Pembantu Gratisan

Baju yang diminta Naya sudah selesai dikerjakan oleh Luna.

Dengan badan yang kecil, Luna terlihat kesusahan membawa semua.

Saat akan masuk ke kamar Naya, tak sengaja Luna mendengar obrolan ketiga wanita yang dianggap menjadi keluarganya sekarang dari ruang tengah.

"Mah, malem ini aku pergi. Temanku ada yang ulang tahun" kata Naya.

"Pergi aja. Kalau perlu gaet tuh laki-laki dari keluarga kaya. Biar hidup kita lebih baik" suruh mama.

'Aneh banget mereka. Bukannya wanita harus menjaga diri dari pandangan menyesatkan laki-laki' batin Luna terungat dengan kata-kata guru ngajinya saat mencuri dengar pembicaraan mereka.

"Eh Mah, ngomong-ngomong kak Robby kok bisa tahan juga ya tidur dengan si kumal itu. Aku aja berasa ingin muntah" ucap Tari yang masih kedengeran oleh Luna.

'Apa maksud mereka?' tanya Luna dalam benak.

Semakin didengarkan maka Luna semakin kepo.

"Mau nggak mau Robby musti tahan. Kapan lagi kita dapat tenaga gratisan. Semua beres oleh dia" kata bu Marini tanpa menyebut nama Luna.

"Kasihan kakak dong Mah, terikat dengan pernikahan yang tak diingininya. Terus apa kabar kak Ranti?" Naya menanggapi.

"Ya masih seperti biasa. Mereka juga masih berhubungan" ujar mama menjelaskan.

"Apa bekal tadi pagi juga buat kak Ranti?" tanya Tari.

Deg, batin Luna.

'Apa suami aku punya wanita lain? Lantas aku ini dianggap apa?' Batin Luna.

"Ya pastinya. Robby jelas saja tak mau rugi" sela mama.

"Awet juga kak Robby dengan kak Ranti" seru Naya.

"Jelas saja lah kak, sudah enam tahun mereka bersama. Tentu saja ikatannya makin tak bisa dilepas" tanggap Tari.

"Lantas gimana dong nasib si kumal nantinya?" telisik Tari.

"Ya biarin aja. Lagian Robby juga nggak nikah resmi sama dia" tandas bu Marini.

Baju yang dibawa Luna terjatuh, dan membuat mereka menghentikan suara.

"Jangan-jangan Luna Mah" ucap Tari beranjak.

Luna terburu pergi saat namanya disebut oleh Tari. Jangan sampai dirinya ketahuan oleh mereka.

Luna melamun sambil menaruh baju punya Naya di kamarnya.

'Apa mereka selama ini menganggap aku hanya pembantu gratisan di sini ya?' Pikir Luna.

"Hei...bajuku!!!!" teriak Naya.

Luna sampai terlonjak kaget karena digertak oleh Naya.

"Kamu ini ngagetin aja" ucap Luna sambil mengelus dada.

"Lo tahu nggak sih, baju ini mahal semua. Malah kamu jatuhin seenaknya" bentak Naya.

"Baju kurang bahan gini?" Luna malah meraih sebuah dress mini yang terjatuh.

"Kok malah lo berantakin sih? Mana" Naya mengambil paksa baju yang dipegang Luna.

"Gitu aja sewot" olok Luna meninggalkan kamar Naya. Tak memperdulikan Naya yang masih saja mengomel.

.

Sampai hampir tengah malam, Robby belum juga pulang.

Luna dengan setia menunggu di ruang depan sambil mondar mandir.

"Kemana dia? Apa dia dengan wanita yang diceritakan mama tadi?" gumam Luna.

Pintu depan terbuka, didapatinya Robby datang dengan badan terhuyung.

"Kak, apa kamu mabuk?" tanya Luna menghampiri.

"Ranti, apa kamu Ranti?" seru Robby dan hendak memeluk Luna.

Luna menangkap badan Robby yang terantuk kursi dan oleng mengenai dirinya.

Luna memapah badan Robby yang terasa berat baginya.

Luna dorong badan Robby ke ranjang di kamar dengan nafas terengah.

"Hah, berat juga badan dia" seru Luna.

