020- Lo Jadi Istri Gue

"Juan, lo udah gila ya? Ngapain bicara kaya gitu ke bokap gue?" Hara mendorong tubuh tinggi Juan ke tembok, dia mengurung cowok tampan itu dengan meletakkan tangan ke sisi kanan dan kiri tubuhnya walau tubuh Juan lebih besar dan darinya, maklum cowok.

"Karena gue serius sama lo, gue suka sama, lo," tekan Juan, dia menatap Hara lekat, tetapi yang ditatap malah melotot tidak suka.

"Jangan bercanda!" Hara memukul pelan lengan cowok tampan itu.

"Gue serius, tatap mata gue dan lihat gue bohong apa nggak sama, Lo!" Juan menyentuh dagu Hara, membuat cewek itu mendongak dan bertatap mata dengannya.

Cantik!

Juan sangat suka melihat mata jernih Hara yang membuat dia ingin tenggelam di sana. Hara cantik, dia menarik, ngeselin tapi bikin kangen.

Hara bisa melihat kalau Juan memang sangat jujur sekarang, tetapi dia tetap belum bisa percaya kalau cowok tampan itu suka padanya, setiap bertemu selalu saja bertengkar, ada saja yang mereka ributkan entah karena masalah cewek atau cowok lain. Hara tahu Juan kadang perhatian padanya, tetapi mereka baru kenal belum lama, rasanya sangat tidak mungkin kalau Juan jatuh cinta padanya secepat itu.

Jantung Hara mendadak berdetak kencang, wajahnya memerah, dia salah tingkah hanya karena cowok itu mengatakan suka padanya.

"Sorry! Tapi, hati gue milik orang lain." Hara masih mencintai masa lalunya, masa lalu yang sudah diambil Tuhan lebih dulu. Dia belum siap melupakan masa lalunya meskipun cowok itu sudah tidak ada lagi di dunia.

"Orang itu Narendra?" Juan membuang napas penuh rasa kecewa.

"Kenapa lo bisa mikir kalau cowok itu Rendra?" Hara mengerutkan dahi bingung, mereka tidak sedekat itu.

"Karena saat pertama kali ketemu sama dia, lo langsung meluk dia dan nangis seolah-olah lo nggak mau kehilangan dan jauh dari dia." Juan mendongak, menatap langit-langit rumah Hara dengan hati yang mendadak sakit.

"Gue nggak ada perasaan apa-apa sama dia." Hara menunduk.

"Terus kenapa waktu itu lo meluk dia?" Juan menatap Hara lekat, dia kemudian tersenyum sinis ketika melihat cewek cantik di depannya itu terlihat kebingungan mau menjawab apa.

"Karena wajah dia mirip sama cowok yang jadi pemilik hati gue." Hara tertawa kecil, "dia bikin gue ingat sama cinta pertama gue, Juan!" Mata Hara memerah dan sudah berkaca-kaca sekarang, satu kali saja dia berkedip, maka air matanya akan langsung mengalir di pipi.

"Cinta pertama lo siapa dan dia di man sekarang?" Juan ingin menyingkirkan cowok itu agar bisa memiliki Hara, tidak peduli walau harus bertengkar dan terluka.

"Dia?" Hara tersenyum pedih.

"Iya, dia di mana?"

"Dia udah bahagia di sana. Dia ninggalin gue di sini dengan cintanya, dia udah tenang di sana, Juan. Dia di surga." Hara langsung menyeka air mata yang mengalir lancar di pipi mulusnya. Dia menempelkan dahinya ke dada Juan kemudian terisak pelan karena hatinya terasa sangat sakit sekarang.

Teringat dengan Ken selalu saja membuat dia menjadi cewek lemah yang seperti tidak punya gairah hidup lagi. Ken itu baik, dia tampan dan selalu memperlakukan dirinya seperti seorang ratu. Hara tahu mereka terlalu muda untuk mengurus cinta-cintaan, tetapi dia memang tulus mencintai Ken, begitu pun sebaliknya. Namun, semesta sangatlah kejam karena mengambil Ken darinya dengan begitu cepat tanpa disangka.

"Jadi, cinta pertama lo udah meninggal?" Juan sedikit terkejut, dia ikut sedih walau lebih banyak senangnya karena hal itu berarti dia tidak punya saingan.

