Beberapa puluh menit yang lalu, Regan duduk dengan tidak tenang sambil menunggu kedatangan Amanda. Ia benar-benar gugup ketika akan mengutarakan perasaannya dan niatnya untuk melamar Amanda. Ia bahkan sudah membelikan sepasang cincin berlian yang cantik untuk Amanda.
Ketika Amanda sudah terlihat di matanya, Regan menyembunyikan cincin itu di saku kemejanya yang tertutupi oleh jasnya.
Acara berlangsung sesuai dengan apa yang diperkirakan oleh Regan. Amanda pun terlihat senang. Sampai pada titik terakhir, Regan mengeluarkan cincinnya dari dalam jas nya dan mengutarakan isi hatinya ke Amanda.
"Amanda, kamu pasti tahu, kalau aku menyukaimu sejak jaman kita SMA dulu. Aku begitu pengecut sampai baru bisa menyatakannya saat ini. Aku hanya ingin memberikan sebuah kepastian yang nyata. Bukan berpacaran seperti anak remaja pada umumnya. Amanda maukah kamu menjadi istriku?"
"Regan ... "
Amanda memanggil nama Regan kemudian menunjukkan cincin yang sudah bertengger di jari manisnya.
"Maaf, aku sudah menerima lamaran dari Devan. Selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai kakakku. Karena kamu selalu melindungi aku, menuruti semua keinginanku, dan bahkan kamu selalu ada disaat aku membutuhkanmu. Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak bisa terima itu."
Hati Regan tiba-tiba meleleh seperti lilin yang dibakar sampai habis. Ia bahkan seperti tak ada tenaga untuk bangun dari posisinya dan menjawab ucapan dari Amanda yang menolaknya.
"Aku harap, kamu akan selalu menjaga dan melindungi ku. Walaupun nantinya aku sudah menikah dengan Devan. Aku pergi Regan. Sekali lagi aku minta maaf."
Amanda lalu pergi dari hadapan Regan.
Regan langsung terduduk dan lemas seketika. Cintanya tak terbalas. Ia pikir Amanda pun merasakan hal yang sama padanya. Karena nyatanya ia dan Amanda sering menghabiskan waktu bersama. Tapi ternyata, tidak sesuai harapannya.
Regan pun pergi dari dalam restoran dan meninggalkan cincinnya di dalam. Ia termenung dan duduk di kursi yang ada di bawah pohon. Merutukki semua kebodohannya selama ini. Ia menyesal kenapa sedari dulu ia tak berani menyatakan cintanya. Ia menyesal karena ia baru sadar setelah merasa kehilangan.
*
*
Sesampainya disana, ia tak melihat Regan di dalam ruangan yang telah ia pesan. Renatta pun mencari keberadaan Regan sambil bertanya-tanya ke pelayan. Lalu pelayan menunjukkan dimana Regan. Sambil mengatakan kalau barang Regan ada yang ketinggalan yaitu cincinnya.
Renatta melihat Regan duduk terdiam di bawah pohon yang ada di luar restoran. Ia tahu, apa yang terjadi dengan Regan sekarang. Karena memang ia pun mengalaminya.
Pelan-pelan Renatta melangkahkan kakinya, dan memberanikan diri untuk duduk di samping Regan. Ia tak bersuara karena di saat seperti ini ia pun hanya membutuhkan teman yang menemaninya. Dan hal itu, Devan tak bisa menemaninya. Karena luka yang ia dapatkan berasal dari laki-laki itu.
Regan menoleh dan melihat siapa yang ada di sampingnya. Lalu berbicara ketus ada Renatta.
"Kamu pasting senang kan melihat aku patah hati seperti ini?"
Renatta menggeleng.
"Bohong! Kamu pasti senang melihat aku menderita."
Renatta menggeleng lagi.
"Kita sama-sama sedang patah hati Pak. Tidak bisakah kita berdua saling memahami dan menjadi teman untuk malam ini saja?" ucap Renatta.
"Ogah! Aku masih membencimu! Kamu bukan temanku!"
"Kalau begitu, biarkan saya tetap disini saja. Saya nggak peduli Bapak mau anggap saya teman, atau musuh. Tapi izinkan saya disini. Saya pun merasakan hal seperti Bapak. Patah hati karena orang yang kita cintai memilih yang lain."
Regan tak bicara lagi. Seolah-olah laki-laki itu mengiyakan keberadaan Renatta disana. Nyatanya keduanya hanya duduk diam tanpa suara sambil menikmati udara malam juga melihat langit yang tanpa bintang.
Sampai pada akhirnya, Regan berdiri dari duduknya dan mengajak Renatta untuk pulang karena malam sudah semakin larut.
Di perjalanan, Renatta memberikan kotak cincin yang ditinggalkan oleh Regan di dalam restoran.
Regan jadi kesal. Karena cincin itu memang sengaja ia tinggalkan disana.
"Bapak membelinya pakai uang. Jadi jangan sia-siakan uang Bapak dengan meninggalkannya di dalam restoran. Kalau memang mau membuangnya, lebih baik dijual saja Pak. Lumayan uangnya bisa buat jajan Bapak kan?"
