Bab 2 - Wanita Jahat

Di sekolah, Renatta membuat onar lagi, karena para wanita terus mengangumi ketampanan Regan ketika laki-laki itu bermain basket. Ia bahkan mengusir semua wanita yang menonton di kursi paling depan. Hal itu membuat semua orang langsung bersorak padanya, Renatta tidak peduli.

Selesai pertandingan basket, Renatta berniat untuk memberikan handuk kecil juga air mineral ke Regan, tapi Regan lebih dulu menghampiri Amanda dan menerima handuk kecil dan air minum dari Amanda. Renatta terbakar api cemburu dan amarah. Ia pun meninggalkan handuk kecil dan air mineral disana begitu saja.

"Kenapa sih? Harus selalu Amanda, Amanda dan Amanda? Sejak aku kecil, papa selalu memberikan perhatian ke Amanda, bahkan ketika SD, SMP, dan kini SMA, perhatian yang aku inginkan selalu tertuju ke Amanda. Apa bagusnya sih wanita itu!"

Renatta menggerutu kesal, karena ia selalu dikalahkan oleh Amanda yang menurutnya biasa saja. Padahal nyatanya, Amanda memang lebih baik sikapnya daripada dirinya yang kasar dan suka menghina orang. Bahkan membuat orang jadi pindah sekolah karena perlakuan kasarnya.

*

*

Waktu pulang sekolah pun tiba, Renatta sengaja menunggu Amanda di dekat halaman sekolah, dimana Amanda akan lewat kesana untuk pergi ke gerbang sekolah menunggu jemputan dari supirnya.

Dengan sengaja pula, Renatta membuat jebakan dari tali agar Amanda terjatuh. Benar saja, jebakan itu berhasil.

Renatta tertawa senang kegirangan. Sementara Amanda terus merintih kesakitan karena lututnya berdarah terkena paving blok halaman.

Regan yang rupanya masih belum pulang pun melihat itu dan membantu Amanda dengan menggendong Amanda ala bridal style menuju ke gerbang sekolah karena mobil jemputan Amanda sudah tiba. Regan meminta supir Amanda untuk tidak langsung menjalankan mobilnya karena ia akan mengobati luka Amanda lebih dulu. Setelah selesai mengobati luka dari Amanda, Regan pun membiarkan Amanda pergi dan ia kembali ke halaman.

Rupanya Renatta masih ada disana, dengan kakinya yang masih dihentak-hentakkan juga rasa kesal yang masih menyelimuti hatinya karena lagi-lagi rencananya selalu gagal. Karena terlihat oleh Regan.

"Kamu sudah keterlaluan Nat! Kamu tega menyakiti teman kamu sendiri hingga membuat lututnya berdarah! Apa kamu punya hati? Oh, iya aku lupa. Kamu kan wanita jahat. Jadi mana mungkin punya hati."

Regan berlalu pergi setelah mengatakan kata-kata yang menyayat hati Renatta.

Apa tadi katanya? Dirinya tak punya hati? Lalu bagaimana ia bisa menyukai Regan kalau tak punya hati?

Renatta pulang ke rumahnya dengan kekecewaan yang ia bawa.

*

*

Sesampainya di rumah, Renatta dikejutkan dengan papanya yang tiba-tiba dibawa oleh polisi. Renatta menangis menanyakan apa yang terjadi pada papanya. Namun, papanya tetap bungkam dan malah polisi yang menjawabnya.

"Papa Anda ditangkap karena telah terbukti menyalahgunakan dana perusahaan. Maka dari itu, kami harus membawanya ke kantor polisi untuk ditindaklanjuti sesuai aturan dan hukum yang berlaku."

Renatta menatap papanya dan meminta penjelasan dari sang papa kalau apa yang diucapkan oleh polisi itu tidak benar. Tapi papanya masih diam dan menunduk.

Polisi terus membawa papanya keluar dari rumah. Renatta mengejarnya, tapi sayang mobil polisi sudah jauh dari jangkauannya. Ia pun masuk kembali ke rumah, meminta penjelasan juga ke mama dan kakaknya. Namun, apa yang ia dapatkan, mamanya malah menarik koper besar seolah-olah ia ingin pergi jauh.

"Ma, mama mau kemana?" tanya Renatta yang masih terisak.

"Jangan panggil aku mama! Aku bukan lagi mamamu karena aku akan menggugat cerai papamu!"

"Hiks, mama tidak boleh bercerai sama papa! Harusnya mama jangan percaya dengan apa yang dituduhkan polisi ke papa. Natta percaya kalau papa tidak mungkin melakukan hal seburuk itu!" teriak Natta dengan Isak tangisnya.

