012- Narendra Daneswara

Hara sudah tidak bisa mendapat ketenangan lagi sejak Juan mengatakan kalau mereka pacaran. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, di sekolah pun semua murid hampir mengetahui hubungan mereka dan percaya dengan perkataan Juan karena mereka selalu melihat Hara bersama Juan, entah di kelas, kantin, perpustakaan, dan tempat-tempat lainnya. Hara sendiri sampai pusing karena Juan sudah seperti perangko dan dia suratnya.

Hara bahkan langsung mempunyai banyak haters yang tidak suka melihat dia dekat dengan Juan. Siapa haters-nya? Mereka adalah cewek-cewek yang ngefans dengan seorang Juantariksa Haidar, salah satu pangeran sekolah itu. Namun, dia juga mendapat banyak fans karena senang melihatnya berhasil meluluhkan Juan.

"Lo bisa nggak sih sehari aja nggak usah ngikutin gue, gue yang diikutin sama Lo terus capek tahu, nggak!" Hara biasanya mengabaikan Juan, tetapi kali ini dia tidak bisa mengabaikan cowok itu lagi. Dia bahkan memberi tatapan sengit dan kesal padanya.

Mereka sedang di kantin sekarang dan duduk di bangku yang berseberangan karena dibatasi meja. Padahal awalnya Hara pergi ke kantin hanya dengan Ella, tapi tiba-tiba Juan datang dengan gengnya dan ikut duduk di sana.

"Nggak bisa karena Lo babu gue," ucap Juan santai sambil menyomot gorengan yang dibeli Hara.

"Enak nggak, Bos?" tanya Arion ngiler melihat gorengan milik Hara yang dimakan Juan.

"Coba aja sendiri kalau penasaran!" Bukan Juan yang menjawab, tetapi Gilang.

"Nyam-nyam, enak banget rasanya. Aku suka aku suka," kata Dhimas ikut menyomot gorengan, tetapi bukan milik Hara, melainkan milik Ella. Ucapannya membuat orang yang mendengar langsung teringat dengan salah satu kartun yang ada di TV.

"Lo pada harusnya kalau mau makan beli sendiri, bukan malah nyomot makanan orang lain!" nasihat Nino yang terlihat paling bijak di antara teman-temannya.

"Ada yang gratis kenapa harus bayar?" celetuk Gilang sambil memukul pelan bahu Nino.

"Uang kalian 'kan banyak, nggak akan habis kalau cuma buat beli gorengan." Nino masih saja tidak suka dengan sikap teman-temannya.

"Ck, bacot banget sih, Lo! Diem bisa nggak!" Gilang kembali memukul bahu Nino, tetapi kali ini dengan gerakan yang kuat sampai Nino merintih karena merasa sakit.

"Kalian juga sama aja sama bos kalian, ngeselin dan bikin muak!" Hara padahal belum selesai makan, tetapi moodnya langsung berubah buruk sehingga dia meninggalkan kantin begitu saja meninggalkan Ella dan kelima anggota Geng Atlantis.

"Mau ke mana, Lo?" Juan langsung ikut beranjak meninggalkan kantin dan menyusul Hara yang sudah pergi.

"Nggak usah ngikutin gue!" sentak Hara sambil berbalik dan mendorong dada Juan pelan sampai cowok itu mundur beberapa langkah.

"Babu sama majikan itu harus terus bersama-sama!" Juan dengan tidak tahu diri langsung merangkul bahu Hara dan tidak membiarkan cewek itu lepas dari rangkulannya.

"Jangan kurang ajar Lo! Lepasin gue!" Hara memberontak, beberapa kali dia bahkan mencubit lengan Juan sampai cowok itu meringis kesakitan.

"Nggak mau!" Juan terus menolak, tidak peduli dengan tangannya yang sakit.

"Lepasin, Bangsat!" Hara menarik tangan Juan kemudian menggigitnya dengan sangat kuat sampai-sampai tangan Juan terluka karenanya. Cowok itu meringis kesakitan, tetapi tetap tidak mau membebaskan Hara yang di rangkul. Juan bahkan balas menarik tangan Hara dan ikut menggigitnya sehingga mereka sama-sama kesakitan karena gigitan masing-masing.

"Sakit, Juan!" rintih Hara sambil mengibas-ibaskan tangannya.

Juan menarik tangan Hara lagi kemudian memojokannya ke dinding, kedua tangannya berada di sisi kanan dan kiri cewek itu untuk mengunci pergerakan Hara.

"L-lo mau apa?" Jantung Hara berdetak sangat cepat karena wajah Juan hanya berjarak sekitar sepuluh centi dari wajahnya.

