Bab 9 - Bertemu Amanda

Setelah makan siang, Renatta bekerja lebih giat dan lebih keras dari biasanya. Bagaimana tidak, ia harus diam-diam mengumpulkan aliran keluar masuknya dana yang dikelola oleh Pak Beno. Untungnya, setiap Renatta belanja kebutuhan keluarga Pak Beno, ia selalu mencatatnya dan semuanya ada dalam percakapan chat dirinya dan Pak Beno. Juga untungnya, ia sudah antisipasi atas itu semua dengan membuatkan rekening bank lain untuk Pak Beno.

Semua aliran keluar masuknya dana sudah Renatta print dalam bentuk lembaran kertas. Ia pun pergi dari mejanya dan menuju ke ruangan Regan.

"Ozy, Pak Regan ada di dalam?" tanya Renatta.

"Ada."

"Boleh bertemu dengannya? Aku datang membawa laporan aliran dana yang Pak Beno pergunakan."

"Oh, oke. Mari masuk."

Ozy membuka pintu ruangan Regan. Ia pun ikut masuk ke dalam ruangan Regan.

Disana, Regan sedang fokus dengan beberapa laporan yang ada di mejanya. Tapi, ketika mendengar langkah orang yang masuk, ia langsung mendongak dan menaikan sedikit alisnya.

"Regan, ada sesuatu yang mau Renatta bicarakan."

"Kalau tidak penting, suruh keluar saja! Jangan mengganggu pemandangan!"

"Ini mengenai Pak Beno."

"Oh, cepat suruh dia menjelaskannya."

Padahal Renatta sejak tadi ada disana, tepatnya bersembunyi di belakang tubuh Ozy. Karena tubuhnya yang kecil, mungil, ia tak terlihat oleh Regan.

Renatta muncul dari persembunyiannya, ia mendekat ke Regan dan memberikan laporan dananya.

"Saya sudah merangkum semua dananya disitu. Itu semua adalah laporan selama saya bekerja dengan Pak Beno."

Regan belum menanggapi ucapan Renatta. Laki-laki itu malah fokus melihat dan membaca lembar demi lembar laporan keluar masuknya dana yang ada di hadapannya.

"Rekening lain? Kenapa tidak ada datanya di perusahaan?"

"Anu, itu pak, maaf saya yang membuatkan rekeningnya, karena istri dan anaknya Pak Beno selalu belanja mengunakan rekening itu. Soalnya tidak mungkin kalau Pak Beno mengirimkan uangnya ke rekening pribadi milik saya."

"Benar kamu tidak bersekongkol?" tanya Regan lagi.

Renatta menggeleng cepat sambil berkata, "Meskipun dulu saya jahat, tapi saya tidak akan berbuat selicik itu Pak. Saya benar-benar tidak bersekongkol dengannya. Saya bersumpah!"

Meski agak ragu pada Renatta, tapi tak ada alasan pasti, Regan harus menuduh wanita itu. Tanpa mengatakan kalimat apapun, Regan malah mengibaskan tangannya, mengusir Renatta secara halus untuk keluar dari ruangannya. Ozy pun mengantar Renatta keluar dan setelahnya masuk lagi ke dalam ruangan Regan.

"Kamu masih belum memercayainya?" tanya Ozy.

"Sulit Zy. Kesalahannya dan perlakuan buruknya masih melekat di kepala dan ingatanku. Bagaimana aku bisa percaya dengan mudahnya."

"Huftt, benar juga sih. Lalu kamu mau bagaimana? Semua laporannya sudah ada di tanganmu."

"Tapi ini semua belum cukup Zy. Kita tidak tahu, bisa saja dia juga punya rekening yang lain lagi. Atau bisa saja, ini semua sudah dimanipulasi datanya."

Regan terdiam tampak memikirkan cara untuk mengungkapkan kecurangan di perusahaan. Sampai sebuah ide pun ia pikirkan.

"Zy, aku ada ide."

"Apa?"

"Kalian, kamu dan Renatta tukar posisi. Kamu jadi sekertaris Pak Beno dan Renatta jadi sekretaris ku."

"Apa harus seperti itu? Apa kamu bisa bekerja dengannya? Kamu kan masih membencinya. Aku hanya takut kamu tidak profesional, Regan. Kamu malah mengerjainya dan membuatnya kesusahan."

Regan mendengus sebal. Memang itu adalah salah satu idenya. Ia ingin membongkar kecurangan dan ingin membuat Renatta kesusahan.

"Aih, kamu menuduhku? Aku juga tidak sekejam itu kali."

Padahal di dalam hatinya, Regan sudah menggerutu kesal. Bahkan ide-ide gila telah muncul di kepalanya untuk mengerjai Renatta.

"Lagipula, dalam beberapa minggu ke depan banyak pekerjaan di luar kota. Kamu tidak mungkin terus mengikuti kemana pun aku pergi. Kamu kan akan melangsungkan pernikahan," ucap Regan lagi.

"Benar juga sih, ya sudah. Kapan aku dan Renatta harus bertukar?"

"Secepatnya lebih baik. Beberapa hari ke depan, setelah tugasmu yang sekarang selesai."

"Oke."

*

*

Renatta memasuki lift untuk turun ke lantai bawah. Rupanya Regan pun masuk di lift yang sama. Apalagi di dalam lift itu hanya ada mereka berdua.

