kepala yang tak gatal itu.

"Apa kamu karyawan baru itu?" seru seseorang dari belakang.

"Iya bu" jawab Luna.

Wanita itu mengulurkan tangan dengan wajah keibuan, "Aku Mirna, kepala bagian di sini" katanya.

"Saya Luna. Mohon bimbingannya" Luna menyambut uluran tangan itu.

"Oke, akan aku sebutkan tugas rutin kamu saben harinya. Terutama tugas seorang karyawan kebersihan di lantai teratas" ujar bu Mirna.

"Suatu keberuntungan kamu bisa langsung naik ke lantai teratas Luna. Padahal sebelum ini, seorang karyawan baru bisa naik ke sana saat sudah bekerja minimal lima tahun disini. Dan itupun harus laki-laki" jelas bu Mirna.

"Pagi ini aku sudah dapat memo dari kepala HRD agar aku yang mengajarkan sendiri tentang tugas-tugas kamu" lanjut bu Mirna.

Luna mengangguk.

Keduanya langsung naik ke lantai teratas menggunakan lift.

Di sana sudah ada Aris yang notabene petugas kebersihan di lantai teratas.

"Selamat pagi bu Mirna" sapanya.

"Aris, ini Luna. Teman yang akan menemani kamu di lantai teratas ini. Hari ini aku hanya mengajarkan tupoksinya, untuk detailnya kamu bantu Luna" perintah bu Mirna.

"Baik bu"

Bu Mirna menyodorkan jadwal tuan muda. Yang saben hari berbeda itu.

"Ingat Luna, hindari bertemu langsung dengan tuan muda. Karena dia tak mau ditemui siapapun tanpa membuat janji. Camkan itu!" bu Mirna memberi pengarahan.

Luna kembali mengangguk.

'Ternyata tuan muda Azriel memang kaya sekali, makanya Tari begitu ingin mendekati' batin Luna.

Luna tersontak saat Aris menyenggolnya.

"Datang-datang malah melamun. Ayo kerja!" ajaknya.

Luna diajak Aris ke tempat dimana seorang cleaning service berada.

"Di perusahaan ini, masing-masing lantai sudah ada penanggung jawab kebersihan. Biasanya ada dua, kecuali lantai teratas hanya satu orang. Karena mendapat perintah langsung dari tuan muda untuk ditempatkan di lantai teratas makanya sekarang ada dua petugas aku dan kamu. Lumayanlah pekerjaan aku sedikit terkurangi" kata Aris panjang lebar.

Luna diajari cara membersihkan lantai dan seluruh ruangan yang ada di lantai teratas itu. Luna menyimak dengan baik.

"Semua ruangan harus siap saat tuan muda dan sekretarisnya yang agak songong itu datang" bilang Aris.

"Dan perlu kamu ingat Luna, jika miss Laura ngomel jangan didengerin" saran Aris.

"Siapa miss Laura?" tanya Luna.

"Sekretarisnya tuan muda" jelas Aris.

"Owh" hanya itu jawaban Luna.

"Siapkan saja minuman dan cemilan buat tuan muda" Aris pun mengajarkan apa yang dimaksud dengan ucapanya.

Luna pun menyimak semua.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued, happy reading

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

lanjutt thor

2023-05-21

4

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!