Menutup Hati

Arjuna memegang tangan Davina, keduanya saling bertatapan mata. Davina hanya bisa diam, saat tangan Arjuna memegang tangannya.

"Saya mencintai kamu, saya tidak memiliki wanita lain selain kamu. Buat apa saya bohong, buat apa saya kesini, kalau saya punya yang lain." ucap Arjuna.

"Terus?" ucap Davina.

"Ya kamu mau nggak jadi pacar saya?" ucap Arjuna.

Davina diam, dan melepaskan kedua tangannya lantas duduk di sofa tamu. Arjuna pun duduk di samping Davina.

"Maafkan saya, tidak bisa." ucap Davina.

"Saya hargai keputusan kamu." ucap Arjuna dengan hati kecewa.

"Saya jujur benci yang namanya lelaki, kenapa saya benci? karena saya melihat, lelaki hanya bisa menyakiti hati perempuan. Tangisan setiap hari, berharap yang terbaik, kembali bersatu, tapi tidak bisa." ucap Davina.

"Apa kamu pernah di sakiti?" tanya Arjuna.

"Mamah saya, dari situ saya membenci namanya lelaki, saya benci Daddy. Cukup mamah saya yang merasakan sakit, tapi tidak dengan saya. Dan saya tidak ingin, mengenal lebih jauh lawan jenis." jawab Davina menjelaskan.

"Saya bukan seperti Daddy kamu." ucap Arjuna.

"Saya tidak percaya."

"Tapi dari cara marah kamu, kalau kamu ada rasa sama saya."

"Kamu tidak usah kepedean begitu, saya begini bukan karena suka. Tapi karena kenal saja, saya itu orangnya sama siapa saja, pasti asik bisa bergaul dengan siapa saja. Maaf ya, saya tidak bisa jadi pacar kamu. Lebih baik, kita berteman saja." ucap Davina menjelaskan.

"Tapi saya akan berusaha mendapatkan kamu, dan membuktikan kalau saya itu, tidak seperti Daddy kamu."

Diam - diam ibu Tika mendengar pembicaraan Davina dan Arjuna. Ibu Tika menangis saat mendengar, apa yang di katakan oleh putrinya.

"Maafkan Daddy kamu Davina, maafkan sampai kamu menjadi trauma."

***

Arjuna melemparkan jaketnya, dan langsung bersandar di kepala ranjang, Arjuna lantas membuka kembali sosial media milik Davina.

Dari semua postingan, tidak ada photo satu pun bersama Ayahnya. Hanya photo bersama ibunya, dan Davina memberikan tag nama @Tikta. Arjuna lalu membuka sosial media Ibu dari Davina.

Arjuna melihat postingannya, hanya kegiatan seputar usaha butik dan kegiatan sosialnya. Dan ada beberapa photo bersama Davina, namun yang membuat menarik perhatian Arjuna photo seorang pria, dengan tag @dokris.

Arjuna membuka akun sosial medianya, tetapi tidak ada postingan satu pun tentang Davina dan ibunya, hanya wanita lain yang bersama Ayah Davina.

"Ini Ayahnya, berarti ini istri mudanya. Mungkin karena itu, Davina tidak mau dekat dengan laki - laki. Saya paham disini, dia mengalami trauma." ucap Arjuna.

***

"Pagi Mam." sapa Davina sambil mencium pipi kanan dan kiri Maminya.

"Teman kamu, pulang jam berapa?" tanya Ibu Tika.

"Jam 2 an." jawab Davina sambil mengoles rotinya.

"Dia anaknya baik ya." ucap Ibu Tika.

"Kelihatannya, tapi kita tidak tahu." ucap Davina.

"Mami setuju, kalau dia jadi suami kamu. Sepertinya dia itu tipe setia, di lihat dari sikapnya Mami sudah bisa membaca." ucap Ibu Tika.

"Mami ini apaan sih, pokoknya tidak ada yang namanya pria titik." ucap Davina.

"Nak, Mami mohon, kamu itu jangan menutup rapat laki - laki. Tidak semua pria seperti Papi kamu, percaya sama Mami. Jangan kamu menutup seperti ini, Mami yakin kamu juga memiliki rasa sama dia ya Kan?"

"Mami, saya hanya ingin cukup Mami yang merasakan bagaimana rasanya sakit hati, saya tidak mau yang Mami rasakan itu saya rasakan juga." ucap Davina.

