009- Dijadiin Babu

Sejak Hara dan Ella masuk ke kelasnya, sebenarnya Nino sudah memerhatikan mereka. Bahkan dia lebih lekat memerhatikan Hara dan melihat wajah pucat cewek itu yang sepertinya sedang sakit. Nino memang memilih diam karena merasa tidak punya urusan dengan Hara atupun Ella, tetapi ketika dia mendengar ucapan teman sekelasnya yang berpikir buruk, tiba-tiba saja membuat dia sangat marah dengan mereka.

"Ada yang mau jadi pahlawan kesialan nih!" celetuk Arion sambil tertabahak pelan.

"Iya nih si Nino tiba-tiba jadi baik kaya gini, kesambet malaikat di mana dah?" celetuk Gilang sambil menatap sinis teman segengnya itu.

Hara tidak memedulikan ucapan mereka dan memilih segera meninggalkan kelas itu walau harus susah payah mendorong tubuh Juan yang menghalangi jalannya. Namun, sayang sekali dia tidak bisa menghindari Juan karena cowok itu malah membuntuti dirinya sambil membawa segepok uang yang dibawa Hara tadi.

Hara mengabaikan Juan yang terus melangkah mengikutinya sampai mereka berhenti di koridor sekolah sebelum sampai ke ruang kelas Hara.

"Kenapa berhenti, Ra?" tanya Ella keheranan.

"Lala, gue pusing banget!" ucap Hara sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit sekarang.

"Ke UKS yuk!" ajak Ella langsung dan dengan cepat menahan tubuh Hara yang oleng dan hampir jatuh. "Eh, eh, kok Lo malah pingsan sih?" Ella panik dan dia juga hampir jatuh, beruntung Juan langsung menahan tubuh Hara sebelum mereka jatuh.

"Gue akan bawa dia ke UKS!" ucap Juan dingin dan dengan gerakan cepat dia menggendong Hara kemudian berlari secepatnya menuju UKS.

Ella pun mengikuti mereka karena dia ingin melihat keadaan Hara secara langsung nanti.

Juan yang berlari sambil menggendong murid baru itu menjadi tontonan gratis yang menghebohkan seluruh sekolah. Juan yang terkenal kejam dan dingin tiba-tiba menjadi seperti malaikat tak bersayap yang menolong seorang putri tidur.

Beberapa murid cewek berteriak histeris memujinya, tetapi ada juga yang mengumpat karena tidak suka melihat pemandangan bikin baper itu. Termasuk Rani dan dua temannya yang menatap ke arah Juan dengan penuh rasa kesal dan kebencian.

"Bisa-bisanya Juan gendong cewek rubah itu," geram Rani dengan tangan terkepal kuat.

"Gila sih, tuh cewek benar-benar ngibarin bendera perang sama Lo," ucap Thalita dengan penuh kebencian juga karena tangannya masih sangat sakit akibat ulah Hara kemarin.

"Mereka kaya prince sama princess, so sweet banget." Dhila menangkup kedua pipinya sendiri yang malah gemas dan baper melihat pemandangan itu.

Plak!

Kepalanya tiba-tiba langsung dipukul sama Rani. "Lo kok malah gini sih?" Rani benar-benar sangat kesal dengan temannya yang satu ini.

"Ya maap!"

...***...

Juan membaringkan Hara dengan hati-hati di ranjang UKS. Dia kemudian meminta penjaga UKS untuk memberikan minyak kayu putih kemudian meminta mereka untuk membuat Hara sadar.

Bukan apa-apa, Juan hanya sedikit merasa bersalah karena dia yakin Hara pingsan karena sakit akibat kejadian semalam di rumahnya.

"Gue nggak mau tau, kalian harus bikin cewek ini sadar!" perintah Juan tegas tanpa peduli dengan ketakutan semua siswa di UKS itu.

"Oke!" jawab dua siswi yang bertugas menjaga UKS. Memilih menurut daripada membuat si Pangeran Sekolah marah-marah tidak jelas.

Mereka langsung membuka kancing segaram bagian atas kemudian membuka kaos kakinya juga setelah itu mengoleskan minyak kayu putih ke beberapa bagian tubuh Hara sambil memijat kaki dan tangan cewek itu supaya cepat sadar dari pingsannya.

