Arjuna langsung masuk kedalam kamarnya, tanpa menghiraukan Emak dan Sinta. Dengan kesal, Arjuna membanting pintu kamarnya.
"Mak, si Mas kenapa tuh?" tanya Sinta.
"Mana Mak tahu, kesurupan kali yah tuh anak." jawab Emak.
Arjuna lantas keluar dari kamarnya, dengan hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Lantas langsung mengambil nasi dan lauk yang ada di atas meja makan.
"Jun, kamu datang - datang kayak orang kesurupan, sekarang langsung makan. Kamu itu anak Emak si Arjuna atau si kolor ijo?" ucap Emak.
"Segini ganteng nya, masa di samakan sama kolor ijo. " ucap Arjuna sambil makan.
"Terus kamu kenapa?"
"Biasa anak muda."
"Mas masih muda?" celetuk Sinta.
"Yaeyalah Mas kan belum ada uban, wajahnya masih imut." ucap Arjuna.
"Yaudah makan, jangan ngomong terus." ucap Emak.
****
"Nyata kan kamu itu, sama saja kayak Daddy. Cowok itu tidak bisa di percaya, ngakunya singel, ngakunya cinta eh preeet malah ada ceweknya." ucap Davina kesal.
"Awas saja ya kamu, kalau coba - coba deketin saya lagi." ucap Davina sambil menatap photo dirinya dan Arjuna saat berpelukan, yang di photo Toni.
Davina langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Davina kembali menatap photo pada galeri ponselnya.
"Ih.. kenapa lagi, lihat - lihat photo ini. Nyebelin banget, lihat muka kayak kamu."
Arjuna membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan ponselnya baru dirinya buka. Saat membuka ponselnya, ada sekitar 10 lebih panggilan tak terjawab.
Arjuna melihat nomer baru, dan mencoba menghubungi balik ke nomer tersebut. Nomer pun tersambung, namun tidak di angkat.
"Ini siapa sih?" ucap Arjuna kembali menelepon.
Davina yang mendengar suara teleponnya, langsung terbelalak kaget, saat Arjuna menghubunginya.
"Ngapain tuh cowok telepon, apa dia sadar mau minta maaf? ih.. enak saja, sorry ya saya tidak butuh maaf kamu." ucap Davina.
Sedangkan Arjuna merasakan kesal, karena teleponnya tidak di angkat, dan langsung mengirimkan sebuah chat.
To : +62802xxxxx8
Maaf ini siapa?
Arjuna mengirim sebuah pesan, dan tak lama pesan pun terbalas.
From : +62802xxxxx8
Setan.
Arjuna terbelalak kaget saat membaca isi pesan tersebut.
To : +62802xxxxxx8
Oh setan, ada perlu apa kamu setan?
From : + 62802xxxx8
Mau ternak kamu.
Arjuna semakin jengkel, dan membalas kembali chat tersebut.
To : +62802xxxxx8
Eh.. kampret, kamu itu siapa sih? enak saja ngatain saya setan, kalau saya setan kamu itu wewe gombel. Perlu apa sih kamu? di telepon kagak di angkat, kamu nggak berani ya.
Tak lama nomer baru tersebut menelepon nomer ponsel Arjuna, dan Arjuna langsung mengangkat telepon dari orang misterius itu.
"Hei.. Setan... enak saja kamu ngatain saya wewe gombel, dasar ya awas saja kamu."
Arjuna langsung tahu siapa suara dari seberang, dan langsung wajah kesalnya berubah bahagia.
"Eh..mamahnya anak - anak, kirain siapa." ucap Arjuna.
"Ngapain kamu telepon saya? mau minta maaf, ih... sorry ya tidak ada kata maaf buat kamu."
"Davina, saya jelasin. Niken itu bukan pacar saya, itu hanya orang tua dulu, menjodohkan kami berdua. Tapi kita nggak punya hubungan apa - apa sama dia, kamu percaya deh sama saya."
"Terserah, bukan urusan saya."
"Kalau bukan urusan kamu, kenapa kamu marah?"
"Siapa yang marah, eh... Pak saya itu tidak marah, hanya saja, saya itu kesal sama pria seperti bapak. Kalau punya cewek di luar sana, mending nggak usah gombal."
"Siapa sih yang gombal, orang saya nggak gombal."
