Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi

Esok harinya, Renatta berangkat kerja seperti biasanya. Meski tak semangat seperti kemarin, ia harus tetap berangkat jika tak mau dipecat.

Sesampainya di kantor, Ozy menyapanya tapi hanya disapa balik dengan senyuman tipis penuh kepalsuan. Ozy jadi terheran-heran karenanya. Karena dalam sehari sikap Renatta bisa berubah begitu saja. Ia langsung mengira kalau apa yang dialami Renatta adalah ulah Regan. Ozy pergi ke ruangan Regan. Tapi Renatta tak terlihat disana. Padahal tadi ia sudah saling sapa di lobi kantor.

Ozy langsung masuk saja ke ruangan Regan. Namun, ia dibuat terkejut dengan wajah Regan yang tak terlihat bersemangat dan seperti begadang semalam.

"Astaga! Matamu kenapa Regan? Seperti panda saja! Tadi aku melihat Renatta yang tidak semangat. Sekarang aku melihat kamu yang seperti itu. Sebenarnya ada apa?"

Regan diam tak bicara. Ia hanya mengangkat bahunya tidak tahu. Padahal ia sengaja menyembunyikan patah hatinya ke Ozy.

"Sana pergi ke ruangan mu saja. Nanti Pak Beno malah mencari-cari mu lagi. Oh iya. Berikan ini ke Natta. Jangan buka isinya. Atau kamu akan tamat!" ancam Regan ke Ozy.

Ozy jadi merinding dan ia pun menuruti perintah Regan dan keluar dari ruangan Regan. Saat ia keluar, Renatta sudah duduk di tempatnya.

"Ini dari Regan."

"Itu apa?" tanya Renatta yang penasaran.

"Entah, aku dilarang membukanya. Aku kembali ke ruanganku dulu."

Renatta mengangguk. Setelah kepergian Ozy, Renatta tampak membuka kertas yang tadi dibungkus oleh plastik berwarna hitam. Rupanya isinya nota pembayaran cincin berlian juga surat-surat pembeliannya.

"Wah, rupanya dia benar-benar mau aku untuk menjual cincin ini kembali. Nanti malam deh, aku akan mendatangi tokonya. Semoga ketika nantinya aku jual lagi, harganya tidak akan turun terlalu jauh."

*

*

Sepulang kerja, Renatta langsung pergi ke mall tempat Regan membeli cincin berliannya. Rupanya toko itu adalah toko yang sama dimana Devan membeli cincin berliannya. Renatta menghela napasnya kemudian mulai mengobrol dengan si penjaga toko. Prosesnya sangat cepat karena nama Regan sangat terkenal disana. Apalagi Regan sudah menjadi pelanggan tetap disana. Namun, ketika uangnya akan dibayarkan. Si penjaga bertanya akan dikirim ke rekening mana. Tentunya Renatta pun bingung. Ketika mau meminta uang tunai saja, si penjaga bilang tidak bisa. Karena uang tunai disana tidak mencapai uang ratusan juga.

Akhirnya Renatta pun mencoba menelpon Regan. Karena kalau lewat pesan, takut Regan akan membalas pesannya lama.

"Syukurlah Bapak menerima telepon dari saya. Jadi begini Pak, saya sekarang sedang menjual cincin Bapak, tapi saya bingung uangnya mau dikirimkan kemana. Saya juga kan nggak tahu no rekening Bapak."

"Kirim saja ke rekeningmu."

"Tapi Pak, nanti Bapak malah menuduh saya korupsi uang Bapak lagi. Saya nggak mau. Masalah kemarin yang sama Pak Beno saja Bapak belum percaya sama saya."

"Ya sudah, tidak usah dijual saja. Buang aja cincinnya," ucap Regan.

"Oke, oke, baik, uangnya dikirimkan ke rekening saya. Nanti saya akan terus memberikan laporan kalau saya sudah mendonasikan uang Bapak."

"Hm. Sudah kan?"

"Iya sudah pak. Terima kasih, maaf mengganggu waktu istirahatnya."

Sambungan telepon langsung dimatikan sepihak oleh Regan. Renatta hanya bisa mengelus dadanya. Kemudian ia memberikan no rekeningnya ke si penjaga toko. Tak butuh waktu lama uang pun sudah masuk ke rekening Renatta.

Di sepanjang jalan pulang, Renatta masih terbengong-bengong dengan isi saldo di rekeningnya yang sekarang ada ratusan juga. Ya walaupun bukan uangnya, tetap saja ini termasuk rekor muri. Tak ingin Regan menuduhnya lagi. Renatta langsung menangkap layar dana uang yang masuk ke rekeningnya dan dikirim ke Regan. Bodo amat orang itu mau baca atau tidak. Yang penting ia sudah melakukan tugas dengan baik.

