Setelah makan siang, Renatta bekerja lebih giat dan lebih keras dari biasanya. Bagaimana tidak, ia harus diam-diam mengumpulkan aliran keluar masuknya dana yang dikelola oleh Pak Beno. Untungnya, setiap Renatta belanja kebutuhan keluarga Pak Beno, ia selalu mencatatnya dan semuanya ada dalam percakapan chat dirinya dan Pak Beno. Juga untungnya, ia sudah antisipasi atas itu semua dengan membuatkan rekening bank lain untuk Pak Beno.
Semua aliran keluar masuknya dana sudah Renatta print dalam bentuk lembaran kertas. Ia pun pergi dari mejanya dan menuju ke ruangan Regan.
"Ozy, Pak Regan ada di dalam?" tanya Renatta.
"Ada."
"Boleh bertemu dengannya? Aku datang membawa laporan aliran dana yang Pak Beno pergunakan."
"Oh, oke. Mari masuk."
Ozy membuka pintu ruangan Regan. Ia pun ikut masuk ke dalam ruangan Regan.
Disana, Regan sedang fokus dengan beberapa laporan yang ada di mejanya. Tapi, ketika mendengar langkah orang yang masuk, ia langsung mendongak dan menaikan sedikit alisnya.
"Regan, ada sesuatu yang mau Renatta bicarakan."
"Kalau tidak penting, suruh keluar saja! Jangan mengganggu pemandangan!"
"Ini mengenai Pak Beno."
"Oh, cepat suruh dia menjelaskannya."
Padahal Renatta sejak tadi ada disana, tepatnya bersembunyi di belakang tubuh Ozy. Karena tubuhnya yang kecil, mungil, ia tak terlihat oleh Regan.
Renatta muncul dari persembunyiannya, ia mendekat ke Regan dan memberikan laporan dananya.
"Saya sudah merangkum semua dananya disitu. Itu semua adalah laporan selama saya bekerja dengan Pak Beno."
Regan belum menanggapi ucapan Renatta. Laki-laki itu malah fokus melihat dan membaca lembar demi lembar laporan keluar masuknya dana yang ada di hadapannya.
"Rekening lain? Kenapa tidak ada datanya di perusahaan?"
"Anu, itu pak, maaf saya yang membuatkan rekeningnya, karena istri dan anaknya Pak Beno selalu belanja mengunakan rekening itu. Soalnya tidak mungkin kalau Pak Beno mengirimkan uangnya ke rekening pribadi milik saya."
"Benar kamu tidak bersekongkol?" tanya Regan lagi.
Renatta menggeleng cepat sambil berkata, "Meskipun dulu saya jahat, tapi saya tidak akan berbuat selicik itu Pak. Saya benar-benar tidak bersekongkol dengannya. Saya bersumpah!"
Meski agak ragu pada Renatta, tapi tak ada alasan pasti, Regan harus menuduh wanita itu. Tanpa mengatakan kalimat apapun, Regan malah mengibaskan tangannya, mengusir Renatta secara halus untuk keluar dari ruangannya. Ozy pun mengantar Renatta keluar dan setelahnya masuk lagi ke dalam ruangan Regan.
"Kamu masih belum memercayainya?" tanya Ozy.
"Sulit Zy. Kesalahannya dan perlakuan buruknya masih melekat di kepala dan ingatanku. Bagaimana aku bisa percaya dengan mudahnya."
"Huftt, benar juga sih. Lalu kamu mau bagaimana? Semua laporannya sudah ada di tanganmu."
"Tapi ini semua belum cukup Zy. Kita tidak tahu, bisa saja dia juga punya rekening yang lain lagi. Atau bisa saja, ini semua sudah dimanipulasi datanya."
Regan terdiam tampak memikirkan cara untuk mengungkapkan kecurangan di perusahaan. Sampai sebuah ide pun ia pikirkan.
"Zy, aku ada ide."
"Apa?"
"Kalian, kamu dan Renatta tukar posisi. Kamu jadi sekertaris Pak Beno dan Renatta jadi sekretaris ku."
"Apa harus seperti itu? Apa kamu bisa bekerja dengannya? Kamu kan masih membencinya. Aku hanya takut kamu tidak profesional, Regan. Kamu malah mengerjainya dan membuatnya kesusahan."
Regan mendengus sebal. Memang itu adalah salah satu idenya. Ia ingin membongkar kecurangan dan ingin membuat Renatta kesusahan.
"Aih, kamu menuduhku? Aku juga tidak sekejam itu kali."
Padahal di dalam hatinya, Regan sudah menggerutu kesal. Bahkan ide-ide gila telah muncul di kepalanya untuk mengerjai Renatta.
"Lagipula, dalam beberapa minggu ke depan banyak pekerjaan di luar kota. Kamu tidak mungkin terus mengikuti kemana pun aku pergi. Kamu kan akan melangsungkan pernikahan," ucap Regan lagi.
"Benar juga sih, ya sudah. Kapan aku dan Renatta harus bertukar?"
"Secepatnya lebih baik. Beberapa hari ke depan, setelah tugasmu yang sekarang selesai."
"Oke."
*
*
Renatta memasuki lift untuk turun ke lantai bawah. Rupanya Regan pun masuk di lift yang sama. Apalagi di dalam lift itu hanya ada mereka berdua.
