Makan Gratis

Luna lebih banyak diam selama dalam perjalanan.

Niatnya pergi karena lembur, daripada dipecat baru sehari kerja kan berabe. Ingat cari kerja jaman sekarang susah, apalagi cuman ijazah sekolah menengah. Pikir Luna.

"Lo sakit gigi?" tanya Jiel saat mobil terhenti di lampu merah.

"Enggak" jawab Luna singkat.

"Kok diam? Berasa di kuburan aja" ujar Jiel menimpali.

Luna kembali diam.

"Kok aku berasa sendirian aja ya" sindir Jiel.

Luna tak menanggapi, karena bingung musti membuka obrolan apa dengan tuan bos nya itu.

"Luna" panggil Jiel. Jengkel dengan kediaman Luna.

"I...i...iya bos" Luna sampai terlonjak.

"Nanti sampai di tempat tujuan, jangan lagi panggil aku tuan bos" pinta Jiel.

"Panggil dengan namaku. Kak JIEL!!!" seru Jiel menambahi.

"Nggak mau tuan. Takut dipecat" tolak Luna.

"Ini perintah" tegas Jiel.

"Tapi aku nggak berani" Luna masih menolak.

"Aluna Mahira" selalu saja Jiel memanggil nama lengkap Luna jika sudah jengkel.

"Baik tuan bos" Luna mengalah daripada kena semprot lagi.

"Nah gitu dong sedari tadi. Jadi aku nggak usah repot teriak-teriak" tukas Jiel.

"Siapa suruh teriak" gumam Luna.

"Apa kamu bilang?" seloroh Jiel.

"Nggak kok tuan bos. Aman" balas Luna.

"Aman... Aman... Kira belum aman kalau telat sampai lokasi" ujar Jiel.

"Kita mau ke mana sebenarnya tuan bos?" tanya Luna.

Heran saja baru hari pertama kerja sudah disuruh lembur. Lemburnya aneh lagi. Tapi kok ya aku mau saja. Batin Luna.

"Ntar juga akan tahu" jawab Jiel.

"Tapi ingat jangan pernah manggil aku dengan tuan bos, tapi Kak... Kakak" imbuh Jiel.

"Itu juga perintah?" Luna bertanya.

"Yappp..." seru Jiel.

Mobil Jiel berhenti di depan sebuah gerbang tinggi menjulang.

Tanpa ada yang membuka, gerbang itu terbuka otomatis. Dan Jiel kembali melajukan mobil perlahan.

"Wah, gerbangnya bagus banget. Bisa buka sendiri" kagum Luna.

Beberapa penjaga yang ada di sana, menunduk hormat ke arah mobil Jiel yang berjalan.

"Jadi tuan muda enak banget ya" gumam Luna.

"Enggak enak" sela Jiel dan membuat Luna melakukan aksi tutup mulut.

Jiel turun dari mobil dan diikuti Luna di belakangnya.

Kembali Jiel berhenti mendadak dan membuat Luna menabraknya.

"Hobi banget sih nabrak punggung gue" seru Jiel dengan sudut bibir tersenyum.

"Tuan juga hobi banget ngerem mendadak" ulas Luna.

"Tuan... Tuan... Mulai di sini pemberlakuan aturan baru. Panggil aku dengan K-A-K-A-K kakak" eja Jiel.

"Aku nggak terbiasa tuan" elak Luna.

"Panggil aku tuan lagi maka gaji kamu akan aku potong sepuluh ribu tiap panggil dengan itu. Berlaku kelipatan" ancem Jiel.

"Tuan bos ini sedari pagi main ancem mulu. Tau gitu mendingan nggak usah lembur" bibir Luna dimanyunkan membuat Jiel gemas ingin mencubit.

"Nggak usah banyak debat, aturan itu berlaku sekarang" tegas Jiel.

Dengan sigap, Jiel memposisikan dirinya berjalan di samping Luna.

"Ayo jalan" ajak Jiel.

.

"Hai Jiel sayang, akhirnya kamu datang juga. Tuh sudah ditungguin Vallen di dalam. Ada juga tuan Probo sekalian sama istrinya" kata mama menyambut kedatangan sang putra tunggal, pewaris dari keluarga Wibisono itu.