Robby terkapar dan langsung tertidur di ranjang besar itu.

Sementara Luna menaruh badannya yang letih di kursi panjang, tempatnya dia tidur selama ini.

.

Pagi buta, setelah mencuci dan memasak, bu Marini melemparkan sejumlah uang untuk Luna.

"Ke pasar sana! Belanja!" suruh nya.

"Bentar Mah, tapi aku belum nyiapin bekal dan baju suamiku" tukas Luna.

"Cih, suami? Suami yang tak pernah menyentuh kamu" olok bu Marini.

"Bagaimanapun juga kak Robby tetap suami aku di mata agama" tukas Luna.

"Ha...ha..." bu Marini malah terbahak.

"Cepat kamu ke pasar. Catatannya ada di meja dapur. Hari ini mau ada acara di rumah ini" kata mama seakan mengusir Luna untuk secepatnya pergi belanja.

Luna pun pergi ke pasar dengan baju daster kebangsaan dan tak lupa mencomot jilbab miliknya yang ada di jemuran.

Hampir dua jam Luna baru balik dengan belanjaan yang begitu banyak.

Dengan keringat bercucuran Luna masuk rumah saat yang lain berada di meja makan.

"Idih, asam banget keringat lo" kata sengit langsung saja terucap dari bibir Tari.

"Hoooekkkkk..." Robby dan Naya malah menunjukkan reaksi yang sama.

"Berasa mual ingin muntah" keduanya terburu pergi ke toilet.

Luna melenggang begitu saja ke dapur. Sudah biasa dengan kata-kata pedas keluarga suaminya.

"Robby, semalam kamu mabuk? Mulut kamu masih bau alkohol tuh" kata mama saat Robby kembali duduk setelah muntah tadi. Demikian juga Naya, bau alkohol masih menyengat saat dirinya kambali duduk dekat Robby.

"Luna, habis ini kamu masak apa yang kamu belanjain tadi" suruh bu Marini.

Luna mengusap peluh, "Boleh aku sarapan lebih dulu Mah?"

"Makan mulu yang lo pikir. Kerja!" hardik Tari dengan mulut pedas.

"Kerja juga butuh tenaga. Emang mau bantuin?" ucap Luna sengaja menggoda Tari.

"Ogah" ucap Tari dengan bibir mencibir.

"Emang acara apa Mah?" tanya Luna.

"Nggak usah banyak nanya, kerjain saja" mama pun melenggang meninggalkan Luna di dapur sendirian.

'Sabar Luna, sabar...' Luna menghibur dirinya sendiri.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued, happy reading

Terpopuler

Comments

Umi Thea

Umi Thea

iya thor bikin cerita ya biar halu jg rd masuk akal jg kali, biar perempuan kampung ga bego bngt kali thor bikin gedeg aja........

2024-02-07

1

lovely

lovely

hanya di dunia haluuu novel.waniza stupid macam.luna bikin Gedeg yg baca terlalu begooo gak ada harga diri sebagai wanita😜

