Bab 11 - Bertukar sekretaris

Seminggu telah berlalu, Renatta masuk ke dalam ruangannya dengan penuh senyuman. Namun tiba-tiba senyumnya memudar ketika Ozy yang menempati meja kerjanya. Pikirannya sudah kemana-mana. Ia sangat takut jika dipecat. Karena selama ini gajinya sebagai sekretaris lebih besar daripada gajinya dari pekerjaan sebelumnya.

Ozy tampak menyapa Renatta dengan melambaikan tangan. Laki-laki itu paham dengan raut wajah yang diperlihatkan oleh Renatta. Ia menghela napas pelan dan menebak bahwa Regan belum memberitahukan hal sepenting ini ke Renatta.

"Kenapa kamu ada di mejaku?" tanya Renatta.

"Kita akan bertukar posisi. Aku jadi sekretaris Pak Beno dan kamu jadi sekretaris Regan. Semua ini dilakukan agar aku dan Regan bisa dengan mudah menyelidiki Pak Beno."

"Apa kamu dan Regan masih mencurigai aku?"

"Aku tidak, tapi entah dengan Regan. Aku sedikit banyak tahu tentang masa lalu kalian yang buruk. Jadi wajar saja kalau dia belum bisa mempercayai kamu sepenuhnya."

Renatta menghela napasnya.

"Lalu bagaimana aku jadi sekretarisnya Regan, kalau dia saja masih belum percaya padaku?"

"Lakukan saja tugasmu dengan baik. Pasti lambat laun Regan akan percaya. Pergilah ke ruangan Regan."

Renatta mencebikkan bibirnya kemudian melangkahkan kakinya dengan malas ke ruangan Regan. Entah kenapa firasatnya buruk tentang ini. Pastinya Regan akan memperlakukannya dengan buruk.

"Semangat Natta! Demi papa, mama dan Kak Nesha! Semangat!"

Tok tok tok

Renatta mengetuk pintu ruangan Regan. Dari dalam terdengar suara Regan yang sudah mempersilahkan untuk masuk. Renatta pun membuka pintu dan berjalan sampai ke hadapan Regan.

"Oh, kamu. Aku kira siapa."

"Kenapa Bapak menukar posisi sekretaris bapak dengan saya? Bapak mau menyelidiki saya juga?"

"Bukankah Ozy sudah menjelaskan semuanya? Harusnya kamu tidak usah bertanya lagi. Pergi dan duduk di posisimu. Lakukan tugasmu! Kalau aku panggil, kamu harus segera datang!" ucap Regan dengan mengibaskan tangannya mengusir Renatta untuk keluar.

"Hufttt!"

Renatta pun duduk di tempatnya, tepatnya berada di luar ruangan Regan. Disana sudah ada beberapa berkas dan jadwal Regan yang harus disusun sesuai tanggalnya.

Dengan hati yang tak karuan, Renatta tetap mengerjakan tugasnya dengan baik. Ia tidak mau Regan malah memecatnya karena kesalahan yang ia lakukan di hari pertamanya jadi sekretaris laki-laki itu.

Tak lama kemudian Pak Beno datang dan menghampirinya. Wajahnya terlihat marah dan kesal karena pertukaran sekretaris itu tak didiskusikan terlebih dahulu dengannya. Ia pun menatap kesal ke arah Renatta.

"Kamu? Kamu melaporkan saya ke Pak Regan? Kamu menuduh saya sudah mencurangi dana perusahaan. Dasar wanita tidak tahu diri! Selama ini saya sudah membantu kamu untuk keluar dari kemiskinan. Apa ini balasanmu terhadap saya?"

Baru saja Renatta akan menjawab, tapi pintu ruangan Regan tiba-tiba terbuka.

"Sepertinya anda kemari karena ada urusan. Masuklah, jangan ganggu sekretaris saya. Kita bicara di dalam."

Setelah keduanya berada di dalam ruangan Regan, Pak Beno masuk dengan berat hati. Ia memang ingin protes tentang ditukar nya sekretarisnya.

"Saya tahu maksud kedatangan Pak Beno kesini. Anda pasti terkejut karena sekretaris anda berganti. Saya sengaja menukar mereka karena sebentar lagi saya ada perjalanan bisnis. Saya tidak mungkin mengajak Ozy karena dia harus mempersiapkan pernikahan. Saya harap anda tidak keberatan untuk itu. Dan juga pertukaran ini hanya sementara, karena setelah Ozy menikah, dia akan kembali jadi sekretaris saya."