"Menurut Lo?" Juan tersenyum miring dengan mata fokus menatap bibir Hara yang terlihat sangat menggoda.

Hara reflek menutup mulutnya karena dia tahu Juan menatap bibirnya. "Biarin gue pergi!" cicitnya mulai waspada, dia ingin meminta tolong kepada murid yang lewat di sana, tetapi mereka bahkan terlihat tidak peduli karena tidak mau berurusan dengan ketua Geng Atlantis itu.

"Nggak mau!" Juan semakin menarik bibirnya ke atas.

Sementara itu di kantin, Ella yang ditinggalkan menjadi sangat marah dengan anggota Geng Atlantis yang masih duduk santai di sana. "Gara-gara kalian Hara jadi pergi tau nggak!" Ella yang penampilannya agak culun itu sekarang dengan beraninya membentak anggota Geng Atlantis.

Brak!

Gilang langsung menggebrak meja karena marah dengan ucapan Ella. "Berani-beraninya Lo bentak kita?" Dia menuding wajah cewek itu dan tampangnya langsung berubah galak.

"Em, i-itu gue nggak sengaja." Nyali Ella langsung ciut.

"Berani banget Lo ya? Mau gue buat Lo nggak bisa jalan seminggu?" Gilang menatap Ella dengan tatapan yang sulit diartikan, tetapi ucapannya itu langsung membuat semua orang yang mendengar berpikir yang iya-iya, maksudnya yang tidak-tidak.

"A-apa sih?" Ella semakin ketakutan sekarang sehingga dia langsung memilih beranjak dari tempat duduk dan berlari kencang meninggalkan mereka karena takut akan dihajar atau dibully sama mereka. Lebih parah lagi kalau Gilang sampai melakukan ucapannya.

Kembali ke Hara dan Juan, Hara terus berjalan cepat setelah berhasil melepaskan diri dari Juan karena dia menginjak kaki cowok itu sekuat tenaga tadi dan tidak peduli dengan sekitarnya, dia melewati pinggiran lapangan basket di mana ada beberapa murid cowok yang sedang bermain basket di sana untuk sekadar mengisi luang waktu istirahat.

"Awas woy!" teriak beberapa murid kepada Hara, tetapi belum juga Hara membaca situasi, kepalanya terasa sangat sakit karena dihantam dengan bola basket dengan sangat kencang sampai membuatnya oleng dan terjatuh. Bukan dihantam sih karena orang yang melempar bola tidak sengaja melakukannya.

Sumpah demi apa pun kepala Hara sangat sakit sekarang, pandangan matanya bahkan tidak normal karena hantaman tadi. Hara memegang kepalanya yang terasa berputar sampai dia dikerumuni beberapa siswa yang ingin melihat keadaannya.

"Lo nggak apa-apa?" tanya beberapa dari mereka.

"Nggak apa-apa gimana? Kepalanya dilempar pakai bola basket kenceng banget ya pasti sakit lah, o'on! Lagian pada aneh banget sih kalian, udah jelas-jelas pasti sakit masih aja ditanya!" ketus siswa yang lain.

Sementara itu, cowok yang tadi tidak sengaja melempar bola sampai mengenai kepala Hara langsung berlari ke arah kerumunan untuk melihat keaadan Hara. Kedatangannya reflek membuat kerumunan itu terpecah menjadi dua seperti sengaja memberikan jalan untuknya. Beberapa siswa bahkan memekik karena melihatnya, cowok tampan dengan tinggi 180 cm dengan paras tampan dan postur tubuh yang begitu ideal, rambutnya sedikit gondrong dan sengaja diikat setengah.

Selain anggota Geng Atlantis, Pangeran di sekolah itu juga ada yang lain. Dialah Narendra Daneswara, cowok idaman yang menjadi rival sejati Juantariksa Haidar. Jangan tanya kenapa Hara tidak pernah mengenal ataupun tahu cowok tampan dan populer itu karena Rendra memang sudah tidak masuk sekolah selama dua Minggu karena mengikuti lomba olimpiade sains tingkat nasional dan baru pulang kemarin sehingga bisa masuk sekolah hari ini.

Rendra langsung berjongkok dan melihat salah satu kakinya sampai lututnya menyentuh lapangan basket. "Kepala Lo pasti sakit banget, ya? Sorry, gue nggak sengaja." Rendra memegang kepala Hara kemudian membuat cewek itu mendongak menatapnya.

Deg!

Terpopuler

Comments

miyura

miyura

ah othor jadi penasaran ne...lanjut ajalah ...semangat..

2023-05-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!