"Alah nggak percaya saya."
"Yaudah, kalau kamu tidak percaya. Gimana caranya, agar kamu percaya sama saya?"
"Mana saya tahu, situ yang mulai."
"Ok barangkali salah, saya minta maaf. Tapi sumpah, saya tidak memiliki hubungan apa - apa sama Niken, saya itu hanya cintanya sama kamu."
"Ih... cinta, kayak kita sudah jadian saja." ucap Davina dari seberang.
"Ya sudah kalau tidak percaya, saya buktikan." ucap Arjuna menutup teleponnya.
Ditempat lain, Davina hanya geleng - geleng kepalanya , dan memutuskan untuk tidur. Karena mata pun sudah mengantuk.
*****
Dengan kaki yang masih sakit, Arjuna mengendarai motornya menuju ke tempat tinggal Davina. Pukul 12 malam, Arjuna masuk kedalam perumahan mewah, dengan ijin masuk security mengatakan kalau dirinya calon suami Davina, dengan menunjukkan ktp dan kartu Identitas anggota.
Arjuna berhenti tepat di rumah Davina, tampak lampu sudah mati, Arjuna mencoba menekan bel rumah.
Ibu Tika yang belum tidur, mendengar suara bel berbunyi dan terlihat pukul 12 malam.
"Siapa malam - malam bertamu? apa Mas Haris." ucap Ibu Tika sambil berjalan ke arah pintu depan.
Ceklek
"Assalamu'alaikum Tante." sapa Arjuna.
"Walaikumsalam, siapa ya?" ucap Ibu Tika.
"Maaf Tante, saya ingin ketemu sama Davina." ucap Arjuna.
"Davina nya sudah tidur, apa tidak ada waktu besok ya?"
"Maaf Tante, saya tidak bisa tidur kepikiran terus."
Ibu Tika memperhatikan Arjuna, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Arjuna yang sadar sedang di perhatikan, hanya bisa menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Kamu itu, pria yang waktu itu saat kejadian penyanderaan ya?" ucap Ibu Tika.
"Iya Tante, itu saya." ucap Arjuna.
"Masuk, nanti Tante coba bangunin ya." ucap Ibu Tika.
"Makasih Tante, maaf Tante."
Ibu Tika masuk ke dalam kamar Davina, terlihat putrinya sedang tertidur lelap sambil memeluk sebuah boneka.
"Sayang, bagun nak." panggil Ibu Tika.
"Ada apa Mam?" ucap Davina dengan suara khas orang bangun tidur.
"Ada tamu tuh, kamu temui dia dulu." ucap Ibu Tika.
"Tamu siapa sih Mam? malam - malam begini, seperti tidak ada besok lagi saja."
"Pacar kamu."
Davina langsung membuka kedua matanya, dan langsung duduk sambil mengumpulkan nyawanya.
"Kamu sedang punya masalah ya? sampai dia datang kesini, kayaknya dia itu sangat bersalah banget deh sama kamu, sampai dia bela datang kesini."
"Mam, pacar siapa sih? saya tidak punya pacar Mam, dan sedang tidak ada masalah apa - apa, suruh pulang saja, kalau nggak mau pulang, hubungi security saja."
"Kamu cuci muka, temui dia." ucap Ibu Tika, lalu keluar dari kamar Davina.
"Siapa sih? seperti nggak ada besok saja."
Arjuna menunggu di ruang tamu, hampir 15 menit Davina belum juga keluar. Dan akhirnya Davina keluar, melihat tamu siap yang datang, ternyata pria yang baru saja, di bencinya seumur hidup.
"Ngapain kamu malam - malam kesini? nggak sopan banget, seperti tidak ada besok lagi saja."ucap Davina.
" Saya hanya ingin membuktikan dari apa yang saya katakan di telepon tadi, kalau saya itu tidak pernah bohong atau memberikan rayuan maut untuk semua wanita. Saya katakan kalau saya itu, mencintai kamu. Malam ini saya bersumpah, kalau saya memang benar mencintai kamu. Bukan pria yang selalu mempermainkan wanita." ucap Arjuna.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
susi 2020
🥰🥰
2023-10-18
0
susi 2020
🤩
2023-10-18
0
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
cucokkk meongg bang arjuna keren
2023-05-12
0