"Cih! Terserah! Aku akan tetap pergi dari sini! Lagian aku tidak mau menanggung malu karena punya suami yang korupsi! Lebih baik aku berpisah dan mencari suami baru!"

Jawaban itu membuat hati Renatta tersayat-sayat. Ia tidak menyangka mamanya yang selalu ia sayangi dan turuti ucapannya. Rupanya adalah orang yang gila harta dan tidak mencintai papanya dengan tulus.

"Mama jahat! Apa jangan-jangan selama ini mama juga tidak pernah menyayangi aku dengan tulus?" tanyanya dengan suara yang bergetar. Karena sejujurnya Renatta takut apa yang ia pikirkan memang benar.

Mama Kamala tersenyum miring.

"Benar, selama ini aku sengaja mendidik kamu untuk jadi orang jahat dengan membalas perbuatan buruk orang yang menyakitimu dan menghalangi apa yang kamu inginkan. Aku mendidik mu dengan kuat untuk menyayangi aku dan Nesha juga. Supaya kamu bisa melindunginya. Tapi, rupanya, papamu malah korupsi. Cih! Benar-benar tidak bisa diandalkan!"

Renatta bersimpuh, ia menangis meraung-raung tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.

Kasih sayang, perhatian, juga kepedulian sang mama rupanya palsu.

"Ini semua karena kamu. Kamu yang selalu manja dan menginginkan ini dan itu. Kalau kamu tidak boros, pasti papa kamu tidak akan korupsi. Dasar anak pembawa sial!"

Renatta menangis tersedu-sedu. Rasa sakitnya yang sudah tersayat, jadi merasa tercabik-cabik tiap kulit dan tulangnya. Kalau mama dan kakaknya pergi dari rumah. Lalu ia akan sama siapa? Karena ia melihat di depan rumahnya sudah ada tulisan kalau rumah yang mereka tinggali sekarang telah disita oleh pihak kepolisan. Memikirkan hal itu, Renatta jadi bingung sendiri. Ia jadi memohon-mohon kepada mama dan kakaknya untuk tidak pergi meninggalkannya sendirian.

"Ma, setidaknya kalau mama dan kakak pergi. Ajak aku juga! Aku tidak mau sendirian, hiks ...," ucap Renatta sambil meraih kaki mamanya.

"Daripada aku membawamu yang pembawa sial! Lebih baik aku pergi bersama anakku sendiri! Nesha ayo kita pergi! Biarkan saja dia disini! Paling nanti juga diusir!" ucap sang mama yang mengajak Nesha untuk mengikutinya.

Nesha yang sebenarnya tidak tega melihat Renatta yang menangis seperti itu, tidak ingin ikut pergi. Karena selama ini ia tulis menyayangi Renatta sebagai adiknya sendiri. Bahkan Renatta lah sang pelindungnya ketika ia dijahati oleh orang lain. Mamanya berhasil mendidik Renatta untuk melindungi dan menyayangi keluarga, tapi gagal mendidik Renatta untuk jadi orang yang baik di mata orang lain.

"Ma, kasihan Natta. Kita seharusnya mengajaknya pergi bersama," ucap Nesha.

"Uang darimana Nesha? Untuk hidup kita berdua saja, mama tidak yakin akan cukup! Sudah lebih baik kita tinggalkan saja dia!"

Mama Kamala berjalan keluar dari rumah dengan tergesa-gesa, bahkan jarak antara Nesha dan Mama Kamala sangatlah jauh. Hingga tanpa sadar, ada sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi menghantam Mama Kamala yang baru saja akan menyebrang jalan.

Sebuah kecelakaan terjadi hingga membuat Mama Kamala harus dilarikan ke rumah sakit. Nesha yang melihat kecelakaan itu secara langsung seketika langsung pingsan. Sementara Renatta yang masih berada di dalam rumah, langsung lari terburu-buru karena mendengar sebuah hantaman keras. Dan betapa terkejutnya ia melihat dua orang yang ia sayangi terbaring. Yang satu terbaring dengan berlumuran darah, dan yang satunya tidak.

Renatta tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar sendirian. Tak tahu arah jalan. Yang paling utama sekarang hanyalah membawa mamanya dan sang kakak ke rumah sakit.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

Renata lgsg dpt karma balasan perbuatan jahat nya skrg baru tahu mama tirinya jahat RASAKAN RENATA. KAMU SDH JAHAT DAN MENGUSIR AMANDA SAMA IBUNYA. PADAHAL IBU AMANDA MUNGKIN LBU BAIK DARI MAMA TIRINYA YG GILA HARTA.

2023-11-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!