Orang Kaya

Paijo dan Arjuna mengantar Davina pulang, mereka dengan mobil yang berbeda. Paijo yang mengemudikan mobil, karena Arjuna belum bisa mengemudikan mobilnya.

Hingga mobil masuk kedalam, area perumahan elit, Paijo sampai melihat takjub rumah - rumah mewah berjejer kanan kiri. Bahkan ada sebuah lapangan bola sendiri, dan lapangan golf.

"Arjuna, kamu yakin suka sama cewek model begini?" tanya Paijo.

"kenapa memangnya, minder gitu?" ucap Arjuna.

"Ya kan kamu itu, anak petani dan peternak kambing, apa mau orang tuanya menerima kamu. Belum lagi, gaya Emak kamu yang kampungan bisa - bisa bikin malu." ucap Paijo.

Mobil berhenti, tepat di rumah mewah, berlantai tiga. Davina memarkirkan mobilnya, lantas turun dari mobil dan berjalan ke arah mobil Arjuna.

"Makasih ya, sudah antar saya pulang." ucap Davina.

"Sama - sama, kalau begitu kami pamit." ucap Arjuna.

"Iya, hati - hati." ucap Davina.

Mobil pun melaju kembali, dan pergi meninggalkan komplek perumahan mewah, yang di tempati Davina.

"Paijo, menurut kamu ini mimpi bukan sih? itu perempuan ucapin terima kasih, biasanya dia ngajak perang terus loh." ucap Arjuna.

"Bukan mimpi, tapi fakta." ucap Paijo.

"Dari pada si Niken, ini sih lebih berkelas. Benar - benar orang kaya, nggak kaya Niken keluarganya sok kaya, apalagi kaya dari hasil warisan." ucap Paijo lagi.

"Jangan samakan dengan dia, terus jangan kamu banding - bandingkan." ucap Arjuna.

***

"Mami kok belum tidur? ini sudah pukul 2 Mam." ucap Davina.

"Bagaimana mau tidur, anak gadis Mami masih di luar sana. Mami takut kamu kenapa - napa sayang." ucap Ibu Tika.

"Daddy bilang apa saja Mam?"

"Besok Vera ulang tahun, kita di suruh hadir. Keluarga besar semuanya datang, termasuk kita."

"Terus Mami mau datang? waktu Mami ulang tahun, Daddy ngerayain tidak? apa sih yang di banggakan dari dia? sudah mandul, masih saja di manja." ucap Davina kesal.

"Kamu jangan bicara begitu, tapi Daddy sangat mencintai dia."

"Sudahlah Mam, cerai saja. Mami jangan khawatir, ada Davina yang bisa kasih makan Mami, tidak harus bergantung pada Daddy. "

"Mami masih mencintai Daddy kamu, Vera adalah cinta pertama Daddy kamu. Mami hanya wanita yang hadir, di jodohkan oleh orang tua."

"Tapi Mami memiliki anak dari dia, seharusnya dia itu mikir Mami. Dan pelakor itu sadar diri, di jodohkan malah sekarang keluarga besar Daddy dekat sama dia."

"Karena Daddy sempat kabur, setelah satu bulan menikah. Daddy kamu nikah siri sama. Vera."

"Terus kenapa tidak cerai Mami itu? malah bertahan sama Daddy."

"Karena Nenek kamu melarang Mami pergi."

"Sudahlah Mam, saya capek mau tidur." ucap Davina langsung masuk ke dalam rumahnya.

***

"Dokter Davina mana?" tanya Emak mencari.

"Sudah pulang Mak." jawab Arjuna.

"Loh kok nggak pamit sama Emak?"

"Mak tidur, kita nggak berani bangunin Mak." ucap Arjuna.

"Emang nya tadi malam, ada dokter Davina?" tanya Sinta.

"Makanya dek, jangan tidur sore - sore. Ada calon kakak ipar datang tidak tahu." ucap Arjuna.

"Yee orang saya ngantuk." ucap Sinta.

"Terus, tadi pulang bilang apa saja?" tanya Emak.

"Saya antar dia pulang Mak, masa perempuan malam - malam pulang sendiri." jawab Arjuna.

"Dia pulang malam? Emak kira menginap."

"Mak, orang tua nya telepon. Khawatir, jadi pulang. Terus dia juga nggak akan mau, menginap disini."

"Iya juga sih." ucap Emak.

"Berarti Mas tahu rumahnya dong?" tanya Sinta.

"Ya tahu. " jawab Arjuna.

"Dimana Mas?"

"Perumahan Metropolis."

"Hah.. perumahan Metropolis!! itu kawasan elite Mas, malah banyak artis dan pejabat yang tinggal disana."