"Ya iyalah, lo bego apa gimana? Jelas-jelas gue bilang di surga, artinya dia udah meninggal!" sewot Hara sambil beberapa memukuli dada Juan. Sebenarnya dia malu sekarang karena terlihat lemah di hadapan cowok yang sudah membuat hatinya sangat terluka.

"Jadi, ada kesempatan dong gue jadi suami, Lo?" Juan tersenyum, manis sekali sampai Hara terpesona selama beberapa saat.

"Jangan gila! Kita masih sekolah!"

"Nikah nggak masalah, diam-diam aja nikahnya."

"Ogah."

"Kenapa sih lo nggak mau sama gue?" Juan penasaran, dia tampan, kaya, idaman banyak cewek, tetapi kenapa di mata Hara dia seperti tidak lebih menarik daripada lalat di tempat sampah.

"Karena gue nggak suka sama, Lo!" jawab Hara cepat dan yakin.

"Bodo amat. Pokoknya, mulai detik ini lo jadi pacar sekaligus istri gue!" ucap Juan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Hara sehingga cewek itu buru-buru melangkah mundur untuk menghindar darinya.

"Nggak gitu konsepnya, dodol! Nikah dulu baru jadi istri!" sentak Hara yang begitu kesal dengan Juan.

"Ya udah ayo nikah sekarang!" Juan menarik tangan Hara, membawa kembali ke hadapan orangtua mereka.

"Lo mau bawa gue ke mana?" Hara berontak, tetapi tenaganya kalah dari Juan.

"KUA."

"Jangan gila!" Hara menggigit tangan Juan kemudian berlari ke ruang tamu dan langsung kembali duduk di samping Papa Dika. "Papa, pokoknya Hara nggak mau nikah sama cowok itu!" katanya langsung mengadu.

"Memangnya kenapa sih, Nak?" Papa Dika tersenyum melihat tingkah anak gadisnya itu.

"Hara nggak mau!"

"Anak tante jelek ya?" tanya Tante Rita seraya menatap Hara yang langsung mengangguk tanpa merasa bersalah atau tidak enak hati sama sekali.

"Jangan begitu, Nak! Benci itu bisa jadi bucin lho nantinya," bisik Mama Deandra yang membuat Hara memberengut kesal.

"Tangan Juan sakit, Pa!" Juan mengadu kepada Om Reno seraya memperlihatkan begas gigitan Hara di tangannya.

"Kamu digigit siapa?" Jelas Om Reno kaget melihat tangan anaknya terluka.

"Drakula cewek tuh!" Juan menunjuk Hara yang langsung menyembunyikan wajah di balik tubuh mamanya.

"Habis dia ngeselin banget tadi, Ma!" bisik Hara ketika Mama Deandra bertanya apa Juan berbohong atau tidak.

"Sayang, minta sama Juan sekarang, Nak!" pinta Mama Deandra.

"Maafin gue, Juan! Gue sengaja, lain kali bakal gue ulang lagi kalau lo bicara sembarangan." Hara menatap cowok itu kesal dan penuh kebencian.

"Nggak apa-apa, Istri. Suami rela disakiti kalau Istri bahagia," kata Juan yang membuat kedua orangtunya langsung menepuk dahi mereka, sementara Hara melotot tidak terima, dan kedua orangtuanya Hara tertawa mendengar candaan Juan yang dikatakan dengan sangat serius.

"Kita sepertinya benar-benar jadi besan, Ren." Papa Dika menatap sahabatnya yang setuju dengan ucapannya karena Om Reno langsung mengangguk.

"Bagus, bisa jadi nenek muda aku," kata Om Rita yang membuat Hara ingin nyebur ke laut saja dan jadi putri duyung, tidak mau kembali hidup di darat karena menikah dengan Juan tidak pernah ada di dalam pikirannya selama ini.

"Hara nggak mau nikah sama dia, biar dia nikah sama cewek lain aja."

Terpopuler

Comments

dimas naufal

dimas naufal

ya elah juan maen nikah aja..

2023-06-07

1

miyura

miyura

selalu semangat ya othor ..lanjut..

2023-06-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!