"Lo sakit ya?" Ella beranjak dari kursi kemudian mendekati Hara dan tanpa permisi menyentuh dahinya. "Nggak panas sih, tapi wajah Lo lumayan pucat," katanya menyimpulkan sendiri tanpa diminta. "Apa Lo begini karena belum sarapan?" tanyanya lagi.
"Udah, gue cuma agak nggak enak badan aja. Lo lebih baik diam daripada bikin gue tambah pusing!" kata Hara judes, tetapi suaranya agak lemah sehingga membuat Ella merasa kasihan padanya.
"Ke UKS aja yuk!" ajaknya khawatir.
"Nggak mau!" Hara langsung menolak.
"Tapi Lo kan lagi sakit, Ra?"
"Iya, tapi gue nggak mau ke UKS. Buat apa gue masuk sekolah kalau akhirnya cuma tiduran di UKS? Mending tadi nggak usah berangkat sekalian dan tidur di kamar sendiri." Hara duduk tegak kemudian menatap Ella yang berdiri di dekatnya. "Makasih udah khawatir sama gue, tapi gue nggak apa-apa kok." Hara menepuk pelan lengan teman sekelasnya itu dan dia tersenyum manis pada Ella.
Ella sendiri sampai tersentak kaget karena tidak menyangka kalau Hara bisa tersenyum semanis dan setulus itu dengan tampang wajah yang polos dan minta dikasihani seperti anak kucing yang minta dipungut.
Lo lucu banget sih, Ra. Gue jadi pengen ngarungin Lo deh, batin Ella dalam hati.
Ella, jangan pikir kalau Hara itu beras ya! Author geleng-geleng kepala.
Ella pun akhirnya kembali duduk di kursinya sendiri sampai bel berbunyi dan pelajaran dimulai. Sesekali dia menatap Hara yang terlihat bergerak gelisah di tempat duduknya, tetapi cewek itu masih terlihat kuat sekali.
Ketika jam Istirahat tiba, Hara langsung beranjak berdiri dan berniat pergi ke kelas Juan untuk memberikan uang tunai sesuai yang cowok tampan itu mau. Hara ditemani Ella karena teman sekelasnya itu mengatakan khawatir padanya sehingga keras kepala ingin menemani.
Hara menjadi pusat perhatian ketika berjalan menuju kelas Juan, bukan karena dia cantik, tetapi karena masih cukup banyak murid yang belum mengenalnya dan baru pertama kali melihatnya hari ini.
"Lo mau ngapain ke kelas ini, Hara?" bisik Ella tepat ketika mereka sudah sampai di depan kelas Juan.
"Mau ada urusan penting sama salah satu penghuni kelas ini."
"Ya elah bahasanya pakai penghuni, Lo kira mereka setan?"
"Emang," jawab Hara santai sekali sampai membuat Ella melotot karena tidak percaya tanggapan Hara akan seperti itu. Gila sih, bagi Ella, cewek di depannya ini unik sekali, wajahnya kalem dan ramah, tapi sifatnya sangat berbanding terbalik, pasti banyak orang yang tertipu dengan tampang polosnya.
"Eh ada si Cantik," Arion yang melihat Hara langsung menghampiri cewek itu. "Ngapain Lo ke sini, Cantik? Mau ketemuan sama Abang Arion ya?" goda Arion sambil menggerakkan alisnya naik turun di depan Hara.
"Hoek!" Hara pura-pura mual dan ingin muntah mendengar ucapan Arion.
"Gila nih cewek!" celetuk Gilang yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Arion. "Teruskan bakat-mu, Nyet!" katanya memuji sekaligus meledek Hara.
"Di mana bos kalian?" Hara menatap keduanya sinis.
"Bos yang mana?"
"Bos kalian yang galak dan ngeselin itu," jawab Hara geram.
"Bos Juan?" tebak Gilang yang langsung mendapat anggukan dari Hara. "Eh, Lo kenapa deh nyari dia, punya masalah apa Lo sama si Bos?" Kepo selain Gilang ini, pantasnya berteman sama biang gosip dan tukang rumpi sekolah atau masuk ke geng ibu-ibu komplek perumahan yang kalau kepo keren sekali BESTieh.
