Bab 16 - Patah Hati

Hari terus berlalu, tepatnya hari itu adalah hari bertambahnya usia Renatta. Senyumnya terus berkembang, apalagi ketika Devan mengajaknya untuk makan malam. Renatta langsung berpikiran berlebihan kalau Devan pasti akan memberikan hadiah yang kemarin dipilihnya untuknya. Ia langsung berpikir lebih lagi kalau dirinya akan dilamar. Tapi kalaupun tidak dilamar, Renatta pun akan mengungkapkan isi hatinya yang ia pendam selama 8 tahun lamanya ke Devan.

Bahkan ketika di kantor pun, meski Renatta selalu diperintahkan ini dan itu oleh Regan hingga membuatnya kecapean dan terus kesal. Senyumnya tak pernah pudar. Karena Renatta sudah mendoktrin dirinya untuk tersenyum seharian selama hari ulang tahunnya.

Hal itu tentu saja membuat Regan keheranan. Bahkan ia sampai bertanya ke Ozy juga, takutnya kejiwaan Renatta terganggu setelah bekerja bersamanya.

"Lagian, kamu terlalu over memberikan pekerjaan ke Renatta, Regan. Kalaupun kamu membencinya, setidaknya perlakukan dia secara profesional sebagai rekan kerjamu. Aku lihat dari tadi dia selalu tersenyum apalagi ketika dimarahi olehmu."

"Ya kan? Aneh kan? Kamu juga melihatnya kan? Kalau dia gila beneran. Bisa gawat aku! Bisa-bisa digorok sama Mommy."

"Itu sih deritamu. Aku nggak ikut-ikutan," ucap Ozy yang kemudian keluar dari ruangan Regan.

Regan jadi was-was dan berjalan mondar mandir di ruangannya. Ia bahkan sampai menggigit jarinya karena melihat keanehan dalam diri Renatta.

Ketika istirahat makan siang pun. Tak ada angin tak ada hujan. Tiba-tiba Regan memberikan Renatta satu kotak makan siang di mejanya.

"Makan yang banyak, supaya kamu cepat waras. Aku nggak mau nanti ada rumor yang tidak-tidak kalau aku adalah bos yang kejam."

"Wah, terima kasih ya Pak. Ini pertama kalinya Anda memberikan sesuatu ke saya."

Regan mengangguk kemudian masuk ke dalam ruangannya lagi.

Renatta jadi senyum-senyum lagi. Meski Regan tak tahu mengenai hari ini adalah ulang tahunnya, tapi Regan adalah orang pertama yang memberikannya sesuatu. Meski hanya sebuah nasi kotak, tapi itu sangat berkesan untuknya.

Sambil menyuapkan makanan ke mulutnya, Renatta memikirkan hal baik yang terjadi di hari ulang tahunnya.

*

*

Malam hari pun tiba, Renatta sudah bersiap dengan gaun yang dibelikan Devan waktu itu. Ia terlihat sangat anggun dan cantik. Apalagi ketika ia tersenyum, menambah aura kecantikannya saja.

Renatta sudah menunggu Devan hampir 30 menit lamanya, tapi laki-laki itu tak kunjung datang juga. Sebenarnya bukan Devan yang salah juga. Karena memang dirinya yang datang lebih awal karena saking tidak sabarnya. Waktu janjian mereka masih kurang 5 menit lagi.

Tak lama kemudian Devan datang dengan wajah yang berseri-seri tanpa membawa apapun di tangannya. Laki-laki itu langsung duduk di hadapan Renatta.

Renatta jadi berpikir kembali, berarti gaun dan cincin berlian waktu itu bukan untuknya? Ia jadi sedikit kehilangan kepercayaan dirinya.

"Maaf ya aku datang telat."

"Nggak kok Dev. Kamu kan janjinya jam 8, sementara sekarang baru jam 7 lewat 58 menit, itu artinya kamu nggak telat. Aku saja yang datangnya kecepatan."

Devan mengangguk. Lalu meminta pelayan untuk membawakan pesanannya.

Pelayan datang dengan membawa kue tar kecil bergambar istana yang di atasnya sudah ada lilin yang menyala.

Devan pun meminta Renatta untuk melakukan make a wish terlebih dahulu sebelum meniup lilinnya.

Renatta memejamkan matanya dan menyebutkan doanya di dalam hatinya.

Semoga hal baik selalu menimpaku ke depannya. Semoga aku diberikan jodoh yang terbaik pula, semoga papa cepat keluar dari penjara, semoga mama cepat bangun dari komanya dan semoga Kak Nesha selalu sehat selalu. Aamiin.

Renatta membuka matanya dan langsung meniup lilinnya. Devan bersorak sambil bertepuk tangan. Lalu mengucapkan selamat ulang tahun ke Renatta.

"Selamat ulang tahun ya Nat. Semoga kamu selalu jadi Renatta yang aku kenal. Intinya, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."

"Makasih ya Dev. Makasih banget, karena kamu udah nemenin aku dari masa sulit ku dulu Samapi sekarang."