*

*

Hari demi hari, pekan demi pekan telah berlalu. Selama itu juga disela-sela jam kerjanya, Renatta selalu mencari-cari daftar panti asuhan yang minim bantuan. Sampai pada akhirnya ia sudah menemukan 5 panti asuhan yang cocok dan pas untuk menerima bantuan.

Renatta lalu mencari-cari supplier sandang dan pangan untuk nantinya akan dibagikan ke 5 panti asuhan itu. Setelah selesai dan membeli yang dibutuhkan, Renatta lagi-lagi mengirimkan pengeluaran yang ia gunakan ke Regan.

Regan yang sedang mengerjakan membaca berkas kerjasama pun dibuat jadi harus melihat ke arah ponselnya yang terus berbunyi. Bahkan ada mungkin 5 sampai 6 notifikasi.

"Astaga dari siapa sih? Berisik banget!" kesal Regan tapi ia tetap melihat ponselnya.

Rupanya setelah dilihat, pesan itu berasal dari Renatta yang mengirimkan beberapa nota pembayaran serta digunakan untuk apa saja.

"Dia memang berisik! Bukan hanya mulutnya saja tapi tangannya juga membuat keberisikkan."

Regan kembali pada kegiatannya. Namun, baru saja akan dimulai, lagi-lagi sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.

Apa Bapak di pekan ini ada kegiatan? Saya rencananya akan pergi ke 5 panti asuhan untuk mengantarkan sandang dan pangan beserta uang untuk membantu biaya panti. Bapak kan sebagai donaturnya, Bapak bisa datang kan?

"Haih! Wanita ini, padahal aku sudah menyerahkan sepenuhnya padanya. Kenapa harus mengajakku juga sih."

Regan lalu membalas pesan Renatta.

Aku sibuk. Ada acara. Jadi kamu sendiri saja yang datang.

Pesan balasan pun kembali Regan dapatkan dari Renatta.

Baiklah kalau begitu Pak. Saya akan datang sendiri kesana. Tapi takutnya bapak berubah pikiran. Saya kirimkan ke 5 lokasi panti asuhannya. Semoga hati bapak tergerak. Selamat bekerja.

Setelah membaca pesan tersebut, Regan meletakkan kembali ponselnya. Ia tidak habis pikir dengan kelakuan Renatta. Padahal wanita itu bisa langsung menemuinya di ruangan, yang jaraknya saja tidaklah jauh. Tapi malah berkirim pesan padanya.

*

*

Waktu pulang kerja pun tiba. Renatta sudah bersiap dengan tas nya yang sudah ia letakkan di salah satu tangannya. Kemudian ia turun menaiki lift dan disana ia berada satu lift dengan Ozy.

"Zy, kamu pekan ini ada kegiatan di luar tidak?" tanya Renatta.

"Nggak sih, kenapa memangnya?"

"Aku mau mengajak kamu untuk ikut dalam acara bagi-bagi donasi. Kamu cukup datang saja. Karena semua donasinya berasal dari Regan."

"Regan?"

Renatta mengangguk.

Ozy agak sedikit terheran-heran. Karena Regan bukanlah orang yang suka membantu orang lain, apalagi menyumbangkan uangnya untuk acara amal.

"Kamu jangan becanda Nat?"

"Beneran deh, aku nggak bohong. Uangnya memang dari Regan. Hasil aku menjual cincin berlian miliknya untuk melamar Amanda, tapi ternyata Amanda memilih yang lain. Daripada dia buang cincinnya, aku mengusulkan untuk dijual dan uangnya untuk disumbangkan. Dan ternyata dia setuju."

Setelah mendengarkan penjelasan dari Renatta, akhirnya Ozy tahu kenapa akhir-akhir ini Regan terlihat tidak bersemangat, selalu sedih, kesal dan bahkan tak nafsu makan. Rupanya cintanya ditolak. Tapi mengingat bagaimana Amanda pada Regan, ia juga jadi kesal ke wanita itu yang seolah-olah memberikan harapan palsu ke Regan. Ia jadi tidak bersimpati lagi ke Amanda.

"Baiklah, aku ikut. Tapi kalau aku mengajak tunanganku, boleh kan?"

"Tentu saja boleh, lebih ramai kan lebih bagus. Aku juga masih membujuk Regan untuk ikut. Tapi jawabannya masih tetap sama."

"Ya sudah biarkan saja dia."

Renatta mengangguk.

Lift sudah berhenti dan pintu pun terbuka. Keduanya keluar dan Ozy berjalan lebih dulu daripada Renatta.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

L B

L B

sama zy, aku juga kesal sama si amandel itu.mosok ia dia udah milih devan tapi masih minta regan yg sedang patah hati untuk menjaga dan melindunginya 😌🙄🙄 mereng dia itu, nggak punya hati 😥. itu juga nggak menjaga perasaan devan namanya 😥😌😌.

2023-05-18

1

Nanda Jihan

Nanda Jihan

up lg

2023-05-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!