"Cih! Semakin hari kamu semakin berisik dan cerewet Natta! Bahkan ketika patah hati pun kamu masih tetap cerewet!"
"Saya cerewet karena saya mau mengingatkan Bapak. Kalau di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan uang. Sementara Bapak yang sudah punya uang banyak malah menghamburkannya. Pasti harga cincin itu mahal kan? Apalagi berliannya sangat cantik. Kalau dijual bisa dapat ratusan juta kayanya Pak. Kalau buat orang tidak mampu bisa cukup untuk bertahun-tahun."
"Aih, berisiknya kamu! Sanah jual saja cincinnya. Terus berikan uangnya ke orang tidak mampu."
"Beneran Pak? Apa Bapak tidak akan menyesal dan keberatan?" tanya Renatta dengan wajah yang mulai jadi sumringah.
"Iya, lagian aku malas jualnya. Biar kamu saja."
"Baiklah, saya akan laksanakan tugas ini dengan baik. Ternyata Bapak tidak seburuk apa yang saya kira."
Renatta melihat cincin di dalam kotak itu dengan perasaan senangnya. Meski bukan berasal dari uangnya, ia merasa ikut berdonasi dengan tenaganya yang nanti akan memberikan bantuan ke orang-orang tidak mampu.
Regan yang melihat tingkah Renatta itu, entah kenapa ia jadi bisa tersenyum walaupun tipis sekali. Padahal tadi, hatinya sangat tidak karuan dan rasanya sangat sakit dan terluka. Rupanya kehadiran Renatta sedikit bisa menghilangkan sedihnya. Apalagi wanita di dekatnya ini, sekarang sudah berubah dan jadi sangat cerewet. Bahkan tidak ada takut-takut banyak omong di hadapan atasan.
*
*
Renatta mengucapkan rasa terima kasih ketika sudah diantarkan sampai rumah oleh Regan. Regan hanya mengangguk saja kemudian melajukan mobilnya.
Ketika masuk rumah, Renatta terus tersenyum memandangi cincin yang ada di dalam kotak. Kakaknya yang belum tidur melihat tingkah aneh Renatta dan langsung mengira Renatta telah dilamar oleh Devan.
"Wah, ada yang baru dilamar di hari bahagia nih! Cerita dong! Cie, cie, cie."
Wajah Renatta langsung berubah seketika yang tadinya senang jadi sedih lagi.
"Lah, lah, lah, kenapa sekarang jadi sedih? Cerita ke kakak Natta."
Nesha mengajak Renatta untuk duduk dulu. Ia dengan senang hati akan mendengarkan curahan hati adiknya. Renatta pun menceritakan semuanya tentang Devan yang melamar wanita dan wanita itu adalah Amanda. Ia patah hati dan sedang terluka sekarang.
"Lah, terus itu cincin dari siapa?"
"Ini punya Regan. Dia juga sama kaya aku lagi patah hati kak. Karena orang yang dicintainya milih orang lain. Dan orang itu ya adalah Amanda yang memilih Devan."
"Astaga! Malangnya kalian berdua. Terus gimana ceritanya cincin itu ada di kamu? Regan nggak mungkin dong ngelamar kamu."
"Ya nggak mungkin lah kak."
Renatta pun menceritakan kronologi dirinya dan Regan bisa bertemu dan cincinnya Regan kenapa bisa ada di tangannya.
"Ya baguslah kalau begitu, harganya pasti mahal kalau dijual itu cincin Nat."
Renatta mengangguk.
"Tapi kok kamu nggak keliatan kaya orang patah hati Nat? Kamu nggak nangis kejer gitu?"
Renatta mengerucutkan bibirnya. Karena sebenarnya tadi ia sudah menangis sangat kencang dan lama bahkan sampai bergetar di luar rumah. Tapi ia tidak mungkin menceritakan itu ke kakaknya, karena pastinya ia akan diledek terus-terusan.
"Aku memang patah hati kak. Tapi aku juga nggak akan mau merugikan diri sendiri dengan melakukan hal yang nggak sewajarnya begitu. Kalau nangis ya nangis biasa aja. Sedih dan terluka mah ya pasti. Tapi mau gimana lagi. Aku nggak bisa melakukan apapun."
"Yang sabar ya, Dek. Kakak yakin suatu hari nanti kamu akan mendapatkan jodoh terbaik. Regan jadi jodoh kamu juga kayanya cocok sih. Kalian kan sama-sama patah hati. Pasti nantinya akan sangat klop."
"Mana mungkin lah kak. Dia kan masih sangat membenci aku. Jangan ngawur kalau bicara."
"Iya deh, iya."
*
*
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
L B
sabar ya nat, nanti juga akan ada jodoh buat kamu yg merasa beruntungnya dia karena memilikimu. kamu sudah baik kok, baik banget malah. kalau ku lihat hatimu jauh lebih baik dan tulus daripada amandel itu. si amandel itu masih ketus dan berprasangka buruk padamu, masih juga enggak mau memaafkan kamu, itu sombong namanya.
2023-05-17
0
Maria Kibtiyah
si amanda maruk amat dh ma devan tetep mau mnta d jagain ma di lindungin regan nyewa bodyguard ja lo
2023-05-17
0
Nanda Jihan
up
2023-05-17
0