"Jangan begitu nak, jangan kamu siksa hidup kamu." ucap Ibu Tika.

***

Ibu Tita berjalan masuk ke dalam rumah sakit Medical Center, milik suaminya. Sudah hampir 2 tahun, Ibu Tita tidak datang ke rumah sakit tersebut.

Ibu Tita berjalan ke arah ruangan suaminya, dan membuka pintu tanpa mengetuk. Ibu Tita melihat ada beberapa dokter, yang sedang berkumpul di ruangan suaminya.

"Ok begitu saja, nanti untuk lebih lanjut kita bahas pada meeting nanti sore." ucap Pak Haris.

Para dokter keluar dari ruangan Pak Haris, Ibu Tika pun duduk di kursi depan meja kerja suaminya.

"Ada apa kamu kemari? bukannya kamu tidak pernah mau lagi, untuk datang ke rumah sakit ini." ucap Pak Haris.

"Toh kalau kamu sudah meninggal, rumah sakit ini akan di pegang anak kita."ucap Ibu Tika.

" Mas, saya hanya ingin bicara masalah Davina."

"Kenapa dia?"

"Davina itu sudah besar, dia bukan anak kecil lagi. Sudah saatnya dia berumah tangga, tapi ada suatu masalah bagi dirinya."

"Masalah apa?"tanya Pak Haris.

" Ada pria yang menyukai Davina, mengajak serius tapi Davina menolak. Kenapa dia menolak? karena gara - gara kamu Mas. Dia trauma, dia trauma karena kamu menyakiti hati saya. Dia telah menutup rapat, namanya pria, dia tidak ingin menikah."jawab Ibu Tika.

"Apa pria itu dokter?"

"Dia Tentara, pria itu benar - benar serius sama anak kita, dan saya tahu Davina juga suka sama dia. Tapi dia menolak hati dia sendiri, dia takut akan berhubungan dengan namanya pria, itu karena kamu Mas." ucap Ibu Tika.

"Saya kan dari dulu, minta kamu memilih. Cerai atau bertahan, tapi kamu memilih bertahan." ucap Pak Haris.

"Kamu kalau cerai, apa kamu akan berikan harta kamu untuk Davina? saya yakin kamu berikan semuanya pada Vera." ucap Ibu Tika.

"Saya akan bersikap baik, kalau kamu hargai Vera. Dan juga Davina, bisa menerima Vera. Bukanya mengajak ribut, bukannya bermusuhan."

"Mas, Davina seperti itu karena Davina kecewa sama kamu, Davina itu sudah bisa menilai sejak dia SD. Kamu dengan santai membawa Vera, di depan Davina kamu katakan istri muda, Davina sudah paham saat dia usia 9 tahun. Dia mulai bisa membaca sikap orang tuanya, dia melihat saya menangis setip malam, karena kamu memutuskan untuk tinggal bersama Vera. Dan berdampak buruk, bagi masa depannya. Dia tidak mau menikah, dia tidak mau mengenal dekat dengan laki - laki. Bagi dia, pria itu sama seperti Daddy nya." ucap Ibu Tika.

"Katakan pada dia, jangan sama kan pria dengan Daddy. " ucap Pak Haris.

"Kamu katakan saja sendiri, saya tidak mau mengatakan pesan dari kamu." ucap Ibu Tika.

"Davina itu tidak mau bicara dengan saya, bagaimana saya akan bicara sama dia."

"Terserah cara kamu gimana, saya ingin Mas Haris itu belajar mengambil hati Davina."

"Saya akan usahakan."

"Jangan usahakan tapi harus." ucap Ibu Tika bangun dari duduknya.

"Kamu mau kemana?" tanya Pak Haris.

"Saya pamit pulang." jawab Ibu Tika sambil menatap figura photo di atas meja kerja suaminya.

"Kamu tidak menaruh photo Davina satu pun di meja kerja kamu Mas, hanya ada photo Vera." ucap Ibu Tika.

.

.

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😍😍

2023-10-18

0

susi 2020

susi 2020

😋

2023-10-18

0

Ilan Irliana

Ilan Irliana

ibu Tika nih yg bucin parah...Haris udh g mo jg ttp Bu Tika ngejar...jan egois bu Tika...Davi ingin Bu Tika itu cerai m Haris biar hidup tentram N damai....jan egois lah...

2023-05-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!