Bab 5 - Semakin dibenci

Setelah kejadian di hari itu, Grace dan Renatta mulai menjadi teman baik. Terkadang mereka pergi jalan-jalan ke tempat belanja bersama, meski Renatta hanya bisa menemani saja tanpa bisa membeli apapun. Tapi itu tidak mengapa, karena ia pun sadar diri, kini ia bukanlah anak orang kaya lagi.

Ketika istirahat pertama, seperti biasa, Renatta pasti akan meminta maaf lagi ke Amanda. Wanita itu mengunjungi kelas Amanda, tapi Amanda tak ada disana. Ketika bertanya ke teman sekelas Amanda, tak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Renatta. Renatta pun jadi mencari sendiri ke tempat biasa Amanda pergi.

Di mulai dari kantin, ruang OSIS, lapangan basket, sampai ke toilet wanita. Namun, Renatta masih tak menemukan keberadaan Amanda.

Sampai ia melihat bayang-bayang Amanda yang berada di kelas Regan lewat kaca jendela. Renatta pun langsung masuk kesana karena pas nya Amanda sedang sendirian disana.

"Amanda," panggil Renatta.

"Mau apa lagi Natta? Kamu masih belum puas terus menyakiti aku?" tanya Amanda dengan sedikit rasa takutnya.

"Nggak Manda. Aku mau minta maaf. Aku mau menebus semua kesalahanku sama kamu," ucap Renatta.

"Aku nggak percaya! Lebih baik kamu keluar dari kelas Regan. Karena sebentar lagi dia pasti akan ke kelasnya."

"Manda," ucap Renatta sambil mendekati Amanda lagi.

"Jangan dekat-dekat!" Amanda mengatakan itu sambil berjaga di posisinya. Ia masih takut akan ditindas lagi oleh Amanda.

Tapi Renatta tak menghiraukan ucapan Amanda itu.

"Sudah kubilang jangan dekat-dekat!" teriak Amanda sambil meraih laptop Regan yang ada di meja.

"Amanda, aku tidak akan menyakitimu. Jangan takut," ucap Renatta lagi.

Dalam keadaan takut ditindas lagi oleh Renatta, Amanda mengangkat laptop Regan sebagai tameng pelindungnya.

Renatta semakin mendekat bahkan hendak meriah tangannya. Amanda yang panik langsung melempar laptop itu ke jendela hingga terdengar bunyi pecahan kaca.

Pyarrrr

Kaca pecah, begitu juga dengan laptop Regan yang rusak. Lalu tak lama kemudian, orang-orang datang karena mendengar suara pecahan kaca. Begitu juga dengan Regan yang meminta penjelasan tentang laptopnya yang sudah rusak.

Amanda langsung bersuara.

"Re-regan, Natta melemparkan laptop mu karena aku tidak mau memaafkannya. Dia melakukan itu supaya kamu membenci aku. Hiks ... hiks ... kenapa aku selalu saja disakiti, padahal aku tidak berbuat salah apapun padamu Natta."

Renatta menggeleng, karena memang bukan dia yang melempar laptop milik Regan.

Regan yang mendengar itu langsung menatap Renatta dengan kebencian. Ia bahkan tidak peduli walaupun Renatta adalah wanita. Dengan kerasnya Regan mendorong bahu Renatta untungnya Renatta tidak sampai terjatuh ke lantai.

"Bukan aku yang melemparnya Regan! Bukan aku!"

Renatta terus menyangkalnya.

"Lalu apa kamu bisa membuktikannya? Kalau Amanda yang melakukannya aku tidak percaya. Aku tidak habis pikir denganmu Natta. Kalau permintaan maafmu tidak bisa diterima, ya sudah jangan terus memaksa orang. Salah sendiri kamu jadi wanita jahat sekali. Lalu apa kamu tahu? Di laptopku ada karya ilmiah yang aku tulis untuk mengikuti lomba. Asal kamu tahu! Gara-gara kamu! Gara-gara laptopku rusak! Aku tidak bisa mengikuti lomba itu! Dan tidak bisa lagi meraih cita-citaku!"

Renatta menangis dan meminta maaf meski itu bukanlah salahnya. Karena ia pun ikut berperan karena dirinya lah yang membuat Amanda panik dan melemparkan laptop milik Regan. Ia beralasan mungkin dengan cara ini ia bisa menebus kesalahannya ke Amanda. Ia rela dijadikan kambing hitam atas sesuatu yang tak pernah ia lakukan. Meski diawal menyangkal, Renatta memilih untuk menyembunyikan kejadian yang sebenarnya saja.

