Bab 17 - Patah Hati (2)

Beberapa puluh menit yang lalu, Regan duduk dengan tidak tenang sambil menunggu kedatangan Amanda. Ia benar-benar gugup ketika akan mengutarakan perasaannya dan niatnya untuk melamar Amanda. Ia bahkan sudah membelikan sepasang cincin berlian yang cantik untuk Amanda.

Ketika Amanda sudah terlihat di matanya, Regan menyembunyikan cincin itu di saku kemejanya yang tertutupi oleh jasnya.

Acara berlangsung sesuai dengan apa yang diperkirakan oleh Regan. Amanda pun terlihat senang. Sampai pada titik terakhir, Regan mengeluarkan cincinnya dari dalam jas nya dan mengutarakan isi hatinya ke Amanda.

"Amanda, kamu pasti tahu, kalau aku menyukaimu sejak jaman kita SMA dulu. Aku begitu pengecut sampai baru bisa menyatakannya saat ini. Aku hanya ingin memberikan sebuah kepastian yang nyata. Bukan berpacaran seperti anak remaja pada umumnya. Amanda maukah kamu menjadi istriku?"

"Regan ... "

Amanda memanggil nama Regan kemudian menunjukkan cincin yang sudah bertengger di jari manisnya.

"Maaf, aku sudah menerima lamaran dari Devan. Selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai kakakku. Karena kamu selalu melindungi aku, menuruti semua keinginanku, dan bahkan kamu selalu ada disaat aku membutuhkanmu. Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak bisa terima itu."

Hati Regan tiba-tiba meleleh seperti lilin yang dibakar sampai habis. Ia bahkan seperti tak ada tenaga untuk bangun dari posisinya dan menjawab ucapan dari Amanda yang menolaknya.

"Aku harap, kamu akan selalu menjaga dan melindungi ku. Walaupun nantinya aku sudah menikah dengan Devan. Aku pergi Regan. Sekali lagi aku minta maaf."

Amanda lalu pergi dari hadapan Regan.

Regan langsung terduduk dan lemas seketika. Cintanya tak terbalas. Ia pikir Amanda pun merasakan hal yang sama padanya. Karena nyatanya ia dan Amanda sering menghabiskan waktu bersama. Tapi ternyata, tidak sesuai harapannya.

Regan pun pergi dari dalam restoran dan meninggalkan cincinnya di dalam. Ia termenung dan duduk di kursi yang ada di bawah pohon. Merutukki semua kebodohannya selama ini. Ia menyesal kenapa sedari dulu ia tak berani menyatakan cintanya. Ia menyesal karena ia baru sadar setelah merasa kehilangan.

*

*

Sesampainya disana, ia tak melihat Regan di dalam ruangan yang telah ia pesan. Renatta pun mencari keberadaan Regan sambil bertanya-tanya ke pelayan. Lalu pelayan menunjukkan dimana Regan. Sambil mengatakan kalau barang Regan ada yang ketinggalan yaitu cincinnya.

Renatta melihat Regan duduk terdiam di bawah pohon yang ada di luar restoran. Ia tahu, apa yang terjadi dengan Regan sekarang. Karena memang ia pun mengalaminya.

Pelan-pelan Renatta melangkahkan kakinya, dan memberanikan diri untuk duduk di samping Regan. Ia tak bersuara karena di saat seperti ini ia pun hanya membutuhkan teman yang menemaninya. Dan hal itu, Devan tak bisa menemaninya. Karena luka yang ia dapatkan berasal dari laki-laki itu.

Regan menoleh dan melihat siapa yang ada di sampingnya. Lalu berbicara ketus ada Renatta.

"Kamu pasting senang kan melihat aku patah hati seperti ini?"

Renatta menggeleng.

"Bohong! Kamu pasti senang melihat aku menderita."

Renatta menggeleng lagi.

"Kita sama-sama sedang patah hati Pak. Tidak bisakah kita berdua saling memahami dan menjadi teman untuk malam ini saja?" ucap Renatta.

"Ogah! Aku masih membencimu! Kamu bukan temanku!"

"Kalau begitu, biarkan saya tetap disini saja. Saya nggak peduli Bapak mau anggap saya teman, atau musuh. Tapi izinkan saya disini. Saya pun merasakan hal seperti Bapak. Patah hati karena orang yang kita cintai memilih yang lain."

Regan tak bicara lagi. Seolah-olah laki-laki itu mengiyakan keberadaan Renatta disana. Nyatanya keduanya hanya duduk diam tanpa suara sambil menikmati udara malam juga melihat langit yang tanpa bintang.

Sampai pada akhirnya, Regan berdiri dari duduknya dan mengajak Renatta untuk pulang karena malam sudah semakin larut.

Di perjalanan, Renatta memberikan kotak cincin yang ditinggalkan oleh Regan di dalam restoran.

Regan jadi kesal. Karena cincin itu memang sengaja ia tinggalkan disana.

"Bapak membelinya pakai uang. Jadi jangan sia-siakan uang Bapak dengan meninggalkannya di dalam restoran. Kalau memang mau membuangnya, lebih baik dijual saja Pak. Lumayan uangnya bisa buat jajan Bapak kan?"