2023-10-27

2

Dian Rahmi

Dian Rahmi

aduh bodoh banget si luna

2023-05-24

3

lihat semua
Episodes
1 Penebus Hutang
2 Pembantu Gratisan
3 Reuni
4 Pasca Reuni
5 Ikrar Talak?
6 Talak
7 Pengusiran
8 Cari Kerja
9 Lantai Teratas
10 Dinner
11 Hari Pertama Kerja
12 Belanja with Bos Baru
13 Pergi Bersama
14 Makan Gratis
15 Hari Kedua
16 Bos Lantai Teratas
17 Mulai Adaptasi
18 Pertemuan Yang Diatur
19 Telusur Masa Lalu
20 Lanjut Telusur
21 Masih Buram
22 Sedan Mewah
23 Hutang Lunas
24 Rumah Kenangan
25 Asisten Dadakan
26 Kakek Gunadharma
27 Kenangan Jiel
28 Pulang Mansion
29 Pandangan Papa Mama
30 Aktor di Balik Layar
31 Makan Siang
32 Kecelakaan
33 Pemakaman
34 Kejadian Yang Sama
35 Masa Lalu
36 Penguntit
37 Asisten Tuan Besar
38 Pengacara Tuan Besar
39 Kerjasama Bersyarat
40 Bersua Pengacara
41 Penculikan
42 Tes DNA
43 Wasiat
44 Penembakan
45 Rh-null
46 Keluarga Rumit
47 Masih Kritis
48 Penyamaran
49 Berita-berita
50 Info Bukan Restu
51 Tamu Tak Diundang
52 Beredar Rumor
53 Cara Cantik
54 Video Tak Jelas
55 Mansion Kakek
56 Bekerja dan Berlibur
57 Hari Perdana
58 Tamu di Hari Kedua
59 Ziarah Makam
60 Lamaran dan Nikahan
61 Akad
62 Tak Harus Malam
63 Momen Ultah
64 Pre Launching
65 Usaha Bobby
66 Launching Produk
67 Rumah Mertua
68 Bersama Mama
69 Rapat Siang
70 Hadiah Kakek
71 Sabotase Segala Sisi
72 Bersiap Pergi
73 Jet Lag
74 Honeymoon
75 Kejar Target
76 Orang Dalam
77 Pencarian
78 Jebakan Obat
79 Kecemasan Jiel
80 Penawaran Terbaik
81 David dan Bowo
82 Gerak Cepat
83 Pesta Resepsi
84 Presidential Suite
85 Kawan Lama
86 Hampir
87 Misi Penyelamatan
88 Ending yang diharap
89 Maternity
90 Wanita Gila
91 Lounching
92 Arsa Putra Dharma Wibisono
93 Promo 'Lost Memory'
94 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95 Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96 Mampir guyysss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Penebus Hutang
2
Pembantu Gratisan
3
Reuni
4
Pasca Reuni
5
Ikrar Talak?
6
Talak
7
Pengusiran
8
Cari Kerja
9
Lantai Teratas
10
Dinner
11
Hari Pertama Kerja
12
Belanja with Bos Baru
13
Pergi Bersama
14
Makan Gratis
15
Hari Kedua
16
Bos Lantai Teratas
17
Mulai Adaptasi
18
Pertemuan Yang Diatur
19
Telusur Masa Lalu
20
Lanjut Telusur
21
Masih Buram
22
Sedan Mewah
23
Hutang Lunas
24
Rumah Kenangan
25
Asisten Dadakan
26
Kakek Gunadharma
27
Kenangan Jiel
28
Pulang Mansion
29
Pandangan Papa Mama
30
Aktor di Balik Layar
31
Makan Siang
32
Kecelakaan
33
Pemakaman
34
Kejadian Yang Sama
35
Masa Lalu
36
Penguntit
37
Asisten Tuan Besar
38
Pengacara Tuan Besar
39
Kerjasama Bersyarat
40
Bersua Pengacara
41
Penculikan
42
Tes DNA
43
Wasiat
44
Penembakan
45
Rh-null
46
Keluarga Rumit
47
Masih Kritis
48
Penyamaran
49
Berita-berita
50
Info Bukan Restu
51
Tamu Tak Diundang
52
Beredar Rumor
53
Cara Cantik
54
Video Tak Jelas
55
Mansion Kakek
56
Bekerja dan Berlibur
57
Hari Perdana
58
Tamu di Hari Kedua
59
Ziarah Makam
60
Lamaran dan Nikahan
61
Akad
62
Tak Harus Malam
63
Momen Ultah
64
Pre Launching
65
Usaha Bobby
66
Launching Produk
67
Rumah Mertua
68
Bersama Mama
69
Rapat Siang
70
Hadiah Kakek
71
Sabotase Segala Sisi
72
Bersiap Pergi
73
Jet Lag
74
Honeymoon
75
Kejar Target
76
Orang Dalam
77
Pencarian
78
Jebakan Obat
79
Kecemasan Jiel
80
Penawaran Terbaik
81
David dan Bowo
82
Gerak Cepat
83
Pesta Resepsi
84
Presidential Suite
85
Kawan Lama
86
Hampir
87
Misi Penyelamatan
88
Ending yang diharap
89
Maternity
90
Wanita Gila
91
Lounching
92
Arsa Putra Dharma Wibisono
93
Promo 'Lost Memory'
94
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova
95
Mampir Yuk 'FAITHFULNESS'
96
Mampir guyysss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!