"Regan," ucap Renatta sambil ingin meraih tangan Regan. Tapi Regan menepisnya dengan kasar.

"Aku sungguh-sungguh tidak tahu! Aku minta maaf!"

"Jangan berani sentuh-sentuh aku wanita jahat! Gara-gara kamu aku sudah tak bisa lagi memimpikan menjadi seorang jaksa! Keluar dari kelasku!"

Renatta masih tak beranjak dari sana. Adegan kemarahan Regan itu dilihat oleh semua orang. Namun, anehnya orang-orang malah menontonnya saja karena seru melihat Renatta yang dimarah-marahi.

Devan masuk ke dalam kelas Regan dan menarik Renatta untuk keluar dari sana. Dengan tatapan sedih dan rasa bersalah, Renatta keluar dari sana sambil terus memandang ke arah Regan dan Amanda yang menangisi di pelukan Regan.

Renatta di bawa ke taman oleh Regan. Disana Renatta menangis sejadi-jadinya. Ia merasa dirinya adalah pembawa sial juga karma sudah mulai mendatanginya.

"Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi Natta," pinta Devan.

"Percuma aku cerita pun. Kamu pun pasti tidak akan percaya padaku. Di dunia ini tidak ada orang yang berpihak padaku karena aku adalah orang jahat."

"Jangan begitu, ceritakan saja."

Alhasil Renatta pun menceritakan kejadian yang sebenarnya ke Devan. Tapi, ketika mengingat kesalahannya yang begitu banyak dan besar ke Amanda. Tak mengapa dirinya dibenci dan difitnah oleh orang-orang. Mungkin itu adalah salah satu penebusan rasa bersalahnya.

"Harusnya katakan saja yang sejujurnya Natta."

Renatta menggeleng lalu mengatakan, "Biarlah aku saja yang jadi pelakunya. Itu lebih baik daripada Amanda. Terima kasih ya, kamu selalu ada di saat aku membutuhkan seseorang untuk ada di sampingku."

Devan mengangguk.

Tak lama kemudian, Grace pun datang menghampiri mereka. Wanita itu terus mengoceh karena kesal dengan Amanda yang berpura-pura lugu. Padahal ia bisa melihat kalau Amanda berkata bohong karena tangannya yang terus bergetar ketakutan.

"Shutt, sudahlah Grace. aku tak apa."

Tiba-tiba seorang siswa memanggil Renatta dan mengatakan kalau Renatta dipanggil ke ruang kesiswaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Aku pergi dulu."

Renatta pergi meninggalkan kedua temannya disana. Ia berjalan ke ruang kesiswaan dengan terus menghela napasnya. Sesampainya di ruangan, Renatta dimarahi oleh gurunya karena telah merusak fasilitas sekolah. Renatta pun diminta untuk mengganti rugi biaya kaca yang dipecahkannya.

Renatta pun berjanji akan menggantinya tapi dengan cara mencicil karena ia tidak memiliki uang untuk menggantinya langsung keseluruhan.

Terus mengenai laptop Regan yang rusak, Regan tidak meminta ganti rugi apapun. Hanya saja Regan meminta agar Renatta tak pernah lagi terlihat di mata Regan maupun Amanda.

Renatta pun mengangguk mengerti. Ia berjanji akan melakukan itu demi kebaikan semuanya.

Sejak di hari itu, Renatta benar-benar melakukan permintaan Regan. Bahkan sampai hari kelulusan tiba pun, Renatta memilih untuk tidak ikut acara kelulusan karena ia sudah mulai bekerja full time di sebuah minimarket.

Di saat anak-anak lain sibuk memikirkan rencana kuliah dan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, Renatta sibuk mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Mimpinya pun harus pupus karena keadaan yang memaksa. Ia tidak bisa egois pada dirinya sendiri karena ada keluarga yang harus ia nafkahi, apalagi biaya rumah sakit mamanya yang tidaklah sedikit.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

Ternyata AMANDA SEMBUNYI DIBALIK TOPENG LUGUNYA. AMANDA GAK SEBAIK YG TERLIHAT RUPANYA.

2023-11-25

0

Azhure

Azhure

lagian emak tirinya dah jelas² jahat masih jg di pelihara, knp ga d cekik aja sekalian 😂😂😂

2023-10-14

3

elf

elf

buang saja mama tirimu... kampret itu mamamu

2023-10-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!