Entah keberanian dari mana, Renatta memulai obrolan.

"Saya minta maaf atas kejadian beberapa tahun lalu. Karena saya, cita-cita Bapak jadi hancur."

"Maafmu sudah tidak berarti lagi bagiku. Karena cita-citaku sudah tak bisa tercapai lagi."

Renatta menghela napasnya, rasanya sesak di dalam dada. Selama delapan tahun itu pula, Renatta tak pernah bisa tidur dengan tenang karena terus terngiang akan kelakuan buruknya.

Pintu lift pun terbuka, Regan keluar lebih dulu, lalu Renatta berjalan di belakang laki-laki itu.

Ketika sudah sampai di depan perusahaan, Renatta melihat Amanda ada bersama dengan Regan.

"Sepertinya mereka sudah berpacaran. Amanda memang selalu beruntung. Wajar saja sih. Dia kan baik dan cantik. Tidak seperti aku yang jahat."

Renatta pun berjalan menuruni tangga dan berjalan ke depan sambil menunggu taksi.

Tak lama kemudian, sebuah mobil lewat di hadapannya. Renatta melihat siapa yang ada di dalam mobil itu, yaitu Regan dan Amanda. Tapi, tiba-tiba mobil itu berjalan mundur dan berhenti di depannya. Lalu kaca mobil terbuka memperlihatkan Amanda yang semakin cantik dan modis di mata Renatta.

"Aku pikir tadi aku salah liat. Ternyata itu benar kamu Natta. Apa kamu sengaja bekerja di perusahaan keluarga Regan supaya bisa menyakiti aku lagi?"

Renatta menggeleng.

"Aku bahkan tidak tahu kalau perusahaan ini adalah perusahaan milik keluarga Regan. Aku bahkan tak pernah berpikir untuk menyakitimu lagi Manda. Aku minta maaf atas semua kesalahanku di masa lalu. Aku senang bisa bertemu denganmu hari ini."

"Minta maaf itu mudah Natta. Tapi, kamu tidak tahu atas apa yang aku alami selama ini. Aku selalu terbayang-bayang oleh perlakuan buruk mu. Bahkan aku sampai harus pergi ke psikiater. Tidak semudah itu untuk memaafkan."

Renatta menunduk. Ia merasa sangat bersalah.

"Maaf."

Lagi-lagi Renatta mengucapkan kata maaf. Karena ia tak tahu harus apalagi. Kesalahannya di masa lalu memang sangat keterlaluan.

"Udah belum bicaranya Manda? Kita jalan aja ya?" tanya Regan.

Amanda mengangguk. Regan pun menjalankan mobilnya. Meninggalkan Renatta dengan rasa bersalahnya.

"Apa aku tidak berhak untuk dimaafkan?" tanya Renatta sambil melihat ke langit.

*

*

Di dalam mobil, Regan menatap ke arah Amanda. Wanita itu tampak tersenyum senang ketika Renatta terlihat masih ada di bawahnya dan terus merasa bersalah padanya. Tapi seketika ia jadi kesal dan menoleh ke arah Regan.

Regan terkejut. Laki-laki itu langsung memalingkan wajahnya, karena takut ketahuan terus memandangi Amanda.

"Kenapa kamu nggak bilang kalau Renatta bekerja di perusahaanmu?"

"Aku saja baru tahu ketika aku jadi CEO disana."

"Pecat saja dia. Aku takut dia akan kembali berulah dan malah menyusahkan kamu."

"Tidak semudah itu Manda. Bahkan dia sudah bekerja 4 tahun. Sudah pasti kinerjanya bagus. Aku tidak mungkin memecatnya tanpa alasan yang jelas."

"Tapi, aku tidak suka melihat Natta. Kamu sendiri tahu bagaimana aku melewati masa-masa sulit dalam hidupku. Bahkan aku harus terus minum obat kalau merasa cemas. Itu semua karena Natta, Regan."

Regan menghela napasnya. Ia tahu, Renatta telah membuat luka besar bagi Amanda. Tapi, ia memang tidak bisa memecat Renatta sesuai keinginannya sendiri.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Ketawang

Ketawang

Amanda itu hanya sok polos tp hatinya bus*k

2024-09-27

0

LENY

LENY

NAH KETAHUAN AMANDA TDK SEBAIK PERKIRAAN ORANG MALAH KAYAKNYA YG JAHAT SEKARANG AMANDA.

2023-11-25

0

L B

L B

gila si amanda ini dasar amandel 😤
di sapa tidak, di senggol tidak 😌 tiba-tiba menuduh natta yg bukan².
jangan ngelunjak ya 👿 mentang² natta diam saja, rela saja kamu fitnah begitu. dia udah terlihat bodoh karena selalu minta maaf setiap kali bertemu dengan mu kapanpun dimanapun sejak SMA dulu 😩.
dan kamu regan , semoga terjebak ide jahat mu sendiri 😒😏 . renatta yang sekarang bukan renatta yang dulu lagi, dulu dia mak lampir 😄 bodoh yang mengejar² cinta mu , sekarang cintanya sudah pindah haluan 😝😝😝.ku do'a in kamu jatuh cinta pada natta ,sejatuh²nya 😏. tapi devan cinta juga nggak sih sama natta 🤔 kalau cinta, sungguh aku lebih dukung dia untuk natta, secara dialah yang selalu ada untuk natta .

2023-05-12

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!