"Benarkah begitu?" tanya Pak Beno memastikan. Regan pun mengangguk

Pak Beno pun menyetujuinya. Meski ia merasa sepertinya alasannya bukan itu. Itu hanya alibi saja untuk menutupi alasan yang sebenarnya. Setelah mendapatkan penjelasan, Pak Beno keluar dari ruangan Regan kemudian menatap Renatta lagi dengan tak bersahabat.

Renatta mengelus dadanya. Selama empat tahun bekerja bersama Pak Beno, baru kali ini ia ditatap seperti itu. Rasanya mengerikan. Tapi masih lebih mengerikan Regan jika ia pikirkan lagi.

Regan keluar dari ruangannya dan mulai bicara.

"Kalau Pak Beno tiba-tiba meminta kamu untuk membelikan barang-barang untuk istri dan anaknya. Kamu harus menolak. Karena kamu sudah bukan lagi sekretarisnya."

"Baik Pak. Tapi pertukaran ini sampai kapan ya Pak?"

"Belum juga sehari kamu jadi sekretaris ku, kamu sudah mau mundur? Ya kalau kamu tidak butuh uang, aku sih tidak apa-apa."

"Eh, bukan seperti itu Pak."

"Masa?"

Regan pun masuk kembali ke dalam ruangannya. Ia mengecek komputer yang ada di hadapannya ketika mendapatkan pesan email dari Ozy.

*

*

Renatta meletakkan tasnya dan menyandarkan tubuhnya di tepi ranjang. Seharian ini ia bekerja sangat keras. Karena Regan selalu memintanya melakukan ini dan itu. Bahkan ia sampai kewalahan dan merasa tidak sanggup. Tapi lagi-lagi wajah keluarganya muncul di pikirannya dan membaurnya jadi semangat kembali.

"Sepertinya Regan mau balas dendam padaku! Rasanya ketika Ozy menjadi sekretarisnya, dia tidak kejam-kejam sekali seperti ke aku. Huh! Sabar Natta, semangat Natta. Kamu pasti bisa melalui ini semua."

Drtt, drtt.

Ponsel Renatta berbunyi, menampilkan sebuah pesan dari nomor yang tak dikenalnya. Tapi ketika membaca isinya, ia langsung tahu tanpa orang itu memberitahukan siapa dirinya.

Besok datang ke kantor pukul 06.30. Kamu harus siapkan aku sarapan pagi, dan pilihkan aku pakaian untuk melakukan meeting dengan klien di luar kantor. Bangunkan aku juga kalau aku belum bangun. Malam ini aku menginap di kantor karena lembur. Awas saja kalau sampai kamu telat! Potong gaji!

"Arghhh!"

Renatta berteriak frustasi. Bahkan ia sampai mengacak-acak rambutnya sendiri. Regan seolah-olah menjajah dirinya. Padahal jam kerja itu mulai pukul 08.00 dan Renatta akan berangkat kerja dari rumah pukul 07.30. Kalau disuruh ada di kantor pukul 06.30 itu artinya Ia harus bangun 2 jam lebih awal.

"Dasar bos sinting!"

Di tengah frustasinya itu, sebuah telepon dari Devan pun membuat senyum di bibir Renatta mengembang. Ia langsung menerimanya.

"Natta, besok sepulang kerja kamu sibuk?" tanya Devan.

"Nggak sih, aku nggak ada janji sama siapapun. Kenapa Dev?"

"Em, aku mau minta bantuanmu untuk memilihkan aku pakaian wanita dan berlian."

"Wah, untuk siapa?" tanya Renatta penasaran.

"Seseorang yang istimewa."

Seketika Renatta jadi terkejut. Setahunya Devan selama ini hanya dekat dengannya saja. Meski dulu ia tahu kalau Devan juga menyukai Amanda. Tapi sudah lama Devan tak pernah menceritakan lagi tentang Amanda. Renatta jadi kepedean sendiri, menganggap pakaian wanita dan berlian itu untuknya. Jadinya ia pun tak keberatan untuk menemani Devan belanja dan membantu laki-laki itu.

"Ya sudah, besok kamu kirimkan saja lokasinya. Aku akan kesana untuk membantumu."

