Dinner

Semua telah dibersihkan oleh Luna dan juga Aris.

"Lun, mulai besok. Kamu yang bersihkan khusus ruang tuan muda. Aku yang bagian luarnya. Biar cepat selesai. Kita berbagi tugas" bilang Aris.

Luna mengangguk.

"Sekarang kita siapin minuman dan juga makanan ringan buat tuan muda dan juga miss Laura" ajak Aris.

"Kesukaan tuan muda apa?" tanya Luna.

"Sukanya yang gurih tapi rendah karbo" jelas Aris.

"Apaan itu?" tanya Luna penasaran. Karena yang Luna tahu hanya cemilan khas warung dekat rumah saja.

"Makanya sini ikut aku. Biar kamu juga bisa" ulas Aris.

Luna mengikuti langkah Aris.

"Minum yang wajib ada adalah segelas air putih. Kalau tuan muda juga suka kopi, tetapi gulanya kamu kasih segini" Aris mengambil sepucuk sendok teh gula pasir.

"Apa nggak pahit itu?" sela Luna.

"Pahit sih. Tapi kalau maunya begini, kita bisa apa" ucap Aris sambil menyeduh kopi.

"Nih kamu anter ke ruangan tuan muda. Bentar lagi aku nyusul ke sana. Aku yang bawa buat miss Laura" jelas Aris.

"Baiklah" Luna berlalu dengan bersenandung kecil karena dia mengira lantai teratas itu sangatlah sepi.

Ruangan yang besar, tapi hanya ada empat orang penghuninya.

Saat hendak membuka pintu ruangan CEO, langkah Luna pun berhenti karena sudah ada suara dari dalam.

"Jiel, mama tak mau tau. Malam ini kamu harus hadir di jamuan makan malam keluarga kita" ucap suara wanita dari dalam ruangan.

"Ogah Mah, kalau ada keluarga yang anak gadisnya mau mama jodohkan denganku. Ini hanya akal bulus mama kan?" ucap Azriel.

"Azrieeeelllll" teriak mama.

"Biasa aja Mah, telinga aku masih normal kok" jawab Jiel dengan enteng.

"Awas saja, kalau kamu nggak datang. Mama laporin kakek" ancam mama.

"Laporin aja! Khusus satu ini kakek sepaham denganku" kata Azriel dengan tawa kecilnya.

"Dasar anak tak tahu diri" umpat mama seperti biasa. Luna yang mendengar dari luar tentu saja kaget dengan obrolan ibu dan anak yang ada di dalam itu.

"Ha...ha...jangan suka mengumpat. Aku masih anak-anak loh" Azriel malah terbahak.

"Anak bangkotan" seru mama membuat tawa Azriel semakin membahana.

"Oke, mama kasih kesempatan satu lagi. Mau hadir nggak?" ucap mama.

"Enggak"

"Azrieeelllll" ucap mama saking gemas dengan putranya itu.

"Aku akan datang, tapi dengan cewek pilihanku" seru Jiel.

"Oke. Tapi ingat, jika kamu datang sendiri maka mama yang menang. Dan kamu harus mau dijodohkan dengan gadis pilihan mama. Ingat itu!" ancam mama.

"Mama pasti mengira aku ngajakin Laura kan?" seru Jiel.

"Memang iya. Hanya dia satu-satunya cewek yang kamu ingat namanya kan?" ucap mama dengan senyum penuh kemenangan.

"Ingat Jiel, acara jam tujuh malam. Jangan sampai telat!" ujar mama.

Dan bersamaan itu, pintu terbuka dari dalam.

Luna menunduk tak berani menatap. Yang terlihat dari netra Luna hanya sepatu dengan hak tinggi dan dipakai oleh sepasang kaki yang nampak putih mulus itu.

Suara sepatu terdengar teratur dan menjauh dari posisi Luna sekarang.

"Loh Lun, kok belum kamu taruh?" tanya Aris yang barusan menyusul.

Luna menutup mulut dengan jari telunjuk, meminta Aris agar diam.

"Tuan muda sudah di dalam. Aku nggak berani masuk. Katanya kita nggak boleh masuk sana sembarangan?" kata Luna lirih.

"Kalau kita mau nganterin minum ya ketuk aja. Maksudnya kita nggak boleh masuk dengan tujuan nggak jelas. Tumben tuan muda datangnya juga pagi sekali" ucap Aris.

"Buruan anter sana gih!" suruh Aris.

Tok...tok...meski jantungnya berdetak lebih kencang daripada biasanya, Luna tetap saja mengetuk pintu.

"Masuk" suara tuan muda terdengar dari dalam.

