Setelah kejadian di hari itu, Grace dan Renatta mulai menjadi teman baik. Terkadang mereka pergi jalan-jalan ke tempat belanja bersama, meski Renatta hanya bisa menemani saja tanpa bisa membeli apapun. Tapi itu tidak mengapa, karena ia pun sadar diri, kini ia bukanlah anak orang kaya lagi.
Ketika istirahat pertama, seperti biasa, Renatta pasti akan meminta maaf lagi ke Amanda. Wanita itu mengunjungi kelas Amanda, tapi Amanda tak ada disana. Ketika bertanya ke teman sekelas Amanda, tak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Renatta. Renatta pun jadi mencari sendiri ke tempat biasa Amanda pergi.
Di mulai dari kantin, ruang OSIS, lapangan basket, sampai ke toilet wanita. Namun, Renatta masih tak menemukan keberadaan Amanda.
Sampai ia melihat bayang-bayang Amanda yang berada di kelas Regan lewat kaca jendela. Renatta pun langsung masuk kesana karena pas nya Amanda sedang sendirian disana.
"Amanda," panggil Renatta.
"Mau apa lagi Natta? Kamu masih belum puas terus menyakiti aku?" tanya Amanda dengan sedikit rasa takutnya.
"Nggak Manda. Aku mau minta maaf. Aku mau menebus semua kesalahanku sama kamu," ucap Renatta.
"Aku nggak percaya! Lebih baik kamu keluar dari kelas Regan. Karena sebentar lagi dia pasti akan ke kelasnya."
"Manda," ucap Renatta sambil mendekati Amanda lagi.
"Jangan dekat-dekat!" Amanda mengatakan itu sambil berjaga di posisinya. Ia masih takut akan ditindas lagi oleh Amanda.
Tapi Renatta tak menghiraukan ucapan Amanda itu.
"Sudah kubilang jangan dekat-dekat!" teriak Amanda sambil meraih laptop Regan yang ada di meja.
"Amanda, aku tidak akan menyakitimu. Jangan takut," ucap Renatta lagi.
Dalam keadaan takut ditindas lagi oleh Renatta, Amanda mengangkat laptop Regan sebagai tameng pelindungnya.
Renatta semakin mendekat bahkan hendak meriah tangannya. Amanda yang panik langsung melempar laptop itu ke jendela hingga terdengar bunyi pecahan kaca.
Pyarrrr
Kaca pecah, begitu juga dengan laptop Regan yang rusak. Lalu tak lama kemudian, orang-orang datang karena mendengar suara pecahan kaca. Begitu juga dengan Regan yang meminta penjelasan tentang laptopnya yang sudah rusak.
Amanda langsung bersuara.
"Re-regan, Natta melemparkan laptop mu karena aku tidak mau memaafkannya. Dia melakukan itu supaya kamu membenci aku. Hiks ... hiks ... kenapa aku selalu saja disakiti, padahal aku tidak berbuat salah apapun padamu Natta."
Renatta menggeleng, karena memang bukan dia yang melempar laptop milik Regan.
Regan yang mendengar itu langsung menatap Renatta dengan kebencian. Ia bahkan tidak peduli walaupun Renatta adalah wanita. Dengan kerasnya Regan mendorong bahu Renatta untungnya Renatta tidak sampai terjatuh ke lantai.
"Bukan aku yang melemparnya Regan! Bukan aku!"
Renatta terus menyangkalnya.
"Lalu apa kamu bisa membuktikannya? Kalau Amanda yang melakukannya aku tidak percaya. Aku tidak habis pikir denganmu Natta. Kalau permintaan maafmu tidak bisa diterima, ya sudah jangan terus memaksa orang. Salah sendiri kamu jadi wanita jahat sekali. Lalu apa kamu tahu? Di laptopku ada karya ilmiah yang aku tulis untuk mengikuti lomba. Asal kamu tahu! Gara-gara kamu! Gara-gara laptopku rusak! Aku tidak bisa mengikuti lomba itu! Dan tidak bisa lagi meraih cita-citaku!"
Renatta menangis dan meminta maaf meski itu bukanlah salahnya. Karena ia pun ikut berperan karena dirinya lah yang membuat Amanda panik dan melemparkan laptop milik Regan. Ia beralasan mungkin dengan cara ini ia bisa menebus kesalahannya ke Amanda. Ia rela dijadikan kambing hitam atas sesuatu yang tak pernah ia lakukan. Meski diawal menyangkal, Renatta memilih untuk menyembunyikan kejadian yang sebenarnya saja.