Entah keberanian dari mana, Renatta memulai obrolan.
"Saya minta maaf atas kejadian beberapa tahun lalu. Karena saya, cita-cita Bapak jadi hancur."
"Maafmu sudah tidak berarti lagi bagiku. Karena cita-citaku sudah tak bisa tercapai lagi."
Renatta menghela napasnya, rasanya sesak di dalam dada. Selama delapan tahun itu pula, Renatta tak pernah bisa tidur dengan tenang karena terus terngiang akan kelakuan buruknya.
Pintu lift pun terbuka, Regan keluar lebih dulu, lalu Renatta berjalan di belakang laki-laki itu.
Ketika sudah sampai di depan perusahaan, Renatta melihat Amanda ada bersama dengan Regan.
"Sepertinya mereka sudah berpacaran. Amanda memang selalu beruntung. Wajar saja sih. Dia kan baik dan cantik. Tidak seperti aku yang jahat."
Renatta pun berjalan menuruni tangga dan berjalan ke depan sambil menunggu taksi.
Tak lama kemudian, sebuah mobil lewat di hadapannya. Renatta melihat siapa yang ada di dalam mobil itu, yaitu Regan dan Amanda. Tapi, tiba-tiba mobil itu berjalan mundur dan berhenti di depannya. Lalu kaca mobil terbuka memperlihatkan Amanda yang semakin cantik dan modis di mata Renatta.
"Aku pikir tadi aku salah liat. Ternyata itu benar kamu Natta. Apa kamu sengaja bekerja di perusahaan keluarga Regan supaya bisa menyakiti aku lagi?"
Renatta menggeleng.
"Aku bahkan tidak tahu kalau perusahaan ini adalah perusahaan milik keluarga Regan. Aku bahkan tak pernah berpikir untuk menyakitimu lagi Manda. Aku minta maaf atas semua kesalahanku di masa lalu. Aku senang bisa bertemu denganmu hari ini."
"Minta maaf itu mudah Natta. Tapi, kamu tidak tahu atas apa yang aku alami selama ini. Aku selalu terbayang-bayang oleh perlakuan buruk mu. Bahkan aku sampai harus pergi ke psikiater. Tidak semudah itu untuk memaafkan."
Renatta menunduk. Ia merasa sangat bersalah.
"Maaf."
Lagi-lagi Renatta mengucapkan kata maaf. Karena ia tak tahu harus apalagi. Kesalahannya di masa lalu memang sangat keterlaluan.
"Udah belum bicaranya Manda? Kita jalan aja ya?" tanya Regan.
Amanda mengangguk. Regan pun menjalankan mobilnya. Meninggalkan Renatta dengan rasa bersalahnya.
"Apa aku tidak berhak untuk dimaafkan?" tanya Renatta sambil melihat ke langit.
*
*
Di dalam mobil, Regan menatap ke arah Amanda. Wanita itu tampak tersenyum senang ketika Renatta terlihat masih ada di bawahnya dan terus merasa bersalah padanya. Tapi seketika ia jadi kesal dan menoleh ke arah Regan.
Regan terkejut. Laki-laki itu langsung memalingkan wajahnya, karena takut ketahuan terus memandangi Amanda.
"Kenapa kamu nggak bilang kalau Renatta bekerja di perusahaanmu?"
"Aku saja baru tahu ketika aku jadi CEO disana."
"Pecat saja dia. Aku takut dia akan kembali berulah dan malah menyusahkan kamu."
"Tidak semudah itu Manda. Bahkan dia sudah bekerja 4 tahun. Sudah pasti kinerjanya bagus. Aku tidak mungkin memecatnya tanpa alasan yang jelas."
"Tapi, aku tidak suka melihat Natta. Kamu sendiri tahu bagaimana aku melewati masa-masa sulit dalam hidupku. Bahkan aku harus terus minum obat kalau merasa cemas. Itu semua karena Natta, Regan."
Regan menghela napasnya. Ia tahu, Renatta telah membuat luka besar bagi Amanda. Tapi, ia memang tidak bisa memecat Renatta sesuai keinginannya sendiri.
*
*
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Ketawang
Amanda itu hanya sok polos tp hatinya bus*k
2024-09-27
0
LENY
NAH KETAHUAN AMANDA TDK SEBAIK PERKIRAAN ORANG MALAH KAYAKNYA YG JAHAT SEKARANG AMANDA.
2023-11-25
0
L B
gila si amanda ini dasar amandel 😤
di sapa tidak, di senggol tidak 😌 tiba-tiba menuduh natta yg bukan².
jangan ngelunjak ya 👿 mentang² natta diam saja, rela saja kamu fitnah begitu. dia udah terlihat bodoh karena selalu minta maaf setiap kali bertemu dengan mu kapanpun dimanapun sejak SMA dulu 😩.
dan kamu regan , semoga terjebak ide jahat mu sendiri 😒😏 . renatta yang sekarang bukan renatta yang dulu lagi, dulu dia mak lampir 😄 bodoh yang mengejar² cinta mu , sekarang cintanya sudah pindah haluan 😝😝😝.ku do'a in kamu jatuh cinta pada natta ,sejatuh²nya 😏. tapi devan cinta juga nggak sih sama natta 🤔 kalau cinta, sungguh aku lebih dukung dia untuk natta, secara dialah yang selalu ada untuk natta .
2023-05-12
4