Ikrar Talak?

Terdengar ketukan pintu yang demikian keras dari pintu utama depan.

Luna yang belum bisa memejamkan mata pun tergopoh ke depan.

Luna mengira kalau yang datang adalah Robby sang suami.

Dengan tergesa dia buka pintu yang terkunci dari dalam.

Ada dua orang laki-laki tak dikenal berada di depan.

"Benarkah ini rumah saudara Robby?" tanya salah satunya.

"Benar tuan? Ada apa ya?" tanya Luna.

"Ada hal yang ingin kita sampaikan" seru yang lain.

"Ada apa ini? Pagi buta sudah bertamu ke rumah orang. Nggak sopan banget" kata bu Marini sengit.

"Ibu siapanya Robby?" tanya laki-laki yang paling belakang.

"Saya ibunya. Kenapa?" ucap bu Marini dengan rasa tak suka.

"Kebetulan. Anda diundang ke salah satu rumah di kampung sebelah" serunya untuk memberitahu.

"Ogah, nggak ada urusan aku dengan kalian. Kenapa aku musti nurut" tolak bu Marini.

"Karena Robby, putra anda telah kepergok warga kampung sebelah tengah menginap di rumah seorang janda. Dan itu sudah sering terjadi" sambung laki-laki paling depan.

"Nggak mungkin itu. Anakku laki-laki terhormat. Banyak nama Robby lain di kampung ini" bu Marini kekeuh dengan pendiriannya.

"Yang anda maksud apa tuan Robby, pengawas di mall" Luna menyebut nama sebuah mall tempat di mana Robby mengais rejeki selama ini.

"Yap, aku dengar begitu" tegas laki-laki yang tepat berdiri di depan Luna.

"Emang di rumah siapa sih dia menginap" tanya Luna.

"Issshhh kamu ini apaan sih? Nggak mungkin Robby kita berbuat begitu" sela bu Marini.

"Nyonya Ranti. Ya, rumah nyonya Ranti lah sekarang Robby menginap" beritahu keduanya.

Deg. Luna terdiam. Apa benar suaminya itu mengkhianatinya. Mengkhianati istri yang tak pernah disentuh.

Kalau begitu benar adanya, jikalau yang dimaksud mereka adalah Robby suaminya.

"Kan normal pak, mereka sama-sama single" seru bu Marini.

'Single? Apa maksudnya? Jelas-jelas kak Robby sudah menikahiku' batin Luna.

"Normal kalau mereka dalam pernikahan yang sah. Kalau begini sama aja dengan kumpul kebo nyonya" beritahu mereka.

"Kampung kalian aja yang kolot" olok bu Marini.

"Pagi ini keluarga pak Robby kami harapkan hadir di sana. Biar semua jelas" tukas mereka tanpa membalas ucapan bu Marini yang tentu saja memerahkan telinga.

Bu Marini pun membangunkan Naya dan Tari.

Tentu saja bu Marini hanya mengajak mereka berdua saja ke sana dan tak akan mengajak Luna wanita berdaster lusuh itu.

"Ngapain sih Mah, kita repot ke sana?" tanya Tari yang memang belum mengerti cerita yang sebenarnya.

"Mama juga nggak tahu. Kita ke sana saja, biar jelas semua" balas mama.

"Emang beneran Mah, kalau kak Ranti tuh sudah jadi janda? Apa kak Robby tahu akan hal itu?" sela Naya.

Sementara bu Marini hanya mengangkat kedua bahu.

Selama ini yang diketahui oleh ketiganya, jika Ranti telah lama menjadi kekasih Robby.

Luna tetap saja mondar mandir di ruang tengah sepeninggal ketiga wanita tadi.

"Kalau ada penggerebekan, pasti endingnya akan dinikahkan" gumam Luna. Luna ingat akan pengalaman tetangga yang persis sama dialami Robby saat ini.

Luna mandi dan membersihkan diri. Luna bertekad akan menyusul untuk mencari kebaradaan Robby sang suami.

Memakai pakaian yang dirasa yang paling baik saat ini, dan juga memakai sapuan bedak dan lipstik tipis Luna berangkat ke kampung seperti yang disebutkan beberapa laki-laki yang datang ke rumah pagi-pagi tadi.

Tak naik motor ataupun ojek Luna melangkahkan kaki di bawah rimbunan pepohonan yang berada di sisi kanan kiri trotoar.

"Pak, apa ini kampung...?" Luna menyebutkan nama kampung yang dicarinya.

"Benar non" jawab orang itu.

"Kalau boleh tahu, rumah nyonya Ranti sebelah mana ya?" tanya Luna sedikit keburu.

Kali ini Luna tak akan menyiakan kesempatan yang ditunggunya selama ini agar terbebas dari keluarga busuk itu.

"Owh, Ranti yang kegrebek warga ya Non. Eh Non kok sudah tahu sih. Emang seviral itu kah berita mereka?" tanggap bapak-bapak itu.

'Wah, kok malah dijakain nggibah sih' Batin Luna.

Luna hanya menanggapinya dengan sedikit senyum.

"Pak, sebelah mana rumahnya?" Luna mengulang kembali tanyanya.

"Sampai lupa njawabnya. Abis semua orang pada ngomongin mereka sih" serunya.

"Non jalan lurus saja, mentok...terus belok kanan. Nah yang rame-rame itu rumahnya Ranti" jelas bapak-bapak yang ditanya Luna.

"Oke pak, makasih" bilang Luna.

"Sepertinya mereka harus dinikahkan Non. Pasti akan jadi berita menarik" teriak orang itu saat Luna berjalan menjauh.

'Berita...berita... Emang aku wartawan apa' gumam Luna dalam benak.

Luna melangkah ke arah yang disebut orang tadi. Memang benar adanya, ada ramai-ramai di sebuah rumah warga. Dan Luna pun mendekat.

"Saya terima nikahnya Ranti bin....." terdengar suara dari dalam ruangan. Luna bergegas mendekat.

"Tunggu...." seru Luna keras.

Semua yang hadir pun mendongak dan melihat ke arah Luna.

Jangan ditanya bagaimana kondisi mata bu Marini, Naya dan Tari termasuk Robby. Keempatnya melotot tajam ke arah Luna.

"Maaf nona, bisa anda agak menjauh. Saat ini akan diadakan akad nikah antara nak Robby dan nak Ranti" kata pak penghulu.

"Saya tahu pak. Dan jadwal anda tentu sibuk juga kan?" tanya Luna ke pak penghulu.

"Kak Robby, sebelum kamu menikahi wanita ini. Talak aku" kata Luna lantang.

"Hah? Dia istri Robby? Katanya tadi single?" beberapa omongan terdengar juga sampai telinga Luna.

Robby pun beranjak dan seperti akan menjelaskan sesuatu. Penjelasan untuk menyangkal perkataan Luna pastinya.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued, happy reading

Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!