"Ah, tidak, aku yang akan menjemputmu ke rumah."

"Oh, baiklah."

"Sampai ketemu besok."

Renatta pun senyum-senyum sendiri setelahnya. Apalagi jika diingat-ingat hari ulang tahunnya jatuh dalam satu Minggu ke depan. Entah kenapa ia sangat yakin kalau pakaian dan berlian itu akan Devan berikan untuknya. Karena biasanya, Devan memang akan selalu mengajaknya belanja lalu meminta Renatta memilihkan barang terbaik setelahnya barang itu akan Devan berikan sendiri untuknya. Seperti tas mahal yang ia punya satu-satunya.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

L B

L B

sabar natta, niscaya kau akan memetik hasil kesabaranmu, seiring waktu sering bersama, nanti regan akan melihat kebaikanmu.
malang benar nasib asmara mu natta 😩 kasihan benar jika kau tetap bukan pilihan 😞 tidak regan , tidak devan. apa devan juga mengejar amanda? atau Grace? nggak tega rasanya nanti melihat wajah sedih natta 😢😢😢

2023-05-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebencian
2 Bab 2 - Wanita Jahat
3 Bab 3 - Ratu pembuly
4 Bab 4 - Meminta Maaf
5 Bab 5 - Semakin dibenci
6 Bab 6 - CEO Baru
7 Bab 7 - Masih Membenci
8 Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9 Bab 9 - Bertemu Amanda
10 Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11 Bab 11 - Bertukar sekretaris
12 Bab 12 - Bubur ayam
13 Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14 Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15 Bab 15 - Rencana Regan
16 Bab 16 - Patah Hati
17 Bab 17 - Patah Hati (2)
18 Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19 Bab 19 - Berdonasi
20 Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21 Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22 Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23 Bab 23 - Club malam
24 Bab 24 - Dasar Polos!
25 Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26 Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27 Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28 Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29 Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30 Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31 Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32 Bab 32 - Sakit
33 Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34 Bab 34 - Semoga cepat sadar
35 Bab 35 - Menginap
36 Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37 Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38 Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39 Bab 39 - Berbalas komentar
40 Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41 Bab 41 - Aku udah move on
42 Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43 Bab 43 - Sudah cukup
44 Bab 44 - Aku menyukaimu
45 Bab 45 - Calon mantu
46 Bab 46 - Mulai Posesif
47 Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48 Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49 Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50 Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51 Bab 51 - Berita Viral
52 Bab 52 - Berpulang
53 Bab 53 - Pergi
54 Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55 Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56 Bab 56 - Regan tahu semuanya
57 Bab 57 - Regan mulai beraksi
58 Bab 58 - Pria Misterius
59 Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60 Bab 60 - Bertemu Penolong
61 Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62 Bab 62 - Anak siapa sih?!
63 Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64 Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65 Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66 Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67 Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68 Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69 Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70 Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71 Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72 Bab 72 - Oma Pingsan
73 Bab 73 - Kedatangan Detektif
74 Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75 Bab 75 - Amanda ditangkap
76 Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77 Bab 76 - Kepulangan Oma
78 Bab 78 - Klarifikasi
79 Bab 79 - Calon Menantu
