Situasi agak mencekam dan canggung ketika Renatta berada di dalam satu ruangan bersama dengan Regan, sekretaris Regan dan Pak Beno. Apalagi tatapan laki-laki itu yang terlihat datar dan seolah mengintimidasinya.
"Saya nggak menyangka ternyata CEO barunya adalah pria muda seumuran anak saya," ucap Pak Beno berbasa-basi.
"Ya, karena saya menggantikan paman saya yang pindah ke perusahaan cabang di luar negeri."
"Ya, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik untuk memajukan perusahaan. Kalau Anda butuh bantuan saya. Saya akan dengan senang hati membantu."
"Iya, terima kasih."
"Oh, iya. Ini kenalkan sekretaris pribadi saya, Renatta. Dia adalah sekretaris tercantik di perusahaan ini. Pekerjaannya juga bagus," ucap Pak Beno memuji-muji Renatta di depan Regan.
Regan tak menanggapinya dengan serius. Ia hanya angguk-angguk saja. Karena tidak suka dengan obrolan itu.
"Renatta, Pak. Senang bertemu Anda," ucap Renatta sambil menundukkan kepalanya.
Regan hanya mengangguk lagi. Sebenarnya ia tak nyaman berbicara dengan Pak Beno.
"Sepertinya kalian seumuran. Saya harap Renatta bisa membantu Anda jika anda membutuhkan bantuannya. Baiklah, sepertinya saya terlalu banyak bicara dan juga masih ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kedatangan Anda. Selamat bekerja "
Setelah mengucapkan itu, Pak Beno dan Renatta keluar dari ruangan Regan. Renatta akhirnya bisa bernapas lega. Ia seperti telah terlepas dari kurungan sangkar yang membelenggunya. Bahkan tadi untuk menatap wajah Regan saja ia tak berani makanya ia selalu melihat ke arah yang lain.
*
*
"Renatta? Sepertinya nama itu tidak asing di ingatanku," ucap Ozy, sekretaris dari Regan sekaligus teman kuliah Regan.
"Iya, dia adalah wanita yang sudah menghancurkan mimpiku," jawab Regan dengan wajah yang tak bersahabat.
"Oh, pantas saja, tatapanmu ke dia tak bersahabat. Ternyata oh ternyata. Tapi dia cantik ya?"
Pujian Ozy ke Renatta membuat Regan mendelik dan menatap tajam ke arah Ozy.
"Ups, sepertinya aku salah bicara. Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Karena sepertinya kamu akan sering bertemu dengannya. Apalagi dia bekerja di perusahaan milik Daddy mu. Seingat ku, kamu dulu sering mengumpat dan terus mengatakan kalau kamu tak pernah mau lagi bertemu dengan wanita yang bernama Renatta."
"Entahlah, tapi aku memang masih sangat membencinya. Karena dia, aku tak bisa menjadi jaksa. Aku malah harus mengikuti kemauan Daddy ku untuk jadi penerus perusahaannya."
"Ya wajar juga sih, kamu kan memang satu-satunya anak orang tuamu. Kalau bukan kamu siapa yang akan jadi penerusnya. Masa orang lain?"
"Tau lah."
Regan berjalan menuju ke kursi kerjanya. Di hari pertamanya bekerja, ia akan melihat berkas-berkas lama untuk diamati. Sebagai pekerjaan pertama yang ia kerjakan. Begitu juga dengan Ozy yang diperintahkan untuk membantunya. Apalagi pamannya sebelum pindah, mengatakan bahwa ada orang yang berbuat curang dengan memanipulasi dana perusahaan. Sayangnya, ia belum berhasil menemukan orangnya karena harus ke luar negeri. Makanya tugas penting itu ia berikan ke keponakannya.
Setelah berjam-jam mengamati semua berkas dan masuk keluarnya dana perusahaan. Regan bisa langsung mencurigai satu orang. Tapi, ia masih belum bisa menemukan bukti kuatnya. Sampai jam istirahat pun tiba.
Regan dan Ozy pergi makan siang bersama di sebuah restoran. Tentunya Ozy disana tidak makan siang satu meja dengan Regan. Karena Regan sudah janjian dengan Amanda.
Selama 8 tahun itu juga, hubungan Regan dan Amanda masih begitu-begitu saja. Tanpa status hubungan, meski Amanda sendiri tahu kalau Regan mencintainya. Tapi Regan tak pernah menyatakan itu padanya.
"Aku pikir kamu nggak akan mau menggantikan pamanmu dan masih betah mengurus perusahaan cabang di luar kota."
"Awalnya sih begitu, cuma setelah aku pikir-pikir lagi. Tak ada salahnya pindah ke pusat. Lagipula aku punya misi disana. Lalu bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu."
"Kabarku baik. Bahkan lebih baik setelah tak pernah melihat Renatta lagi. Rasanya aku seperti hidup."
Wajar saja Amanda merasa begitu. Karena kehadiran Renatta malah membuat Amanda ketakutan dan pastinya akan teringat lagi pada kelakuan buruk Renatta di masa lalu.
Karena hal itu, Regan pun tak akan bercerita kalau Renatta ternyata bekerja di perusahaan keluarganya. Ia akan berusaha menyembunyikan itu semua dari Amanda.
*
*
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
LENY
AMANDA KAYAKNYA GAK SEBAIK PERKIRAAN ORANG
2023-11-25
0
Chu Shoyanie
sosok Amanda masih misterius...
2023-05-20
0
bibi
trusin bacanya
2023-05-15
0