Bab 6 - CEO Baru

Delapan tahun pun berlalu, Renatta bekerja sebagai sekretaris dari seorang manager di perusahaan elektronik yang bernama AJ Group. Ia mendapatkan pekerjaan itu berkat Devan yang selalu membantunya.

Ya, setelah delapan tahun berlalu pun Devan dan Renatta masih berteman dengan baik. Bahkan Renatta sudah berpindah haluan rasa cintanya. Ia mencintai Devan karena laki-laki itu selalu baik dan selalu ada untuknya. Sayangnya, Renatta tak berani mengungkapkannya. Jadilah, ia hanya bisa mencintai dalam diamnya.

Di siang itu, keduanya janjian makan siang di sebuah restoran. Disana keduanya banyak mengobrol tentang pekerjaan mereka masing-masing. Lebih tepatnya, Renatta lah yang lebih banyak bercerita tentang pekerjaannya.

"Rasanya aku lelah sekali Dev, Pak Beno itu banyak sekali maunya. Bahkan untuk urusan pribadi sampai urusan anak-anaknya saja selalu aku yang memesankan barang-barangnya. Memangnya aku ini asisten pribadinya apa? Aku kan cuma sekretarisnya aja. Rasanya aku ingin berhenti bekerja saja. Tapi kalau berhenti, aku bisa dapat uang darimana? Apalagi masih banyak tanggungan yang harus aku biayai. Huh!"

Devan mengelus puncak kepala Renatta untuk memberikan semangat pada wanita di hadapannya ini.

"Aku percaya dan yakin, seorang Renatta tidak akan menyerah pada pekerjaannya. Dia adalah wanita yang kuat dan tegar sejauh aku mengenalnya. Rasa lelah itu wajar saja kamu rasakan. Karena terkadang aku pun merasa begitu dengan pekerjaanku."

Kata-kata dari Devan selalu saja bisa membuat hatinya lega. Intinya bersama Devan selalu bisa menghilangkan rasa lelahnya dalam bekerja dan masalah dalam hidupnya.

"Lalu bagaimana dengan mamamu, Nat?"

Renatta menghela napasnya sebelum menjawab pertanyaan Devan.

"Entahlah, aku pun nggak tahu. Aku cuma bisa berharap dan berdoa semoga mama cepat sadar dari komanya."

Mama Kamala sejak kecelakaan itu mengalami koma hingga delapan tahun lamanya.

"Semoga sebuah keajaiban datang padanya."

Renatta mengangguk.

"Meski mama mengakui tidak pernah menyayangi aku. Tapi, aku sangat menyayanginya."

"Aku tahu, aku bisa melihat itu dari matamu ketika menceritakan tentang mamamu dan kakakmu."

Ketika keduanya masih asik mengobrol disana. Renatta mendapatkan telepon dari Pak Beno. Ia menghela napas lalu mengangkat telepon tersebut. Setelah beberapa menit berbicara, Renatta pun pamit dari sana.

"Maaf ya Dev, aku harus segera pergi sekarang. Pak Beno menyuruhku untuk pergi ke showroom mobil."

"Iya, hati-hati."

Renatta pun mengangguk lalu keluar dari restoran dan menaiki taksi untuk pergi ke showroom mobil.

Disana Renatta hanya tinggal membayar dan mengurus mobil yang diinginkan oleh anak dari Pak Beno. Padahal kalau dipikir-pikir kenapa bukan pak Beno sendiri yang mengurusnya? Huh! Renatta selalu saja menghela napasnya.

Setelah urusannya disana selesai. Renatta menggerutu sendirian di sepanjang jalan.

"Perasaan baru aja dua bulan yang lalu aku mengurus pembelian mobil untuk anak pertamanya. Kini aku harus melakukan itu lagi. Memangnya kemana mobilnya yang dulu? Bahkan mobil yang dibeli kali ini lebih mahal 2 kali lipat dari sebelumnya. Kalau untuk biaya hidupku, itu bisa untuk bertahun-tahun lamanya daripada untuk membeli mobil yang digunakan untuk pamer."

Di saat menggerutu itu, Renatta kembali mendapatkan telepon. Tapi bukan dari Pak Beno melainkan dari kakaknya.

"Ada apa kak?" tanya Renatta.

"Nanti malam kakak tidak pulang ke rumah. Kakak ada pekerjaan di luar kota. Jadi, kamu tidak usah siapkan makanan untuk kakak."

"Berapa hari kakak disana?"

"Em, mungkin dua sampai tiga hari."

"Baiklah, jaga kesehatan kakak disana. Jangan makan sembarangan. Jangan lupa juga minum obat secara teratur. Kalau sudah merasa lelah, kakak harus istirahat jangan memaksakan diri. Paham kan kak?"

