Cara Melupakan mu

Erlang tidak tahan melihat kedekatan ayah dan ibu tirinya yang kian dekat. Roy tampak memberitakan perhatian lebih pada wanita itu terlebih memperhatikan makanan yang dimakannya. Mulai dari membelikan susu ibu hamil, cemilan sehat hingga membeli rujak buah yang diinginkan Yura.

Roy benar-benar memanjakan gadis itu. Erlang dengan sigap menghampiri pada gadis.

"Ada apa?" Roy bertanya lembut, terlihat khawatir. Erlang yang melihat hal itu merasa muak dan memilih membuang muka.

"Aku pengen makan sate, Om. Pengen banget, sampe kepala terasa pening," terang Yura menjelaskan mualnya.

"Apa kau sudah gila? ini sudah jam 11 malam!" sambar Erlang yang merasa kesal pada Yura. Dia menuduh kalau semua sikap manja dan cari perhatian yang dilakukan Yura adalah caranya untuk mencari sensasi dan juga ingin menunjukkan pada Erlang bahwa Yura sudah bisa menguasai ayahnya.

Erlang mencoba mempertahankan harga dirinya. Sejak Yura menamparnya kemarin, Erlang menjauh dari wanita itu.

Malam dimana Yura meminta Roy mencarikan mi Aceh kuah jam 12 malam, Erlang bergegas keluar dari kamarnya begitu mendengar suara mobil Roy keluar.

"Kau keterlaluan! Apa kau tidak kasihan pada papa? Kau ingin membunuh papaku, ya?" hardiknya berdiri dengan gagah di depan Yura yang membuat gadis itu kaget dan ketakutan. Sorot mata Erlang kembali menghitam.

"Aku-"

"Apa? Dasar rubah betina! Kau pasti punya siasat busuk mencelakai papaku. Kau wanita murahan!"

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipi Erlang yang berhasil membuat bola mata Erlang membulat.

Tangannya mengepal, ingin membalas tapi itu tidak mungkin. Sebenci apapun dia kepada Yura, makhluk yang ada di depannya ini adalah seorang wanita, tidak mungkin dia berbuat kasar kepadanya.

Erlang berlalu pergi dengan amarahnya. Dua hari sejak kejadian itu, Yura menjaga jarak dengan Erlang, dia marah. Tapi lagi-lagi perasaan aneh muncul, dia ingin sekali berada di samping pria itu.

Setelah semua kejadian itu, Yura kembali menguji kesabaran Erlang dengan meminta Roy mencari sate malam ini.

"Sudahlah Er, Papa akan pergi mencarinya," ucap Roy menengahi perdebatan Yura dan Erlang.

"Kau benar-benar memuakkan!" umpat Erlang pada Yura tepat di depan ayahnya, lalu melangkah pergi ke kamarnya.

"Dasar brengsek! Kau marah padaku? Semua ini keinginan anakmu! Harusnya kau yang berusaha mendapatkan keinginan ku, bukan ayahmu. Ini anakmu, bajingan!" umpat Yura dalam hati.

Pikirannya kalut, dia memutuskan untuk pergi saja dari rumah itu, sekedar mencari angin segar untuk membuatnya bisa meredam amarahnya. Erlang memutuskan untuk mencari kedua sahabat karibnya.

"Akhirnya Lu keluar dari sarang persembunyian Lu!" goda Dieko dan Rizal, bersamaan setelah melihat kedatangan Erlang.

"Berisik!" hardiknya mengambil tempat di tengah-tengah kedua sahabatnya.

"Lu kenapa, sih, suntuk banget?"

"Gua pusing nih. Gua mau cerita, tapi kalian pasti menertawakannya nanti. Sebaiknya, gua tetap tutup mulut!" ucapnya membuat rasa penasaran kedua sahabatnya itu semakin memuncak, menuangkan minuman ke gelasnya lalu menyesap sedikit demi sedikit, hingga tenggorokannya terasa terbakar.

"Brengsek! Lu anggap kita apa? Cerita lu!" senggak Dieko tidak sabar.

"Lu ingat ibu tiri gue?"

Dengan cepat Dieko mengangguk. Gadis cantik dan masih muda yang pernah dia lihat di rumah Erlang.

"Gua kayaknya suka sama dia!"

"Apa? Lu waras gak?" sambar Dieko cepat.

"Wait... Wait, gua kagak paham. Ibu tiri? Bokap lu nikah lagi, Bro?" kali Ini Rizal mencondongkan tubuhnya ke arah Erlang yang dengan cepat mengambil kembali gelas yang masih berisi setengah lalu menenggaknya sampai habis.