"Emang."

"Mak, calon mantu Emak orang kaya." ucap Sinta heboh.

"Kaya! yang benar Arjuna?"ucap Emak.

" Biasa saja kali Mak." ucap Arjun.

****

"Davina, kok kamu belum siap - siap sih?" tanya Ibu Tika.

"Ngapain sih Mam? datang ke pesta dia. Mending Mami nonton TV di rumah." jawab Davina.

"Nak, kita harus datang. Jangan perpanjang. masalah." ucap Ibu Tika.

"Saya akan hormat, disaat Vera cium kaki Mami." ucap Davina.

"Nak, please ganti baju kamu. Dengan gaun pesta, yang kamu beli waktu di paris. Disana pasti Vera memakai pakaian dan perhiasan mahal, kita tidak boleh kalah."

"Jadi mau ajang pamer, atau mau berlomba merebut pria yang bernama Haris itu."

"Mami tidak mau berdebat, kamu cepat ganti pakaian kamu."

Dengan malas, akhirnya Davina menurut apa kata Maminya.

****

Terlihat banyak mobil terparkir, mobil dari kerabat dan teman - teman Pak Haris dan Ibu Vera. Davina dan Ibu Tika berjalan masuk, terlihat keluarga besar Daddy nya datang, semua menyapa Ibu Tika dan Davina.

"Mba Tika." sapa Ibu Vera langsung bercipika dan cipiki.

"Selamat, maaf saya tidak membawa kado buat kamu." ucap Ibu Tika.

"Tidak apa - apa mba, Mas Haris ada disana, kita kesana." ucap Ibu Vera sambil melirik ke arah Davina.

"Kamu masih musuhan?" tanya Tante Vira.

"Haram hukumnya, berteman dengan pelakor." jawab Davina.

**

"Mana Davina?" tanya Pak Haris.

"Dia sama adik - adik kamu Mas." jawab Ibu Tika.

Pak Haris berjalan ke arah Davina, dengan malas Davina mencium punggung tangan Daddy nya.

"Kamu sudah makan?" tanya Pak Haris.

"Tanpa disuruh saya makan sendiri." jawab Davina.

"Daddy kenalkan kamu, dengan anak teman Daddy." ucap Pak Haris.

"Maaf tidak minat." ucap Davina pergi meninggalkan Pak Haris, hingga tingkahnya di lihat oleh Tante dan Om nya.

"Anak tidak sopan." ucap Pak Haris.

"Itu salah Mas, sudah menyakiti hati anak kita."

Acara perayaan ulang tahun dimulai, nyanyian selamat ulang tahun, begitu meriah. Hingga acara tiup lilin, dengan kue tart setinggi 7 meter.

Ibu Vera meniup lilin - lilin tersebut, lantas memotong kue dan memberikan pada suaminya.

"Selamat ulang tahun sayang." ucap Pak Haris.

"Terima kasih Mas." ucap Vera.

Davina berjalan ke arah Daddy dan istri mudanya. Davina tersenyum dan memberikan selamat pada Ibu Vera, dengan memeluk tubuhnya sangat kencang. Bahkan mencengkram punggungnya, hingga Ibu Vera menahan sakit.

"Selamat ulang tahun Mami Vera, semoga kamu cepat mati dan berumur pendek." bisik Davina.

Davina melepaskan pelukannya, dan mendorong tubuh Ibu Vera hingga memegang meja yang ada disampingnya.

"Mami kita pulang, acara inti sudah selesai. Dan hawa rumah ini panas, kita tidak boleh lama - lama disini." ucap Davina.

"Davina, kamu hargai pesta ulang tahun Mami Vera." ucap Pak Haris.

"Oh hargai, lantas tuh perempuan hargai tidak perasaan Mami. Kalian ini harus tahu, didepan kalian Mami terlihat akur dengan pelakor itu. Tapi kenyataannya, keterpaksaan karena cinta nya begitu besar sama dia." ucap Davina sambil menunjuk ke arah Pak Haris.

"Davina cukup." ucap Ibu Tika.

"Bodohnya Mami saya, pria seperti dia masih saja di sukai. Dan kamu, itu hukuman buat kamu, yang di atas menegur kamu, dengan tidak memiliki anak." ucap Davina.

"Cukup!!! tolong jangan salahkan saya." ucap Ibu Vera.

.

.

.

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🥰🥰

2023-10-18

0

susi 2020

susi 2020

😍😍

2023-10-18

0

Ramadhani Kania

Ramadhani Kania

krn ulah bpknya yg gk bisa adil,membuat anknya trauma tuk jlin hub dg laki2...

2023-05-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!