"Ella, Lo pergi ke dapur dan minta sebelas teh manis hangat sana!" perintah salah satu siswi tadi.

Ella mengangguk dan dengan cepat segera berlalu pergi menuju dapur sekolah. Tidak lama setelahnya dia kembali membawa apa yang diminta siswi tadi.

Hara sendiri sudah sadar walau keringat membanjiri seluruh tubuhnya sekarang. Orang yang pertama kali dia lihat ketika membuka mata adalah Juan dan hal itu membuatnya kembali kesal setengah mati.

"Ngapain Lo di sini?" tanyanya ketus walau dengan suara yang lemah.

"Cuma mau mastiin kamu babu gue baik-baik aja," jawab Juan dengan begitu santai, bahkan dia seenak jidat mengatakan kalau Hara itu babunya.

"Gue nggak mau jadi babu Lo!" sentak Hara penuh emosi, kepalanya yang masih sakit bertambah sakit karena melihat wajah cowok menyebalkan itu.

"Tapi gue mau," ucap Juan lagi dengan tegas dan penuh paksaan.

"Jangan debat dulu deh kalian. Nih kamu minum teh hangatnya dulu!" pinta siswi penjaga UKS tadi sambil memberikan gelas berisi teh hangat yang dibawa Ella.

Hara pun dengan lemah mengangguk dan meneguk isinya sampai habis separuh.

Lega sekali rasanya setelah meminum teh hangat itu, matanya juga menjadi cerah dan rasa pusingnya sedikit berkurang. Selain minum teh, dia juga minum obat tadi sehingga dia sudah lumayan membaik sekarang.

"Hara, Lo pulang aja deh!" saran Ella karena khawatir dengan Hara, dia takut kalau cewek ini akan pingsan lagi nanti kalau memaksakan diri mengikuti pelajaran.

"Gue udah nggak apa-apa kok, La. Gue mau belajar lagi nanti," katanya sambil tersenyum agar Ella tidak khawatir.

"Njir, keras kepala banget jadi cewek," celetuk Juan tiba-tiba.

"Lo ngapain masih di sini? Pergi sana! Gue nggak punya urusan lag8 sama Lo!" Hara mengusir Juan dengan begitu ketus.

"Nggak mau." Juan menggeleng.

"Pergi nggak Lo?" Hara menatap sengit cowok menyebalkan itu.

"Nggak!"

"Pergi atau gue yang pergi dari sini?" Hara menatap penuh kebencian pada Juan.

"Nggak mau, Lo itu babu gue sekarang!" Juan mendekatkan wajahnya ke wajah Hara dan jarak mereka sudah sangat dekat sekarang.

"Gila Lo ya, gue udah ganti rugi dan seenaknya Lo masih jadiin gue babu?" Hara menggeleng kepala pelan, benar-benar dibut kesal dengan cowok yang dengan santainya duduk di tepi ranjang UKS yang sama dengannya.

"Ambil kembali uang gue dan Lo mulai hari ini jadi babu gue sampai satu bulan ke depan!" putus Juan tanpa menunggu persetujuan Hara.

"Gue nggak mau!"

"Tapi gue mau," kata Juan keras kepala.

"NGGAK MAU!" teriak Hara kesal sampai kepalanya berdenyut lagi saking kesalnya.

"MAU NGGAK MAU LO HARUS MAU, ANJIR!" Juan mencubit kedua pipi Hara kuat-kuat kemudian pergi keluar begitu saja dari UKS.

"Sialan, Lo!" teriak Hara benar-benar kesal dengan cowok yang satu itu.

"Kamu jangan teriak-teriak, kasihan murid lain yang sakit!" salah satu siswi memberi peringatan padanya.

"Maaf." Hara membuang napas kasar, dia kemudian mengajak Ella kembali ke kelas mereka walau harus jalan dengan hati-hati karena tubuhnya yang masih sedikit lemas.

Awas aja Lo Juan, gue pastikan Lo nyesel jadiin gue babu!

Terpopuler

Comments

miyura

miyura

gaspol othor..up yg banyak dong..😗😗😗

2023-05-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!