Hari terus berlalu, tepatnya hari itu adalah hari bertambahnya usia Renatta. Senyumnya terus berkembang, apalagi ketika Devan mengajaknya untuk makan malam. Renatta langsung berpikiran berlebihan kalau Devan pasti akan memberikan hadiah yang kemarin dipilihnya untuknya. Ia langsung berpikir lebih lagi kalau dirinya akan dilamar. Tapi kalaupun tidak dilamar, Renatta pun akan mengungkapkan isi hatinya yang ia pendam selama 8 tahun lamanya ke Devan.
Bahkan ketika di kantor pun, meski Renatta selalu diperintahkan ini dan itu oleh Regan hingga membuatnya kecapean dan terus kesal. Senyumnya tak pernah pudar. Karena Renatta sudah mendoktrin dirinya untuk tersenyum seharian selama hari ulang tahunnya.
Hal itu tentu saja membuat Regan keheranan. Bahkan ia sampai bertanya ke Ozy juga, takutnya kejiwaan Renatta terganggu setelah bekerja bersamanya.
"Lagian, kamu terlalu over memberikan pekerjaan ke Renatta, Regan. Kalaupun kamu membencinya, setidaknya perlakukan dia secara profesional sebagai rekan kerjamu. Aku lihat dari tadi dia selalu tersenyum apalagi ketika dimarahi olehmu."
"Ya kan? Aneh kan? Kamu juga melihatnya kan? Kalau dia gila beneran. Bisa gawat aku! Bisa-bisa digorok sama Mommy."
"Itu sih deritamu. Aku nggak ikut-ikutan," ucap Ozy yang kemudian keluar dari ruangan Regan.
Regan jadi was-was dan berjalan mondar mandir di ruangannya. Ia bahkan sampai menggigit jarinya karena melihat keanehan dalam diri Renatta.
Ketika istirahat makan siang pun. Tak ada angin tak ada hujan. Tiba-tiba Regan memberikan Renatta satu kotak makan siang di mejanya.
"Makan yang banyak, supaya kamu cepat waras. Aku nggak mau nanti ada rumor yang tidak-tidak kalau aku adalah bos yang kejam."
"Wah, terima kasih ya Pak. Ini pertama kalinya Anda memberikan sesuatu ke saya."
Regan mengangguk kemudian masuk ke dalam ruangannya lagi.
Renatta jadi senyum-senyum lagi. Meski Regan tak tahu mengenai hari ini adalah ulang tahunnya, tapi Regan adalah orang pertama yang memberikannya sesuatu. Meski hanya sebuah nasi kotak, tapi itu sangat berkesan untuknya.
Sambil menyuapkan makanan ke mulutnya, Renatta memikirkan hal baik yang terjadi di hari ulang tahunnya.
*
*
Malam hari pun tiba, Renatta sudah bersiap dengan gaun yang dibelikan Devan waktu itu. Ia terlihat sangat anggun dan cantik. Apalagi ketika ia tersenyum, menambah aura kecantikannya saja.
Renatta sudah menunggu Devan hampir 30 menit lamanya, tapi laki-laki itu tak kunjung datang juga. Sebenarnya bukan Devan yang salah juga. Karena memang dirinya yang datang lebih awal karena saking tidak sabarnya. Waktu janjian mereka masih kurang 5 menit lagi.
Tak lama kemudian Devan datang dengan wajah yang berseri-seri tanpa membawa apapun di tangannya. Laki-laki itu langsung duduk di hadapan Renatta.
Renatta jadi berpikir kembali, berarti gaun dan cincin berlian waktu itu bukan untuknya? Ia jadi sedikit kehilangan kepercayaan dirinya.
"Maaf ya aku datang telat."
"Nggak kok Dev. Kamu kan janjinya jam 8, sementara sekarang baru jam 7 lewat 58 menit, itu artinya kamu nggak telat. Aku saja yang datangnya kecepatan."
Devan mengangguk. Lalu meminta pelayan untuk membawakan pesanannya.
Pelayan datang dengan membawa kue tar kecil bergambar istana yang di atasnya sudah ada lilin yang menyala.
Devan pun meminta Renatta untuk melakukan make a wish terlebih dahulu sebelum meniup lilinnya.
Renatta memejamkan matanya dan menyebutkan doanya di dalam hatinya.
Semoga hal baik selalu menimpaku ke depannya. Semoga aku diberikan jodoh yang terbaik pula, semoga papa cepat keluar dari penjara, semoga mama cepat bangun dari komanya dan semoga Kak Nesha selalu sehat selalu. Aamiin.
Renatta membuka matanya dan langsung meniup lilinnya. Devan bersorak sambil bertepuk tangan. Lalu mengucapkan selamat ulang tahun ke Renatta.
"Selamat ulang tahun ya Nat. Semoga kamu selalu jadi Renatta yang aku kenal. Intinya, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."
"Makasih ya Dev. Makasih banget, karena kamu udah nemenin aku dari masa sulit ku dulu Samapi sekarang."
Devan mengangguk kemudian bicara lagi, "Aku juga mau bilang pesan maaf dari Grace karena nggak bisa datang hari ini. Katanya dia ada acara di luar negeri. Jadi, dia cuma nitipin ini aja ke kamu," ucapnya sambil menyerahkan kado dari Grace.