"Selamat pagi tuan" sapa Luna dengan muka sedikit menunduk.

Netra Jiel memicing. Melihat cewek yang membawa nampan berisi minuman dan cemilan miliknya.

Sepertinya terlintas ide konyol Jiel setelah melihat Luna.

"Siapa namamu kemarin?" tanyanya.

"Sa...sa...saya tuan?" kata Luna.

"Emang siapa lagi. Hanya ada kamu dan aku di sini" balas Jiel.

"Aluna Mahira" jawab Luna.

"Luna?" tandas Jiel dan Luna pun mengangguk.

"Ntar malam ikut aku" kata Jiel dengan santainya menyandarkan kepala ke kursi kebesarannya.

"Sa...sa...saya tuan?" perjelas Luna.

"Kan nggak ada di peraturan kalau ada kerja malam tuan?" tanya Luna polos.

"Siapa yang nyuruh kerja? Tapi kamu mau aku ajak" ulang Jiel.

"Maaf kalau di luar jam kerja, saya keberatan tuan. Dan itu di luar proporsi kerja saya" tak mungkin juga seorang tuan muda mengajaknya makan malam dengan keluarga seperti yang dia dengar tadi.

"Akan aku kasih uang lembur. Dan itu ada di kontrak kerja. Jika ada uang lembur, maka karyawan tak berhak menolak" ucap Jiel.

"Setahu saya nggak ada di berkas kontrak tuan" karena Luna ingat betul berkas yang ditandatangahi olehnya tadi pagi saat bertemu dengan bu Mirna.

"Mulai detik ini, aturan aku ubah. Dan itu hanya berlaku untuk kamu" jawab Jiel.

"Maaf tuan muda, saya nggak bisa" ucap Luna.

"Ini perintah" kata Jiel tak mau dibantah.

"Jiel, kamu ini bicara sama siapa? Owh, dia udik sekali" kata Laura sembari menutup mulut saat melihat Luna.

"Laura, bukannya aku pernah bilang jangan panggil dengan namaku selagi di kantor" tegas Jiel.

"Siapa dia? Baru kali ini aku melihatnya" Laura tak menjawab pertanyaan Jiel, tapi malah menatap setiap jengkal tubuh Luna. Tentu saja Luna merasa risih.

"Maaf tuan, saya undur diri" sejenak Luna membungkuk dan berbalik keluar.

"Tunggu!" seru Jiel.

"Mana ponsel kamu" tangan Jiel sudah menengadahkan tangan ke arah Luna.

"Apaan sih kamu Jiel?" sela Laura.

Jiel pun menatap tajam ke arah Laura, "Nggah usah ikut campur" jawab Jiel ketus membuat Laura terkicep.

"Aluna Mahira" panggil Jiel dengan nama lengkap Luna.

Bilang mamanya tadi hanya ingat nama Laura, tapi ini kok malah ingat nama lengkapku? Tanya Luna dalam benak.

"Jangan membuat aku memanggil namamu lagi. Mana ponsel kamu" pinta paksa Jiel.

Laura mencoba mencegah sang tuan muda.

"Enggak usah ikut campur Laura, sebaiknya kamu keluar!" perintah Jiel dengan sedikit membentak.

Laura pun keluar dengan kaki menghentak dan muka bersungut.

"Mana?" Jiel kembali menatap tajam Luna.

"Pemaksa" gumam Luna.

"Apa kamu bilang?"

"Enggak tuan, nggak papa kok" jawab Luna tergugup.

Luna mengeluarkan ponsel jadul dan langsung dirampas oleh Jiel.

Jiel ketikkan nomornya di ponsel Luna. Sedetik kemudian di dial nomor itu memakai ponsel Luna.

"Setelah ini, tak boleh sekalipun kamu mengabaikan panggilan aku" seru Jiel.

Tanpa banyak kata Luna keluar dan hendak pergi ke pantry. Belum juga sampai, dia telah dihadang oleh Laura.

"Siapa kamu? Berani-beraninya menggoda Jiel!" ucap Laura sinis.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued, happy reading

Terpopuler

Comments

Atik Marwati

Atik Marwati

AQ ga goda ya... kata Luna
tapi dia yang tergoda sendiri 🤭🤭🤭🤭

2024-01-13

1

Warijah Warijah

Warijah Warijah

Wah Luna kok mau ditindas.. Laura salah cari musuh ☝🏻

2023-05-23

5

Bunda'nya Alfaro Dan Alfira

Bunda'nya Alfaro Dan Alfira

semangat kk buat up banyak²..

2023-05-22

1

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!