Devan mengangguk kemudian bicara lagi, "Aku juga mau bilang pesan maaf dari Grace karena nggak bisa datang hari ini. Katanya dia ada acara di luar negeri. Jadi, dia cuma nitipin ini aja ke kamu," ucapnya sambil menyerahkan kado dari Grace.

Renatta tersenyum senang. Grace selalu memberikan apa yang dia butuhkan. Grace memberikannya sepucuk surat beserta nota pembelian laptop untuknya, dan laptopnya bisa Renatta ambil sendiri di toko.

"Kalian selalu baik padaku. Maaf karena ketika kalian berulang tahun aku cuma bisa kasih hadiah yang sederhana. Sementara kalian selalu mengandalkan aku kado yang mahal-mahal."

Devan menggeleng.

"Jangan bicara seperti itu Natta. Kami pun sangat senang dengan kado yang kamu berikan karena itu hasil karya kamu sendiri. Yang aku maupun Grace tak akan mampu membuatnya sendiri."

Keduanya pun makan kue tar itu dan saling mengobrol bersama. Sampai akhirnya, Devan dan Renatta saling memanggil satu sama lain.

"Dev ... "

"Nat ... "

"Kamu duluan aja Dev," pinta Renatta. Entah kenapa kini jantungnya dag dig dug ser rasanya. Ia berharap Devan akan menyatakan cinta padanya, karena itulah ia membiarkan Devan untuk bicara lebih dulu. Namun ternyata apa yang ia harapkan tak sesuai dengan kenyataan.

"Aku tadi melamar Amanda dan ia menerimanya. Aku senang sekali Nat."

Jederrrr!

Bak disambar petir. Hatinya sakit dan tersayat-sayat. Untung saja bukan ia duluan yang tadi bicara, kalau sampai itu terjadi, ia akan merasa malu dan tak memiliki muka lagi di hadapan Devan. Tapi, jujur saja hatinya kini patah bahkan air matanya mengalir begitu saja dari matanya.

"Nat, kamu menangis?" tanya Devan kemudian tangannya bergerak ingin menghapus air mata Renatta.

Renatta langsung menghapusnya dengan tangannya sendiri sambil berkata, "Aku menangis karena bahagia, sahabat terbaikku sudah menemukan tambatan hatinya. Aku berdoa semoga semuanya lancar sampai hari H nya."

"Makasih ya Nat."

Renatta mengangguk. Ia tak bisa lagi menahan tangisnya, rasanya ia ingin menangis lebih kencang lagi. Tapi rasanya itu tidak mungkin karena Devan masih ada di hadapannya. Renatta pun meminta Devan untuk membawanya pulang karena kepalanya tiba-tiba terasa pusing. Devan pun setuju dan langsung mengantar Renatta pulang.

Di sepanjang jalan, senyum Renatta yang seharian terus mengembang jadi memudar. Bahkan ia menggigit bibir bawahnya agar ia tak menangis lagi. Ia juga sengaja melihat ke arah jalan, agar sedihnya tak diketahui oleh Devan.

Devan langsung pulang setelah mengantarnya pulang ke rumah. Bukannya langsung masuk ke dalam rumah. Renatta malah berjalan ke pohon yang ada di samping rumah. Ia berjongkok sambil memeluk lututnya kemudian menangis sejadi-jadinya.

Hatinya benar-benar hancur. Ini adalah patah hati untuk kedua kalinya. Dan lagi orang yang disukai oleh orang yang disukainya adalah orang yang sama seperti pada cinta pertamanya dulu, yaitu Amanda. Merasa iri dengan wanita itu, tapi ia tidak bisa apa-apa karena nyatanya ia bukanlah siapa-siapa. Ia hanya seorang pegawai biasa tak bisa disandingkan dengan Amanda yang seorang direktur.

Namun, di dalam tangisnya itu, ia teringat dengan Regan yang akan melamar Amanda juga. Pasti laki-laki itu pun mengalami hal yang sama sepertinya juga yaitu patah hati. Sama-sama menyukai orang begitu lama tapi harus kandas karena orang yang disukainya memilih bersama dengan orang lain.

Tanpa peduli apapun, Renatta menghapus air matanya dan langsung pergi menuju restoran yang ia pesankan untuk Regan.

Sesampainya disana, ia tak melihat Regan di dalam ruangan yang telah ia pesan. Renatta pun mencari keberadaan Regan sambil bertanya-tanya ke pelayan. Lalu pelayan menunjukkan dimana Regan. Renatta melihat Regan duduk terdiam di bawah pohon yang ada di luar restoran. Ia tahu, apa yang terjadi dengan Regan sekarang. Karena memang ia pun mengalaminya.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Ketawang

Ketawang

😭😭😭😭
Knp Devan cintanya harus ke Amanda

2024-09-28

0

LENY

LENY

DEVAN TERNYATA SUKA AMANDA TAPI DIA BAIK SAMA RENATA SEBAGAI SAHABAT. BERARTI DEVAN TAHU AMANDA YG MELEMPAR LAP TOP REGAN BUKAN RENATA.

2023-11-25

0

elf

elf

sudah kuduga... Devan suka Amanda... tp AQ sempat berfikir Devan suka Grace... knpa org sebaik Devan harus dpat Amanda??? kasian lah Thor... Manda kan munafik...

2023-10-05

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!