Renatta tersenyum senang. Grace selalu memberikan apa yang dia butuhkan. Grace memberikannya sepucuk surat beserta nota pembelian laptop untuknya, dan laptopnya bisa Renatta ambil sendiri di toko.
"Kalian selalu baik padaku. Maaf karena ketika kalian berulang tahun aku cuma bisa kasih hadiah yang sederhana. Sementara kalian selalu mengandalkan aku kado yang mahal-mahal."
Devan menggeleng.
"Jangan bicara seperti itu Natta. Kami pun sangat senang dengan kado yang kamu berikan karena itu hasil karya kamu sendiri. Yang aku maupun Grace tak akan mampu membuatnya sendiri."
Keduanya pun makan kue tar itu dan saling mengobrol bersama. Sampai akhirnya, Devan dan Renatta saling memanggil satu sama lain.
"Dev ... "
"Nat ... "
"Kamu duluan aja Dev," pinta Renatta. Entah kenapa kini jantungnya dag dig dug ser rasanya. Ia berharap Devan akan menyatakan cinta padanya, karena itulah ia membiarkan Devan untuk bicara lebih dulu. Namun ternyata apa yang ia harapkan tak sesuai dengan kenyataan.
"Aku tadi melamar Amanda dan ia menerimanya. Aku senang sekali Nat."
Jederrrr!
Bak disambar petir. Hatinya sakit dan tersayat-sayat. Untung saja bukan ia duluan yang tadi bicara, kalau sampai itu terjadi, ia akan merasa malu dan tak memiliki muka lagi di hadapan Devan. Tapi, jujur saja hatinya kini patah bahkan air matanya mengalir begitu saja dari matanya.
"Nat, kamu menangis?" tanya Devan kemudian tangannya bergerak ingin menghapus air mata Renatta.
Renatta langsung menghapusnya dengan tangannya sendiri sambil berkata, "Aku menangis karena bahagia, sahabat terbaikku sudah menemukan tambatan hatinya. Aku berdoa semoga semuanya lancar sampai hari H nya."
"Makasih ya Nat."
Renatta mengangguk. Ia tak bisa lagi menahan tangisnya, rasanya ia ingin menangis lebih kencang lagi. Tapi rasanya itu tidak mungkin karena Devan masih ada di hadapannya. Renatta pun meminta Devan untuk membawanya pulang karena kepalanya tiba-tiba terasa pusing. Devan pun setuju dan langsung mengantar Renatta pulang.
Di sepanjang jalan, senyum Renatta yang seharian terus mengembang jadi memudar. Bahkan ia menggigit bibir bawahnya agar ia tak menangis lagi. Ia juga sengaja melihat ke arah jalan, agar sedihnya tak diketahui oleh Devan.
Devan langsung pulang setelah mengantarnya pulang ke rumah. Bukannya langsung masuk ke dalam rumah. Renatta malah berjalan ke pohon yang ada di samping rumah. Ia berjongkok sambil memeluk lututnya kemudian menangis sejadi-jadinya.
Hatinya benar-benar hancur. Ini adalah patah hati untuk kedua kalinya. Dan lagi orang yang disukai oleh orang yang disukainya adalah orang yang sama seperti pada cinta pertamanya dulu, yaitu Amanda. Merasa iri dengan wanita itu, tapi ia tidak bisa apa-apa karena nyatanya ia bukanlah siapa-siapa. Ia hanya seorang pegawai biasa tak bisa disandingkan dengan Amanda yang seorang direktur.
Namun, di dalam tangisnya itu, ia teringat dengan Regan yang akan melamar Amanda juga. Pasti laki-laki itu pun mengalami hal yang sama sepertinya juga yaitu patah hati. Sama-sama menyukai orang begitu lama tapi harus kandas karena orang yang disukainya memilih bersama dengan orang lain.
Tanpa peduli apapun, Renatta menghapus air matanya dan langsung pergi menuju restoran yang ia pesankan untuk Regan.
Sesampainya disana, ia tak melihat Regan di dalam ruangan yang telah ia pesan. Renatta pun mencari keberadaan Regan sambil bertanya-tanya ke pelayan. Lalu pelayan menunjukkan dimana Regan. Renatta melihat Regan duduk terdiam di bawah pohon yang ada di luar restoran. Ia tahu, apa yang terjadi dengan Regan sekarang. Karena memang ia pun mengalaminya.
*
*
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Ketawang
😭😭😭😭
Knp Devan cintanya harus ke Amanda
2024-09-28
0
LENY
DEVAN TERNYATA SUKA AMANDA TAPI DIA BAIK SAMA RENATA SEBAGAI SAHABAT. BERARTI DEVAN TAHU AMANDA YG MELEMPAR LAP TOP REGAN BUKAN RENATA.
2023-11-25
0
elf
sudah kuduga... Devan suka Amanda... tp AQ sempat berfikir Devan suka Grace... knpa org sebaik Devan harus dpat Amanda??? kasian lah Thor... Manda kan munafik...
2023-10-05
3