Hara memutar bola mata malas kemudian nyelonong masuk ke kelas itu begitu saja karena bicara dengan Arion atupun Gilang rasanya hanya akan menguras emosi dan tenaga saja. Dia mengedarkan pandangan ke segala arah sampai akhirnya melihat Juan yang dengan santainya duduk di atas meja dengan kaki selonjoran, memainkan ponsel sambil memakan permen merk susu kita.
Ella yang ikut masuk dengan Hara langsung membuka mulutnya lebar tanpa sadar karena terpesona dengan ketampanan Juan yang jauh berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya.
"Nih uang yang Lo minta semalam!" Hara meletakkan uang itu di dekat tempat Juan duduk.
"Setan Lo! Datang nggak dijemput pulang naik ojek!" Ponsel Juan sampai terjatuh karena terkejut dengan kedatangan Hara yang tiba-tiba.
"Gue bukan hantu jahe btw!" Hara menatap sengit cowok tampan itu, rasanya dia masih dendam dengan Juan karena kejadian semalam di rumah cowok itu. "Gue nggak punya urusan lagi sama Lo karena semuanya udah kelar, jadi Lo nggak usah ganggu gue dengan mengirim chat nggak jelas kaya semalam!" ancam Hara kemudian berbalik dan berniat segera pergi dari kelas itu sekarang juga.
Kepalanya semakin berdenyut sakit karena melihat wajah Juan yang sangat menyebalkan dan membuat emosinya terpancing begitu saja.
"Gue belum ngizinin Lo pergi!" Juan langsung melompat turun dari atas meja dan mencegah Hara yang hendak keluar dari kelasnya. "Gue nggak mau nerima uang ganti rugi itu karena Lo udah telat dan sebagai gantinya, gue mau Lo jadi babu gue selama satu bulan!" Juan menuding wajah Hara dan membuat seisi kelas itu memerhatikan mereka.
"Kok Lo jadi ngelunjak gini sih? Semalam aja Lo minta uang tunai, giliran sama gue dikasih Lo malah nolak dan dengan seenaknya mau jadiin gue babu? Gila banget sumpah, Lo tuh ngeselin banget!" Hara mendorong dada Juan, tetapi sayang sekali cowok itu bahkan tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.
"Semalam minta uang tunai?" Tiba-tiba Gilang berteriak kegirangan, begitu juga dengan beberapa cowok yang ada di kelas itu. Pikiran mereka sangat kotor sekarang.
"Gila, Juan kalau malem kerja jadi gigolo ya?" celetuk teman sekelasnya seenak jidat.
"Hara nih ternyata nggak perawan. Mau dong nanti malem gue di booking sama Lo," ucap murid cowok lain yang sama sekali tidak Hara kenal.
"Nggak usah dibayar gue mah juga mau kalau disuruh nidurin ini cewek," kata seseorang lagi yang membuat Hara murka.
"Gue juga mau dong."
"Main rame-rame enak kayaknya nih."
"Hahaha, cewek ini keren banget sih. Mau dong jadi simpanannya!"
Brak!
Suara gebrakan meja yang sangat keras membuat semua orang di kelas itu terdiam dan menatap ke sumber suara.
Terlihat Nino mengibaskan tangannya yang baru saja dia gunakan menggebrak meja tanpa peringatan.
Si*l tangan gue sakit banget.
"Bisa dijaga nggak sih ucapan kalian? Murahan banget tau nggak? Lo juga Gilang? Kalau mau ngomong tuh pakai otak! Jelas-jelas kalian tau kalau Hara ngasih uang ke Juan buat ganti rugi mobil dia yang kemarin ditabrak sampai penyok, tetapi bisa-bisanya pikiran kalian malah mengarah ke mana-mana!" Nino mendadak marah-marah dengan semua orang di kelas itu yang bicara sembarangan tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
miyura
lanjut othor..tetap semangat..😗😗😗
2023-05-14
1