Semua hening. Erlang larut dengan minumannya, Dieko menunggu kelanjutan cerita Erlang, sementara Rizal menanti penjelasan dari keduanya, tapi tidak mendapatkan juga.

"Lu jangan gila. Itu istri bokap Lu. Apa Lu gak bisa cari gadis lain?" Dieko semakin gencar menyerang Erlang. Dia benar-benar merasa malu mendengar perkataan sahabatnya itu, bagaimana mungkin dia bisa jatuh cinta kepada istri ayahnya.

Dari begitu banyaknya wanita yang mendekatinya, kenapa harus menyukai wanita yang sudah memiliki suami? Selain menentang norma, hubungan mereka tidak akan mungkin bisa terjalin.

"Justru karena gua tahu, nggak seharusnya suka sama wanita itu. Awalnya gua benci, sangat benci malah. Semua ini salah gua, bermain api yang pada akhirnya membakar diri gua sendiri," Erlang menyesap minumannya kembali. Entah sudah berapa gelas dia habiskan. Dia hanya ingin beban pikirannya bisa hilang walaupun hanya seketika.

"Ini kalian berdua pada ngomongin apa, sih? Gua masih belum ngerti. Hargain gue, dong," ucap Rizal yang mulai habis kesabaran. Sejak tadi dia mengikuti pembicaraan kedua sahabatnya itu dan tidak satupun di antara mereka yang mau menjelaskan duduk perkaranya pada Rizal.

"Lu nggak denger tadi, dia suka sama ibu tirinya!" sambar Dieko cuek.

"Nah iya, itu berarti bokapnya udah nikah?" tanya Rizal kembali untuk memastikan. Di antara mereka bertiga memang Rizal'lah yang sedikit lebih lambat dalam menangkap situasi.

"Iya dan si kunyuk ini suka sama ibu tirinya ucap Dieko, berita jam ke arah Erlang.

"Ya, nggak boleh dong, Lang. Lu nggak boleh suka sama ibu tiri lu. Kasihan bapak lu udah susah-susah cari calon istri di hari tuanya, malah Lu embat," lanjut Rizal.

Perkataan Rizal justru membuat Erlang dan juga Diego serentak menoleh ke arah temannya itu.

"Udah, saran gue Elu sebaiknya cari cewek lain. Lu kenalan sama cewek, dekatin dia, nanti lambat laun gue yakin Lu bakal lupa sama perasaan lu yang sesaat ini untuk ibu tiri Lu!" seru Dieko yakin.

***

Tampaknya saran dari sahabatnya itu bisa segera diwujudkan oleh Erlang. Siang itu tiba-tiba saja Jessica datang menemuinya di kantor.

Erlang tentu saja terkejut. Dia tidak menyangka bahwa mantannya itu akan datang kembali menemuinya setelah apa yang sudah diperbuat gadis itu.

Erlang sudah mengusirnya, tidak sudi melihat wajah penghianat yang sudah menginjak-injak perasaan cintanya yang tulus. Namun, wanita itu menangis tersedu-sedu dan bersikeras untuk tetap tinggal di ruangan itu sampai Erlang mau bicara dengannya.

"Aku minta maaf, Lang. Aku mohon kasih aku satu kesempatan lagi. Aku akan berubah jadi gadis yang lebih baik. Maafkanlah kekhilafan ku," minta Jessica meraung, menangis berlutut di samping kaki Erlang.

Erlang memilih untuk meninggalkan ruangan itu, jika Jessica tidak mau pergi tapi lagi wanita itu memohon dengan menarik tangannya hingga membuat Erlang tidak kuasa untuk melangkah.

"Apa demi perasaan cintamu padaku, kau tidak bisa membukakan pintu maaf bagiku? Aku salah dan aku mau berubah. Aku janji, aku akan menurut apapun perkataanmu. Kalau kamu minta aku untuk berhenti dari pekerjaanku, akan aku lakukan," pinta Jessica dengan tetapi memelas.

Erlang yang teringat dengan perkataan Dieko akhirnya luluh juga dengan bujukan Jessica. Mungkin dengan kembalinya Jessica dia bisa melupakan Yura yang sudah terlanjur masuk ke dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Jangan bodoh Erlang🤪🤪
Kamu kembali lagi dgn j*lang Jessica 😱😱
oh Tidaakkk 🙈🙈

2023-05-29

1

Neng Ati

Neng Ati

wah Erlang knp mau2nya terima Jesica lg

2023-05-16

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!