"Regan," ucap Renatta sambil ingin meraih tangan Regan. Tapi Regan menepisnya dengan kasar.
"Aku sungguh-sungguh tidak tahu! Aku minta maaf!"
"Jangan berani sentuh-sentuh aku wanita jahat! Gara-gara kamu aku sudah tak bisa lagi memimpikan menjadi seorang jaksa! Keluar dari kelasku!"
Renatta masih tak beranjak dari sana. Adegan kemarahan Regan itu dilihat oleh semua orang. Namun, anehnya orang-orang malah menontonnya saja karena seru melihat Renatta yang dimarah-marahi.
Devan masuk ke dalam kelas Regan dan menarik Renatta untuk keluar dari sana. Dengan tatapan sedih dan rasa bersalah, Renatta keluar dari sana sambil terus memandang ke arah Regan dan Amanda yang menangisi di pelukan Regan.
Renatta di bawa ke taman oleh Regan. Disana Renatta menangis sejadi-jadinya. Ia merasa dirinya adalah pembawa sial juga karma sudah mulai mendatanginya.
"Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi Natta," pinta Devan.
"Percuma aku cerita pun. Kamu pun pasti tidak akan percaya padaku. Di dunia ini tidak ada orang yang berpihak padaku karena aku adalah orang jahat."
"Jangan begitu, ceritakan saja."
Alhasil Renatta pun menceritakan kejadian yang sebenarnya ke Devan. Tapi, ketika mengingat kesalahannya yang begitu banyak dan besar ke Amanda. Tak mengapa dirinya dibenci dan difitnah oleh orang-orang. Mungkin itu adalah salah satu penebusan rasa bersalahnya.
"Harusnya katakan saja yang sejujurnya Natta."
Renatta menggeleng lalu mengatakan, "Biarlah aku saja yang jadi pelakunya. Itu lebih baik daripada Amanda. Terima kasih ya, kamu selalu ada di saat aku membutuhkan seseorang untuk ada di sampingku."
Devan mengangguk.
Tak lama kemudian, Grace pun datang menghampiri mereka. Wanita itu terus mengoceh karena kesal dengan Amanda yang berpura-pura lugu. Padahal ia bisa melihat kalau Amanda berkata bohong karena tangannya yang terus bergetar ketakutan.
"Shutt, sudahlah Grace. aku tak apa."
Tiba-tiba seorang siswa memanggil Renatta dan mengatakan kalau Renatta dipanggil ke ruang kesiswaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Aku pergi dulu."
Renatta pergi meninggalkan kedua temannya disana. Ia berjalan ke ruang kesiswaan dengan terus menghela napasnya. Sesampainya di ruangan, Renatta dimarahi oleh gurunya karena telah merusak fasilitas sekolah. Renatta pun diminta untuk mengganti rugi biaya kaca yang dipecahkannya.
Renatta pun berjanji akan menggantinya tapi dengan cara mencicil karena ia tidak memiliki uang untuk menggantinya langsung keseluruhan.
Terus mengenai laptop Regan yang rusak, Regan tidak meminta ganti rugi apapun. Hanya saja Regan meminta agar Renatta tak pernah lagi terlihat di mata Regan maupun Amanda.
Renatta pun mengangguk mengerti. Ia berjanji akan melakukan itu demi kebaikan semuanya.
Sejak di hari itu, Renatta benar-benar melakukan permintaan Regan. Bahkan sampai hari kelulusan tiba pun, Renatta memilih untuk tidak ikut acara kelulusan karena ia sudah mulai bekerja full time di sebuah minimarket.
Di saat anak-anak lain sibuk memikirkan rencana kuliah dan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, Renatta sibuk mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Mimpinya pun harus pupus karena keadaan yang memaksa. Ia tidak bisa egois pada dirinya sendiri karena ada keluarga yang harus ia nafkahi, apalagi biaya rumah sakit mamanya yang tidaklah sedikit.
*
*
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
LENY
Ternyata AMANDA SEMBUNYI DIBALIK TOPENG LUGUNYA. AMANDA GAK SEBAIK YG TERLIHAT RUPANYA.
2023-11-25
0
Azhure
lagian emak tirinya dah jelas² jahat masih jg di pelihara, knp ga d cekik aja sekalian 😂😂😂
2023-10-14
3
elf
buang saja mama tirimu... kampret itu mamamu
2023-10-05
0