"Iya, iya, kakak tahu Natta. Kamu ini cerewet sekali sih! Kalau begini jadinya, kakak malah terlihat seperti adik kamu tahu."

"Aku hanya ingin kakak tetap sehat. Karena saat ini cuma kakak yang aku punya di dekatku. Mama kan koma di rumah sakit. Papa mendekam di penjara. Hanya kakak yang jadi alasanku untuk semangat berjuang."

Mendengar ucapan tulus dari Renatta, Nesha merasa sangat terharu.

"Iya, iya, kakak akan selalu ingat kata-katamu. Kakak akan tetap sehat agar selalu bisa menemani kamu. Sudah dulu ya, kakak mau siap-siap dulu sebelum berangkat."

"Iya kak, hati-hati di jalan."

Sambungan telepon pun selesai. Renatta langsung pergi ke kantor dan melakukan tugasnya.

Jam pulang kerja pun tiba, Renatta merapihkan pekerjaannya lebih dulu sebelum pulang. Ketika sudah ada di depan perusahaan, mobil Pak Beno berhenti di hadapannya.

"Naik, aku akan mengantarmu pulang," pintanya.

"Tidak usah pak, saya tidak akan pulang, karena sudah ada janji dengan teman," ucapnya dengan menolak secara sopan. Padahal itu hanya alasan Renatta saja, karena ia tidak mau diantar oleh Pak Beno yang sedikit genit itu.

"Ya sudah. Oh iya, jangan lupa besok kamu harus berangkat kerja lebih pagi dan dandan yang cantik. Kamu pasti tidak lupa kan? Kalau besok adalah kedatangan CEO perusahaan kita yang baru."

"Baik Pak."

Kaca mobil Pak Beno pun tertutup dan mobil itu melaju dan hilang dari hadapannya.

"Bilang saja kamu ingin melihat aku pakai pakaian yang seksi! Huh! Dasar tua bangka! Kalau saja aku tidak butuh uang, mungkin aku tidak akan mau bekerja denganmu."

*

*

Tririrng .....

Bunyi alarm membangunkan Renatta dari tidur pulas nya. Ia segera beranjak dari ranjangnya dan membersihkan tubuhnya.

Renatta mengenakan pakaian setelan jas dengan rok setinggi lutut berwarna peach. Tak lupa ia pun mencepol rambutnya dan membiarkan rambutnya terurai di bagian depan selain poninya. Untuk sentuhan terakhir, Renatta memoles wajahnya dengan riasan yang natural.

Selesai bersiap, Renatta menangis tasnya di atas ranjang kemudian pergi dari rumahnya.

Ketika memasuki gedung tempatnya bekerja, para karyawan sudah berkumpul disana. Beberapa dari mereka membicarakan CEO baru yang katanya masih muda, tampan dan masih lajang. Di saat yang lain, terus membicarakan CEO itu, Renatta tak tertarik sedikit pun. Ia hanya berada disana karena untuk menyambut CEO baru mereka.

Sebuah mobil merk terkenal berhenti di depan gedung perusahaan. Kemudian pintu mobil pun terbuka dan memperlihatkan Regan, cinta pertama Renatta lah yang muncul dari sana.

Renatta terus berpikir di dalam otaknya dan menduga-duga kalau Regan lah CEO barunya. Ia hanya bisa diam karena teringat Regan yang tak mau lagi bertemu dengannya. Tapi, di keadaan seperti ini, sangat tidak mungkin ia pergi karena bisa saja ia dimarahi oleh Pak Beno.

Regan berjalan dengan gaya cool dan penuh karisma. Para karyawan dibuat terpana oleh ketampanannya. Namun, mata Regan tiba-tiba melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Siapa lagi kalau bukan Renatta. Renatta yang dilihat begitu menundukkan kepalanya.

Tapi, Regan langsung tetap bersikap dingin seolah tak mengenal Renatta.

Penyambutan CEO baru itu pun berjalan dengan lancar. Renatta bernapas lega karena akhirnya ia sudah tidak lagi berada di tempat yang sama dengan Regan. Bahkan ia sampai menaruh tangannya di dada karena sakit gelisah nya.

Namun, rupanya nasib baik tak datang padanya. Karena Renatta dipanggil Pak Beno untuk menemaninya bertemu dengan CEO baru.

"Malangnya nasibmu Natta! Huh! Bagaimana ini?"

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

SEMOGA REGAN TAHU YG SEBENARNYA BAHWA BUKAN RENATA YG MELEMPAR LAP TOP NYA DULU TAPI AMANDA.

2023-11-25

0

Chu Shoyanie

Chu Shoyanie

Regan GK tau Renatta sudah jauh berubah sgt baik....

2023-05-20

1

bibi

bibi

lanjut aja

2023-05-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!