Pertemuan Yang Diatur

Luna kini berada di mobil yang sama dengan tuan bos, yang sebelumnya terjadi drama sebelum naik tadi di mana Luna hendak berada di belakang. Sungkan dengan tuan bos yang menyetir sendiri.

"Emang aku sopir kamu? Duduk depan!" suruh Jiel.

Luna berjalan pelan, pindah ke bangku depan.

Mobil melaju keluar area perusahaan tanpa ada yang tahu kecuali satpam yang khusus jaga di area parkir khusus itu.

Jauh sebelum mereka turun, Jiel sengaja menyuruh Laura untuk pergi keluar. Mengantar langsung berkas kerjasama yang telah ditandatangani Jiel ke perusahaan rekanan. Agar tak mengetahui jika dirinya pergi bersama Luna.

"Kita mau ke mana tuan bos?" tanya Luna.

"Kamu sudah makan siang belum?" tanya Jiel tanpa menjawab pertanyaan Luna.

Dia sok baik banget. Apa aslinya dia memang beneran baik? Batin Luna.

"Aluna Mahira" panggil Jiel.

"Belum tuan. Mau makan keburu diajak sama tuan" jawab Luna.

Jiel membelokkan mobil dengan mendadak ke sebuah resto.

Untung saja Luna sudah pakai sabuk pengaman. Kalau nggak dirinya bisa ambruk ke badan Jiel.

"Apa nggak bisa pelan? Pusing aku" kata Luna.

"Sori... Sori... Abisnya gue juga mendadak lapar" kata Jiel dengan santainya.

Jiel turun sementara Luna diam di tempat.

Jiel membukakan pintu mobil untuk Luna.

"Silahkan tuan putri" ucap Jiel menyilahkan Luna.

Melihat semuanya Luna seperti mengingat sesuatu. Sesuatu yang samar ada di ingatan. Luna merasa pernah dalam situasi yang sama seperti ini, di mana ada seorang yang memanggilnya tuan putri. Tapi di mana? Entahlah. Luna tak mengingatnya.

"Aluna Mahira, apa aku menggaji kamu untuk melamun?" seru Jiel.

"Ma... Maaf tuan" Luna pun beranjak tanpa sadar kepalanya hendak terantuk atap mobil dan dengan sigap tangan Jiel melindungi.

"Awh..." ucap Jiel mengibaskan tangan karena kejepit antara kepala Luna dan kabin mobil.

Luna reflek memegang tangan Jiel dan meniupnya pelan.

Jiel tertegun, tingkah Luna mirip sekali dengan gadis masa kecilnya.

"Tuan... Tuan... Bos..." Luna melambaikan tangan di depan netra Jiel.

Jiel pun menarik tangan yang dipegang oleh Luna.

"Ayo masuk" ajak Jiel.

Pandangan aneh pengunjung resto melihat Jiel dan Luna.

Jiel dengan pakaian kantor lengkap dan bermerek, mengiringi langkah cleaning service di depannya. Luna memang masih memakai seragam kantor.

Luna hendak duduk memisah, risih dengan pandangan orang-orang di sana.

"Tuan bos, aku duduk di pojok sana aja" bilang Luna saat Jiel telah duduk di meja tengah.

"Duduk! Atau aku ikut pindah" suruh Jiel tanpa memberikan pilihan.

"Tuan bos, aku merasa nggak enak. Aku cuman cle..."

"Bisa diam nggak? Nih pesen!" Jiel menyodorkan buku menu ke arah Luna.

Mau tak mau Luna pun duduk semeja dengan tuan muda yang diam-diam Luna tatap intens.

Tampan juga dia. Batin Luna.

Opps, jangan bayangin yang nggak-nggak Luna. Cowok di depan ini berada di luar jangkauan kamu. Luna melamun lagi.

"Kenapa? Ada yang salah dengan muka gue?" suara Jiel membuyarkan lamunan Luna.

Luna tergugup saat ketahuan kalau dirinya mencuri pandang ke arah Jiel.

Melihat wajah Luna bagai kepiting rebus malah membuat Jiel makin suka.

"Pesan apa?" tanya Jiel.

"Ikut apa kata tuan bos saja" tukas Luna.

"Western mau?" Jiel memastikan.

Alis Luna sedikit terangkat.

"Pasti lo nggak tahu kan?" ejek Jiel.

"Kalau burger mah aku tahu tuan. Aku pesen burger aja dech" ucap Luna.

Apa itu menu kesukaannya? Batin Jiel.

"Lo suka?" perjelas Jiel.

"Tentu tuan. Burger it's my favorite" ucap Luna.

"Tapi burger kesukaan aku mah cukup lima belas ribuan. Di sini mahal banget" Luna menatap list makanan yang bisa dipesan di resto itu.

.

Jiel kembali melajukan mobil selepas makan. Tujuannya kali ini adalah ke kota tempat mall milik keluarganya berdiri kokoh di sana.

Di mana lagi kalau bukan kota tempat Luna tinggal sebelumnya.

Dan Luna belum menyadari itu.

Luna tertidur nyenyak saat perjalanan, apalagi diiringi perut yang kenyang dan udara sejuk di mobil. Membuat Luna berasa dininabobokan.

"Yaaaacchh sudah tidur aja dia" bilang Jiel.

"Kenapa saat melihatnya, aku selalu saja teringat akan gadis kecilku" gumam Jiel.

"Dimana kamu sekarang?" Jiel menengok ke Luna yang tengah pulas tertidur.

Setelah menempuh perjalanan hampir empat jam dan hari sudah menjelang petang sampailah Jiel di area basement mall.

Jiel hendak membangunkan Luna, tapi bingung harus bagaimana. Mau menyentuh juga tak enak, tapi Luna tak bangun juga saat Jiel memanggil beberapa kali.

"Kecoa..." teriak Jiel di telinga Luna membuat gadis itu reflek memeluk Jiel. Pelukan itu membuat jantung Jiel berdesir.

"Ma...mana tuan?" tanya Luna saat tahu kalau saat ini dia sedang memeluk erat tubuh Jiel.

"Ma...maaf" Luna pun mengurai pelukan dan Jiel pun tergelak menanggapi.

"Ayo turun!" ajak Jiel seperti mengajak Luna saat berada di resto tadi.

Karena tak pernah masuk ke mall itu, maka Luna juga belum tahu kalau dirinya sedang berada di kotanya.

"Selamat sore tuan Azriel" sapa seseorang dari samping Jiel.

"Sore" balas Jiel.

"Tumben tidak bersama miss Laura?" tanya orang itu. Luna tak bisa melihat karena posisinya berada di samping Jiel.

"Tuan Robby menunggu anda di ruang rapat" sambung orang itu.

Deg, Luna teringat nama mantan suaminya.

Semoga saja bukan dia. Harap Luna.

Tapi harapan Luna tak sesuai kenyataan.

Tepat di depan ruang rapat, Luna yang bersama dengan Jiel berhadapan dengan Robby sekarang.

Dan itu semua disengaja oleh Jiel. Sengaja mengajak Luna untuk ketemu mantan majikannya seperti yang dibilang oleh keluarga Robby kepada dirinya.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading

Like, komen, vote dan jangan lupa kasih bintang lima.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

next thor

2023-05-30

2

Anonymous

Anonymous

akhirnyaaa up jugaaa, yuk semangatt up lagi thorrr👍

2023-05-30

2

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!