"Cih! Semakin hari kamu semakin berisik dan cerewet Natta! Bahkan ketika patah hati pun kamu masih tetap cerewet!"

"Saya cerewet karena saya mau mengingatkan Bapak. Kalau di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan uang. Sementara Bapak yang sudah punya uang banyak malah menghamburkannya. Pasti harga cincin itu mahal kan? Apalagi berliannya sangat cantik. Kalau dijual bisa dapat ratusan juta kayanya Pak. Kalau buat orang tidak mampu bisa cukup untuk bertahun-tahun."

"Aih, berisiknya kamu! Sanah jual saja cincinnya. Terus berikan uangnya ke orang tidak mampu."

"Beneran Pak? Apa Bapak tidak akan menyesal dan keberatan?" tanya Renatta dengan wajah yang mulai jadi sumringah.

"Iya, lagian aku malas jualnya. Biar kamu saja."

"Baiklah, saya akan laksanakan tugas ini dengan baik. Ternyata Bapak tidak seburuk apa yang saya kira."

Renatta melihat cincin di dalam kotak itu dengan perasaan senangnya. Meski bukan berasal dari uangnya, ia merasa ikut berdonasi dengan tenaganya yang nanti akan memberikan bantuan ke orang-orang tidak mampu.

Regan yang melihat tingkah Renatta itu, entah kenapa ia jadi bisa tersenyum walaupun tipis sekali. Padahal tadi, hatinya sangat tidak karuan dan rasanya sangat sakit dan terluka. Rupanya kehadiran Renatta sedikit bisa menghilangkan sedihnya. Apalagi wanita di dekatnya ini, sekarang sudah berubah dan jadi sangat cerewet. Bahkan tidak ada takut-takut banyak omong di hadapan atasan.

*

*

Renatta mengucapkan rasa terima kasih ketika sudah diantarkan sampai rumah oleh Regan. Regan hanya mengangguk saja kemudian melajukan mobilnya.

Ketika masuk rumah, Renatta terus tersenyum memandangi cincin yang ada di dalam kotak. Kakaknya yang belum tidur melihat tingkah aneh Renatta dan langsung mengira Renatta telah dilamar oleh Devan.

"Wah, ada yang baru dilamar di hari bahagia nih! Cerita dong! Cie, cie, cie."

Wajah Renatta langsung berubah seketika yang tadinya senang jadi sedih lagi.

"Lah, lah, lah, kenapa sekarang jadi sedih? Cerita ke kakak Natta."

Nesha mengajak Renatta untuk duduk dulu. Ia dengan senang hati akan mendengarkan curahan hati adiknya. Renatta pun menceritakan semuanya tentang Devan yang melamar wanita dan wanita itu adalah Amanda. Ia patah hati dan sedang terluka sekarang.

"Lah, terus itu cincin dari siapa?"

"Ini punya Regan. Dia juga sama kaya aku lagi patah hati kak. Karena orang yang dicintainya milih orang lain. Dan orang itu ya adalah Amanda yang memilih Devan."

"Astaga! Malangnya kalian berdua. Terus gimana ceritanya cincin itu ada di kamu? Regan nggak mungkin dong ngelamar kamu."

"Ya nggak mungkin lah kak."

Renatta pun menceritakan kronologi dirinya dan Regan bisa bertemu dan cincinnya Regan kenapa bisa ada di tangannya.

"Ya baguslah kalau begitu, harganya pasti mahal kalau dijual itu cincin Nat."

Renatta mengangguk.

"Tapi kok kamu nggak keliatan kaya orang patah hati Nat? Kamu nggak nangis kejer gitu?"

Renatta mengerucutkan bibirnya. Karena sebenarnya tadi ia sudah menangis sangat kencang dan lama bahkan sampai bergetar di luar rumah. Tapi ia tidak mungkin menceritakan itu ke kakaknya, karena pastinya ia akan diledek terus-terusan.

"Aku memang patah hati kak. Tapi aku juga nggak akan mau merugikan diri sendiri dengan melakukan hal yang nggak sewajarnya begitu. Kalau nangis ya nangis biasa aja. Sedih dan terluka mah ya pasti. Tapi mau gimana lagi. Aku nggak bisa melakukan apapun."

"Yang sabar ya, Dek. Kakak yakin suatu hari nanti kamu akan mendapatkan jodoh terbaik. Regan jadi jodoh kamu juga kayanya cocok sih. Kalian kan sama-sama patah hati. Pasti nantinya akan sangat klop."

"Mana mungkin lah kak. Dia kan masih sangat membenci aku. Jangan ngawur kalau bicara."

"Iya deh, iya."

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

L B

L B

sabar ya nat, nanti juga akan ada jodoh buat kamu yg merasa beruntungnya dia karena memilikimu. kamu sudah baik kok, baik banget malah. kalau ku lihat hatimu jauh lebih baik dan tulus daripada amandel itu. si amandel itu masih ketus dan berprasangka buruk padamu, masih juga enggak mau memaafkan kamu, itu sombong namanya.

2023-05-17

0

Maria Kibtiyah

Maria Kibtiyah

si amanda maruk amat dh ma devan tetep mau mnta d jagain ma di lindungin regan nyewa bodyguard ja lo

2023-05-17

0

Nanda Jihan

Nanda Jihan

up

2023-05-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!