80 Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81 Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82 Bab 82 - Kecelakaan
83 Bab 83 - Keadaan Renatta
84 Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85 Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86 Bab 86 - Tahu pelakunya
87 Bab 87 - Kedatangan Devan
88 Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89 Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90 Bab 90 - Panggilan sayang
91 Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92 Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93 Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94 Bab 94 - Lebih dari cukup
95 Bab 95 - Semakin dekat
96 Bab 96 - Saling merindu
97 Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98 Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99 Bab 99 - Aku mencintaimu
100 Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101 Bab 101 - Terima kasih sayang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Kebencian
2
Bab 2 - Wanita Jahat
3
Bab 3 - Ratu pembuly
4
Bab 4 - Meminta Maaf
5
Bab 5 - Semakin dibenci
6
Bab 6 - CEO Baru
7
Bab 7 - Masih Membenci
8
Bab 8 - Dituduh bersekongkol
9
Bab 9 - Bertemu Amanda
10
Bab 10 - Bertemu Regan di rumah sakit
11
Bab 11 - Bertukar sekretaris
12
Bab 12 - Bubur ayam
13
Bab 13 - Gaun dan cincin berlian
14
Bab 14 - Ketagihan makan bubur ayam
15
Bab 15 - Rencana Regan
16
Bab 16 - Patah Hati
17
Bab 17 - Patah Hati (2)
18
Bab 18 - Rencana bagi-bagi donasi
19
Bab 19 - Berdonasi
20
Bab 20 - Orang ketiga itu setan
21
Bab 21 - Sama-sama menyedihkan
22
Bab 22 - Persiapan ke luar kota
23
Bab 23 - Club malam
24
Bab 24 - Dasar Polos!
25
Bab 25 - Jadi Sekretaris tetap Regan
26
Bab 26 - Tak pernah diharapkan
27
Bab 27 - Datang lagi bersama Regan
28
Bab 28 - Aku sudah ikhlas
29
Bab 29 - Aku sudah tidak membenci kamu
30
Bab 30 - Mungkin kamu menyukainya
31
Bab 31 - Insiden di acara peresmian
32
Bab 32 - Sakit
33
Bab 33 - Lanjutkan saja untuk membenciku
34
Bab 34 - Semoga cepat sadar
35
Bab 35 - Menginap
36
Bab 36 - Bukan jodoh Oma
37
Bab 37 - Bantu aku melupakan Amanda
38
Bab 38 - Cinta pertama Renatta
39
Bab 39 - Berbalas komentar
40
Bab 40 - Saya masih ingin hidup Pak!
41
Bab 41 - Aku udah move on
42
Bab 42 - Mengetahui kebenaran
43
Bab 43 - Sudah cukup
44
Bab 44 - Aku menyukaimu
45
Bab 45 - Calon mantu
46
Bab 46 - Mulai Posesif
47
Bab 47 - Percaya diri dan beranilah
48
Bab 48 - Akulah Pria bodoh itu
49
Bab 49 - Kenapa seperti ini?
50
Bab 50 - Jangan dengarkan kak
51
Bab 51 - Berita Viral
52
Bab 52 - Berpulang
53
Bab 53 - Pergi
54
Bab 54 - Aku akan selalu menunggumu
55
Bab 55 - Siapa yang sedang kamu lindungi?
56
Bab 56 - Regan tahu semuanya
57
Bab 57 - Regan mulai beraksi
58
Bab 58 - Pria Misterius
59
Bab 59 - Cinta memang mengalahkan segalanya
60
Bab 60 - Bertemu Penolong
61
Bab 61 - Wanita jahat dan laki-laki bodoh
62
Bab 62 - Anak siapa sih?!
63
Bab 63 - Terdeteksi Bucin
64
Bab 64 - Alasan Amanda memilih Devan
65
Bab 65 - Kamu istimewa dan berharga
66
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan
67
Bab 67 - Menghasut Oma Lina
68
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma
69
Bab 69 - Meluluhkan hati Oma (2)
70
Bab 70 - Mulai menyukai Renatta
71
Bab 71 - Rencana Amanda dan Tante Dewi
72
Bab 72 - Oma Pingsan
73
Bab 73 - Kedatangan Detektif
74
Bab 74 - Regan sudah tahu pelakunya
75
Bab 75 - Amanda ditangkap
76
Bab 76 - Cepat pergi dari sini!
77
Bab 76 - Kepulangan Oma
78
Bab 78 - Klarifikasi
79
Bab 79 - Calon Menantu
80
Bab 80 - Pertemuan Renatta dan Devan
81
Bab 81 - Aku mencintaimu pria bodoh!
82
Bab 82 - Kecelakaan
83
Bab 83 - Keadaan Renatta
84
Bab 84 - Kedatangan Papa Dewa dan Nesha
85
Bab 85 - Kecelakaan disengaja
86
Bab 86 - Tahu pelakunya
87
Bab 87 - Kedatangan Devan
88
Bab 88 - Papa Dewa bertemu Tante Dewi
89
Bab 89 - Tertangkapnya pelaku korupsi
90
Bab 90 - Panggilan sayang
91
Bab 91 - Tante Dewi dan Amanda bertemu
92
Bab 92 - Renatta milik Regan seorang
93
Bab 93 - Apa aku boleh menerima semua ini?
94
Bab 94 - Lebih dari cukup
95
Bab 95 - Semakin dekat
96
Bab 96 - Saling merindu
97
Bab 97 - Insiden di acara pernikahan
98
Bab 98 - Ciuman selamat pagi
99
Bab 99 - Aku mencintaimu
100
Bab 100 - Maafkan aku, Nat
101
Bab 101 - Terima kasih sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!