Bukannya menjawab apa kata mama, dengan seenaknya Jiel menggandeng Luna. Luna hendak menarik tangan tapi kalah kuat dengan pegangan Jiel.

"Ingat apa yang aku bilang tadi" tatap Jiel ke arah Luna.

Tentu saja Luna menjadi kikuk. Tak terbiasa dengan tatapan itu.

"Ba...ba...baik tu... Eh kak Jiel" Luna meralat panggilannya.

"Siapa gadis ini? Mama kok belum pernah lihat?" tanya mama dengan pandangan menelisik ke arah Luna.

"Teman dekat Jiel" Luna tersontak dengan jawaban tuan bos.

Wah, ngasal banget jawaban tuan ini. Teman dekat darimana? Kenal aja juga baru hari ini. Meski sudah pernah bertemu sebelumnya sih. Batin Luna.

"Dia dari keluarga mana?" sela mama.

"Nggak penting dia dari keluarga mana, yang penting Jiel nyaman" jelas Jiel.

Kali ini mama tak ingin berdebat.

Putranya mau hadir saja, mama sangat senang.

"Ajak sekalian dia masuk" suruh mama.

Tanpa menjawab Jiel melangkah dengan tangan tetap menggandeng tangan Luna.

"Selamat malam semua" sapa Jiel dengan wajah datar.

Valen menengok ke arah suara dengan mata berbinar. Tapi sejurus kemudian wajahnya langsung berubah saat melihat Jiel sedang menggandeng seorang gadis cantik.

"Tuan Probo, gimana kalau ngobrolnya kita lanjutin setelah makan malam" ajak papa.

"Oke tuan Brahma" jawab papa Valen.

Saat di meja makan, Valen mencoba menarik perhatian Jiel dengan duduk di sampingnya. Sementara Luna berada di sisi kanan Jiel. Tentu saja Luna merasa aneh dan tak terbiasa dengan makanan yang terhidang di atas meja.

Jiel memahami dilema Luna. Dan Jiel pun mengambil tendeeloin steak dan memotongnya. Sejurus kemudian steak yang sudah terpotong itu diserahkan kepada Luna.

"Makanlah!" ucap Jiel.

"Makasih" jawab Luna lirih.

Di meja makan itu, Luna merasa rikuh dan merasa diperhatikan oleh semua yang ada di sana.

Lagi-lagi Jiel menyodorkan minuman untuk Luna.

"Apa dia nggak bisa ambil sendiri?" kata mama yang rupanya sedikit jengkel.

"Luna pasti nggak enak lah Mah. Kan baru ini ketemu kalian" alesan Jiel.

Valen terlihat bersungut, karena dia juga ingin diperhatikan oleh Jiel seperti itu.

"Kenapa hanya dia, Valen juga ingin kamu potongkan steak untuknya" bilang mama.

"Sori dech, aku lapar" Jiel beralesan untuk menolak permintaan Valen. Jiel makan dengan menu yang sama seperti yang dimakan oleh Luna.

Saat acara makan selesai.

"Mah, aku sudah penuhin janji aku untuk datang. Karena sudah malam aku pamit" Jiel tak akan membiarkan Luna berlama-lama dengan Valen.

Apalagi kedua keluarga itu pasti akan meneruskan pembicaraan tentang perjodohan Jiel dan Valen yang sebenarnya sudah ditolak oleh Jiel sedari awal.

"Mau kemana Jiel? Kita belum sempat ngobrol loh" seru Valen.

"Ini sudah malem" tolak Jiel.

"Oh ya Mah, tolong ingatkan keluarga Probowaskito percuma menungguku untuk menikahi putrinya. Aku tak akan melakukannya" bisik Jiel di telinga mama membuat mama menyorot tajam Jiel.

Jiel pun pergi membawa Luna. Luna tak sempat pamitan ke kedua orang tua tuan bos. Bagaimanapun keadaannya, Luna harus berterima kasih karena mendapat makanan gratis.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

***To be continued, happy reading.

Like, komen, vote dan jangan lupa kasih bintang lima.

Autor janji dech akan ngusahain update saben hari 😊😊😊🤗😂

Lope-lope buat kalian semua***.

Terpopuler

Comments

Warijah Warijah

Warijah Warijah

Semoga Jiel tetap tegas menolak di jodohkan..

2023-05-25

5

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!